Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 96


__ADS_3

perjalanan Sudah setengah Jalan, Sandi semakin cepat melajukan sedan mewah miliknya itu... Nadya berada dalam kondisi tidak serabil, sesekali ia kan menangis lalu terdiam kadang sampai tertidur....


hati Sandi Hancur melihat isterinya terpukul...


Mata kantuk Sandi pun berubah jadi tegar karena harus fokus dengan jalan dan isterinya....


Sementara di kediaman Vano masih terasa sunyi, Vano dan Salsa masih terpejam, begitu juga Keenan...


Adzan subuh kemudian membangunkan Salsa dari lelap nya tidur...


salsa membangunkan Vano untuk segera sholat, merekapun sholat berjaamaah...


"mas telfon lah Sandi, aku khawatir perasaanku ga enak" kata salsa


"baru jam 5.05mereka pasti belum sampai sayang" kata Vano


"hemm, aku liat Rey dulu ya mas"


kata Salsa, yang di balas anggukan Vano


Salsa membuka pintu kamar Keenan pelan, mengintip sedikti, rupanya mereka masih terlleap..


salsa kembali ke kamarnya


duduk di sisi kasur di samping suaminya..


Vano langsung memeluk pingang Salsa


"kenapa si sayangku" kata Vano


"mass gimana nadya, aku worry banget"


"setengah jam lagi kita hubungin dia ya" kata Vano


"hemm kamu mau sarapan apa? aku masakin"


"gausah, tidurlah lagi... kamu kurang tidur semalam" kata Vano


"hemm terus kamu ke kantor?"


"harus! Sandi ga masuk jd pekrjaan pasti banyak" kata Vano


"aku juga ada jadwal operasi mas, bagaimana ya anak anak" kata Salsa


"jam berapa?"


"pagi mas jam 10.30"


"yaudah anak anak tinggal aja kan ada yang jaga sayang" kata Vano


"hemm iya sih, aku ngantuk deh"


"yaudah sini tidur samping aku" kata Vano


salsa merebahkn badannya sampai akhirnya tertidur lagi...


............


Sandi dan Nadya telah sampai di Rs.


Nadya tengah tertidur, Sandi yang telah lelah menyetir menyenderkan kepalanya ke kursinya, menghela nafas panjang dan kasar....


"sayang, muachh,,, sayanggg" Sandi membangunkan Nadya


Nadya membuka matanya


"sudah sampai Rumah Sakit..


Yuk" Kata Sandi


Nadya menggeleng


" aku takut"

__ADS_1


"sayang kan ada aku, yuk, mama udah nunggu kamu" kata Sandi sambil menatap isterinya


Nadya pun mengangguk,, Sandi kemudian keluar mobilnya dan membukakan pintu untuk Nadya...


mereka pun akhirnya bergas memasuki Rs..


menuju kamar ICU..


ada Bayu di depan pintu tengah duduk tertunduk...


"kaaaa" sapa Nadya..


Bayu menoleh ke arah suara,, bangkit dari duduknya dan memluk erat adiknya...


"kaaa kenapa bisa begini" kata Nadya


"ikhlaskan mama Dek, kasian mama, ikhlas yaaaa" kata Bayu


Nadya menggelengkan kepalanya, melepas pelukan dari Bayu


"kaka bicara apa hah? kaka ngaco aku ga suka kaka bicara begitu kak" kata Nadya


Sandi yang sudah memeluk Nadya kala itu harus menarik nafasnya panjang...


"kak, ada apa sama mama?" tanha Sandi


"mama tersiksa di posisi sekarang, bahkan domter pun sudah menyarankan aku melepas alat agar mama bisa pergi dengan tenang, tapii aku tau mama mau nunggu kamu Nadh..."


kata Bayu liriih


"kamu bohong kak, kamu bilang mama mau di operas, kenapa gak kamu lakukan????"


kata Nadya sambil menangis


"itu keputusan sementara dokter, saat dokter Spesialis Bedah Syaraf datang, beliau bilang akan sia sia bahkan hanya menyakiti mama karena hanya satu peersen keberhasilannya..... ikhlas lah dekk, kasian mama, mama pendarahan karena pembuludarahnya pecah, tekann darah mama sangat tinggi"


"kenapa tekanan darah tinggi mama gak di bawa berobat???"


kata Nadya terus menyecar Bayu


"Sudahhhh... Nadya ayo masuk, kita liat mama......" kata Sandi ke Nadya...


"Kak kita masuk dulu ya" kata Sandi ke Bayu


Bayu hanya menganggukk...


mereka masuk,, banyak alat alat terpasang di tubuh Ibu Mira... bibirnya pucat kebiruan...


"maaaaaaaa, aku disini maaa, mama mau bangun kan maaa" kata Nadya Lirih


"maaaaaa maafin aku maaa, ayo mama bangun, maa maamaaaa hiks hiks hiks hiksssssss"


"sayang tabah sayang, kuat yaa mama akan sedih kalo kamu se rapuh ini"


"mama san, mama ga respon aku, mama kenapa sannn,, tolong sembuhin mama bawa mama berobat kemanapun san.. tolong..."


kata Nadya


Sandi hanya bisa memeluk isterinyaa, bukan karna tak mau dan tak mampu membawa mertuanya berobat, itu karena dia melihat kondisi dan melihat alat semua sudah di bawah batas orang hidup... bahkan jika koma pun bisa di kata kan tak seperti ini...


hiks hiks hiksssssssss


tangisan Nadya semakin tak terkontrol ..


kemudian dokter pun masuk bersama Bayu...


