
Sementara di tempat Lain, Vano mengajak Salsa ke sebuah kamar hotel...
"mas kok kita gak balik ke hotel sebelumnya?" kata Salsa kebingungan
"kita bermalam disini sayang" kata Vano santai
"Keenan, Kiinan gimana? aku harus kasih Kinan asi mas" kata Salsa khawatir
"mereka disini juga, semua barang kita disana udah di pindahin kesini sayang kamh bisa pumping dulu... tenang aja, kamu lupa ya suami kamu siapa?" kata Vano terkekeh
"mulai deh sombong" kata salsa
"bercanda sayang, udah kamu tenang aja" kata Vano
Mereka pun memasuki sebuah kamar yang Vano telah siapkan...
"masssss ini kamar kita?? kok kaya kamar pengantin" kata salsa heran melihat banyak sekali kelopak mawar di atas ranjang, juga ada kelopak mawar di lantai berbentuk Love dengan lilin lilin aroma therapy yang mampu merelaxsasikan....
"malam ini kita jadi pengantin lagi sayang" kata Vano memluk isterinya..
"mas kenapa semuanya indah banget, aku merasa orang paling bahagia saat ini" kata Salsa
"Kalo kamu bahagia maka aku juga sangat amat bahagia sayang" kata Vano mengecup isterinya...
"mandi lah dulu, lalu kita Isya berjamaah.. mas udah ga sabar mau makan kamu" kata Vano dengan nada penuh arti
"masss ihhh" kata salsa tersipu malu...
Merekapun akhirnya menyelesaikan Sholat berjamaahnya...
"mas besok mama berangkat jam berapa?" tanya Salsa
"jam 2 sayang, setelah makan siang ke bandara" kata Vano sambil mlihat ponselnya
"kita juga balik jakarta jam 2 mas?" tanya Salsa
"iya sayang, apa kamu keberatan? mas bisa undur" kata Vano sambil menatap isterinya
"oh engga si mas, gapapa aku cuma tanya aja" kata Salsa
"oh iya besok ga boleh protes, kita naik frist class soalnya ada Papi dan Mommy, mas gamau naik bisnis karena bawa mereka... " kata Vano memperingati Salsa...
"semuanya mas? sahabat aku? raffi dan team?" kata salsa penasaran
"Iya semuanya sayang, tapi temennya Raffi udah balik pagi ini naik penerbangan pertama karena masih ada jobs di jakarta" kata Vano
"kenapa Raffinya ga ikut?" kata Salsa
"kan dia masih ada tugas disini sayang yaa sama pihak resort ini, sampai kita cekout" kata Vano menjelaskan
"bagus deh..." kata salsa singkat sambil merebahkan badannya...
Vano pun langsung menghadap ke arah isterinya...
"kok bagus?" kata Vano dengan memicingkan matanya
__ADS_1
"bagus jadi kamu ga repot besok mass ngurus cekout dll dll" kata salsa
"hemm"
"cemburu yaa??? masa aku ama berondong mass, dia mah cocoknya sama Khania" kata Salsa dengan sengaja menancing Vano
"enak aja khania masih kecil" kata Vano
"jangan menganggap dia anak kecil mas, dia udah dewasa.. udah 23 tahun loh dia... kalo kamu kekang terus dia bisa jadi perawan tua, mau?" kata salsa
"yaa enggak lah.. aku harus tau dulu siapa yang mau deketin dia, bibit bebet bobot nya" kata Vano sambil membua satu persatu jarinya
"apa harus selevel dengan perekonomian keluarga kita?" kata Salsa sambil menghadapkan badanya ke Vano
"engga dong, kan aku kenal kamu juga karena kamu sebagai dokter baru, mana tau kamu anak konglongmerat" kata Vano terkekeh
allhamdulillah dia ga kaku banget!
dalam hati salsa..
"tapi yaa minimal Pria itu punya penghasilan yang lebih besar dari perempuan, biar dia bisa bahagiain pasangannya sesudah bersama seorang tuh pria.." kata Vano menyambung ucapannya
"maksud kamu mas?" tanya Salsa
"misalnya nih yaa, Kalo Kinan kalo udah besar kan dia biasa hidup enak sama kita, nah dia harua dapat suami yang juga bisa bawa dia hidup enak, minimal setaralah" kata Vano
"sama aja itu mah kamu matre" kata Salsa kesal
"gak matre sayang, tapi realistis" kata Vano
ada benarnya juga siii..
