
Hari berganti... ini hari ketiga Khania bekerja...
pagi ini khania akan mampir ke kampusnya untuk bimbingan skripsi...
"kamu ke kampus jam berapa?" Tanya Vano
"jam 11 bang, bimbingan jam 1, nanti aku balik ke hotel lagi" kata Khania
"vitamin yang kaka kasih jangan lupa diminum" kata Salsa pada khania...
"iya kak, makasih yaa" kata Khania
"iyaa.."
"mas nanti Aku bawa Kinan imunisasi yaa.. aku udah janjian sama Zafran.."kata Salsa
"yaudah nanti Pak Sanusi aku suruh jemput kalian" kata Vano
"jemput di Rs aja mas, nanti Kiinan dan Mba Fatmah biar bareng aku praktek..." kata Salsa
"keenam gimana?" kata Vano
"hari ini Mommy sama Papi mau jemput Keenan, mau ngajak makan siang bareng" kata Salsa menjelaskan...
"oke kalo begitu..." kata Vano
*****
Pukul 11.20 Salsa telah kembali usai menjemput Keenan dari sekolahnya.. ia segera bersiap untuk berangkat ke Rs..
"keen, mami anter adik Kinan suntik dulu ya di Rumah Sakit.. Keen dirumah ya bobo sianga smaa Bibi" kata Salsa berkata Jujur pada anaknya
"kenapa Keen ga di ajak Mih?"
"Karena keenan baru pulang sekolah, harus bobo siang, nanti sore juga kan Kamu harus ke rumah Rey untuk Les Bahasa Inggris...apa kamu mau melewatkan belajar bersama Rey?" kata Salsa pada anaknya
"tidak mihh... baiklah Keen dirumah aja" kata Keenan
"Terimakasih sayang, Anak mami memang pintar!!" kata Salsa
****
Salsapun bergegas ke Rs Bersama Mbak Fatmah dan Kinan.. Salsa menyetir sendiri, Sudah lama pak Amar kembali ke rumah pak Latif untuk mengantar nya wara wiri...
Usai mendapat Imunisasi, Kinan kembali kerumah bersama Pak Sanusi yang telah menunggunya...
"pak gak usah Jemput Vano, biar aku aja nanti... "
"oh iya baik non" kata pak Sanusi
"mbak, kalo Kinan demam kasih penurun panas yaa.. kabarin saya kalo udah sampai rumah" kata Salsa
Salsa kembali keruangannya untuk segera memriksa beberapa Pasiennya..
Salsa menhelesaikan tugas nya, pasien nya hari ini tidak terlalu banyak, jadi ia bisa pulang tepat waktu...
Salsa bergegas menjemput suaminya, sebelumnya Salsa sudah memberi kabar pada Vano ia akan menjemput suaminya dan akan Pulang bersama...
Dalam perjalanan, Salsa merasa ada sebuah mobil yang terus mebgikutinya, mencoba menyalipnyaa... ketika salsa membelokann mobilnya ke arah lain maka ia juga mengikutinya....
astagfirullah... kenapa dia ngikutin aku...
siapa mereka... lindungi hamba yaa Allah..
Dengan cepat Salsa menghubungi Suaminya...
__ADS_1
Vano: yaa sayang.. kamu udah dimana?
Salsa: Mas kamu jangan panik yaa, tolong aku mas...
Vano: eh kenapa sayang, dimana kamu??"
Salsa: mas dari kayak nya dari tadi ada yang ikutin aku deh... ini aku muter ke arah KPK dia tetep ngikutin aku mas...
Vano: hah jauh banget,,, oke tapi kamu tetep tenang, kamu bisa ga arahin kesini, sekarang kamu liat no polisi mobi itu...
Salsa: iya mas, B **** yy...
Vano: tetep tenang sayang, jangan matikan telfonnya...
Vano bergegas ke ruangan Sandi, dia juga meminta Raffi mengikutinya.. Vano berbicara sesuai dengan apa yang di bicarakan Salsa.. Salsa pun mendengarkannya dari sambungan Telfon...
Vano: "sayang???"
Salsa: iya mas aku disini, mas aku ke jebak macet di depan sangrila.. tapi kayaknya di depan makam macet mas
Vano: okee tenang, gapapa.. anak buah aku nunggu di jalan permata hijau samping rel.. aku juga akan kesana sama Sandi dan Raffi,, jangan matikan ponselnya
Salsa: dekdekan mas.....
Vano: oke kamu arahin ke jalan utama yaa sayang, anak buah aku udah menuju ke arah permata hijau...
