Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 63


__ADS_3

Salsa telah di pindahkan ke ruang rawat, tak ada luka serius selain memar pada dahi dan bibirnya yang luka karena benturan..


hasil rontegen pun tak emnujukan adanya patah tulanggg


bi inah selalu menemani salsa...


Thania telah menghubungi kedua orang tuanya dan meminta untuk tidak memberi tau Vano... setelah salsa pindah ke kamar rawat, orang tua Vano datang..


"thania kenapa bgini???"


salsa yang masih tertidur itu begitu pucat, beberapa bagian wajahnya mulai terlihat membiru...


"kata dokter gapapa, dia dehidrasi dsn kurang nutrisi, serta anemia mam, lagi PMS dia"


kata thania


"lalu Vano? apa karena ulah Vabo??" tanya pak Banu


Thania dan bi inah mengehela nafas, menceritakan semuanya kepada mereka, jadi mereka sepakat untuk tak memberi tahu vano dulu..


sifat asli vano memang tak bisa mengkontrol emosi sehingga hal biasa bisa jadi luar biasa...


sudah pukul 5 sore..


Thania telah kembali kerumahnya, karena sekarang ia tak berada diRs terlalu lama mengingat ia memiliki baby sekarang...


terlihat kedua mertuanya sedang duduk di sofa ruang rawat super VVIP sementara bi Inah pergi membeli makanan karena bi inah belum makan siang...


Salsa membuka matanya terasa sanggat berat, dan sedikit sakit karena pelipisnya memar...


*yah kan opname


ucap Salsa dalam hati melihat infus di tangannya...


"awwwww" Salsa meringis kesakitan..


sontak membuat kaget bu Widya dan Pak Banu, mereka langsung berdiri mengahampiri salsa hingga berdiri tepat di hadapan salsa...


"sayang udah bangun??" tanya bu Widya


salsa mengangguk..


"maaa ko sakit yaa mata kiri aku, kakiku juga sakit lututnya" rengek salsa


"iya sayang, pelipismu memar ada sedikit luka tapi sudah di obati.. kalo lutut, coba ya mama lihat" ucap bu widya membuka selimut salsa...


"astagfirullahh... " ucap bu diana kaget melihat memar besar di area paha sampai ke lutut.. Pak banu juga terkejut dan kesal saat melihat luka itu pikirannya langsung ke Vano..


"mam, pap kenapaa????? kenapa kaki aku??"


tanya salsa panik


"memar sayang, lumayan lebar memarnya, ini efek kamu terguking di tangga"


"iya maah aku inget sebelum aku terguling, badan aku sempoyongan, sepertinya aku jatuh melewati beberapa anak tangga" ucap salsa


Bu widya menangis.. melihat menantunya babak belur...


"mah, pah, jangan kasih tau orang tuaku, aku takut malah ganggu pengobatan papi" ucap salsa memohon,


mereka hanya mengangguk..


pak Banu keluar ruangan itu tak tega melihat menantunya meringis kesakitan saat menggerakan badannya...

__ADS_1


"sayang, apa yang terjadi, kalo kamu mau kamu bisa ceritain ke mama nak" ucap bu widya


salsa akhirnya menceritakan semuanya daei awal mereka bertengkar... sampai akhirnya vano mebgeluarkan kata-kata kasar itu ke salsa, dan salsa memilih tidur di kamar sebelah... salsa menceritakan itu sambil menangis... bu widya juga ikut menangis dan menelan kekecewaan atas sikap anaknya...


"mama minta maaf ya sayang, maafkan vano"


"iya mah, mama jangan nangis.. aku gapapa kok mah"


"sudah lebam seluruh tubuh kamu, masih bilang gapapa sayang?" bu widya memeluk menantunya...


"mah mata aku makin berat mah" rengek salsa


"iya sayang makin bengkak, mama panggil dokter yaa? sbentar..."


bu diana keluar ruangan, ada bi inah di situ..


"bi masuk temani salsa. saya mau bicara dengan bapak, dan dokter akan segera saya panggil" ucap bu widya


bi inah hanya mengangguk dan masuk ruangan salsa...


"pahhhh, vano benar-benar keterlaluan" ucap bu widya


"apa yang dia lakukan ke istrinya mah?"


ucap pakk Banu


bu widya menjelaskan semuanya ke suaminya, dengan tangan emngepal rasa amarah itu memuncak ketika mendengar kata ja**ng..


"kurang ajar anak itu!!! akan ku hajar dia" ucap Banu..


"sabar pah, jangan memperkeruh suasana, kasian salsa mana orang tuanya gak ada kan"


bu widya segera menghubungi Thania, menceritakan semuanya dan meminta thania mengirimkan dokter mata untuk Salsa, karena bu Widya Khawatir ada efek ke penglihatan salsa...


pukul 6 sore Vano tiba di rumah...


rumah sangat sepi sekali... bi inah pun tak nampak hanya beberapa sayur mayur tergeletak di meja dapur...


