
hay semua, aku cuma mau kasih Info..
ternyata Karya ini Sudah lulus kontrak yaa, padahal kemarin sudah aku buat end Novel ini, hehe tapi gapap yaa! aku tentunya Sangat berterimakasih atas apa yang sudah kalian berikan, Support, Komentar membangun, Like, Vote dan tentunya kesetiaan kalian membaca Novel ini yang membuat aku bisa di kontrak pihak Mangatoon...
Nah disini aku akan buat Bonus Tentang Raffi dan Khania, karena mereka sudah banyak penggemarnya yaa disini hehe... meskipun gak banyak yaa bonusnya.. karena memang kan Ini cerita utamanya si Vano sama Salsa hehe...
Semoga kalian suka yaa.. Terimakasih dukungannya...😍😍😍
********************
Tujuh Bulan Berlalu..
Kini usia kandungan Kahania menginjak 8 bulan, tubuhnya terlihat lebih gemuk dengan perut yang cukup besar...
Khania terlihat sangat bugar ketika hamil, ia juga mengikuti saran Salss untuk mengikuti banyak kegiatan hamil yang mendukung proses melahirkan nanti...
Raffi kini memang semakin sibuk, tugas baru yang ia emban sebagai wakil Vano di kantor cabang tentu membuatnya sibuk.. Namun ia senang dengan banyak pencapaian perussahaan yang goal karena kerja kerasnya...
Malam Hari di kediaman Raffi dan Khania
Mereka tengah berbaring di atas ranjangnya...
mereka memang sudah kembali ke rumahnya sejak kehamilan Khania berusia 3 bulan..
"sayang ayo minum dulu itu susunya, nanti keburu ngantuk" kata Raffi yang sejak tadi sudah membuatkan susu kehamilan untuk isterinya..
Khania yang tengah asik memainkan Ponselnya pun segera bangkit dan meminum susu yang telah suami nya buat..
"Habis" kata Khania sambil mengoyangkan gelas ke arah Raffi
"Good" kata Raffi sambil memamerkan dua jempol tanggannya
"perutku agak ga enak deh Raff" kata Khania sambil mengusap perut nya
"kenapa? apa perlu kita ke Rumah Sakit?" kata Raffi dengan raut kecemasan
"gak perlu, dia masih sanagat aktiv, cuma merasa sering kenceng aja,, apa begini ya rasanya hamil semakin besar" kata Khania mencoba menenangkan suaminya
"besok kita ketemu Ka salsa ya, biar kita tau" kata Raffi sambil mengusap perut isterinya.. Kahnia pun mengangguk...
Di Kediaman Vano..
"sayang ayolah" rengek Vano dengan wajah melasnya
"sabar sayang, ini biar Kinan tidur dulu" kata Salsa yang tengah meniduri Kiinan di kamar anaknya itu
"janji yaa, jangan ketiduran lagi disini, kasian ujang abis libur seminggu" kata Vano sedikit kesal
__ADS_1
"hemm iya iya,, tunggulah di kamar" kata Salsa yang membuat Vano kemudian beranjak menuju kamarnya kegirangan...
Dua puluh menit berlalu, Salsa kembali ke kamarnya mendapati suaminya yang sudah menunggunya di atas ranjang sambil memainkan ponselnya..
"lamaaaaaaa" kata Vano sambil menyambut isterinya yang baru saja naik ke atas kasur nya...
Salsa hanya tersenyum melihat ekspresi suaminya itu...
"sayang" panggil Vano
"hemm"
"Kamu wanggi" kata Vano sambil mengecup lengan isterinya kemudian menjalar ke arah leher....
"emm"
Vano memulai aksinya, di mulai dari mencumbunya perlahan, hingga cukup lama ia membuat Isterinya tak berdaya, Salsa kini tak tinggal diam, ia juga akan balik menyerang suaminya.. Tubuh mereka tentu sudah tidak memakai sehelai pakaianpun... berhasil mencumbu suaminya sampai Vano berkata..
"sekarang giliran ujang"
lalu posisi Vano berada di atas tubuh isterinya...
