
Salma pov
"Baiklah berkumpul, dokter fahri bisa tidak kau menjaga stand ini karna aku dan yang lainnya akan pergi membagikan air ini untuk beberapa orang nanti kau suruh salah satu perawat untuk menemanimu "ucapku
"oh iya dok, saya akan berjaga di sini "ucapnya sopan karma dia dari tim yang membantu kita.
"oke kalau begitu, saya sama putra kalian tinggal pilih saja siapa pasangan kalian tapi hanya 2 orang. kalian harus berpencar karna bagian depan agak berbahaya jadi saya saja sama putra yang ke depan oke kalian yang lainnya berpencar "ucapku panjang lebar.
"dan jangan lupa kalian bawa pasta gigi ini untuk berjaga jaga jika ada gas air mata. dan juga setiap 2 orang tadi akan satu tim hingga selesai demo ini kalian harus ingat itu. baiklah kalian bisa ambil aqua yang ada di pojok sana. mari kita mulai, semangat" ucapku dan di jawab mereka " semangat " sambil berteriak dan orang orang melihat pada kami.
"santai aja kali liatnya tau saja kalau orang cantik yang berteriak "ucap putri pese.
"hoo hoo hoo" di teriak oleh yang mendengar.
kami pun bekerja aku kemudian berjalan menuju ke depan lewat samping samping trotoar jalan, orang orang yang melihatku memanggilku cantik tapi aku tak menguraikannya. sampai di depan aku berdiri tepat di antara polisi dan pendemo.
" siapa yang haus ?" tawar ku pada mereka kemudian mereka hendak berdiri dan mau mengambil air dari kami tapi aku bilang kembali " tidak boleh ada yang berdiri, saya tak akan bagikan jika kalian berdiri oke? " tanyaku dan mereka menurut ku bagikan satu persatu kepada mereka yang mengangkat tangan, yang aku bawa ini bukan air mineral gelas tapi yang botol tengah. aku baru tersadar ternyata sedari tadi ada yang memperhatikanku.
Karna merasa aku di perhatikan ku balikan pandanganku kepada orang yang memandangi ku sedari tadi. kucari cari dan cari dan ketemu aku melihat seorang tentara menggunakan masker berwarna hitam sedang memperhatikanku, karma di memperhatikanku aku pun tersenyum padanya dengan senyum paling menawan yang kupunya tapi malah tentara itu langsung mengalihkan pandangannya.
"aneh banget orang di senyumin malah nggak balas dasar, atau mungkin dia haus kali makanya perhatikan gue yang dari tadi bagiin minuman " tabakku .karna minuman botol yang tadi kami bawa sudah habis jadi aku berpikir untuk membagi sebagian untuk para aparat karma sejak tadi juga mereka berpanas panahan. aku meminta putra untuk mengambil sedos lagi air. lalu aku bertanya kepada polisi yang berjaga di depan pagar bukan di dalam pagar.
__ADS_1
"apa kalian haus juga? ,bila iya aku akan membawakan beberapa botol air untuk kalian minum bagaimana? "ucapku menawari sambil tersenyum.
"apakah masih ada yang tersisa untuk kami? "
tanya salah seorang polisi itu.
"tentu saja ada yang tersisa, kami membaginya dengan rata aparat dan pendemo agar imbang iya kan? saya tau kalian di sini hanya menjalankan tugas yang di berikan oleh negara, paman saya juga begitu. kalian tidak mungkin menolak perintah dari atasan kalian begitu juga dengan pera pedemo ini, mereka hanya ingin hak mereka suara mereka sebagai rakyat di hargai di dengar karna mereka juga bagian dari negara ini mereka berhak atas negara ini "ucapku panjang lebar pada mereka. mereka memandangku kagum dan entahlah tatapan mereka itu tdk bisa di artikan. "dan juga perkenalkan nama saya salma saya bekerja sebagai dokter ahli bedah di RS *******" ucapku memperkenalkan diri.
