Dokter Cantik

Dokter Cantik
43


__ADS_3

Semua orang tengah sibuk menyiapkan acara pernikahan dinda dan dion. mulai dari catring, dekorasi dan undangan sudah beres, acara akan dimulai besok, mulai dari pengajian, siraman sampai malam midodareni.


Hari ini dinda ada di kamarnya, dia terlihat gelisah dan gugup karena sudah mendekati hari H. dinda dikejutkan dengan kedatangan sahabatnya syfa yang datang dari kota X, ia ingin mendampingi dinda pada acara spesial sahabatnya, dia juga cuti dari dinasnya demi pernikahan sahabatnya.


tok..tok...


"masuk" jawab dinda dari dalam kamar. dinda kaget melihat sosok sahabatnya yang berdiri diambang pintu kamarnya


"syfa..!!!" teriak dinda, dinda langsung memeluk sahabatnya.


"woiii!! mati nih gue! loe peluk gue erat banget!" ucap syfa


"sorry fa, gue senang banget, gue gak nyangka loe datang lebih cepat fa!" ucap dinda


"ya karena gue sayang sama loe, gue mau dampingin loe dind, gue tau loe pasti gugup kan?" tanya syfa


"iya fa, gue gugup banget, ayo fa duduk sini" ucap dinda sambil menepuk spfa disebelahnya.


"dind, gue mau tanya sesuatu boleh gak?" tanya syfa hati2


"boleh, loe mau tanya apa fa?" jawab dinda


"loe kok bisa nikah sama Dr. dion, bukankah dia seorang dokter kepala dirumah sakit militer? dan lagi kenapa loe dan ryan bisa putus, bukankah kalian akan sama2 memperjuangkan cinta kalian??" pertanyaan beruntun dari syfa membuat dinda bingung mau jawab dari mana dulu


"ok gue jelasin satu2, kenapa gue putus sama ryan, karena waktu itu gue ketemu ryan lagi sama cewek yang waktu itu kita ketemu dirumah sakit" jawab dinda

__ADS_1


"maksud loe lita? dia kok bisa ada disini?" tanya syfa


"ya itulah gue, gue gak tau namanya, ya mana gue tau dia disini, yang gue tau dia lagi meluk ryan dan mencium ryan didepan umum" jawab dinda


"wahh gila yuh ular! emang dari awal juga gue gak suka sama dia, dia itu udah genit, udah kayak cacing kepanasan! yerus loe sama ryan putus gitu?" syfa


"iya, lagian juga seluruh keluarga gue tidak setuju dengan ryan apalagi kakek sama abang gue, dan kenapa gue bisa menikah dengan dion, awalnya gue sama dion di jodohkan oleh kakek2 kita, awalnya gue ingin menolak perjodohan dengan dion, karena gue mencintai ryan, tapi ryan sudah ingkar janji sama gue, dia berbohong sama gue, dan akhirnya gue menerima perjodohan ini.


"terus gimana sekarang persaan loe sama dion?" tanya syfa


"gue juga bingung fa, tapi gue akan mencoba membuka hati gue buat dion, apalagi sekarang dia calon suami gue fa? gue gak ingin mengecewakan kakek dan seluruh keluarga besar gue dan dion." jawab dinda


"ok, gue bakal dukung loe dind, semoga hubungan loe langgeng sama dion" ucap syfa sambil tersenyum kepada dinda


"amin yarob! btw gimana hubungan loe sama dokter agil fa?" sekarang giliran dinda yang bertanya pada syfa


"terus apa yang loe lakuin fa?" tanya dinda


"gue samperin agil, dan gue minta penjelasan tentang cewek itu, agil malah marah sama gue dind, gue harus gimana dind?" belum sempat dinda menjawab sebuah panggilan di hp syfa, ternyata dari agil, syfa menjawab panggilan dari agil, syfa tidak berbicara apapun tapi dia langsung menangis, entah apa yang dikatakan oleh agil, dinda melihat sahabatnya menangis dinda langsung memeluk syfa, mencoba menenangkan syfa.


" dind, agil mutusin gue hiks, hiks,,! ucap syfa sambil terisak


"kenapa dia mutusin lie, apa alasan dia mutusin loe fa?" tanya dinda


"dia dijodohin sama orang tuanya, dan cewek yang bersamanya waktu itu, dia adalah calon tunangannya agil dan alasan dia pindah tugas kekota A karena perjodohan ini, kenapa dia tega sama gue dind?? hiks .hiks.." ucap syfa

__ADS_1


"loe yang sabar ya fa, loe harus relain agil, berarti agil bukan jodoh loe! loe harus yakin kalau Allah telah menyiapkan jodoh yang lebih baik dari agil


"iya loe bener dind, gue garus kuat, gue gak mau nangis gara2 cowok lagi!" ucap syfa


"Nah gitu donk! ini baru sahabat gue, ya sudah makan yuk! laper nih gue!" ucap dinda.


"gak ah, gue malu mata gue sembab kayak gini!" jawab syfa


"ya sudah, biar pelayan yang membawakan makanan kemari" ucap dinda sambil meraih gagang telepon dan menghubingi joni, agar membawakan makanan dan minuman untunknya dan syfa. tak lama seorang maid membawakan nampan berisikan 2 piring makanan dan 2 gelas jus segar untuk mereka.


mereka menikmati santap siang mereka dikamar dinda


"Btw syf, loe nginep dimana?" tanya dinda


"rencananya gue mau nginep dihotel, emang kenapa?" tanya syfa


"loe gak usah nginep dihotel, loe nginap disini aja, biar nanti gue suruh pelayan siapin kamar buat loe, loe besok harus nemenin gue fa melewati prosesi adat itu fa?" ucap dinda


"ok sahabatku sayang yang bawel !! tapi gue sayang! hahaha" jawab syfa


Mereka tertawa bersama, bercerita sehingga syfa melupakab sejenak kejadian yang menyakitkan tentang hubunganya dengan agil yang berakhir


hai kakak kakak jangan lupa like, coment dan vote yaa😊😉


buat semangat up nya😉😉

__ADS_1


maaf kalau masih ada typo


__ADS_2