
Jangan protes yaa eps sebelumnya pendek, sebenrnya msh ada lanjutannya tp entah kenapa kok kepotong yaa hemmm...
jd aku tumpahin disini yaa sekalian....
Pagi ini Salsa dan Vano berkemas bersiap untuk pulang kerumahnya...
Tidak ada keluarga yang membantu di Rs karena itu pernintaan Salsa agar mereka menunggu saja dirumah...
kala itu hanya Pak Sanusi yang akan menjemput mereka kembali pulang..
setelah semua selesai, Salah satu suster mendorong kursi roda yang di tumpangi salsa juga Bayi nya.. sementara Keena berjalan bersama Vano sambil bergandengan tangan...
Setibanya di depan mobil suster terlebih dulu mengendong bayo itu, sementara Vano membantu isterinya berpindah ke kursi mobil... karena itu hari minggu jadi suasana Rs terbilang sepi...
Keenan sudah duduk di seat belakang dengan senangnya karena mereka akan pulang bersama...
Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju kediaman merekaa...
"mass.. "
"hemm, ada apa ?" kata Vano sambil menangku bayinya
"Mas sepertinya kamu memang harus kasih Sandi cuti deh. kasian dia terlihat lebih sibuk dari kamu loh" kata Salsa dengan seriusnya
"iyaa minggu depan aku kasih dia cuti seminggu, aku juga udah pikirin buat kasih dia asisten pribadi...tenang aja sayang, aku ga sekejam itu sama sandi, kadang dia yang gak mau kalo disuruh cuti" kata Vano yang juga tak kalah seriusnya
"hemm baiklah, cari asistennya yang cowok masss.... aku gamau kalo cewek" kata salsa
"lah kan asistennya sandi sayang bukan asisten aku..." kata Vano memicingkan matanya...
"iya tauu, tapi sometime aku takut jadi ladang cemburu isterinya... kalo perlu kamu juga ganti sekertaris jadi cewek" kata salsa dengan sedikif bercanda
"okee siap!!!" kata Vano yang menanggapi serius ucapan Salsa
"heee aku bercanda loh sayang..." kata salsa menatap suaminya tajam
"oh kalo aku serius sayang, itu sekertarisku mau menikah, dia mau di ajak suaminya ke bandung, karena suaminya dinas disana... jadi aku putusin dia akan kerja di Resort kita, dan aku cari sekertaris baru..." kata Vano menjelaskan
"oh yaaa? kenapa kamu baru bilang?"
kata salsa
"aku mau bilang tapi lupa terus, maaf aku gabsa memecat sekertarisku karen dia kinerjanya bagus dan jujur" kata Vano
"hih!!! siapa yang minta dia di pecat??! suka mengada ngada kamu ini" kata salsa kesal
"hehe iya iyaaa... yaudah jangan cemberut ah.. udah mau sampe ni" kata Vano nencolek dagu salsa..
sementara Keenan sudah terlelap sejak tadi...
Tak lama mereka sudah sampai di kediamannya...
terlihat bu Diana sudah menunggu, lalu mengambil alih bayi yang Vano pangku selama perjalaann...
lalu Vano bergegas membantu Salsa turun di bantu Bu widya...
__ADS_1
"aku sama mam aja mas.. kamu gendong keenan" kata salsa kala itu ..
"oke sayang, cupss!" kata Vano lalu menciun pipi isterinya
"masssss!!" kata salsa
"genit dasar!!" kata Bu Widya..
Vano hanya terkekeh kala itu..
Vano merebahkan tubuh anaknya di kamarnya... sementara Salsa duduk di sofa ruang keluarga.. bayi mereka sedang di gilir dari tangan satu ke tangan lainnya..
"ayo kita makan dulu..." ajak Bu diana
"saa biar Kinan di pegang bibi" kata Bu Diana
salsapun mengangguk, Bi inah pun menggendong baby Kinan...
selepas makan mereka kembali kee ruang keluarga, ada yang sholat, mengebrol, bermain ponsel.. Kalo Vano lagi jadi Hot Daddy, dia sedang Asyik menyuapi Keenan yang baru saja bangun tidur...
sementara Salsa berada di kamarnya bersama Kinan dan di temani oleh Thania...
Para orang tua sedang asyik bercerita, bersindagurau bersama.. tiba tiba Ibu Diana yang baru saja kembali selepas menerima panggilan telfon di ponselnya... ia mendapat kabar duka, kabar meninggalnya ibunda dari Ibu diana... suasana riang seketika berubah menjadi suasana yang haru..