"wah dokter salma bijak sekali, bisa mengerti apa yang kita sebagai aparat rasakan. terima kasih "ucap polisi tersebut
"sama sama " ucapku sambil tersenyum
"putra lo bagi bagi ke aparat yang sedos ini nanti gue mau nyamperin orang dulu" ucapku
aku berjalan mendekati tentara yang melihat ku tadi dan ku sapa.
"permisi pak perkenalkan nama saya salma saya dokter yang di kirim dari rumah sakit ******* di sini pak" ucapku sopan
"oh, iya saya adnan "ucapnya dingin.
"pak tentara, saya lihat bapak dari tadi merhatiin saya. ada apa ya pak? "tanyaku
__ADS_1
"oh, tidak apa apa tadi saya hanya melihat lihat saja bu dokter"ucapnya "
"oh iya ini pak minumnya "ucapku sambil memberikan sebotol air minum padanya .
"oh iya makasih " ucapnya sambil membuka masker dan meminum minuman yang ku berikan.
"ganteng banget " tanpa ku sadari kata kata itu keluar dari mulutku.
"uuuhuk uuhuk kamu bilang apa?" tanyanya padaku
"nggak bilang apa apa kok, kalau begitu saya permisi dulu soalnya masih banyak yang harus saya kerjakan" ucapku pergi berlari meninggalkannya. tanpa ku sadari dia tersenyum di belakangku
Aku kembali ke stand dan tiba saat siang saat kami sementara makan siang (makan siang kami lakukan saat jam menunjukakna pukul 13.00 ),a aku tidak sengaja melihat orang yang mencurigakan dan aku baru sadar ternyata ada senjata tajam yang dia menbunyikan di balik hoodie milikny. aku berhenti makan dan mengambil air untuk ku minum sambil terus memerhatikan orang tersebut yang berjalan ke arah aparat tersebut. ku perhatihan karna dia berbeda dari warga pendemo laiinya hanya di yang menggunakan helem dan hampir semua yang ada di sini itu merupakan mahasiswa dan mengenakan jas kuliah mereka dan dari berbagai kampus. kupanggil putra yang baru selesai makan.
"putra ko cepetan ambil uang ini terus beli air mineral sama pasta gigi lo harus habisi ini uang yang untuk kedua barang itu oke, dan lo rehan lo bantuin putra cepetan " ucapku, padahal aku baru akan menyuapi yang kedua kedalam mulutku. aku langsung berlari kepinggir menuju ke depan barisan, untung gue sempat ketemu sana adnan.
"pak adnan tolong, tolong pak perhatikan warga itu kayanya dia membawa senjata tajam " ucapku kepada tentara tersebut. kemudian adnan kembali memperhatikan orang tersebut dan ternyata orang tersebut telah sampai ke depan barisan dan membuat kegaduhan memancing para mahasiswa untuk menyerang dan terjadilah kegaduhan yang mengharuskan para aparat kepolisian melemparkan gas air mata ke arah asuhan tersebut dan menyiram dengan air mahasiswi yang berusaha maju ke depan. dan orang pada berlarian menyelamatkan diri dari gas air mata ku lihat ada salah seorang laki laki menggunakan kaca mata telah terbaringa lemas dan berdarah mungkin ulah dari orang tadi. tidak ada yang mau membantunya,ku lirik sebelahku ternyata sudah tidak ada adnan, tapi dia pergi membantu siswa tersebut lalu ku menyusul sambil berlari aku membuka pemutup pasta gigi dan mengoleskannya ke bawah mataku agar tdk terlalu merasakan gas air mata pas sampai ke sana ku lihat siswa tersebut tidak mengunakan odol di bawah matanya dan juga masker ku ambil masker yang ku simpan untuk jaga jaga di kantong jas dokterku lalu memasangkannya kepada mahasiswa tersebut dan memberikan odol ke bawah matanya. ku lihat ternyata adnan pun tidak menggunakan odol di bawah matanya dengan cepat aku mendekatkan wajahnya ke wajahku dan mengoleskannya odol tersebut ke bawah matanya lalu kami langsung memapah mahasiswa tersebut untuk di bawa ke stand tim ku.
sampai di sini dulu episode kali ini yang sampai jumpa lagi di episode selanjutnya oke?
assalamualaikum wr. wb
__ADS_1