"maaf nona, baiknya anda tenang" kata seorang dokter..


"nona ketahuilah bahawa ibu anda sudah Tiada, namun hanya alat alat inilah yang sekarang seolah menandakan ibu Mira masih hidup..."


jengggggg jeenggg


nadya semakin lemas, dan tetap berada di pelukkan Suaminya..

__ADS_1


"Nona, Tuan... semakin lama tubuh ibu anda akan semakin membiru, karena adanya pendarahan di dalam....lihat ini (menunjukan bagian balik telinga) ini sudah membiru sebelumnya tidak membiru... jika terlalu lam maka ini akan menjalar ke seluruh badan... jadi ikhlaskan lahh, maka ibu juga tidak akan tersiksa seerti ini"


"maaaaaa" hiks hiks hikssssssss


yaa Allah maaa, apa aku harus merelakan mama, apa aku harus menyetujui alat ini di lepas??? apa aku pembunuh jika aku harus menyetujui alat ini di lepas... Yaa Allah ini begitu sakit bagikuu, kuatkan aku yaa Allah kuatkan....


"sayang, lihat lah wajah mama, aku yakin kamu kuat nad" kata Sandi


Dengan tubuh gemetar, dengan disaksikan dokter dan beberapa suster, ada Bayu juga yang sudah menangis sedari tadi itu...


Nadya melangkah, semakin mendekat semakin mendekat semakin bergetar tubuhnya....


Sandi menjaga dirinya agar tetap berada di dekat Nadya...


Nadya memegang tangan Ibunda, nanad meletakkaN kepalanya di samping telinga ibu Mira.... Nadya berbocara dengan isak tangisnya...


"bismillahirohmannirohim... maaaa, mamaa.. ini aku Nadya, maa maafkan nanad mahh, nanad belum bisa jadi anak kebanggan mama hiks hiks.. maaa mama tau? nanad akan berusaha seperti mama untuk anak anak nanad, menjadi ibu dan teman yang hebat, kuat dan selalu mendukung anak anak seperti mama.... maaa Nanad.. hiks hiks hiksss Nanad ikhlas mama pergi maa, jangan khawatirkan Nanad, sudah ada suami Nanad yang sangat mencintai Nanad... Nanad yakin mama bisa bahagia disana sama papah, Nanad ikhlas maaa hiks hiks hiksss mamaa cinta nadya ke mama akan nanad bawa sampai nanad mati mahhhh....hikshikshikk"


Sandi langsung menitihkan air matanya, memeluk isterinya...kemudian Nadya memundurkan badanya seolah memberi ruang untuk Sandi


"mahh, aku akan jaga Nadya dan anakanakku sampai aku mati mah.. aku sangat mencintai Nadya, sampai kapanpun aku akan tetap Mencintainya maaa, aku tau mama akan bahagia disana bersama papa, tenanglah maa... selamat jalan maahh"


kata Sandi yang juga sudah terisak...


"lakukan lah dok" , Kata bayu... bayu tak berbicara apapun kala itu, Karena sebelum Nadya datang, bayu sudah berbicara banyak kepada ibunya, termaksd janjinya untuk segera menikah....


Dokter mengangguk, beberapa suster yang sebelumnya juga terbawa suasana haru itu dengan cekatan membuka satu persatu alat yang menempel di tubuh ibu Mira...


"maaaaaaa..... mamaaaaaaa" hikshiks hikssss


Allat telah terlepa semua, hanya tinggal alat pendeteksi jantung...


nerbunyi tit tit tit kemudian...


tiiiiiiiiiiiiitttttttttt


"Innalillahiwainnailahirojiun, saya turut berduka cita" kata Dokter itu


"maaaaaaaaaaaaahhhh hiks hiks hiksssss"


semua haru di ruangan itu...


"aku permisi keluar dan segera menghubungi keluarga di jakarta" kata Bayu...


Sandi memeluk isterinya, membawanya duduk di kursi karena Nadya terlihat sangat lemas dan syok... sambil tangannya bergerak mangambil ponselnya..


Sandi segera menghubungi orang tuanya, menghubungi Vano juga Vanya...


*


*


*


****huhuu


kalian tau gaa, Author mewek nulis part ini hiks hiks hiks


karena adegan ini mirip sama yang aku alamin, bahkan meninggalnya ibuku juga sama seperti ini hiks hiks..


hanya bedanya, aku dulu masih SMA di temenin sama calon tunangan aku yang lagi koas di RS tersebut, jadi dia juga tau kondisi mamaku yang udah gak ada...


eehhhh... tapi akhirnya kita ga jadi tunangan wkwkw ga jadi nikah juga wakakaka😅


*curcollllll


ehh apa bikin aja ni Novel ttg aku? wakakka pede banget yaak**


**Tp aku udahh nikah ko sekarang sama pria lain yang lebih baik pilihan Allah hihiii


-----


Jangan lupa, like nya, komen nya, Vote nya, dann tambahkan sebagai Favorite kalian yaaaa hehhe...

__ADS_1


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤**


__ADS_2