Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 104


__ADS_3

Sambungan Telfon Vano dan Salsa


📞📞📞


Salsa


mass nanti aku pulang jemput keen dulu yaa di rumah mama


Vano


iya sayang, nanti aku jemput kamu kesana atau ketemu dirumah aja?


Salsa


Jemput aja mas biar ken mau pulang, dia kalo sama aku aja gamau pulang nanti..


Vano


yaudah oke dari kantor aku jam 5n ya sayang...kamu udah makan?


Salsa


Udah mas, kamu?


Vano


udah juga tadi sama sandi...


Salsa,


syukurlah... mas udah dulu yaa aku mau meeting ni


Vano


oke sayang, i love you


Salsa


love you too mas


-------


"ini mas Vano apa nggak inget sekarang hari ukang tahunnya yaa, apa karyawannya gak ada yang ngucapin gitu... Kata Salsa bicara ada dirinya sendiri....


Salsa pun bergegas ke rumah mertuanya, ia mampir ke kantor hanya menandatangani beberapa berkas..


Dirumah Ibu Widya...


Salsa terlihat sibuk di dapur dengan beberapa menu masakan kesukaan Vano.. meskipun masih dengan baju kantor yang ia kenakan kala itu...


Keenan masih asyik bermain dengan kaka sepupunya Putri anak dari Thania dan Byan di temani para pengasuh mereka...


Pukul 17.00 makanan telah siap, salsa masuk ke kamar Vano untuk mandi, sholat dan bersiap..


setelah memakai


"maahh, pahh, kak, dek..." panggil Salsa seolah mengabsen semua penghuni rumah


"iyaaa renn, udah mau nyampe yaa?" tanya Thania


"iyaa kaa udh di jalan katanya" jawab salsa yang sudah mengetahui suaminya sudah dalam perjalanan


"Saa, kamu tuh yaaa, bener-bener kaya anak gadis, apa si sa resepnya?" kata Thania terpanah melihat gaya casual iparnya bak anak Kuliahan saja...


"ih si kakak, jangan bikin aku terbang kak" kata salsaa tersipu malu


datanglah Ibu Widya


"ad apa saa???"


tanya ibu widya


"itu mah mas Vano udah di jalan" jawab salsa penuh kegembiraan


"iya sayang, eh kamu cantik banget loh sayang malam ini" kata ibu widya


"mah kaya anak kuliahan kan ya mah, body nya aja kaya belum punya anak" "kata Thania

__ADS_1


yang sedikit iri dengan tubuh salsa yang masih terlihat singset


"ssstttt kak stoppp, kaka juga cantik, kakak juga sexy loh kakkkkkk" kata Salsa memuji kakak iparnya itu


"hemm tapi saa, kamu memang gak terlihat seperti sudah menikah apalagi punya anak, jaga baik baik ya untuk anak mama seorang"kata ibu Widya yang justru khawatir dengan kecantikan salsa


"mahhh, mama bicara apa si.. sampai matipun aku akan sama anak mama, kecuali anak mama khianatin aku loh mahh" Ledek Salsa


"hahaj mana mungkin Vabo khianatin kamu, bodoh dia saa kalo sampe terjadi" celetuk Thania


"aaminnn" kata salsa


"eh iyaa ayolah mah kaa kita siap siap..."


kata salsa kemudian merangkul ke dua wanita tersayangnya itu...


"kaaaaaaakkkkkkkkk" suara menggelegar sampai bergema di ruangan itu...


"Khaniaa!!!!! mama sudah bilang, jangan suka berteriak di dalam rumah, kamu anak gadis yang anggun dikit dong" kata Ibu diana kesal


"sorry mahh, kelapasan" jawab Khania cengar cengir...


"kak salsa cakep banget si, bikin aku iri aja" kata Khania menatap salsa


"kamu lebih cantik loh dek.... udah kita ga usah main cantikcantikan, kita semua cantik, sekrang ayo bantu akuu" kata salsa lalu melangkah lebih dulu menuju ruang tamu...


merekapun sibuk memersiapkan kejutan untuk Vano, bahkan mungkin Vano tidak mengetahui dirinya sedang berulang tahun....


tak lama Mobil Vano memasuki rumah mewah milik orang tuanya


"pak kok mati semua lampunya?" kata Vano kepada satpam rumahnya


"eh iya tuan, sedang mati listrik, ini gensetnya rusak tuan muda" jawab satpam itu


mendengar hal itu Vano bergegas masuk, khawatir akan Anaknya yang berada di dalam pasti panas dan kegerahan.


jeglekkk vano membuka pintu


"assalamualaikummm" suara Vano cukup mengelegar karena sepinya keadaan rumah


Team Hore itu masih mengumpat di balik dinding pembatas ruang tamu dan ruang keluarga... dengan ucapan sanggat pelan mereka menjawab salam Vano...


sementara team hore, dengan aba aba dari salsa mulai mempersiapkan diri untuk keluar...


