
Pagi Hari di Paris, Empat Hari Kemudian...
"morning sayang" sapa Vano yang menatap isterinya penuh kasih sayang
"pagi mas" sahut Salsa yang masih berbalut selimut putih yang juga menyelimuti tubuh Vano, Anak-anak mereka tidur di ranjang berbeda, karena sudah menjadi kebiasaan Keenan dan Kiinan...
Cups! Vano mengecup lembut kening Salsa sambil memberi senyuman terbaiknya
"mau sarapan apa mas?" kata Salsa tanpa bergerak sedikitpun dari posisinya itu
"pesan layanan hotel aja, aku masih mau begini" kata Vano yang sudah memeluk isterinya dari dalam selimut
"Masss malu nanti anak-anak bangun" kata Salsa dengan pipinya yang memerah
"kan ada selimut, lagi pula kenapa malu emang kita ngapain?" ledek Vano yang berhasil membuat pipi Salsa memerah
"kok pipi kamu mateng gitu sayang" ledek Vano yang melihat Salsa semakin tersipu malu
"masa si, kamu kali salah liat" kata Salsa dengan seribu alasannya
"tapi aku gak salah liat kan, kalo isteri aku semakin hari semakin cantik, semakin menggoda" kata Vano dengan wajah menggodanya itu
"huh Gombal" kata Salsa mencolek hidung suaminya
"aku serius, aku bisa gila sayang kalo kehilangan kamu" kata Vano menatao wajah salsa penuh dengan keseriusan
"Aku juga sama mas, kamu dan anak-anak adalah bagian dari hidup aku" kata Salsa sambil meletakkan tangan lembutnya ke atas pipi Vano dan mengusapnya penuh kelembutan
"apapun yang terjadi, tetaplah bersamaku sayang" pinta Vano lirih
"itu Pasti mas" kata Salsa..
Vano pun akhirnya mendekatkan wajahnya ke arah wajah Salsa, dengan lembut Vano mencium Bibir merah Milik Isterinya.. dengan cepat Salsa membalas ciuman Suaminya dengan penuh kelembutan..
kelembutan Itu lama-lama menjadi Ciuman panas layaknya pasangan suami isteri yang akan melakukan suatu hubungan...
Vano pun sudah sangat bergairah dengan awalab ciuman yang menghanyutkannya itu, di buka perlahan, satu demi satu kancing pyama Salsa .. Vano pun berada di atas tubuh Salsa saat ini, dengan selimut yang kini berada di atas tubuh Vano...
Vano kembali memulai aksinya dengan mencium Leher Salsa, yang mampu membuat Salsa menggeliat dan mendesah pelan...
__ADS_1
Saat Gairah keduanya memuncak...
"huhuhuu hiks hiks hikss.. mimimi.. di di di (mami dan daddy) hanya kata belakang yabg terdengar di balut dengan Tangisan Khas anak satu tahun .... Yaa siapa lagi kalo bukan Kiinan....
Vano dan Salsa mengehentikan kegiaran panasnya Itu, senentara Vano mengehntikannya sambil berdecak kesal karena Kiinan tiba-tiba terbangun
"Kiinan!!! Selalu saja begitu, kamu ga ngerti betapa sulitnya menurunkan ujang" kata Vano kesal yang membuat perkataanya sedikit berlebihan
Salsa langsung menegur Vano
"Mas!! omongan kamu itu gak pantas keluar di depan Kiinan" Protes Salsa dengan tegas
"Sorry abis udah kesel banget aku" kata Vano jujur
"maklum lah sayang, mereka kan masih anak anak Mas" kata Salsa menberi pengertian pada Vano sambil membuat Susu untuk Kiinan sambil menggendong kiinan tentunya
"iya iya aku faham kok, yaudah aku mandi aja deh" kata Vano berusaha menurunkan ujang dengan cara membasuh tubuhnya dengan air..
Salsa sebenarnya terkekeh melihat aksi lucu suaminya itubsaat gagal mendapatkan kepuasan karena gangguan dari anak-anak mereka...
"anak pintar, tau aja mami lagi capek" Kata Salsa pada Kiinan dengan wajah sumringah
Siang Hari Waktu Paris..
