
Ibra mendudukkan dirinya di atas ranjang setelah sedikit perdebatan dengan Nadia, kenangan kenangan dirinya dengan Anna berhamburan ke sana kemari di kepalanya, laki-laki itu menghembuskan nafas berat berkali-kali dengan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang.
Flashback On
"Ibra kemari lah, aku sedang memasak sesuatu yang enak, kemari dan cobalah," teriak Anna padanya.
Ibra mendekat dan melihat apa yang ingin di perlihatkan kekasih nya itu padanya, "apa yang Anna ku buat hari ini? mana yang ingin kamu tunjukkan padaku, aku udah nggak sabar," senyum Ibra dengan lembut.
"Tara, egg tart kesukaan kamu," ucap Anna bahagia sembari mengeluarkan egg tart yang ia sembunyikan di balik tubuhnya.
Flashback Off
"Huft..." Ibra menghela nafas berat.
Drrttt Drttt
Ibra mengambil ponsel yang saat ini bergetar di atas meja tepat di samping ranjangnya, terlihat nama mommy memanggil di layar ponselnya.
"Apalagi yang mommy inginkan,"
"Halo mom,"
"Assalamualaikum nak, bagaimana kabarmu ?"
"I am oke mom, kenapa mommy telfon ?"
"Hey anak mommy yang paling tampan, sejak kapan mommy harus punya alasan untuk menelfon kamu, oh iya kapan dong mommy boleh ketemu sama mantu mommy ? mommy kan pengen juga ngenalin Nadia sama temen-temen mommy, semua pada heboh liat berita pernikahan kalian di media," ucap mommy.
"Nunggu satu tahun lagi untuk membahas masalah kontrak yang di tandatangani Nadia dan Daddy selesai," ucapnya singkat tanpa basa-basi.
"Nadia kasih tau kamu ya?"
"Nadia nggak perlu bilang untuk masalah sekecil ini mom, you know me," ucapnya lagi.
"Mommy minta maaf,"
"Karena pilihan mommy nggak seburuk yang Ibra pikir sebelumnya, jadi Ibra maafin hanya mommy, Ibra akan tetap buat perhitungan dengan daddy," tambahnya dengan nada datar.
__ADS_1
"Seperti ?"
"Nanti akan Ibra pikirkan, Ibra tau maksud mommy menghubungi Ibra bukan karena ini, apa yang ingin mommy bicarakan, " selidik Ibra.
"Ehem... nggak ada kok," jawab Aisyah ketika putranya tau maksud hatinya itu.
"Apa yang mommy inginkan ?"
Lama tidak ada jawaban dari Aisyah dari balik ponsel, "bagaimana kabarmu sekarang ?"
"Aku baik-baik saja mom, nggak ada yang perlu mommy khawatirkan,"
"Syukurlah kalau begitu, bagaimana Nadia ? dia melayani mu dengan baik?" tanya Aisyah pada Ibra di balik telfon.
"Hmm," jawab Ibra malas.
"Mommy yakin dia akan merawat mu dengan baik," ucap Aisyah lagi.
"Iya mom,"
"Katakan saja apa yang mommy inginkan," ucap Ibra lagi yang sudah faham dengan kalimat basa-basi yang di ucapkan ibunya.
"ini tentang Anna nak, selain oma tidak ada yang tau dimana dan apa yang di alami oleh gadis itu sampai detik ini," jelasnya.
"Aku tau,"
"Baik Cyber, Lusy maupun pak Mul, mereka hanya diberikan perintah untuk penangkapan Anna agar kamu bisa kembali ke rumah utama dan menjadi pewaris Delta Internasional,"
"Aku tau mom,"
"Karena itu jangan membenci mereka terlalu dalam nak, sudah cukup sampai di sini saja, nikmati hidupmu bersama Nadia dan bahagia, sebagai seorang ibu, mommy hanya tidak tenang memikirkan mu hidup seperti ini."
"Paman Louis ? mommy sama daddy tau dia yang mengendalikan Cyber sekarang ?"