"satu, duaaaa , tiii...gaaaaa" kata salsa


"HAAPPY BRITHDAY SAYANG"


kata salsa kencang, kemudian lampu seketika menyalah, karena sudah ada satpam yang jika mendengar suara ucapan ulang tahun harus segra menyalahkan lampuu


"HAPPY BRIDTH DAY DADDY"


"HAPPY BRITHDAY UNCLE"


"HAPPY BRITHDAY ANAK GANTENG MAMA"


"HAPPY BRITHDAY GANTENGKU"


"HAPOY BRITHDAY ABANG"


"HAPPY BRITHDAY BROOO"


semua memberi selamat, sambil melakukan cipikaw cipikiw..... lalu mereka melanjutkan menyayikan lagu selamat ulang tahun, terlihat Vano menggendong putranya Keenan dengan merangkul pingang isterinya yang membawa kue berlilin untuk Vano...


alangkah bahagianya Vano kala itu... bahkan ia benar benar lupa akan hari ulang tahun nya kala itu... dan di kantor Sandi juga sengaja hanya diam sesuai perintah dari Isterinya Nadya...


Vano telah meniup lilinnya dengan penuh semangat....


terlihat Vano menitihkan air matanya, mencium kening isterinya cukup lama...


"daddy stop it..!! kata Keenan protes pada Vano kala itu...


"oke sorry, muachhh" Vano melepas kecupan pada isterinya lalu mengecup Keenan...


"uhh thankyou daddy, im so happy" kata keenan dengan polosnya


melihat aksi Keenan yang menggemaskan membuat semua orang tertawa...

__ADS_1


ada miss sosmed Khania yang sibuk mengabadikan foto kemesraan dan kehangatan yang terjadi...


"kita makan dulu yaa, kuenya untuk nanti kita nonton Film bareng" kata Ibu Widya


"oke omah" kata Keenan


merekapun akhirnya makan bersama. snagat terlihat keharmonisan dan kehangatan dalam keluarga tersebut...


"ini semua siapa yang masak??" kata Vano melihat begitu banyak makanan di meja makan,


"para peri Van" celetuk Byan


Sementara Salsa hanya tersenyum mendengar itu sambil mebgambilkan makanan untuk suaminya, begitu juga dengan Ibu Widya dan Thania...


Hanya Thania yang melayani diri sendiri di meja itu hihii


"para peri siapa bang?" tanya Vano uang masih belum mengerti


"istri istri kita Van, dan ada bibi bibi" kata Pak Banu


"hemmmn pantes pih, rasanya nano nano"


kata Vano menatap wajah isterinya yang baru memasukan makanan ke mulutnya


"nano nano gimana Van? kata Byan


"ada asin pasti ini nurun dari tangan kak Thania,, kalo Manis pasti Mama, nah Asem pasti si Khaniaa... nah ada rasa rasa hemm (sambil memasukan ke mulut)


hemm rasa Cinta, pasti dari isteriku."


Seketika pipi salasa merah merona, semua melihatnua jadi ikut tertawa kecil melihat salsa yang sudah cukup lama menikah dengan Vano namun masih malu malu ketika di puji suaminya...


"massss" kata salsa dengan malunya


"uchh ucchh bang Vano udah jadi Bucin" kata Khania sambil tertawa...


"bucin apaan? kata Thania


"Budak Cinta"


sontak semua tertawa kegirangan padahal mereka masih berada di meja makan, dan hal itu sebenarnya paling di larang ... namun larangan di kluarga itu seolah di langgar oleh semua anggotannya.


Selsai makan mereka berkumpul di ruang keluarga, Vano masih menggunakan kemeja putih lengan panjangnya yang di gulung dengan celana warna light grey...


"daddy.... daddyy.... ken punya hadian buat daddy" kata Keenan yang berlari dari arah tangga


"waaahh, apa tuh" kata Vano dengan riangnya memeluk puteranya itu


"close u eyes dadd" perintah Keenan dengan suara khas anak kecil...lalu melepaskan pelukan dari Vano


"okee" kata Vano menutup matanya..


"open u eyes dadd" kata Keenan kembali...


"waahhhhh kerennn, daddy suka.. makasih sayang" kata Vano yang mengecup dan memeluk anaknya itu... keenan memberikan Hadiah berupa hasil gambarnya ada Keenan, Salsa juga Vano sedang bermain seolah di area taman....


kemudian Keenan bergeser dan asik bermain Lego bersma Puteri...


Khania pun datang dari kejauhan membawa banyak kado... Khania menaruh nya perlahan...


"ni bang dari kita semua, nasib jd bontot gini niih" kata Khania menggerutu karena kebagian tugas membawa kado yang telah di kumpulkan itu...


"makasih adik cantik ku" ledek Vanoo


"lebayyy!!!!! mau buka yang mana dulu bang" kata Thania...


"hemmmmm" Vano seolah berfikir sambil menatap kado tersebut


"TUNGGU" kata Salsa yang kemudian menyetop dan menyelah sebelun Vano menjawab...


JENG JENG SEMUA PANIK SEKETIKA....


*


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2