Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 123


__ADS_3

Waktu sudah menujukan pukul 1.40 dini hari


Salsa masih menunggu kabar dari pak Banu atau yang lainnya..


sebenarnya Thania sudah mendapatkan kabar keadaan Vano saat ini hanya saja ia taj sanggup untuk memberi tahu iparnya itu...


Pukul 02.10 salsa terbangun dari tidurnya yang tak begitu nyenyak...


ibu Widya yang malam itu tidur bersama dengan menantunya merasakan kegelisahan Salsa...


"kenapa sayang?" kata bu widya


"mahh kayaknya perutku dari tadi keram terus" kata Salsa dengan lirihnya


"kita ke Rs yaa mama khawatir sayang" kata Ibu widya yang bergegas turun dari kasurnya


"sebentar ya mama panggilin Thania...." kata bu widya berjalan keluar kamar menuju kamar tamu sebelahnya...


dalam rasa tidur yang tidak begitu nyenyak Thania dan khania terbangun karena suara ibu Widya.. bergegas melihat Salsa


"saa, sakir banget yaa?" kata Thania


"tadi si cuma keram kaa, aku butuh xxxxxxx" salsa menyebutkan nama obat yang diberikan di infus


"yaudah ke Rs yaa, aku copot dulu infus ini ya" kata Thania


Salsa hanya mengangguk..


merekapun bergegas menuju ke Rs...


dalam perjalanan...


"mah kok papa belum kasih kabar ya?"


"hmm mungkin papa udah tidur sayang" kata bu widya sambil menatap Thania


"tidur di hotel ma?" tanya salsa penasaran


"mungkin sayang, papa juga belum kasih mama kabar" kata Bu widya


"Maaf yaa ma aku jadi ngerepotin mama" kata Salsa tertunduk...


"gak sayang ini udah jadi tanggung jawab mama sebagai orang tua" kata bu widya memeluk menantunya...


"mahh perut nya makin kenceng" kata Salsa


"astagfiruulah.. pak, cepet sedikit nyetirnya" kata Thania


Salsa merintih membuat hati ibu widya dan Thania tidak tenang...


Salsa pun turun mobil...


"maahh darah" kata Thania


"astagfirullah... ayo cepet" kata ibu widya


Salsa sudah di tangani dokter dan bidan.. karena donter spesialis tidaj ada yang praktek pukul 2 dini hari...


Bidan dan Salsa pun berdiksusi memberi obat yang sesuai..


tak lama kemudian


"Allhamdulillah dok, hanya pendarahan ringan, dokter gaperlu panik, jangan terlalu banyak pikiran juga yaa" kata bidan Yenny

__ADS_1


"iya makasih yaa, segera pindahkan aku ke ruang rawat yaa, kasian mama ku" kata Salsa


"mama gapapa kok sayang, tenang yaa" kata Bu Widya


"maaf Nyonya, dokter, ini ruangannya mau di satukan sama Pak Vano atau terpisah?" kata seorang Perawat


"aduhhh" kata bu widya pelan sambil menepuk jidatnya


"maahh ada apa mah??" kata Salsa dengan muka yang tak dapat di artikan..


"pisah aja sust, tapi dalam satu lantai tinggalkan kami sekarang" kata bu widya


Sementara Thania tengah ngobrol bersama suaminya di luar pintu IGd...


"hemm tadi papa baru bilang klo Vano kelelahan sayang" kata bu widya


"sudah ya sayang, kamu istirahat, sbeentar lagi kita ke kamar, mama juga akan istirahat di sama kamu, mama mohon jangan bangak pikiran yaa, kasian cucu mama disini" kata Ibu Widya


seertinya Semua keluarga sangat amat merasa kelelahan, kurang tidur juga pikirannya habis terkuras...


pukul 3 dini hari Salsa di pindahkan ke kamar rawat..


terlihat lorong yang sangat sepi karena lantai itu memang khusus, hanya ada 6 kamar super VVIP...


Setibanya di kamar.. salsa langsung tertidur pulas, begitu juga ibu Widya yang sangat merasa kelelahan...


Sementara Thania dan Byan harus pulang karena ada Keenan dan Putri di rumah pak Latif...


pukul 06.06


"aaaaaakkkhhhhh" rintih Vano yang bahkan sulit untuk bangun dari posisi tidurnya


"Van udah bangun?" kata pak Latif


"pahhh, pah ini sakit loh pah" kata Vano menunjuk bahu belakangnya


Pak latif sudah mengetahui bahwa menantunya juga sedang di Opname.. namun pak latif belum memberi tahu Vano, pak Latif juga belum memberi tahu keadaan Salsa yang tengan hamil...


