
Setelah pintu lift yang membawa Ibra tertutup, Sakti menatap semua orang dengan tatapan tajamnya, dia sudah faham sesuatu akan menjadi tidak baik jika sudah terkumpul massa sebanyak ini.
Dengan sekali jentikan jari, kumpulan karyawan yang saat ini berkumpul di lobby tepat di depan lift itu sudah di kepung oleh beberapa orang berpakaian hitam.
Drap drap drap
Suara riuh panik memenuhi seluruh lobby ketika laki-laki berpakaian serba hitam itu mengepung mereka.
"Kita hanya ingin minta maaf kepada tuan Ibra karena sudah menyakiti istrinya, kami tidak memiliki niat jahat,"
"Kami tulus meminta maaf Pak Sakti,"
Suara demi suara tetap riuh bersahutan tiada henti, namun Sakti tetap tenang berdiri, beberapa orang nya sudah menelusuri kelompok orang yang memanfaatkan keadaan ini.
Hingga sebuah lampu laser terlihat berkelap-kelip di lantai, pertanda orang yang menjadi provokator kericuhan ini sudah tertangkap.
"Apa yang kalian inginkan ?" tanyanya kemudian di hadapan mereka semua.
"Kami hanya ingin meminta maaf Pak, tolong jangan pecat kami,"
Tangan kanan Sakti merogoh saku jas bagian dalam sebelah kanan, ia mengambil handphone yang tersimpan di sana.
Laki-laki itu mengetuk beberapa kali layar handphone dengan ibu jari.
"Kalian bisa mengecek uang pesangon yang baru saja di kirim ke rekening kalian, kami sudah memprogram jika dalam 30 menit uang tersebut tidak di cairkan maka akan hangus dengan sendirinya, waktu kalian dimulai dari sekarang," ucapnya.
Sesuai perkiraan, tanpa ba bi bu semua orang yang kini berdiri di hadapan nya berhamburan keluar untuk menuju mesin ATM.
"Seperti yang sudah di prediksi, kebiasaan warga +62," ucapnya menggelengkan kepala.
"Nonaktifkan sementara semua bank yang bekerja sama dengan kita, jangan buat tuan muda mengalami kerugian hanya karena masalah sepele seperti ini," perintah Sakti pada seseorang yang baru saja tiba di belakangnya.
"Baik tuan,"
"Kau dimana?" tanya Sakti pada Rafael.
"Ku tunggu di tempat biasa bersama tuan dan nona muda sepuluh menit dari sekarang," jawab Rafael dari sebrang sana.
"Jangan beranjak sebelum aku datang," ucapnya lagi kemudian melangkah pergi.
***
__ADS_1
Tempat ini seperti sebuah lorong bawah tanah berukuran besar dan panjang, setelah sepuluh menit melakukan perjalanan dengan mobil, terlihat sebuah dinding terbuka ke atas, pintu dengan cepat tertutup setelah mobil yang di kendarai Rafael melewatinya.
"Parkiran? ada pintu rahasia di sebuah parkiran umum, siapa sebenarnya suamiku ini ?"
"Oke, kita hanya tinggal menunggu Sakti," ucap Rafael.
Hanya dalam hitungan detik, Sakti terlihat turun dari sebuah taksi dan berjalan ke arah mobil mereka.
"Maaf sudah menunggu lama tuan muda," ucapnya kemudian mengambil alih kendali kemudi yang sebelumnya di pegang Rafael.
"Siapa mereka?"
"Kita akan segera tau tuan muda,"
"Okeh come on Sak, cus berangkat," ucap Rafael.
"Drama apa yang mereka mainkan, cepat sekali berubah, ahh ada banyak banget pertanyaan di kepala ku, kenapa bisa ada jalan rahasia seperti ini, kenapa harus menghindar dari kerumunan sepele seperti itu, kenapa bang El jadi tiba-tiba aneh dan berubah formal lalu berubah lagi, ah pusing-pusing, siapa om Ibra sebenarnya." teriaknya dalam hati.
Dengan sekali gerakan, Nadia mengambil handphone dan mengetik IA entertainment di tempat pencarian Google. Nadia mengklik beberapa artikel bahkan membuka beberapa website untuk memenuhi rasa penasarannya.
