
Dua Minggu menjelang Pernikahan Khania..
Kabarny pernikahan Khania tidak mengelontorkan banyak dana, masih kalah dengan Vano dan Salasa...
Yaa pantas saja, Salsa dan Vano memang memiliki kedua orang tua sebagai pengusaha ternama sehingga akan banyak pula kolega yang di undang....
Khania tidak pernah memusingkan soal kabar yang di beritakan oleh media bisnis...
Baginya itu hanya hiburan semata...
Sejauh persiapan pernikahan kali ini, tentuny Raffi telah menggelontorkan uang hampir Tiga Ratus juta yang di peruntukan untuk banyak persiapan juga Pakaian pengantin...
Jangan Tanya dari mana uang tersebut, tentunya dari usahanya di bidan WO juga hasil kerjanya bersama Vano yang ia akui mendapatkan Gaji dari Vano cukup besar, bahkan cukup membeli motor besar setiap bulannya... Tentu itu setimpal dengan loyalitasnya yang akhir-akhir ini lebih mirip asisten dibandingkan sekertaris.... Namun Raffi selalu lapang dada dalam menjalani pekerjaanya sehingga semua tak menjadi beban dalam hidupnya...
Hotel Wijaya Utama
"Dew, kalo Raffi datang suruh masuk yaa.." kata Khania usai meeting bersama Dewi sekertarisnya sekaligus sahabatnya
"Baik buu" kata Dewi yang bisa menemptkan posisinya saat berada di kantor juga berada di luar kantor...
Tak lama kemudian benar saja, Rafii datang dengan kemeja biru muda lengan panjang yang lengannya sudah tergulung rapih sampai ke siku...
"Hai wiii, Kani ada?" Kata Raffi memanggil Khania dengan Kani, yaa seperti pnggilan kesayangannya saat ini ke Khania
"Ada Pak, silakan masuk" kata Dewi mengayunkan tangganya ke arah ruangan Khania
"Oh oke, Makasih yaa" kata Raffi sambil melangkahkan Kakinya masuk kedalam Ruangan Khania...
"Lelah ya?" Tegur Raffi dari balik pintu yang hanya menampakan kepalanya saja
Khania yang sedang menyenderkan kepalanya ke bangku kejayaan nya sambil memejamkan matanya itu cukup terkejut mendengar suara juga kepala Raffi yang hanya nampak dari balik pintu
Khania mengelus dadanya berkali-kali
"Jahatnyaaaa, kalo aku jantungan gimana?!" Kata Khania sedikit kesal
"Amit-amit jangan sampe dong sayang" kata Rafii melangkahkan kakinya masuk keruangan Khania...
"Lagian kamu bikin syok aja" kata Khania...
"hmm Mau berangkat sekarang?!" Tanya Khania pada Raffi...
Mereka akan mengambil pakaian pengantin sekaligus seragam keluarga mereka masing-masing... sebelumnya mereka memang sudah fiting terakhir...
"Terserah kamu, kamu kayaknya lelah banget ya?" Kata Raffi menatap Khania yang nampak lelah itu, bahkan ada kantung mata menghiasi area mata Khania yang tajam itu...
"Aku cuma kurang tidur kayaknya" Kata Khania jujur sambil memegang pelipisnya
"Tuhkan! Aku kan udah bilang serahkan saja sama pihak WO, mereka juga paham sama mau kita sayang.. pekerjaan kamu aja numpuk ini pake turun tangan segala, kalo sakit gimana? Tinggal dua minggu lagi loh!"
Kata Raffi berdecak kesal pasalnya Raffi sudah meminta Khania untuk tidak turun tangan langsung, namun Khania kekeh demi memuaskan hatinya...
"Iyaa iyaa... yaudah ayo berangkat.." kata Khania beranjak dari duduknya
Raffi pun ikut berdiri, khania meraih tasnya lalu berjalan beriringan kelur ruangan bersama....
__ADS_1
Selama perjalanan Khania terlelap dalam Tidurnya, melihat wajah lelah Khania Raffi dengan sengaja mengurangi kecepatannya agar Khania cukup dalam lelapnya tidur...
Kalo orang bergosip tentang kekayaan kelurgamu aku jatuh cinta, mereka salah!! Bahkan aku lebih dulu mengenal kekayaan akan pribadimu
Kata Raffi dalam hati sambil sekilas menatap wajah Khania
Setelah Satu Jam perjalanan, mereka tiba di depan Butik tempt mereka memesan banyak pakaian... Sebenarnya pihak butik akan mengntarkan pakaian tersebut, namun hari ini Raffi akan melakukan Fiting terakhir jika deal maka akan di bawa baju akad juga resepsi yang akan mereka kanakan...
Raffi masih diam dalam mobil sambil memainkan ponselnya... ia tidak akan membangunkan Khania, ia akan membiarkan Khania tertidur...
Namun Khania tak lama terbangun , dalam lelapnya tidur ia menyadari bahwa kini tubuhnya sudah tak bergoyng lagi selayaknya orang tertidur dalam mobil yang berjalan di jalan raya...
Khania menggeliat... Raffi menoleh ke arah Khania sambil terkekeh..