"oke baik, gue seneng denger kabar ini.. Thanks san lo emang terbaik... setelah gue balik pastiin semua tersusun rapih sesuai keinginan gue" Kata Vano yang berbicara dari sambungan Telfon nya itu...
Salsa sedikit mendengar percakapan Suaminya dengan sambungan telfon.. Salsa sedikit aneh karena Vano beberapa kali sering menerima Telfon dan menjauh dari Isterinya.. entag apa yang di sembunyikannya namun itu mampu membuat Salsa penasaran...
"mas Telfon Siapa sih? " Tegur salsa pada Suaminya yang masih berada di balkon kamar hotel
Deng!!
bagai petir di siang bolong, Vano memutar tubuhnya menatap Salsa dengan sedikit kepanikan
"Sama sandi sayang biasa lah kerjaan" Kata Vano dengan sedikit rasa gugup
"kenapa kamu jadi gugup gitu? kenapa bicara pekerjaan harus menjauh dari aku mas?!" kata Salsa mengintimidasi
"itu hemn itu sayang, mas takut kalo kamu nanti malah marah, liburan gini mas malah mikirin pekerjaan" kata Vano dengan beralibi
__ADS_1
"yaaa aku si gapapa mas kalo masih dalam batas Wajar, yang gak wajar malah kaya gini, seolah menghindar" kata Salsa sedikit kesal namun sejujurnya perkataan Vano cukup masuk akal bagi Salsa
"iya sayang maaf yaa, mas janji gak akan begini lagi" kata Vano berusaha menenangkan Salsa
"hemmm, ayo cari makan, sudah jam 11 kasian anak-anak" kata Salsa Sambil membalikan tubuhnya menghampiri anak anak nya..
huh selamet selamet...
Kata Vano sambil mengusap-ngusap dadanya seolah merasa legaa karena Salsa percaya dan tidak merajuk...
Indonesia, Jakarta..
Pukul 7 malam...
"sayang ayo makan, gpp biar sedikit, masa aku makan sendiri" Kata Raffi yang sedang membujuk Khania makan
"gak mau Raff, aku beneran gak nafsu, kepala aku pusing, mual banget aku" Kata Khania dari balik selimutnya itu..
"terus kamu mau makan apa?aku beliin" tawar Raffi agar Khania mau makan mengisi perutnya
"engga Raff, aku mau tidur aja sebentar... " pinta Khania pada Raffi
Raffi pun mengalah dan membiarkan Isterinya tertidur karena sejak pagi tadi Khania terlihat lesuh dan tak bersemangat..
Raffi pun terpaksa makan sendiri di meja makan,..
Sejak menikah mereka memang telah pindah kerumah yang Raffi beli dari hasil kerja dan usaha WO miliknya..
tanpa Raffi bayangkan Kini Usaha WO nya itu sudah sampai ke berbagai kota besar di Indonesia, bahkan sudah masuk ke ranah pejabat juga Artis ibu kota...
Tentunya itu pencapaian yang tak terduga oleh Raffi... kini bahkan pundi-pundi kekayaan Raffi sudah naik 5 kali lipat dari sebelumnya..
Ia kini memiliki 25 pekerja yang dapat ia handle untuk mengurus 3-4 acara sekaligus..
bahkan dalam Waktu dekat Raffi ingin bekerjasama dengan temannya membuka usaha catering yang juga akan mebjadi rekan WO nya tersebut, agar Raffi tidak perlu join dengan catering lain..
Pak Banu cukup bangga dengan usaha menantunya yang maju selama satu tahun ini, Raffi benar-benar di memulai semuanya dari Nol..
Sebenarnya Raffi sudah sangat mampu mengembalikan modal usaha yang di berikan oleh Vano, namun Vano menolaknya karena Vano menberikan modal itu sebagai hadiah kala acara ulang tahun isterinya berjalan dengan lancar...
__ADS_1
Raffi memilih untuk tetap bekerja sebagai sekertaris Vano karena ia merasa WO yang ia pimpin masih bisa ia handle dalam jaraj jauh juga dengan kedua Sahabatnya yang kini menjadi anak buah kepercayaan Raffi...