ISTRI PRESIDEN DIREKTUR IA ENTERTAINMENT, SIAPAKAH DIA ?
SIAPAKAH SOSOK YANG BERHASIL DI PERSUNTING OLEH PENERUS DELTA INTERNASIONAL GROUP ?
IBRAHIM MUHAMMAD ATTAR PEMILIK IA ENTERTAINMENT, PRIA YANG DI GADANG-GADANG SEBAGAI KANDIDAT CALON AHLI WARIS TERKUAT DELTA INTERNASIONAL SUDAH MENIKAH** !.
"DELTA Internasional ?" gumamnya tanpa sengaja, namun suara itu terdengar cukup jelas di telinga Ibra yang tepat berada di sampingnya.
"Jika ingin tau kau seharusnya bertanya padaku, bukan seperti penguntit yang diam-diam menjadi stalker, tidak berkelas,"
"Hah? ok gitu banget kalo ngomong, " ucapnya cemberut. Setengahnya lagi ia sungguh masih belum percaya dengan berita-berita yang baru saja ia baca.
"DELTA internasional group, semua orang sudah tau kebesaran namanya meskipun perusahaan itu tidak ada di dalam negeri, om Ibra pewarisnya? bagaimana bisa?" batin Nadia kemudian.
"Jelas bisa, dia akan menjadi milikku secepatnya, jangan meremehkan ku, " jawab Ibra tegas pada Nadia.
Ujung alis gadis itu terlihat menyatu, "ini pernah terjadi sebelumya, masih nggak yakin kalo om Ibra bisa denger ucapan yang di ucapin dalam hati,"
"Mananya yang meremehkan om? Nadia cuma heran,"
"Apa bedanya?"
__ADS_1
"Uhm," ucap gadis itu dengan tangan mengangkat dagunya sembari berfikir.
"Kan Nadia cuma bicara dalam hati, nggak ada niat meremehkan tuh, om aja yang terlalu ngambil hati weee," ejek nya dengan menjulurkan lidah ke arah Ibra.
"Gacil ini benar-benar selalu membuatku kesal,"
"Anda ingin makan apa tuan muda ?" tanya Sakti berusaha mengalihkan keributan yang mungkin saja akan terjadi.
"Bakso,"
"Steak,"
"Iga bakar,"
Ucap ketiga orang di dalam mobil itubersamaan, "Baiklah kita makan pizza saja malam ini," ucap Sakti kemudian.
"Hah, kok pizza?" tanya Nadia lagi.
"Itu nggak ada di dalam daftar kita dodol," tambah Rafael kemudian.
"Baiklah kita pesan pakai co food saja," sanggah Sakti.
"Kita pulang dong bang? payah ah, padahal Nadia masih pengen makan es krim, mumpung ada bang El jadi bisa minta traktir," ucap Nadia dengan nada memelas.
..."Heh, kau kira aku nggak mampu membelikan mu sebuah es krim sampai kau harus meminta traktir kepada Rafael?" ucap Ibra setengah menggerutu. ...
"Bang El kan udah janji pengen ngajak Nadia makan es krim om, mangkanya ini Nadia tagih, kalo om yang bikin janji ya jelas Nadia bakal tagih nya ke om lah, wk wk wk," balasnya riang.
"Beli semua es krim yang ada di taman, tanpa sisa. Kalau bisa sama penjualnya juga pindahin aja ke rumah kita,"
"Gue yakin lu cemburu, bye bye Anna," batin Rafael riang.
"Es krim membawa berkah nih, bisa bantu banyak. penjual es krim kalau om selalu baik kayak gini, nggak sabar nyobain es krim satu-satu," ucap Nadia semakin ceria membayangkan dirinya makan es krim.
"Nih bocah benar-benar tukang ngerjain, terbuat dari apa otaknya itu, selalu sama aktif," batin Ibra.
Jika kalian menyukai karya author jangan lupa beri dukungan like dan vote melalui koin atau poin ya.
Jangan lupa juga untuk klik favorit agar kalian bisa tau update cerita selanjutnya.
Terimakasih atas dukungan dan komentar positif teman-teman.
__ADS_1