Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 158


__ADS_3

"sayang bangun, ada aku disini" kata Raffi


mendengar itu Khania membuka matanya perlahan...


ketika seluruh matanya terbuka, ia mendapati Raffi yang tengah berdiri menghadapnya...


betapa kagetnya Khania


"Raffi.... " kata Khnia sambil bangkir dari tidurnya


"kamu ngapain disini" kata Khania smabil mebgikat rambutnya asal


"ngeliatin kamu tidur" kata Raffi terkekeh


"ih seriusssss!!" kata khania


Raffi pun meceritakan kepada Khania...


"nah.. tadi juga ada yang ngikutin aku" kata Khania berbicara jujur dan serius


"hah? ceritakan kejadinya" kata Raffi


"aku si ngerasanya dia ngikutin aku dari pertigaan, pas aku masuk sini dia diem aja ga masuk ke cluster... mobilnya putih plat nya aku gatau deh" kaata Khania menceritakan dengan serius


"kalo tafi kak Salsa mobilnya hitam.." kata Raffi sambil sedikit berfikir


"kamu mau kopi atau teh raff" tanya Khania yang sadar Raffi belum disedikan minuman


"cuma dua ya pilihannya?" kata Raffi


"yaa ada beberapa lago si, kamu mau nya apa.. aku sesuaikan" kata Khania


"aku maunya kamu" kata Raffi


blusssss


pipi khania memerah, semnyumnya merah merekah...


"apaan si Raff, jangan gombal gitu ah" kata Khania kesal


"hehehe kamu lucu sayang kalo lagi malu begitu, pipi kamu merah meronah" kata Raffi terkekeh..


"tuh kan malah ngeledekin, hemm" kata Khania cemberut


"udah ah jangan cemberut gitu, tadi gimana bimbingannya, lancar?" tanya Raffi memilih membuka topik baru


"lancar, paling banyak tiga kali bimbingan lagi, doain yaa" kata Khania manja


"ya di doain lah sayang, masa calon istri aku lagi berjuang menuju impiannya aku ga doain" kata Raffi dengan seriusnya


apaan dia bilang??? sayang?? Calon isteri??


ahhh ini benran bikin jantung makin ga karuan rasanya.mm


kata Khania dalam hatinya


"makasih.... jadinya mau minum apa?" tanya Khania sambil berdiri


"teh aja sayang, gak usah manis manis, soalnya kamu udah manis" kata Raffi meledek khania sambil terkekehh..


Khania hanya tersenyum dengan pipi merah merona nya sambil berjalan ke arah dapur...


Tak lama datang Vano yang sudah berganti pakaian, sementara Salsa juga turun bersama Kinan dalam gendongannya..

__ADS_1


"Ayo raff kita ke kantor polisi" kat Vano kepada Raffi.


"ayo pak!" sahut Raffi


"ehh mau kemana kalian" kata Khania yang datang dari dapur membawa satu cangkir teh


"ada urusan!" kata Vano


"ehh ini aku baru buatin Raffi teh" kata Khania


"mas biar Raffi minum dulu" kata Salsa


"iya.. apa kamu mau mandi dulu? biar kinan aku yang pegang" kata Vano


"gak usah mas, aku mandi setelah mbak fatmah selesai mandi...." kata Salsa yang masih...


"cepat habiskan!" kata Vano melihat Raffi sedang memengang cangir teh dari Khania


"panas pak" kata Rafi sambil meniup pelan tehnha


"oh kepanasan ya, maaf raf" kat Khania


"gapapa, ini teh nya enak banget" kata Raffi


Sontak membuat Vano dan Salsa sedikit terheran debgan ucapan Raffi.


sementara Khania hanya mesem mesem tak jelas


"nanti kamu cari merk teh yang sama dengan yang isteri saya beli, biar bisa puas nikmati dirumah kamu sendiri" kata Vano ketus


"ehh iya pak" kata Raffi yang mulai menyadari perkataannya barusan


"kan beda yaa Raff Rasa teh buat sendiri sama teh di buatin orang ... " kata Salsa penuh arti


"khania kamu pulang jam berapa tadi?" tanya Vano pada Khania


"jam 4 udah di rumah kak, tadi aku selesai bimbingan jam 3 jadi gak balik ke hotel deh" kata Khania


"selama perjalann pulang apa ada yang aneh?" tanya Vano lagi


"ada kak, ada mobil putih ngikuti. aku dari simpang tiga sampai ke depan cluster..." kata Khania...