Vano menuju kamar tamu telah kosong tapi seperti belum di rapihkan bekas orang tidur...


vano ke kamarnya, tak mendapati salsa...


vano mencari ke seluruh sisi rumah juga tak ada.. kedua satpam sednag beribadah solat, hanya sanusi yang duduk di post saat itu.. sanusi seharian dineprusahaan gak mungkin tau..


vano kembali ke kamarnya, ponsel salsa masih berada di atas nakas dan masih terhubung dengan kabel pengisi daya seperti posisi semalam...


vano membukanya banayk pesan dan misscall yang banyak...


vano terbesit untuk bertanya pada dimas, vano langsung menghubungi Dimas...


📞📞📞📞📞


Dimas


"assalammualikum iya non.."


Vano


"waalikumsalam,ini saya Vano"


Dimas


"eh iya den vano ada apa?"

__ADS_1


Vano


"lagi sama salsa?"


Dimas


"loh, hari ini bu salsa izin, sudah bilang saya dari kemaren katanya mau bantu den Vano hari ini di perusahaan den Vano makanya semalam non kerja lembur..."


Vano


"oh oke"


*kenapa dia ga bilang lembur sampe larut cuma untuk lembur, dan kenapa gue juga memaki dia!!! ahhhh salsa kemana kamuuuu saaaa.... ucap Vano dalam hati


Vano bergegas untuk sholat magrib, Vano tak mandi hanya mengganti pakaiannya jadi lebih santai...


selesai sholat Vano bertanya kepada dua satpamnya itu, namun mereka bilang hanya mengetahui Salsa pergi naik taxi...


Vano pergi ke rumah Vanya menanyakan keberadaanya namun Vanya malah bingung karena ia tak tahu juga keberadaan Salsa...


Vano makin kebingungan, ia menuju rumah salsa.. namun nihil...!! kepanikan Vano kini bertambah...dari situ vano ke rumah orang tuanya, denganrasa dekdekan semakin kencang...kalo saja salsa kesana pasti orang tuanya tau soal amarah Vano..


"maaahh ,,, pahhhh" teriak vano sambil masuk ke dalam rumah itu, nafasnya juga sedikit ter engah engh


"gak ada bang, abang ngapain kesini" tanya khania dari meja makan yang sedang makan sendirian...


"salsa kesini gak? mama papa mana?"


"gatau bang, aku baru pulang jam 5 abis les, sampe rumah sepi, mama pergi katanya ada urusan, papa mungkin belum balik kantor"


Vano hanya terdiam...


"bang makan bang, enak nii" ucap Khania..


Vano malah emninggalkan Khania tanpa basa basi...


*dasar punya abang kaku kaya kanebo kering, tapi nagapain dia nanyain kak Salsa, dia kan suaminya.. aneh...


Khania memang tidak tau masalah ini, jadi Khania memang jujur berkata pada saat itu...


khania tadi hanya di hubungi mamanya untuk makan malam duluan, karena mama nya masih ada urusan...


Vano menghubungi Thania kakaknya, namun yang menerima telfonya adalah kakak iparnya dan ia mengatakan tak ada Salsa di kediamannya, Thania sengaja menyuruh suaminya menerima telfon Vano, karena emosinya ga bisa di tutupi kalo Thania yang menjawab telfon tersebut...


Vano melajukan mobilnya tanpa arah tujuan. dia tak tau lagi harus kemana mencari isterinya.. Sandi pun sulit di hubungi....


ternyata sudah pukul 10 malam Salsa belum di temukan.. Vano makin gelisah dan tak tau harus bagaimana...


Vano teringat dengan CCTV di rumahnya, vano langsung menepikan mobil yang ia kendarai dan segera mengakases rekaman itu melalui ponselnya...


mata Vano terbelatak saat melihat istrinya keluar kamar dan terjatuh berguling..


Vano merasa lemas tak berdaya..


tubuhnya gemetar... keringat dingin bercucuran...


Vano masih melihat menit menit berikutnya saat salsa di gantikan baju oleh bi inah..


Vano sungguh tak menyangka salsa tidur hanya menggunakan jubah mandi, meski telah memakai pakaian dalam...


Vano menitihkan air matanya mengingat rekaman cctv itu, hatinya sangat sakit melihat istrinya terjatuh ke tengah tangga lalu terguling....


Vano melajukan mobilnya ke rumah sakit, Vano sudah yakin salsa pasti di bawa kesana...

__ADS_1


sudah pukul 10.40 jalan sudah lumayan lengang, Vano menancapkan gas nya full, bagai orang kesetanan...


__ADS_2