Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 144


__ADS_3

"telfon, chat, telfon, chat, telfon, chat...... argghhhhh"


Malam itu terasa sangat menyiksa bagi seseorang yang sedang di landa rasa rindu...


dia adalah Raffi... di dalam kosan yang sederhana namun rapih, raffi berdecak ke galauan... pasalnya ia ingin sekali tau kabar tentang Khania hanya saja rasa cangung setelah mengetahui identitas Khania muncul.


padahal sebelum mereka saling mengetahui pun Raffi sering berbalas pesan... namun kini rasanya berbeda...


Khania yang sudah kembali ke rumahnya dua hari yang lalu kini kian membaik...


hanya saja lebam di dahinya masihbsedikit terlihat...


dengan keberanian yang luar biasa, Raffi oun mengirim pesan kepada Khania


📩 Raffi..


Assalammualaikum...


lagi apa khania?


sudah sehat?


di tempat lain...


ini gak salah raffi chat aku setelah sekian purnama dia ga pernah ngechat... aaakkhhh kenaapa jadi kegirangan gini, kenapa jadi dekdekan gini....


📩 Khania


Waalaikumsalam..


lagi Rebahan aja ni, udah mendingan kok...


kamu apa kabar? ga setres kan kerja sama abang aku?


wih di bales , apa gue telfon aja ya? ah tapi malu, chatan aja dah ah...


Kata Raffi dari kejauhan..


📩 Raffi


Syukurlah aku seneng dengernya...


haha aku ga stres, abang kamu ga se killer yang kamu kira kok... kamu udah makan?


📩 Khania


masa? dulu dia killer banget loh...


aku udah makan ... kamu sendiri?


lama lama gue jadi bucinnnn!!! yaa Tuhan jika ini beneran jodoh Khania, deketin terus ketuk hati Raffi buat pepet aku terus...


Batin khania...


Merekapun masih melanjutkan chatingan itu entah apa saja yang dibahas, namun menghabiskan waktu hingga larut malam ..


hari berganti


perusahaan Wijaya..


"Raffi keruangan saya bawa jadwal saya hari ini" kata Vano sambil berjalan ke ruangannya


dengan sigap Rafli mebgikuti sambil memegang Ipad di tangannya...


Rafi pun menjelaskan jadwal Vano pada hari ini..

__ADS_1


"Kosongkan dari jam tiga bisa? saya ada urusan keluarga di rumah orng tua saya: " kata Vano..


"bisa pak, di ganti besok pagi? " kata Raffi


"baik...lanjutkan kerjamu, panggil Sandi kemari yaa" pinta Vano


Raffi pun mengangguk, dan meninggalakn ruangan Vano...


Tak lama kemudian Sandi datang...


"San, salsa mau ulang tahun" kata Vano ke sandi


"terus? ada bau bau ga enak nii" kata Sandi berdecik


"bagus kalo lo udah cium aroma nya! intinya bantuin gue ngasih kejutan ke dia" kata Vano sambil memainkan pulpennya


"kejutan apa nii? hadiah?"


"yaa smua, mulai dari oarty sampe ke hadiah" kata Vano


"lu gila yaa, masa hal bgtu gue juga si Van yang turun tangan, dia kan bini lu, lu yang tau lah selera dia...." kata Sandi Kesal...


"oke gini, gue mau kasih dia kejutan, dinner bareng keluarga sahabat di bali. terus gue mau kasih dia kado, tapi bingung apaaan"


kata Vano


"kalo urusan party mending pake Jasa EO... Kalo kado, kasih mobil, berlian, perhiasan, dll" kata Sandi


"lu kaya gatau bini gue ya! dia perhiasan cuuma pake kalung ama cincin doang, anting dah mentok... emang dia emak gue yang kaya toko berlian keliling...kalo ngasih mobil, mobil kado nikahan aja jarang dia pake! ah stres gue San..." kata Vano


"eh kemarin Nanad bilang bini lu naksir cincin gitu, waktu itu pas Salsa anter si Nanad perbaikin kalung putusnya"


"nah nah pasdeh tuh, lo ajak deh bini lu kesana, lu beli nanti gue transfer uangnya"


"eh terus Eo, lo cari chanel lah" kata Vano sambil tersenyum songong ke Sandi


"noh sekertaris lu punya EO, WO, join dia aja" kata Sandi singkat...