"pah kita harus ke kantor polisi, harus buat konfrensi pers juga biar ara investor kita ga nganggep Vano sebelah mata" kata Vano yng masih merintih kesakitan itu


"gaperlu, paa udah atur semuanya,, kalo ubtuk konfrensi itu memang harus tapi nanti sore, di hotel, sandi yang akan atur" katA pak Banu


"Sandi nya mana?" kata Vano


"pulang dari semalam, dia kayaknya lelah banget, dia juga kan ada istri dan anak Van masa mau nempel mulu sama kamu" kata pak Banu terkekeh


mendengar ucapan Anak dan Isteri oikiran Vano langsung tertuju ke Salsa dan Keenan...


"oh iya pahh, Salsa gimana? dia udah tau?? Vano kangen pah" kata Vano lirih..


"sehatin dulu, nanti papa pertemukan sama salsa.. kamu bangun aja gabisa" ledek pak Vano


"bisa pahh bisaaa, tapi pelan pelan..." kata Vano dengan semangatnya...


"papa kebawah dulu, beli kopi.. kamu bisa kan papa tinggal?" kata pak Banu


"iyaa gapap pah" kata Vano


Vano pun masih berbaring, manatap langit langit kamar rumah sakit.. betapa kini beban pikirannya sedikit lega karena ternyata ia mampu membuktikan bahwa Vano tidak sama sekali tidur dengan Lea, apalagi sampai menghamili...


Namun hatinya masih sedikit khawatir atas kemarahan isterinya, Vano takut kalo Salsa masih belum bisa memaafkannya...


Tak lama kemudian, suster datang untuk cek Tensi dan infusan...

__ADS_1


"pagi pak, saya tensi dulu ya" kata Suster


"iya" kata Vano singkat dan dingin


"saya pikir bapak satu ruangan sama dokter salsa, taunya berbeda ya pak...... hnm maaf ini infusnya saya lepas ya pak" kata suster itu sambil melihat botol infus yang hampir habis itu...


DENG!!!!


*maksud ni suster apa yaa...


"emang isteri saya dimana sust?" kata Vano penuh penasaran


"saya belum tau pak, ini saya baru rolling.. tapi di lantai ini cuma ada bapak dan Domter salsa,, mungkin di sebelah pak" kata suster itu


"oh gitu ok"


"baik sudah selesai ya pak, semua bagus.. nanti tunggu dokter Visit ya pak" kata suster...


Saat suster keluar, Vano berusaha belajar duduk menggerakan tubuh bagian tas sebelah kanan nya itu.. masih terasa nyeri dan kaku..


Namun Vano membuatnya seperti biasa saja..


Vano bergegas ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi...


Setelah selesai, Vani bergegas keluar kamar..


memasuki kamar sebelahnya...


*gak di kunci.. hemm berarti salsa disini .. akhirnya dia tumbang juga gara gara masalah ini, maafin aku saaa...


kata Vano dalam hatinya..


Saat masuk yang terdengar adalah suara Salsa sedang muntah muntah, dengan suara ibu diana yang samar samar.... vano pun menuju kamar mandi yang pintunya tidak di tutup sempurnya itu...


"maahhh...." kata Vano menyapa ibu Widya yang membelakanginya


ibu Widya pun menoleh kan kepalanya itu. .


salsa yang juga mendengar panggilab itu menghentikan aksi mencuci mulutnya itu ..


"Vano... kamu udah enakan, koj kesini?" kata Bu widya sambil memegangi botol infus salsa


"sayang, kamu kenaapa?" kata Vano saat salsa berbalik badan dan wajahnya sangat pucat


"ayo kembali ke bed dulu" kata ibu widya memapah Menantunya


setelah salsa berada di tembat tidurnya merebahkan diri...Salsa memberi senyuman kepada suaminya...


"sayang.. kamu sakit apa? maaf kalo karena masalah ini kamu jadi sakit" kata Vano menegang tangan isterinya


"ehemmm.. van papa mana?" kata bu widya menyambar pembicaraan Vano


"kebawah mah, ngopi" kata Vano singkat sedikit kesal


"hemm yaudah mama susul ya, mama mau beli sarapan..." kata bu Widya membergegas meninggalkan kedua nya...


Bu widya hanya ingin memeberi ruang pada ke duanya agar bisa memperbaiki hubungan mereka.. meski dalam keadaan yabg tak sehat, semua juga ikut lelah dan menguras energi untuk berfikir tapi pasti akan berubah jadi senang kebahagiaan jika Vano dan Salsa dapat memperbaiki hubungannya....


-----------


**Hayoo gaisssshhh ada yang punya mertua sebaik, setulus Ibu Widya kah???


kalo ada gang nanya , ah halu itu di Novel aja... itu ga bener yaa gaishh..

__ADS_1


banyak kok mertua yang sayang melebihi sayangnya ke anaknya, melebihi perhatiannya ke anaknya...


keep positive yaaaaaa 😇😍**


__ADS_2