Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 202


__ADS_3

Hay temen-teman semua, apa kabar kalian? semoga baik-baik aja yaa..


oh iyaa..


jadi Novel ini akan segera End yaa.. aku jamin happy Ending..


Nah... jadi ada pihak ke tiga nii yang mau ngangkat cerita cinta aku zaman dahulu kala, ia gak lain yaitu sahabat aku sendiri, tapi dia gak mau buat akun, jadi dia minta di akun ini aku Up nya.... Nah si sahabat aku ini akan menceritakan aku dan beberapa manusia nantinya dari sudut pandang yang dia tau, hmm mungkin nanti ada bagian yang aku tambahin karena pastinya aku harus baca dulu sebelum aku Up....


Karena ini benar-benar Nyata jadi cerita ini akan masuk ke sekuel harian banget, ada lebaynya pasti, ada kesel pasti, namun aku jamin 90 persen cerita ini Nyata adanya...


Kalo kalian tanya kapan Up nya, aku pastinya juga belum tau karena temenku itu maunya dia buat sekian eps baru di up..


***********


Raffi dan Khania..


Malam hari yang sunyi, hujan turun gemericik membasahi tanah yang tandus... Aroma Khas nya mulai tercium harum sekali...


"Sayang, kenapa aku belum hamil ya?" Kata Khania sedih, karena ia sudah hampir 5 bulan menikah belum juga memiliki momongan


"sabar, Tuhan belum mempercayakan kita tandanya" kata Raffi yang tak kenal putus asa


"hemm tapi kadang aku malu, ketemu tetangga, temen-temen, pasti yang di tanya, eehh udah isi belum?!" kata Khania berkeluh kesah


"Rasanya itu udah jadi kebiasaan mulut wanita Indonesia yang menurutku kurang bisa menjaga perasaan wanita lain.... padahal menanyakan Kapan menikah? kapan punya momongan? kapan nambah momongan dan lain sebagainya itu mereupakan Privacy setiap orang! apa si penanya itu tidak mencoba menjadi diri lawan bicaranya, bagaimna perasaanya jika posisinya di balik?" Kata Raffi berbicara apa adanya, membuat Khania berfikir lebih jauh lagi


"aku sih gak marah sama mereka yang menanyakan hal itu, tapi aku sedikit jadi meragukan diriku sendiri, kenapa 5 bulan aku belum ada tanda-tanda kehamilan" kata Khania Lirih


"yaa kamu malah jadi berfikir ga baik sama diri kamu sendiri kan jadinya hemm.. itu yang justru menghambat kehamilan kamu, pikiran kamu kemana-mana, bahkan sampai meragukan diri sendiri"bkata Raffi kesal


"biarin mereka mau bicara apa, mereka bilang aku nebeng harta sama kamu aja aku ga ambil pusing kok" kata Raffi jujur apa adanya

__ADS_1


"mereka kan cumq bisa komentar, mana mereka tau hasil rupiah yang aku dapat dari mana aja, dan berapa aja, yang mereka komentari aku biasa aja nikah sama orang luar biasa" pekik Raffi yang jelas sambil melontarkan unek unek nya..


"maaf" kata Khania Lirih sambil tertunduk


"gak perlu minta maaf, mungkin Allah masih mau kita begini, pacaran dalam ikatan pernikahan, kita juga masih semangat membangun karir kita, agar jita bisa menabung untuk anak anak kelak, aku yakin cepat atau lambat dia akan hadir disini (sambil mengusap perut Khania)" kata Raffi dengan penuh kelembutan


"kamu sama sekali gak meragukan aku Raff? " kata Khabia dengan Rasa Takutnya


"tidak!!!"


"aku menikahi kamu penuh keyakinan, keseriusan, bagaimana kedepannya itu Rahasia Allah, aku cuma akan menjalaninya penuh ke Ikhlasan..." kata Raffi memcob menenangkan Isterinya itu


"Makasih sayang, aku beruntung punya kamu" kata Khania sambil meneluk erat Raffi di atas Ranjang mereka


"aku lebih beruntung sayang" kata Raffi yang tak kalah erat memeluk Khania...


************


Vano dan Salsa berserta kedua anaknya tengah menaikmati makan siang di sebuah restoran di Negara Belanda...


"Mas aku kangen Indonesia apa ga sebaiknya kita pulang aja?" Kata Salsa yang tak selera untuk makan siang kali ini


mendengar Itu Vano menatap Salsa penug arti..


"apa kamu tidak menyukai negara inu? besok kita akan pindah ke Paris kalo kamu mau" kata Vano menawarkan Paris karena itu negara paling indah dan romantis


"No.. aku suka disini, meskipun ini pertama kali tapi sejak kemarin di Inggris dan tiga hari ini kita di belanda aku cukup senang, tapi entah kenapa aku kangen keluarga di Indonesia" kata Salsa sedikit sendu


"kan bisa Video Call sayang" kata Vano mencoba mempertahankan keberadaan mereka di Luar Negeri sampai sepekan mendatang


"sudah hampir setiap hari kan Video Call mas, tetep aja Rindu" kata Salsa dengan Lirihnya

__ADS_1


"kita besok pindah yaa, kasian anak-anak sayang mereka lagi seneng-seneng nya liburan, aku juga belum tentu bisa libur panjang begini lagi" Kata Vano dengan penuh keyakinan agar Salsa tetap Stay di luar Negeri


"baiklah, aku rasa satu pekan kedepan di Paris gak ada Salahnya" kata Salsa sambil menghela nafasnya


"Terimakasih sayang" Kata Vano sambil mengusap lembut Pipi Isterinya yang sejak tadi sambil menyuapi Keenan juga Kiinan secara bergantian


Usai makan Siang mereka kembali berjalan-jalan, mengelilingi kota Amsterdam ...


"daddy itu apa?" Tanya Keenan yang selalu bertanya banyak hal yang unik baginya


"Nah itu Iconic nya Kota Amsterdam sayang, Itu namanya Kanal Amsterdam.. kita bisa melihat bahkan mengelilingi Kota Ini dengan menaiki kapal kapal itu,, mau coba?" KataVano menjelaskan lalu menawarkan menaiki kapal kecil...


"mau daddy mauu mauu" Kata Keenab kegirangan


"apa keen Happy?" Tanya Salsa yang masih menggendong Kiinan


" Tentu mih, apa Mami ga happy? " tanya Keenan dengan Tatapan Penuh arti kepada Salsa


"Mami happy dong Lihat Keenan, Kiinan dan Daddy Happy..." kata Salsa tersenyum sambil mengucap pucuk kepala Keenan yang berbalut Topi itu


"Thank you mami, daddy, keen Happy bisa sama kalian sambil jalan-jalan begini" kata Keenan kegirangan


Salsa dan Vano saling pandang dan melempar senyum bahagia mereka ...


"sama-sama sayang, keen harus pintar sekolahnya , bisa jaga Adik dengan Baik nanti pasti Daddy ajak keen keliling Dunia" Kata Vano dengan Ekspresif


"oke Daddy keen janji akan berusaha jadi anak Pintar dan Baik" kata keenan dengan penuh semangat...


Merekapun menaiki Kapal kecil dan berkeliling Kanal Amsterdam dengan penuh kebahagiaan, suka cita dan riangvtawa Canda..


*********

__ADS_1


Maaf aku ceritanya agak lompat ke waktu yang manju begitu cepat, namanya juga mau End lah ya hihiiiii


__ADS_2