
"Daddy........" suara khas anak kecil bergema di sebuah rumah mewah ituu...
"hay Boy.." kata Vano kemudian berjongkok sambil membuka tanganya lebar lebarr
Keenan berlari, memeluk Vano begitu eratnya..
"Daddy i miss you, kenapa daddy pelgi telus" kata Keen seolah preotes
"tentu Daddy cari uang sayang, buat kamu dan mami.......hmmm daddy bawa hadiah, sudah daddy letakkan di kamar mu" kata Vano mencium anaknya..
"benar kah dadd?" kata Keenan dengan gaya coolnya
"tentuuuuu" kata Vano
"duduuu nenek jadi di kacangin nii" kata bu Widya
"sorry nek, aku lindu daddy and im happy daddy bawa someting" kata Keenan sambik memeluk kaki neneknya ituu
Salsa yang mendengar kepulangan anaknya dari arah halaman belakang, langsung memasuki ruang keluarga....
"maamaa, keennn" sapa Salsa
"mamiii, apa mami tau ken punya hadiah dari daddy"
"yess mami tau, lihatlah ajak mbok Inah" kata Salsa
"baiklah mii..." dengan gaya anak anak yang polos ia langsung berlari mencari bi/mbok inah...
"maah mama kok ga sama mommy?" kata salsa heran
"hemmm... mommy mu pulang sayang, papimu sakit katanya td di bawa pulang staf dari kantor..." kata Bu Widya menjelaskan.
"hah? sakit mih??" kata Salsa terkejut...
"mama tau papi sakit apa?" sambung Vano yang juga terkejut...
"mama gatau sayang, tadi kita berpisah di mall, mama ga sempet nanya karena keen juga ga sabar ngajak ke toko mainan" kata bu widya...
"mass aku khawatir" kata Salsa
"tenang sayang, mudah mudahan hanya kecapekan... sekarang, mama pulang dulu yaa, sbntr lg papa jg akan tiba drumah" kata ibu Widya
selepas kepergian ibu Widya.
"mas ayo ke rumah papi, aku khawatir.. telfon mommy juga ga di angkat" kata salsa merengek
"yaudah ayoo, keen di ajak?" Tanya Vano
"gak usah mas, kasian keen juga baru pulang..." kata Salss
"yasudah, pakai mobilmu saja, aku yang nyetir" kata Vano bangkit dari duduknya
Dengan oakaian santai rumahan mereka bergegas menuju rumah bapak Latif... dalam perjalanan Nampak gelisah wajah Salsa, jelas terlihat...
tiba di rumah bapak latif..
"sore non..."kata seorang satpam rumah orang tuanya
"sore.. papi ada?"
"ada non di dalam, sedang di periksa dokter" kata Satpam itu...
"hmm makasih" kata salsa, lalu masuk kedalam menuntun suaminya yang baru turun dari mobilnya itu....
"ayo mas... " ajak salsa....
mereka langsung menuju kamar Bapak Latif.
pintu kamar nampak tak di tutup sempurna..
salsa pun langsung masuk tanpa mengetuk pintunya...
__ADS_1
terlihat bapak latit tengah berbaring dan baru saja selsai di periksa dokter ..
"pihhh, mom... papi sakit apaa?" kata salsa mencium tangan ibu dan ayahnya secara bergantian, di ikuti oleh Vano...
"Tuan, Nyonya sebaiknya saya pamit... permisi" kata dokter senior itu
"baik dok terimakasih..." kata Ibu Diana
"terimakasih dok" sahut pak Latif..
"sama-sama Nyonya, Tuan..."
setelah kepergian dokter...
hiks hik hikssss suara isak tangis ibu diana...
"mommy kenapa? jangan bikin panik, papi sakit apa??" tanya salsa
"papi gapapa saaa" kata pak Latif santai
"bohong" kata salsa ketus
"hiks hikss.. saa papi sudah 6 bulan ini sering bolak balik ke spesialis jantung saa, tapi tanpa sepengetahuan mommy, mommy salah saaa.. maaf" kata bu Diana
"hah??? papi sakit jantung??? kenapa si papi umpetin semua ini???hiks hiks" kata salsa...
"papi gapapa, tenang lahhhh" kata pak Latif
"stop lah pih nutupin kondisi papi" omel bu dianna
"saa papi udah gak boleh capek, papi gak boleh di perusahaan lagi, karena setiap ada sesuatu pasti dadanya selalu sakit.. itu kata dokter nando tadi" kata Ibu diana menyambungkan bicaranya ke Salsa...
Salsa dan Vano saling menatap...
"saa.. gausah di pikirkan, papi masih sanggup.."
"papi, apa papi mau salsa di perusahaan papi?" kata Salsa lembut sambil mengengam tangan putrinya yang tengah duduk di sampingnya
"maassss" kata salsa melihat ke arah suaminya... Vano mengerti maksud salsa adalah meminta izib Vano sebagai suaminya untuk kembali ke perusahaanya...
kemudian Vano memberi anggukan dan senyum lebar....
