Dipaksa Menikahi Pria Dingin

Dipaksa Menikahi Pria Dingin
Bacalah


__ADS_3

Harbank group adalah salah satu perusahaan yang menjadi rival tersulit untuk Delta Internasional, pertemuan pagi ini juga bertujuan untuk membahas Harbank Group yang akhir-akhir ini banyak merugikan Delta Internasional.


Dalam beberapa hal, Harbank selalu selangkah lebih maju di bandingkan Delta Internasional, jika keadaan ini terus berlanjut, kerugian dalam jumlah besar kemungkinan akan terjadi.


"Jadi kau .... "


''Bukan aku oma, sebenarnya aku sudah memberi kan nya pada istriku, Nadia Clara Adiwijaya.... "


Kening oma berkerut, "dia....?"


Ibra tersenyum, "seperti yang oma pikirkan, aku tidak harus memberitahukan nya di sini kan oma?" ucap Ibra mendominasi.


"Jadi apa tujuanmu kesini sebenarnya, selain Delta ? orang bodoh yang bisa memberikan apapun kepada wanita asing tidak layak menjadi penerus ku." tegasnya dengan berapi-api.


Ibra tersenyum seolah senang dengan kilatan amarah yang terpancar jelas di mata oma, "Hanya ingin memperkenalkan istriku, karena mulai sekarang, dia akan memegang kendali atas semua yang aku miliki, termasuk saham daddy yang ada di Delta, mengganggunya berarti menghancurkan Delta itu sendiri, karena aku, Ibrahim, orang bodoh ini akan melakukan apapun untuk orang yang berani menyentuh seujung kuku tubuhnya,"


"Cih, kau selalu angkuh dan sombong Ibra... Delta sudah berada puluhan tahun, bahkan lebih dulu ada di banding kau lahir di dunia ini, pengalaman, dedikasi dan perjuangan kami tidak akan sia-sia begitu saja. Angin semilir tidak akan bisa merobohkan Delta kami," ucap sombong salah seorang di antara mereka.


"Bukan merobohkan, aku hanya akan mengambil apa yang sejak awal sudah di siapkan untukku, jangan lupa berapa banyak aku harus kehilangan sejak kalian menginginkan ku menjadi penerus Delta, sekarang aku hanya melakukan bagian ku," ucap Ibra tak kalah tegas penuh wibawa, tidak ada keraguan di matanya saat berbicara hal itu.


Semua orang yang ada di sana mulai gelisah setelah apa yang mereka dengar dari mulut Ibra, pasalnya memang hanya Ibra yang di persiapkan menjadi penerus Delta, tapi bukan Ibra yang se cerdik ini, mereka menginginkan sosok hebat namun bisa tetap mereka kendalikan dengan mudah.


Semua generasi ketiga keluarga ini sudah berhasil Delta habiskan agar Ibra kelak bisa memimpin Delta dengan aman tanpa ada masalah dengan saudara sedarah nya yang lain, termasuk kematian saudara kembarnya dan semua anak Abrar pamannya.


Sayangnya, mereka tidak tau, justru kehilangan itu yang membuat Ibra bisa sekuat ini, bersusah payah Ibra menolak di duduk kan secara paksa menjadi pemimpin Delta, karena ia tidak ingin menjadi boneka orang lain.


"Baiklah, baiklah, sekarang cepat kita mulai tujuan pertemuan ini, masih banyak . ... "


"Pertemuan di tunda, kita tidak akan rapat dengan kehadiran orang asing, terlebih pemilik perusahaan lain, " ucap oma yang kemudian bangkit dari kursinya dan meninggalkan ruangan.


Suasana berubah panas di ruangan ber AC itu setelah kepergian oma, perasaan aneh menghinggapi mereka semua ketika tatapan membunuh keluar dari mata Ibra, laki-laki itu berubah seratus delapan puluh derajat dari sebelumnya.


Ibra sungguh sangat geram saat ini, sejujurnya memang apa yang ia miliki saat ini masih kurang untuk menghancurkan Delta secara keseluruhan, namun langkah ini ia ambil karena khawatir dengan Nadia yang berada di sisiNya, membayangkan jika terjadi sesuatu padanya saja sudah membuat dirinya tak tenang.


Melihat kemarahan di mata Ibra, menggerakkan tangan Nadia menyentuh tangan Ibra yang berada di bawah meja. "Nadia memiliki bukti semua kecurangan dan kejahatan mereka di industri ini mas, kita publish ke media bagaimana? apa sudah cukup untuk membuatmu senang? " tanya Nadia dengan suara lantang agar terdengar oleh semua orang yang mana membuat mereka melotot tidak percaya, "bagaimana gadis sekecil itu berani bicara sesumbar itu di depan kami ?"

