
Dikamar Pengantin Baru
Raffi baru saja menyelesaikan Mandi nya setelah seharian berdiri menyalami para tamu undangan..
Raffi segera merebahkan tubuhnya di atas kasur yang masih di penuhi kelopak mawar itu... Khania juga berada di atas ranjang itu sambil memainkan ponselnya...
"sayang, jangan marah ya?"
"Aku ga Marah sama kamu Raff, aku marah sama kedua abangku yang gatau diri itu" kata Khania lantas meletakan ponselnya ke bawah bantalnya
"yaudah biarin aja, buktinya aku menang lawan mereka berdua" kata Raffi Bangga
"memang The Best!" sahut Khania sambil mencubit pipi suaminya..
lalu mengalungkan tangannya ke tubuh Raffi
"aku ga nyangka kita bisa satu kamar sekarang, dulu satu kampus aja cuek-cuekan" kata Khania sambil memejamlan matanya
Raffi tersenyum sambil menciumi pucuk kepala Isterinya
"kamu yang cuek, aku sih udah memperhatikan kamu terus, kamu aja gak peka" kata Raffi santai
"yaa merhatiinya jarak jauh mana engeh lah.... tapi aku beruntung punya kamu yang bisa nerima aku tanpa embel-embel anak Wijaya"
"aku juga beruntung punya kamu yang mau terima aku, bahkan aku ga level sama keluarga kamu"
Mendengar itu Khania langsung mendongakan kepalanya agar menatap wajah suaminya
"sudah ku katakan aku dan kel---------"
"emmm"
belum selesai Khania berbicara Raffi lebih dulu menyambar Bibir merah Khnania, di cium nya dengan palan dan lembut..
ciuman Lembut itu kini nenambah sensasi panas pada tubuh Raffi, sebagai lelaki normal tentu Raffi menuntut hal lebih dari sekediar ciuman bibir...
Raffi melepas ciumannya... dan kini posisinya Raffi sudah berada di atas tubuh khania yang masih berbalut selimut...
"apa boleh sekarang?" tanya Raffi sambil menatap wajah Khania
"boleh tapiiiiiii...."kata khnania sambil sedikit berfikir
"Sakit itu pasti, Nikmat itu juga pasti sayang" kata Raffi tersenyum...
kemudian Khania juga memberikan senyum menggidanya... dengan cepat Raffi kembali mencium bibir Khania yang terus menurun ke bagian tubuh khania sambil di bukanya satu persatu kancing pyama Khania...
hingga pada intinya...
"awwwwwwwwww"
sekali hentakan Raffi mampu merobek sel*put Da*a Khania...
darah segar itu mengalir , Air Mata Khania mentes...
"maaf" kata Raffi masih menahan posisi nya sekarang...
Khania hanya mengangguk, dengan perlahan Raffi melanjutkan aktivitasnya sampai mereka sama-sama menemukan titik klimaks itu...
Pagi Hari
Semua Keluarga pergi sarapan bersama di restoran Hotel.. Tak hanya keluarga Wijaya, keluarga inti Raffi pun masih berada di Jakarta.. Tak nampak Vano dan Byan, para isteri mereka sengaja tidak membangunkan suaminya itu, bahkan jika sarapan Isai mereka berniat meninggalkan suaminya itu jika belum terbangun...
__ADS_1
"Pah, nanti Ibu dan Ayah akan kembali ke cirebon setelah sarapan" kata Raffi membuka pembicaran
"loh kenapa terburu-buru" kata Pak Banu
"disana juga butuh saya mandorin, besan" kata Pak Ahmad menanggapi
"hem baiklah, lalu kapan kalian menyusul" kata Pak Banu kepada Khania dan Raffi
"mungkin Jum'at sore pah" kata Raffi
"kita mau rapih-rapih rumah dulu" kata Raffi menambahkan pembicaraanya
"tinggalah dulu bersama Kami raff, jangan terburu-buru Pindah" kata Pak Banu
"iya pah, kan cuma merapihkan" kata Raffi tersenyum
"tapi kayaknya kalian gak bisa langsung merapihkan rumah deh" celetuk Salsa
"kenapa kak??" tanya Khania penasaran
"ini" Salsa memberikan satu amplop putih kepada Khania
"itu kado pernikahan dari abang kamu, kamu bisa berangkat besok siang" kata Salsa menjelaskan
Khania membuka amplop tersebut..