Salsa: iyaa....
Lima menit kemudian...
Vano: Aku udah liat mobil kamu dan mobil yang ngikutin kamu... kamu menepiii...
Salsa: Aku takut masss...
Vano: gak usah takut, aku ada di belakang mobil yang ngikutin kamu,, kamu jangan keluar mobil, cukup menepi...
Salsa: iyaa....
Dia mengetuk kaca mobil salsa, namun Salsa tak bergeming..
Dengan cepat kedua orang itu di ringkus beberapa orang suruhan Vano...
Vano bergegas turun dari Mobil Sandi ia menghampiri isterinya, Vano mengetuk pintunya karen masih dalam keadaan terkunci... Melihat suaminya di luar mobil Salsa membukakan kunci pintu, Vano akhirnya masuk di bagian kursi sebelah kemudi...
di lihatnya sang isteri begitu ketakutan, wajahnya begitu tegang, airmatanua telah membasahi pipi nya, tubuhnya juga gemetar... dengan cepat Vano memeluk isterinya, isak tangis salsa semakin menjadi..
"aku takut mas..." kata Salsa lirih...
"ada aku sayang, jangan takut yaa" kata Vano memeluk erat isterinya...
Sandi dan Raffi menghampiri mobil Salsa, mereka mengetuk pintu mobil itu. .
"salsa gapap Van?" tanya Sandi
"syok banget dia... " kata Vano
"lo bisa hubungin pengacara kita buat siapa dalang semua ini"kata Vano ke Sandi
"udah gue urus, lo pulang aja, kasian salsa" kata Sandi
"Raffi bisa setirin saya sampe rumah?" tanya Vano pada Rafii..
"Bisa pak" kata Raffi
Vano pun mengajak Salsa untuk pindah ke kursi penumpang, Salsa tak lepas dari pelukan Suaminya.. Baru saja mobil berjalan salsa mengingat Sesuatu...
__ADS_1
"Mas... aku kepikiran Khania...tolong hungi Khania mas" kata Salsa dengan panik nya
Toba-tiba Raffi menegerem mobilnya mendadak..
"kenapa Raff" tanya Vano sedikit panik
"gapapa pak, saya langsung kepikiran Khania, inget kejadian waktu itu" kata Raffi dengan nada yang juga tak kalah panik nya
DENG!!!!
Vano pun akhir nya mencoba menghubungi Khania namun tak ada jawaban...
"kenapa ga di angkat Khania" kata Vano kesal
"Raff cepat nyetirnya, saya kepikiran Khania"Kata Vano sambil terus memeluk isterinya, satu tangannya tak henti menghubungi Khania...
Merekapun tiba di rumah Vano dengan selamat...
Salsa dna Vano langsung memasuki area rumah.. memang sudah nampak mobil Khania terparkir tapi seolah hati mereka belum tenang jika belum melihat Khanai
Mereka segera masuk kerumah, disusul oleh Raffi...
Saat masuk mata ketiga ornag panik itu terbelatak melihat Khania terbaring di atas sofa Ruang keluarga dengan masih menggunakan setelan pakaian kerja...
Salsa mengehela nafasnya Lega, dan tersenyum kepada suaminya, Vano malah berdecak kesal kala itu...
Sementara Raffi, ia hanya mengelus dadanya merasa lega, namun mata nya tak henti menatap Khania
"Cantik!" dalam hati Raffi
"lihat adik kamu itu, di khawatirkan malah dia asik disini tidur" kata Vano kesal
"mass kita harus bersyulur dia gak kenapa-napa" kata Salsa kesal
"ayo ke kamar," kata Vano ke Salsa
"nkamu tunggu saya selesai mandi, kita akan ke kantor polisi" kata Vano pada Raffi
"Baik pak..." Kata Raffi...
Vano dan salsa menaiki tangga melingkar itu.. Tinggalaah Raffi yang menatap Khania tertidur
"Bisa-bisanya kamu tidur di sofa dengan nyenyaknya" kata Raffi terkekeh
mendengar suara Rafi yang samar-Samar kala itu membuat Ia menggeliat tanpa membuka matanya
"sayang bangun, ada aku disini" kata Raffi
*
*
*
*
*
*
Maaf sekali lagi aku kemarin gak Up.. bener bener ga memingkinkan, smoga kalian tetep menntikan tiap eps nya hihi...
ayokk cuss ramaikan novel ini agar aku bisa cepet-cepet adain giveaway nya hihi
WARNING!!!
__ADS_1
TYPO ADA DIMANA-MANA...