__ADS_1


"Tuan muda, nyonya menunggu anda berdua di ruangannya," ucap salah seorang pria berpakaian setelan rapi berwarna hitam.


"Kami berdua?" tanya Nadia.


"Aga...." teriak Ibra sebelum beranjak mengikuti laki-laki suruhan omanya itu.


Aga berada di luar, setalah ia mendengar Ibra memanggil namanya, ia segera masuk ke dalam ruangan menemui tuannya itu


"Saya di sini tuan ku," ucapnya tanpa menganggap semua orang yang berada di sekelilingnya.


"Anda benar-benar CEO Harbank group? bagaimana? bagaimana mungkin anda bisa berada di sini?" ucap salah seorang tetua heran.


"Tuan Aga, ia adalah orang yang sangat susah di prediksi dan sulit di ajak bekerja sama karena kesombongan dan egonya yang tinggi, tapi dia bisa menunduk seperti itu di hadapan Ibra dan Nadia, keturunan langsung tuan besar memang tidak bisa di anggap remeh, darahnya mengalir sempurna di tubuh Ibrahim, kemampuan nya benar-benar tidak bisa di ragukan lagi, dia harus menjadi penerus Delta bagaiman pun caranya."


"Ibrahim harus segera menjadi pemimpin Delta, ini akan sangat menguntungkan kedepannya,"


"Apa yang harus saya lakukan tuan?" tanyanya dengan menatap Ibra.


"Bawa istriku keluar terlebih dahulu, aku harus menemui oma,"


"Tuan muda, nona...."


"Kau berani membantah ku?" ucapnya dengan tatapan tajam yang sangat menakutkan.


"Bawa nona pergi.... "


"Mas... "


"Ikut dengan Aga sebentar, Rafael pasti akan segera datang untuk menemui adik yang selama ini ia cari, kau juga tidak mau membuat ia menunggu bukan?" ucap Ibra penuh kesungguhan.


"Baiklah mas," ucap Nadia yang segera meraih tangan Ibra dan mencium punggung tangannya untuk berpamitan.


Sepeninggal Nadia dari ruangan itu, "jangan pernah berfikir menjadikan aku boneka kalian, karena kalian yang akan menjadi boneka ku, sampai saat itu terjadi, nikmati dengan tenang kehidupan kalian saat ini, karena aku buka orang yang bisa berbelas asih," tegasnya kemudian pergi.


***

__ADS_1


Flashback On


"Tapi tuan muda sudah memberi tahu kan beberapa kode, itu yang ingin kami diskusikan dengan anda," jelas Sakti.


"Katakan lebih jelas,"


"Saham milik anda, akan menjadi milik nona muda, dan saham milik tuan Abrar menjadi milik tuan muda,"


Attar terlihat berfikir, hampir sepuluh menit ia merenung, tidak ada yang berani mengeluarkan suara sampai Attar memulai pembicaraan.


"Dia punya rencana lain ?"


"Berita yang saya dengar, Harbank group.... "


"Milik Nadia," tebak Attar yang sudah faham jalan pikiran putranya sejak dulu.


"Itu milik tuan muda, yang baru saja di berikan pada nona,"


"Itu sama aja dodol," teriak Rafael pada Sakti dengan mengetuk keras kepalanya.


"Itu milik Nadia sejak awal, hanya di kelola sementara dan di kembangkan oleh putraku,"


"Maksud anda tuan?"


"Itu milik Adiwijaya yang sudah hancur, Ibra diam-diam membangunnya kembali untukmu El, dan juga adikmu, Nadia Clara Adiwijaya,"


Mata Rafael nyaris keluar saking kagetnya, ia tidak percaya dengan apa yang di dengarnya dari Attar saat ini, "Nggak mungkin dad, aku melihat sendiri perusahaan ku hancur bersama dengan kematian orang tuaku, dan adikku, dia laki-laki," jelasnya.


"Kau sudah melihatnya? kau sudah memastikan sendiri jika dia laki-laki? bukankah dia hilang sesaat setelah dia di lahir kan?"


"No.... no... ini pasti nggak benar dad, aku sudah menelusuri semuanya, dan nggak ada yang bisa di temukan, seperti berputar-putar di jalan buntu,"


"Bukankah memang seperti itu nak, seperti dokter tidak bisa menyembuhkan dan mengobati keluarganya sendiri, guru yang tidak bisa mengajar anaknya sendiri, mereka semua di buta kan oleh cinta dan perasaan hingga tidak bisa melihat apapun jika tentang keluarga, kita semua tau dan mengakui kehebatan dan keahlian yang kamu miliki, tapi nak......" tambah Aisyah.


"No mom, ini nggak mungkin, adikku laki-laki,"

__ADS_1


"Bacalah.... "


__ADS_2