Dokter Cantik

Dokter Cantik
55


__ADS_3

Di kediaman herman, Herman menyempatkan pulang lebih awal karena ia ingin mengantar firman dan maya kebandara. Begitu juga dengan bayu, bayu bergegas menuju rumah herman, ia ingin mengantar ayah, bunda sekaligus kekasihnya pulang. bayu juga ingin mengatakan niatnya pada kedua orang tuanya, kalau dia berniat melamar syfa setelah kepulanganya bertugas di laut perbatasan.


Bayu memasuki kediaman herman, disana sudah ada herman yang sedang mengobrol dengan firman.


"asalamualaikum kek, ayah" ucap bayu


"waalaikum.salam" jawab firman dan herman


"yah, bunda sama syfa dimana??" tanya bayu


"ada, bentar lagi keluar dari kamar" jawab firman


Tak lama maya dan syfa keluar dari kamar, maya duduk disebelah suaminya sedangkan syfa duduk di sofa singel.


"Ayah, bunda dan juga kakek herman, bayu ingin menyampaikan sesuatu" ucap bayu


"sesuatu apa bay?" tanya firman


"bayu ingin menyampaikan niat bayu, setelah kepulangan bayu tugas nanti, bayu ingin melamar syfa yah, bunda?" ucap bayu


syfa kaget, ia membelalakan matanya, ia tak percaya bahwa bayu akan mengatakanya sekarang. syfa menunduk merasa malu, pada anggota keluarga firman. kakek herman bangga sama bayu, dia lelaki yang baik dan tanggung jawab, kakek herman mendukung bayu.


"kakek dukung bay, niat baik sebaiknya jangan ditunda lagi, kenapa harus nunggu kamu pulang tugas, kalian tunangan saja dulu, kalau kalian saling suka" ucap herman


" kalau bayu, apa kata syfa kek, kalau dia setuju bayu juga setuju!" jawab bayu


"sebelum itu, ayah mau tanya sama kalian berdua terutama kamu syfa, apa kamu yakin menjadi istri bayu, bayu seorang prajurit, dia harus membagi waktunya, denganmu maupun negara, kapanpun negara membutuhkan bayu, bayu harus pergi bertugas" ucap firman pada syfa

__ADS_1


"ingsya allah syfa siap om! kapan pun mas bayu tugas syfa ikhlas untuk melepasnya, dan kemana pun mas bayu tinggal nanti syfa akan mendampingi mas bayu kemanapun ia tugas" jawab syfa mantap


Bayu yang mendengar perkataan syfa merasa bahagia sekaligus bangga. herman maupun maya merasa bangga pada bayu maupun syfa.


"tapi, apa keluarga om firman dan tante maya mau menerima syfa, syfa bukan dari keluarga berada, syfa hanya tinggal bersama ibu syfa ayah syfa sudah lama meninggal hiks...hiks.."ucap syfa dan tanpa sadar air mata syfa terjatuh.


"syfa...tenang nak..keluarga tante tidak memandang orang dari materi, yang terpenting anak tante sayang sama kamu, dan kamu menyayangi putra tante itu lebih dari cukup nak?" ucap maya lembut pada syfa


"iya syfa, materi tidak penting, yang terpenting kamu bisa menjaga kehormatan suamimu dan kalian saling menyayangi satu sama lain" timpal firman


"iya kakek juga setuju!" jawab herman


"terima kasih tante, om dan kakek yang sudah menerima syfa" ucap syfa


Bayu merasa terharu dengan adegan yang dilihatnya, ia ingin secepatnya menikahi syfa, tapi apalah daya dia tidak bisa langsung menikah begitu cepat karena harus mengurusi beberapa dokumen yang harus ia siapkan.


"iya ayah, fa..mas minta kamu bersabar menunggu mas pulang dari tugas" kata bayu


"iya mas, aku akan sabar menunggumu" jawab syfa


"kamu gak perlu khawatir bay, bunda akan jaga calon menantu bunda? dan syfa kalau ada waktu senggang mainlah kerumah bunda?" ucap maya


"iya tante.."jawab syfa


" eitz mulai sekarang panggil kami ayah dan bunda" ucap maya


syfa mengangguk malu. Herman mengingatkan mereka, karena jam terbang mereka tak lama lagi, akhirnya mereka menuju bandara.

__ADS_1


Sesampainya dibandara tangan bayu tak melepaskan tangan syfa, ia merasa tak rela syfa pulang ke kota X, tapi ia harus bersabar sedikit lagi ia akan menjadi suaminya syfa.


"kamu jaga diri baik2, jangan terlalu capek, banyak2 istirahat, jaga kesehatan dan jangan lupa makan" ucap bayu


"iya mas.. bener kata dinda deh mas itu cerewet!" jawab syfa


"karena mas sayang sama kamu sayang?? nanti kalau mas gak hubungin kamu atau mas gak bisa dihubungin kamu jangan marah sayang, itu artinya mas sedang tugas, kalau mas ada waktu pasti mas hubungin kamu" ucap bayu


"iya mas, mas hati2 kalau lagi tugas, jangan lupa berdoa, aku akan slalu doain yang terbaik buat mas" jawab syfa


"makasih sayang" ucap bayu


"syfa ayo nak, pengumuman pesawat kita akan berangkat" ucap maya


"iya bund, mas aku pamit, asaalmualaaikum" kata syfa


"bayu, jaga diri baik2 doa bunda slalu menyertaimu nak" ucap maya


"iya sayang, iya bunda terima kasih" jawab bayu


"asalamualaikum" ucap firman, maya dan syfa


"walaikum salam" jawab bayu dan herman.


Setelah firman, maya dan syfa tidak terlihat barulah bayu dan herman kembali ke kediaman masing2, bayu berpamitan sama herman untuk berpisah dibandara. dan herman menyetujuinya,


Hai kakak kakak jangan lupa like, vote and coment yaa😊😉

__ADS_1


maaf kalau masih ada typo


__ADS_2