"dia punya Wo? gimana ceritanya?" tanya Vano penasaran...


"iya jadi dia ngerantau dari cirebon kesini pas dia 18tahun.. dia mampu si bukan dari keluarga ga mampu tapi dia kerja ikut sama temenya gitu buat acara acara yang di tanganin ama si Wo itu... terus dua tahun lalu dia ama kedua temennya bikin WO sendiri... gue liat Media sosialnya cukup baik si feedbck nya..."


"wih gigih juga tuh anak" Puji Vano


"yoiiii... yaudah ya gue balik ke ruangan, jangan luoa sejam lagi kita meeting sama Pt. Yuan" kata Sandi...


Vano hanya memandangi kepergian Sandi sambil memikirkan konsep untuk isterinya sebelum ia utarakan ke pada pihak WO....


*********


Waktu sudah menujukan pukul 15.20 Vano bergegas menuju Rumah Sakit tempat isterinya praktek...


Malam ini Pak Banu meminta seluruh anak anaknua kumpul untuk makn malam bersama...


Vano tiba di rumah sakit namun Salsa sedang melakukan tindakan operasi, akhirnya Vano memutuskan menunggu di Ruangan Thania....


"papa mau ngomong apa si Van?"


tanya Thania


"ya gak tau kak, baru tadi pagi Vano di telfon" kata Vano sambil memainkan ponselnya


"hari minggu kakak mau ke singapur Van, titip Rs yaa..." kata Thania menaik turunkan alisnya


"ehh ehhh enak aja, aku juga sibuk kak.. kaka malah asik liburan" kata Vano berdecik kesal..

__ADS_1


"liburan Gundul muuuu!!!! mas Byan mau nengok perusahaan disana udah enam bulan ga di tengok" kata Thania menjelaskan


"terus lama?" kata Vano


"sepuluh harian lah" kata Thania..


"lama!!!! lagian ngintil aja lu kak" kata Vano


"lah gue seklian bulan madu hahaha" kata Thania sambil tertawa


"kerjaan di jadiin alibi!! eh kak tapi Hari Sabtu Salsa brith day, gue mau kasih kejutan di Bali... kita kumpul disana" kata Vano


"yaudah gue berangkat dari bali, simple" kata Thania yang memang pemikirannya cerdas dan simple


"okeeee nanti Vano kabarin kak kalo semuanya udah matengg, nanti juga Vano mau bilang ke mama papa" kata Vano ke thania...


"sip, kakak duluan ya, Mas Byan udah di bawah, putri tidur di mobil suster nya ga ikut soalnya" kata Thania sambil membaca ponselnya


"yaudah aku keruang salsa aja deh"


"oke... keenan kiinan di ajak?" tanya Thania kemudian


"ajak, sama pak sanusi kesana nya di drop" kata Vano


"yaudah sampe ketemu disana" kata Thania sambil mengunci pintu ruangannya...


***********


Di kediaman Banu Wijaya Usai Makan Malam..


"papa sengaja kumpulin kalian disini... ada yang mau pap bicarakan" kata pak Banu..


DENG!!!!!!


"pah jangan bikin dekdekan" kata Thania


"oke baiklah... mama kalian sakit" kata Pak Banu sontak membuat semua seluruh anak dan beberapa pengasuh cucunya membulatkan matanya...


"sakit apaa mah?" kata Khania memegang tangan Ibu Wodya yang sudah duduk di sampingnya...


Ibu Widya malah menitihkan air matanya


"maaaaaahhhh ko malah nangis, hiks hiks" kata Khania..


"mahhh, mama sakit apa?" kata Salsa


"pah bisa papa jelaskan? mama sakit apa? jelaskan secara detail pah kita butuh kejelasan....." kata Vano yang sedikit frustasi itu...


-------


**terimakasih sudah mendukung karyaku, semoga kalian suka dengan ceritaku...


Kalo kalin berkanan bisa juga baca karya ke duaku..


Janda Hanyalah Statsku..


Jangan Lupa Vote nya yaa....


makasihh....


😘😘😘😘😘😘😘


WARNIBG!!!! TYPO DIMANA MANA..


JANGAN BAPER JANGAN KESEL, AKU UDAH BERUSAHA PUTUS DARI TYPO TAPI SUSAH HIHII**

__ADS_1


__ADS_2