Saat permainan inti akan di mulai, Derring ponsel salsa berbunyi... mereka sempat mengabaikan, namun deringan itu kembali terdengar, bahkan Kini Ponsel Vano juga berdering
"Siapa sih?!" kata Vano kesal sambil merubah posisi siap siaganya, sementara Salsa menjulurkan tangganya ke arah nakas mengambil ponselnya
"Khania" kata Salsa, Vano langsung mengecek ponselnya juga
"kamu yang angkat, aku kesal tapi di loudspeaker" kata Vano kepada Isterinya, dengan cepat salsa menggeser tombol hijau di ponselnya lalu memencet tombol pengeras suara
"hallo dek, Ada apa?" tanya Salsa penasaran
"kaaak, perut aku sakit, keram, kenceng, mules" kata Khania yang sudah menitihkan air mata
"apah???!! tenang yaa tenang. bahkan kamu baru delapan bulan Kania, ini pasti kontraksi Palsu" Tutur Salsa.. sementara Vano ikut berdebar jantungnya mengingat Salsa melahirkan dua buah hatinya secara normal
"tapi kaa ini sakit sekali kak, mules"
"apa ada cairan kelur? atau darah?... hemm bahkan bercak darah bercampur lendir?" kata Salsa memaparkan
"gak ada kak" pekik Khania yang baru saja mengecek
"oke tarik nafas yaa, kakak yakin itu hanya kontraksi palsu sayang, kamu harus tenang ya" kata Salsa menenangkan adiknya
"tapi sakit kaa kenceng banget" keluh khania dalam ponsel itu
"yaudah ke klinik yaa, kakak kesana, ada yenny disana" kata Salsa kemudian Khania mengIyakan...
__ADS_1
Salsa menutup sambungan telfon itu dan bergegas bersiap... Vano juga ikut panik mendengar adiknya mengeluh, di tambah ia juga mengingat kondisi isterinya saat akan melahirkan...
"aku anter" kata Vano yang juga segera bangkit..
Dalam perjalanan, salsa baru saja beberapa meter keluar dari gerbang rumahnya....
Ponsel Salsa berdering tanda Telfon masuk..
"yaaa dek, kaka udah otw" kata Salsa
"kaaa ga jadi ya kaa, aku udah baik-baik aja, sekarang aku ngantuk banget mau bobo" kata Khania santai..
Salsa mendengar itu merasa dikerjai adik iparnya.. Vano yang mendengar karena sambungan telfon itu di loudspeaker pun geram dsn merasa kesal....
Vano langsung memutar stir kembali kerumah...
Awas kamu Khaniaaa, abang baru mau mulai ena ena kenapa kamu bikin huru hara tengah malem gini... adik macam apa kamu ini haaaa!!
Dalam hati Vano yang sangat amat kesal...
Sementara di kediaman Raffi dan Khania...
"kamu yakin udah gapapa?" kata Raffi meyakinkan
"iya, aku ngantuk mungkin karena abis nangis, besok kita baru ke ka salsa yaa,, yuk tidur" kata Khania dengan segala kepolosan dan tanpa rasa bersalahnya
yaa Tuhan Khania, mungkin abang dan kaka ipar kamu disana sedang kesal dengan kejadian barusan... kenapa kamu bisa se-santai ini setelah bikin kita panik, bahkan kamu bakalan tidur nyenyak dan mimpi indah.. sementara aku? aku besok meeting sama Abang kamu, apa yang harus aku katakan kalo dia marah atas kejadian ini...
Kata hati Raffi sambil memijit Keningnya memikirkan kejadian yang membuatnya Panik barusan namun tiba-tiba Khanai mendadak tenang dan malah tertidur...
******
*Flashback On*
"sayang aduh sakit, sayang bangun sayang aduhh hiks hiks hiks" Khania meringis kesakitan
"yaa Tuhan sayang, ini beneran? masa si mau lahiran? ini baru delapan Bulan... kita ke Rumah Sakit aja yuu" kata Raffi panik mendapati isterinya sudah menangis dan berkeringat dingin dan Raffi langsung beranjak dari kasurnya
"aah berisik, ini sakit sekali, mana ponselku kita telfon kak Salsa" kata Khania sambil memegangi perutnya yang terasa keram
khania mencoba menghubungi Salsa sekali, namun tak ada jawaban...
"Jangan diam aja! bantu aku telfon bang Vano, andai kamu merasakan sakit inii hiks hiks hiks"
kenapa aku yang di marahi, bukannya kalo mau melahirkan lebih baik ke Rumah sakit aja ya.. sungguh situasi mematikan bagiku yaa Allah
Telfon pun tersambung ke Salsa dan Khania mulai berkeluh kepada Kakak iparnya, hingga ia memutuskan untuk ke Klinik, sesaat akan beranjak ia merasa keram dan mulas serta sakit hilang seketika... ia menunggu 5 menit namun rasa itu tak lagi datang, justrru rasa kantuk yang datang...
__ADS_1
Hingga Akhirnya Khania menghubungi Salsa kembali dan membatalkan ke Klinik secara sepihak...
*falshbacak off*