Masih tidak ada jawaban dari Aisyah, hanya hembusan nafas pelan yang terdengar di balik telfon, "Rasanya aku ingin membunuh paman Louis dengan tanganku sendiri saat itu ketika tau dia berada di Cyber, itu adalah perasaan yang sama ketika aku harus berhadapan dengan Lusy dan pak Mul,"
"Ibrahim Muhammad Attar, yang perlu kamu ingat, nggak cuma kamu yang kehilangan saudara dan Anna, mommy dan daddy juga kehilangan seorang anak, lebih tepatnya bukan seorang tapi kehilangan semua anak mommy sejak kamu memutuskan pergi dari rumah ini," ucap Aisyah sedih
__ADS_1
"Mom..."
"Sudahlah, ini sudah malam, sebentar lagi daddy pasti akan mencari mommy, jaga diri dengan baik dan jangan membicarakan apa yang kita bicarakan hari ini dengan daddy,"
"Iya mom," ucap Ibra kemudian menutup panggilan telfonnya.
"Huftt..." ucapnya kemudian melangkah mendekati sebuah map yang sebelumnya ia letakkan di dalam brangkas di tempat baju-bajunya ia letakkan, map berwarna coklat itu tidak terlalu tebal, terlihat hanya berisi beberapa lembar kertas saja.
Tangan kekar Ibra mengambilnya, kemudian berjalan keluar kamar dan membawa map tersebut ke sebuah ruangan di seberang kamarnya yang tak lain adalah sebuah gudang yang di rubah oleh Sakti menjadi ruang kerja Ibra. terlihat sebuah kursi putar dengan desain modern yang terlihat serasi dengan interior ruangan bernuansa abu-abu itu.
Ibra terlihat duduk di kursi dan membuka map yang ada di tangannya, terlihat beberapa draft yang ia keluarkan dari dalam map, terdapat beberapa foto juga ia keluarkan dari dalam sana, terlihat foto Anna berjalan dengan seorang laki-laki di dalam foto itu, ia berjalan dengan sedikit berlari seperti tengah di kejar seseorang.
"Kenapa Rafael dan Sakti masih tidak membicarakan perihal masalah ini kepadaku ? apa yang mereka rencanakan di belakangku, ini sudah beberapa bulan sejak kejadian hari itu," pikirnya.
***
Yah, hari itu adalah hari ketika pencarian Anna di lakukan secara besar-besaran, Sakti menghentikan semua orang yang saat itu ada di bawah kendali nya setelah mendapat sebuah pesan dari Rafael.
"Dia sedang berada di rumah ini, Jl asam manis buah jambu no 17 blok F10."
Tak hanya sebuah pesan, Rafael juga memberikan beberapa foto Anna dengan laki-laki lain yang masuk ke dalam rumah dengan alamat yang baru saja ia kirim kepada Sakti.
"Informasi yang berhasil gua lacak hari ini, Delta Internasional sudah melepaskan Anna sejak Abrar menyatakan dirinya sebagai pemilik Delta Internasional selanjutnya dan berniat membunuh Ibra karena Ibra yang terpilih menjadi pemimpin Cyber,"
Sakti sudah tidak sabar untuk tidak bertanya secara langsung kepada Rafael, sehingga tanpa membalas pesan yang di kirimkan Rafael, ia langsung menghubungi partner nya itu.
"Siapa laki-laki itu ?" tanya Sakti tanpa basa-basi kepada Rafael.
"Kita bahas ini nanti, hentikan saja pencarian saat ini kemudian bawa Ibra kembali, aku ingin berbicara dengan Louis setelah ini," ucap Rafael serius.
Tak lama setelah pembicaraan nya dengan Rafael berakhir, Sakti langsung memberi kode untuk mengakhiri pencarian Anna hari ini. Ia memanggil beberapa orang untuk menginfokan kepada yang lain agar segera berhenti.
Laki-laki itu memijit kepalanya pelan, ia berjalan mondar-mandir karena ragu untuk membicarakan masalah ini dengan Ibra.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang di hadapan tuan muda, Aish bagaimana jika nona Anna memiliki hubungan dengan laki-laki itu, kenapa si El juga ngasih informasinya setengah-setengah seperti ini," ucapnya sedikit kesal namun akhirnya ia memilih untuk mendekati mobil yang ada Ibra di dalamnya dan tidak membicarakan masalah ini sementara waktu.
***
__ADS_1