"tapi mas, aku yakin kalo pasangan sama-sama mau berjuang dia bisa sampe puncak... aku hanya beruntung aja dapet kamu yang udah mapan dalam segala hal mas" kata Salsa dengan argumennya
"sayang kok pembahasan kita jadi ke sini si?" kata Vano heran
"ya engga aku cuma mau kamu mulai sekarang memberi kebebasan sama Khania, dia pasti ga nyaman sama kekangan kamu, papa aja biasa aja kok, tapi kamunya lebay" kata Salsa kesal
"iyaa aku bebasin dia sekarang, tapi tetep dia gak boleh sembarangan cari calon suami, kalo perlu aku jodohin nanti sama rekanan bisnis aku yang masih muda udah sukses" kata Vano
"gak! aku ga setuju ada perjodohan loh mas, mama juga ga setuju, semua kita serahin ke manusia masing masing mas!!!" kata salsa kesal
"iya-iya mas hanya bercanda sayang" kata Vano mengalah
"yakin?" kata salsa
"iya"
"oke makasih mas, muachhh" Kata salsa kemudian mengecup singkat bibir Vano...
"mancing yaa kamu" kata Vano langsung merubah posisi nya menjadi dia atas isterinya...
Vano menatap isterinya, salsa hanya membalas senyuman merekahnya..
Vano akhirnya mencium bibir isterinya dengan lembut, ciuman itu pun membawa mereka semakin dalam menikmati indahnya memadu kasih...
__ADS_1
*********
Pagi Hari Salsa dan Vano masih terlalap dalam tidurnya... entah sudah berapa Ronde mereka lakukan semalam sampai keduanya benar benar tak berdaya...
Sinar matahari menembus celah-celah hordeng yang membuat Salsa tersadar dari tidurnya...
"Mass jam setengah delapan mas... ayo mas bangun kita sarapan bareng yang lain" kata Salsa membangumkan suaminya
"hemmmm cium dulu" kata Vano yaang masih menutup matanya
" muach, muach, muach,muach, muach " salsa mencium seluruh bagian wajah suaminya
"makasih sayangkuuuu, cintakuu" kata Vano mulai membangunkan tubuhnya
Salsa berusaha beranjal turun...
"akhhhh"
"sakit ya?" kata Vano
"iya pangkal paha sakit, ngagetin pula sakitnya..." kata Salsa
Vano pun menggendong isterinya beranjak dari kasur ke kamar mandi...
"mandi berdua biar bisa sarapan bareng sama yang lain" kata Vano berbisik
Mereka akhirnya mandi bersama... tanpa ada aktivitas selain mandi karena merasa cukup lelah...
setelah bersiap mereka turun ke restoran..
Salsa menggendong Puteri kecilnya itu yang sedari tadi sudah dalam gendongan Mba Fatmah...
"mami rinduu," kata Salsa mendusel-dusel pipi anaknya
"kak.." sapa Khania
"eh dek... wihh ceria banget" ledek salsa
"aku udah jadian kak sama Raffi semalam" kata Khania berbisik pada Salsa
"sure???" kata Salsa dengan kagetnya
"kaka ikut seneng, jalanin dulu aja, jaga diri... kalo kamu udah cocok nanti kaka bakal yakinin abang kamu yang kaku itu" kata Salsa sambil mebggendong anaknya...
"makasih kak, kaka emang terbaik!" kata Khania memeluk Salsa yang masih menggendong Kiinan...
"kamu beruntung kinan punya mami kaya gini" kata Khania meledek Kinan
*******
**hay hay.. kalo kalian tanya, kenapa aku masih ke kantor bukannya WFH.. hehe
aku bekerja di kampus say, dibagian Kemahasiswaan... jadi mencangkup kegiatan mahaswa, keuangan mahasiswa, mahasiwa baru itu di divisi aku... meskipun WFH dan aktifitas kampus lumpuh, tapi aku harus melakukan beberapa pekerjaan, karena emang aku ga kerja di rumah, dirumah aku santai ga pegang kerjaan, kecuali urgent yaa...
jadi aku tetep menyiapkan beberapa berkas dan kesiapan untuk ajaran baru, meskipun sekarang dalam keadaan seperti ini dan kita gak tau yaa bagaimana kelanjutan pendidikan Di Indonesia...
__ADS_1
Jadi tetep banyak para calon Mahasiswa yang daftar online, nah mau gamau aku harus rekap Dan atur seleksi dll dll, karena kalo aku dirumah aku bener-bener ga ngapa ngapain, jadi di Divisi aku masuknya bergilir, satu hari dua orang... aku kebagian Selasa... hehehe
mohon pngertiannya sayangkuu cintakuuu....😘😍😍😍😍😍**