Vano hanya mengangguk..


"udah? ayo berangkat" kata Vano yang meilhat Raffi meletakkan cangkirnya di atas meja...


"sudah pak" kata Raffi


"sayang, mas berangkat, inget jangan keluar rumah dulu, jaga anak-anak... aku janji ga akan lama... "kata Vano ada Salsa


muach


muach


Vano mengecup Kening Salsa dan Kinan...


"iya mas, hati-hati.. kalo ada apa-apa kabari aku" Kata Salsa


"iya,, Assalammualikum" kata Vano melangkahkan kakinya


"aku pergi dulu ya, teh nya enak! makasih sayang" kata Raffi berbicara pelan ke Khania


"sama-sama... kamu hatihati dan jaga hati" kata Khania

__ADS_1


"siap permata hati!" kata Raffiii


permata Hati??? aaaa makin kelepek-kelepek aja ini mah..


Kata Khania dalam hati...


Tinggalah Khania dan Salsa..


"bahagia banget tuh anty nya, senyum terus tiap jam, menit, detik" kata Salsa meledek Khania


" kak jangan gitu, aku malu..." kata Khania


"hahaha masa malu, aku juga dulu gitu kok" kata Salsa


"eh iya kak, apa aku harus nunggu Raffi sukses baru bisa menikah ya kak?" kata Khania


"tergantung kamu, kamu mau nikah muda? apa nikah kaya kaka di usia yang agak mateng cenderung telat" kata Salsa terkekeh


"mau yang terbaik aja si kak" kata Khania yang sejujurnya masih bingung


" yaudah berdoa ajalah... semoga kamu di kasih jalan yang terbaik"kata Salsa ada Khania


Merekapun berbicang lalu memilih untuk mandi dan melakukan Ibadah...


****


Di kantor Polisi


"apa motif anda? apa anda mengenal keluarga saya?" kata Vano


"saya kakak dari orang yang telah kamu hancurkan hidupnya" kata seorang Pria


"maksud anda? tolong perjelas! kata Vano kesal


"Prilly... dia adik saya, kenapa kamu memenjarakan suaminya lalu kamu juga memenjarakan adik saya?!" kata Pria itu kesal...


"Apa anda tau kesalahan mereka? apa anda hanya mendengarkan satu pihak dimana pihak itu adalah keluarga anda... kita ini berada di posisi yang sama. sama-sama ingin melindungi orang yang kita Sayang!" Kata Vano dengan perkataan Tegas nya


Pria itu hanya tertunduk...


"silakan anda lihat bukti-bukti kesalahan k adik anda dan suaminya.. jika memang merasa tak masuk akal, atau anda kurang puas, silakan berikan bukti dari pihak anda..."


Sambung Vano


"maaf pak Vano, semua bukti sudah saya berikan sejak tadi.. beliaupun sudah membacanya" kata pengacara Vano


"Saya ga bisa lama disini.. silakan anda berurusan dengan pengacara saya." kata Vano


"tunggu" Kata Pria itu


"saya yang salah, saya minta maaf.." kata Pria itu


"sudah saya maafkan" kata Vano ketus


"jangan penjarakan saya, saya akui saya salah karen memihak yang salah.. " Kata Pria itu


"baik... satu yang harus kamu tau, jika secuil pun dari kalian mengusik keluarga saya, siapapun itu.. kalian gak akan lepas dari gengaman saya, Untuk adikmu, saya akan meringankan beban nya selama di Bui, sesuai dengan permintaan Isteri saya, tolong sampaikan itu..." kata Vano sambil berdiri


"maakasih atas kebaikanmu..."


"saya permisi" Kata Vano pergi di ikuti oleh sandi dan Raffi...


Merekapun akhirnya kembali, Vano dan Sandi pulang bersama.. sementara Raffi pulang membawa mobil Vano menuju Rumah kontrakannya...

__ADS_1


******


__ADS_2