Segera ibu Widya menenangkan besannya itu.. mendengar suara isak tangis Vano menengok ke ruang kekuarga...
"ada apaaa? moms kenapa menangis mah?" tanya Vano penuh kebingungan
"eyang di semarang meninggal hiks" kata pak Latif sambil menyeka air matanya cepat
"innalillahiwainnailahirojiun..." kata Vano ya g kemudian ikut merasa kesedihan itu.
"ibu akan dimakamkan di jogja di samping makam bapak pih" lanjut bu Diana
"aku kasih tau Salsa dulu" kata Vano bergegas ke kamarnya...
sampainya di kamarnya.....
Vano masih dengan nafasnya yang ter engah engah...
"kenapa mas?" kata salsa heran
"abis di kejar setan van? " ledek Thania
"ini bukan waktunya bercandaa kak" kata Vano
"yaa terus kenapa? lo aja cuma ngos ngosan doang, nggak ngomong.. mana kita tau lo mau serius" kata Thania
Vano pun menghampiri isterinya...
"sayang...mmmmmmm"
"gajelas deh! bikin penasaran! "
"mmmmm.. Eyang meninggal di semarang"
__ADS_1
DENG!!!!!!!!!!!!!
"INNALILLAHIWAINNAILAIHIROJIUN"
kata Salsa dan Thania bersamaan...
"hiks hiks hikssssss" salsa menngis tersedu sedu...
Vano pun memeluk isterinya, salsa menangis dalam pelukan suaminya...
"mas aku ga mungkin kesana, kamu bisa gantiin aku kesana?" kata Salsa dalam isak tangisnya
"enggak lah sayang, aku juga gak bisa ninggalin kamu disini mana baru lahiran" kata Vano yang menolak untuk meninggalkan isterinya
"aku gapap mas, kan ada bibi, atau Khania kalo mau bisa kan dia nginep disini" kata Salsa sesegukan
"Van biar mama yang jaga Salsa, kamu dan papa bisa berangkat bersama mertua mu" kata Ibu Widya yang tiba tiba saja masuk ke dalam kamar mereka...
"iya nanti kaka juga bisa main kesini ajak putri..." kata Thania...
"iya mas, pergilah, wakilkan aku... setelah pemakaman kamu bisa kembali, ga harus bareng momy sama papi" kata Salsa meyakinkan suaminya....
"yaudah kita kesana , aku belum pesen tiket maa, apa naik pesawat pribadi kita?" kata Vano ke ibu widya
"gak perlu, Khania udah pesen tiket online kebeneran ada pemberangkatan jam 4.30, jadi cukup untuk kalian bersiap dan bernagkat ke bandara... bersiaplah mama tunggu di bawah"
"kakak juga kebawah dulu yaa" kata Thania yang mengikuti Ibu Widya...
"mas biar aku bantu packing" kata salsa berusaha bangkit dari kasurnya
"gak perlu sayang, kamu istirahat aja, jangan nangis gitu ah... nanti malah Kinan rewel.." kata Vano yang melihat isterinya masih terus menangis...
Vano memeluk erat tubuh Isterinya... mencoba menenagkan isterinya yang pasti merasa kehilangan...
tak lama ibu Diana datang, ia juga ikut memeluk anaknya erat, kesedihan itu melanda dua wanita di depan Vano...
"momy tinggal sebentar ya nak, baik baik disini" kata Ibu Diana
"iya mah.. maaf aku gak bisa ikut kesana, aku pasti akan merindukan Eyang, bahkan terakhir bertemu saat lebaran tahun lalu, hiks hikssss" kata salsa yang kembali tersedu...
"sudah sudah.. tenang yaa, eyang pasti sudah tenang disana kalo kita semua ikhlas" kata ibu Diana yang berusaha tenang di hadapan anak dan menantunya...
"iya mommy juga baik baik yaaa , jangan terlalu stres, aku gamau mommy sakit!" kata Salsa yang kemudian di sambut anggukan dan kecupan di kening anaknya
"Van sudah siap ya? tunggu pak Amar yaa, dia lagi kesini antar pakaian mom dan papi..."
"iyaaa mom, Tenang aja..."
Setelah semua siap, Mereka akhirnya pergi menuju bandara...
sungguh Berat ketika Vano harus meninggalkan isterinya yang baru saja melahirkan itu...
kenapa perasaan aku jadi ga enak yaa.. Batin salsa merepas keergian suaminya, mertua lelakinya dan kedua orang tuanya...
*
__ADS_1
*
*