"yaa ampun beneran ni kaa?"
kata Khania kepada Salsa
"iyalah beneran, berkas kalian juga sudah siap, nanti aku suruh supir hantarkan ke rumah papa" kata Salsa
"makasih kak, duh ga nyangka bang Vano ngasih ini" kata Raffi polos
"wawww kak seriuslh? kata Thania membuka amplop itu
"khania mengangguk"
"apa itu?" tanya Raffi penasaran
"vocer belanja sayang, gak kira-kira nominalnya sampe 200juta" kata Khania tak percaya membacanya
"manfaatkan dengan baik" kata Thania
Khania dan Byan hanya mengangguk kegirangan...
Tak lama saat semua hampir selesai sarapan, Tiba-tiba Vano datang, ia menghampiri Salsa yang sedang makan sambil menyuapi Keenan
"mau dong di suapin" kata Vano membuat beberapa orang menoleh ke arahnya, termaksud Raffi dan Thania
"No daddy ini breakfast keen" kata Keenan dengan lucu nya
"ehemmmm" dehen Khania menatap Tajam Vano
"eee adik maniss, penganti baru, ade ape nii" kata Vano pake logat malaysia seolah Vanontak memiliki kesalahan berarti pada adiknya
"Sok Polos"kata Khania kesal, Raffi hanya terdiam membisu saja kala itu
"tenang dek, dia bakal menjadi seseorang yang polos selama sebulan, tanpa kaka sentuh" celetuk Salsa pelan hingga tak terdengar sampai ke ujung meja tempat berkumpul orang tua..
"sayang ih apa-apaan si" kata Vano Lirih
__ADS_1
"minta maaf pada adikmu, kalo dia sudah minta maaf, tak perlu jadi peran utama, aku yang jadi peran utama nanti malam" kata Salsa menantang suami nya
"oke!"
"dek maafin abang yaaa" kata Vano dengan senyum Khaasnya
Tak lama Byan juga datang bergabung, menghampiri isterinya yang telah selesai makan itu...
"beb laper" kata Byan
"tuhbpiring banyak, makan aja" kata Thania memperlihatkan piring kosong
"kuda lumping kali ah" kata Byan masih dengan wajah merayu
"mending kamu ikutin Vano tuh, minta maaf sama Khania, kalo engga dapet maafnya nanti siap-siap tidur di sofa lagi" kata Thania mengundang gelak Tawa Salsa,Vano, Khania dan Raffi
"diem kamu, kamu juga semalam tidur di sofa kan" kata Byan kepada Vano dan membuat Vano langsung terdiam dari gelak Tawanya
"Khania maafkan abang mu yang manis ini yaa, nanti aku bawakan daging onta mau ga?" kata Byan dengan sangat manis pada adik ipar nya itu..
"ogah banget, ga doyan" kata Khania dengan ketus
"dek maafin abang yaa, nanti abang kasih uang saku buat honeymoon deh" kata Vano dengan sangat manis
"cih aku sudah mendapatkannya dari kak Thania
"kalo begitu kamu maafkan kami ya" Kata Byan kepada khania
"Tidak semudah itu fergushoooooo"
kata Khania mengundang gelak tawa
"lalu gimana?" tanya Vano setengah frustasi
"hemm apa yaa, apa ya kak?" tanya Khania pada kedua kakaknya
"sudah sayang jangan begitu, maafkan saja" kata Raffi seolah malaikat bagi Vano dsn Byan
"uch uchh adik ipar baik hati" kata Byan dengan gaya gemash
"menjijikan!" celetuk Khania
"baiklah bang, kalian harus anter aku ke bandara besok karena aku mau honeymoon, terus kalian juga harus bebersih rumah baruku" kata Khania terkekeh
Bagaimana?" sambung Khania
"baiklah, aku akan mengantarmu, kaloa utuk bebersih tentu bang Byan jagonya" kata Vano dengan pede nya
"enak aja, gak gak!!! kita bebersih berdualah" kata Byan tidak terima
"bang Ayolah pekerjaan aku lagi banyak belum lagi sekertarisku sibuk honeymoon" kata Vano dengan Lirih
"ku tak perduli!" kata Byan
"harus berdua bang biar adil" kata Khania
"baiklah, tapi kamu harus memaafkan kita dari sekarang, gak mungkin beberapa hari kedepan aku tidur di sofa" kata Vano dengan penuh harap
"baiklah, aku emmafkan kalian berdua" kata Khania dengan penuh senyuman manisnya
"memang terbaik adik aku" kata Vano
__ADS_1
"terbaik, makasih adik iparku" kata Byan
"sok manis, menjijikan" kata Thania yang geli sendiri melihat tingkah suaminya...