"Kenapa ketawa ihhh" kata Khani sambil mencubit lengan Raffi
"Awww" reaksi Raffi saat di cubit Khania
"Kamu lucu sayang saat bangun tidur, makanya aku ketawa, gemesin si kamu" kata Raffi tersenyum manis
"Udah berapa lama kita samapai? Kok ga bangunin aku?" Tanya Khania sambil melihat ke arah luar mobil melirik ke kanan dan kekiri
"Dua puluh menitan, mana sampai hati aku bangunin kamu yang benar- benar terleap dengan nyenyaknya" kata Raffi menatap Khania
"Yaudah ayo masuk" kata Khania sambil melepas seatbelt nya dan bersiap untuk keluar mobil Raffi.....
Merekapun keluar dan memasuki Butik yang banyak terpajang pakaian pengantin juga kebaya moderen yang nampak dari balik kaca transparan...
*****
Vano baru membersihkan diri usai kembali dari kantornya..Sementara di rajangnya terlihat Salsa, keenan juga Kiinan tengah bercanda ria bersama... Kiinan yang sedang berlajar berdiripun menjadi objek percandaan Salsa dan Keenan.. melihat keseruan itu Vano bergegas menuju ruang Gantinya, untuk memakai pakaian santainya... celana pendek dan kaos oblong hitam...
"Serunyaaa... Daddy ga di ajak nii" kata Vano sambil mengecup pucuk kepala Keenan
"Dadd lihat dadd.. Kiinan bisa berdiri lalu berjoget" kata Keenan dengan antusias
"Masa sii" kata Vano
"Iyaa,, nii daddy lihat yaaa"
"Dung tak dung tak dung dung tak" ucap Keenan seraya menirukan gaya pukulan gendang.... Kiinan merespon dengan cepat, ia berdiri lalu mengoyngkan tubuhnya sedikit kebawah dan keatas...
Salsa dan Vano tertawa, begitu juga Keenan...
"Kiinan joget nya kata mami tuh" kata Vano meledek isterinya
Salsa langsung memicingkan matanya namun bibirnya tersenyum sumringah
"Apa benar miii??" Kata Keenan penasaran
"Enggak lah, daddy bohong sayang... " Kata Salsa mengelak
Namun saat yang bersamaan juga Kiinan kembali berusha berdiri kemudian terjatuh lagi...
"Kalian sama daddy dulu ya mami siapin makan malam" kata Salsa pada ketiganya
__ADS_1
"Oke mih" kata Vano dan Keenan kompak, salsa pun senyum sumringah sambil meninggalkan ketiganya di kamar...
Setelah Salsa menyiapkan Makan malam keluarganya mereka bergegas untuk makan malm bersama.. Nampak jelas keharmonisan keluarga kecil mereka, usai makan malam Salsa meliht serta menyiapkan beberapa bahan masakan yang akan di masak besok pagi... sementara Vano membantu Keenan menyiapkan perlengkapan sekolahnya untuk esok Hari, sementara Kiinan sudah terlelap tidur sejak tadi...
Setelah menyiapkan seluruhnya, salsa beranjak ke kamarny.. membersihkan diri serta mengganti pakain tidurnya. Baru ia beranjak ke kamar Keenan, Namun ternyat Keenan lebih dulu terlelap di temani Vano...
"Sssttt dia sudah tidur" Kata Vano pelan pada salsa yang baru berada di ambang Pintu
Salsa kembali menutup pintu kamar itu lalu kembali ke kamarnya.. di ikuti Vano yang beranjak pelan dari kamar anak-anaknya...
Salsa telah menyiapkan pakaian tidur suaminya di atas ranjang, sementara Salssa sudah berada di atas ranjangnya, menyenderkan kepalanya di dipan kasur sambul bermain ponsel...
Vano bergegas ke kamar mandi membersihkan diri lalu ikut bergaubung bersama isterinya,, Vano membaringkan tubuhnya dibatas paha isterinya itu....
"Mass"
"Hemm"
"Kamu udah siapin kado pernikahan untuk Khania " tanya Salsa pada suaminya yang super sibuk itu
"Udah kok"
"Apa?" Tanya balik Salsa dengan penasaran
"Hemm paket bulan madu ke eropa" kata Vano denga Santainya
"Serius??? Uuuuhh abang yang baik" kata Salsa sambil mencubit gemas pipi suaminya
"Awww" Vano mengusap pipi mulus nya itu
"Sejak kapan aku ga baik sayang" tambah Vano
"Hemm entahlah, kamu kadang suka kejam sama Khania.." kata Salsa jujur
"Nanti setelah dia memiliki suami aku gak akan kejam lagi, aku kejam juga demi kebaikan loh" kata Vano sambil merubah posisinya menjadi duduk berdampingan dengan Salsa
"Hemm Baik lah aku percayakan semua pada suamiku" kata Salsa mencolek hidung suaminya lalu merebahkan tubuhnya
"Menggoda hemmm??" Kata Vano yang sudah menatap isterinya dari atas tubuh Salsa
"Tak perlu di goda sungguh aku menggoda bukan?" Kata Salsa nakal
"Sudah pintar yaa kamu sekarang" kata Vano
Cups!
Salsa menaikan kepalanya mengecup singkat bibir suaminya...
"Ayo tidur aku masih datang bulan" kata Salsa jujur apa adanya
"Heeuuhhh seminggu bagai setahun"gerutu Vano Sambil merubah posisinya menjadi terlentang Mendengar keluhan suaminya,, Salsa hanya terkekeh....
Merekapun akhirnya terlelap dalam posisi tidur saling memeluk satu sama lain...
*******
__ADS_1