"pihh aku akan ke perusahaan dalam wkatu dekat, papi janji sama kita semua papi harus berobat rutin, dan bilang apapun yang papi rasain....."bkata salsa
pak Latif memberi senyum terbaiknya...
"Vano... mungkin ini saatnya, bicaralah dengan orang tuamu, jadikanlah perusahaan papi sebagai perusahaan dibawah naunganmu, bukan papi meremehkan salsa sebagai penerus papi, tapi papi yakin itu akan memper mudah langkahmu untuk melancarkan bisnismu dimana mana, juga papi yakin perusahaan papi juga akan dapat keuntungan dari itu...."
mata Vano terbelatak mendengar ucapan sang mertuanya, pasalnya perusahaan salsa juga bukan perusahaan main main di bidangnya... salah satu perusahaan yang cukup disegani oleh para pembisnis di bidangnya...
"tapi pihhhh, kalo nanti Vano niggalin salsa, kita miskin dia kaya banget dong pih" kata Salsa polos...
semua tertawa mendengar itu..
"kamu masih meragukan cintaku rupanya sayang" kata Vano sambil melipat tangganya di dadanya..
"kalo Vano ninggalin kamu gapapa sayang, dia kaya harta tapi tak kaya hati, karena separuh hatinya pergi" kaya pak latif
"kamu bisa cari yang lain lagi sayang, temen arisan mama masih banyak setok anak perjakanya" kata Bu Diana meledek
Vano kaget bukan kepayang kala itu, mana mungkin ia meninggalkan candu dalam hidupnya itu..
"moommy, jangan gitu mom, bisa bisa aku gilak kalo itu terjadi" sahut Vano...
semua tertawa, bahkan salsa sangat kegirangan mendengar celotehan ibunya itu .
"sudah sudah.. kasian Vano tuhh udah keringet dingin.... hahahha jadi bagaimna nak Vano?? segeralah kasih jawaban papi..." kata pak Latif menyambungkan inti pembicaraanya itu
"iya pih baik secepatnya Vano akan bicarakan ke papa dan para investor pih" kata Vano..
"udah sekarang papi makan, minum obat istirahat" kata salsa..
__ADS_1
"papi sudah makan, sudah minum obat juga sebelum dokter datang,,, jadi papi mau istirahat aja sekarng" kata pak Latif
"baik pih, salsa kekuar dulu yaa" kata salsa
"Vano juga pih, papi cepet sehat yaa" kata Vano
"iya iya terimakasih anak anakku, besok bawalah cucuku eksini,,, aku rinduu" katanya pak Latif
"oke deh pih" kata salsa sambil keluar kamar Pak Latif...
*
*
*
DI KAMAR...
Salsa dan Vano telah kembali ke kediamannya, setelah memastikan Pak latif telah beristirahat...
Salsa merebahkan tubuhnya di samping suaminya yang tengah memainkan ponselnya itu...
"masss..." panggil salsa dengan sedikit rasa cangung pada suaminya, jantungnya juga berdebar lebih cepat...
"iyaa sayang" kata Vano yang kemudian meletakkan ponselnya di nakas ..
"aku ingin tetap jadi dokter mas" kata salsa dengan debaran jantungnya yang semakin kencang...
Vano hanya terdiam, pikiran Vano mengarah pada kesehatan isterinya, juga pada nasib anaknya jika kedua orang tuanya sibuk...
namun Vano juga tak mau membuat isterinya kecewa, terlebih menjadi dokter adalah cita citanya sedari dulu....
"masss.. kenapa terdiam? apa aku harus meninggalkan profesiku?" kata salsa
"ahh enggak sayang, aku hanya memikirkan jalan tengah yang baik saja" kata Vano santai
"apa hasil pemikiranmu mas?"
tanya salsa penasaran
"kamu bisa praktek juga bekerja sayang, aku yakin kamu bisa membagi waktu...." kata Vano
sebenarnya Vano ingin mendengar sendiri apa yang ingin Salsa rencanakan kedepannya...
"hemm menurutku begini sayang... kalo aku bekerja di perusahaan pagi sampai siang, lalu aku praktek di siang hari, toh hanya tiga hari kan ..." kata salsa simple
Padahal Vano berharap salsa bisa ambil keputusan untuk tidak praktek lagi...
tapi sepertinya itu tidak mungkin...
"lalu waktu untuk oprassi????? bukan kah itu juga akan mempengaruhi waktumu? " kata Vano
"hmm iya yaa, baiklah aku akan batasi pasien ku sehari 10 saja sayang" kata salsa yang sepertinya memang tak mau melepas profesinya itu... lagilagi bukan karena uang tapi memang karena ia mencintai profesi itu...
"baiklah, hmmm jangan lupa sedikan juga waktu untuk Keenan, dan aku sayang" kata Vano memeluk isterinya
"tentu mass, kalian priorotas di hati dan pikiranku meski kadang aku tak disamping kalian..." kata salsa...
*
*
*
*
*
*
BANTU VOTE NYA TEMEN TEMEN, KARENA PRINGKAT AKU MENURUN DRASTIS LOH HIHI SYEDIH DEHHHHππππ
__ADS_1