Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 209


__ADS_3

Makan Malam Berdua


Vano mengajak isterinya meuju balkon kamar hotel itu, mapak cahaya lampu bertebaran menghiasi hamparan gedung kota Jakarta..


Terdapat meja bundar dengan hidangan makan malam, ada lilin yang menyalah menghiasi meja makan sederhana itu, tak lupa hiasan satu Vas bunga di tengah meja makan itu...


"mas... Romantisnya" kata Salsa menatap kejutan kecil itu


"just for you sayang, maaf makan malam kita jadi selarut ini" kata Vano sambil menarik kursi untuk Isterinya


"makasih mas" kata Salsa merasa tersanjung


"makanlah sayang..." kata Vano yang langsung di balas anggukan oleh Salsa


Mereka pun makan malam dalam tenang, sesekali mereka saling pandang membuat keduanya sedikit terkekeh... usai makan malam ala pengantin baru itu mereka dudu bersampingan menatap betapa tenangnya Ibu kota pada malam hari...


"mas aku kepikiran anak-anak, apa mereka bisa tidur tanpa kita mengiringi tidurnya?" kata Salsa yang sudah duduk bersampingan Dengan Vano, lalu merebahkan kepalanya di bahu suaminya


mendengar ke khawatiran isterinya vano mengambil ponselnya, membuka aplikasi Chatnya lalu membuka ruang Chatnya dengan nama "super mom" yang tak lain adalah Ibu Widya.. Vano memerlihatkan foto kedua anaknya yang sudah terlelap dalam tidurnya...


"mereka kamu titip ke mama?" tanya Salsa sambil melepas tubuhnya dari suaminya


"iyaa, mama kangen cucunya sayang, gapapa dong sekalian, lagian bi Inah dan fatmah juga ikut kerumah mama" kata Vano sambil membelai rambut isterinya...


Salsa pun tersenyum lega mendengar hal itu..


Vano kembali memberikan ponselnya dan memperlihatkan sebuah artikel dari situs terpercaya...


Mata Salsa terbelatak membaca judul artikel itu,, namun ia terus membacanya sampai artikel itu habis... Salsa menatap senang dan bangga pada suaminya..


TOP 5 BISNIS MAN TERKAYA SE INDONESIA


(hanya imajinasi semata)


Wijaya's Grup, dalam kalangan Bisnis mungkin mendengar nama Wijaya's Grup tentu membuat para pembisnis merasa keki, pasalnya Perusahaan dalam kepemimpinan Banu Utama Wijaya yang Kini beralih ke tangan Dingin Putera semata wayangnya Devano Wijaya mampu menduduki posisi ke 3 se Indonesia, dan masuk kedalam Top 10 pengusaha Terkaya se Asia... Perusahaan ini kini hampir menggarap semua bisnis di Indonesia bahkan Asia... kabar terbaru dari Wijaya's Grup adalah kerjasamanya dengan salah satu Instasi Perguruan tinggi swasta, yang dimana akan melahirkan generasi unggul untuk bekerjasama dengan Wijaya's Grup di kemudian...

__ADS_1


"sayang apa ini sesuai dengan kenyataan?" kata Salsa yang tak nampak percaya akan pencapaian suaminya..


"iya sayang, itu pencapaian Wijaya Grup Tahun ini, Maaf aku terlalu sibuk sayang" kata Vano yang sudah memeluk isterinya yabg merebahkan kepalanya di dada bidan Vano


"aku mengerti, hmm apa benar berita ini? perguruan tinggi mana?" kata Salsa menperlihatkan kalimat terakhir pada artikel tersebut..


"Nusantara University sayang, pemilik Universitas itu adalah Teman aku dan Sandi saat kita kuliah dulu, aku menjalin kerjasama ini karena aku yakin Universitas unggul itu akan menghasilkan mahasiswa unggul pula yang tentunya akan bekerja di perusahaan kita nantinya" kata Vano dengan Rencananya yang sudah sangat matang itu..


"kenapa ide kamu sampai sejauh itu mas?" kata Salsa heran


"entahlah, dia muncul sendiri" kata Vano terkekeh salsa juga terkekeh mendengar jawaban suaminya itu


"sayang, aku akan menaikan Jabatan Sandi jadi wakil aku, bagaimana menurut mu?" tanya Vano pada Salsa


"sama saja mas, dia sebagai Wakil kamu atau sebagi Aspri kamu, cuma namanya aja yang beda" kata Salsa terkekeh


"Iya sih, aku memang sangat beruntung Sandi bisa deket sama aku yang seperti ini... Aku sudah merubah struktural perusahaan sayang" kata Vano menjelaskan pada isterinya


"oh ya? apa saja?" kata Salsa yang sebenarnya selalu percaya dengan langkah yang di kerjakan suaminya itu..


"hemm.. Sandi menjadi Wakil perusahaan, Raffi akan aku pindahkan ke kantor cabang sebagai wakil 2 ku di cabang, dan sekertaris baruku itu Fadil..."


"seyakin itu?" kata Salsa meremehkan suaminya


"tentu, bahkan akubtau siapa isterinya, anaknya, bahkan asal usulnya" kata Vani menjabarkan


"ter the best suami aku, ngalahin dektektif" kata Salsa terkekeh


"makanya jangan macam-macam denganku hemm" kata Vano mencolek hidung mancung Salsa


"genitnya..." katabSalsa mengeratkan pelukannya


"oh iya sayang, aku juga merubah jam kerjaku"


kata Vano menjelaskan lalu ucapanya tertahan sambil ia menarik nafasnya

__ADS_1


"aku hanya bekerja senin sampai kamis, Sandi akan bekerja selasa sampai jumat... apapun alasannya aku tak akan datang di hari liburku kecuali sesuatu yang tak bisa di hindari atau mendesak, begitu juga Sandi... dan aku menambah jatah cuti karyawan menjadi 20 selama satu tahun, dengan catatan tidak bisa di ambil sekaligus... bahkan akan ada loyalti bagi mereka yang tak mengambil cutinya selama satu tahun... aku juga menaikan 2


3-10 Persen gaji karyawan setiap tahun, menaikan polish asuransi kesehatan, memberikan liburan cuma-cuma bagi karyawan berprestasi, intinya aku akan meberi mereka kenyamanan bekerja sayang" kata Vano dengan menjelaskan hal-hal yang sudah ia sepakati dengan dewan komisaris perusahaan termaksud pak Banu


"aku bangga sama kamu mas, kamu yang kaku, dingin, arogan, bisa se luwes ini? aku ga nyangka mas" kata Salsa yang sudah menitihkan air mata haru nya


"Aku begini karena kamu sayang, kamu telah merubah duniaku, kamu merubah diri ini menjadi lebih baik, bahkan kamu juga yang menyadarkan aku akan kedekatan diri ini kepada Tuhan.. aku malu, aku bukan apa-apa tanpa sosok dirimu sayang" kata Vano yang sudah menahan air matanya agar tak jatuh itu


"Mas... jadilah pemimpin bagi keluarga kita yang Bijaksana, agar kelak anak-anak kita dapat mencontoh kamu mas, agar anak-anak segan dengan kita sebagai orang tua... Dan Jadilah pendamping aku sampai Waktu yang memisahkan alam kita" kata Salsa yang sudah tak mampu menahan isak tangisnya


"sayang jangan menangis hey,"kata Vano sambil merubah posisi isterinya menjadi saling bertatapan, dengan lembut Vano mengusap air mata yang membasahi pipi Salsa


"Aku bersumpah, sampai Maaut memisahkan kita, sampai raga ini berada di bumi, aku tidak akan meninggalkan kamu, mengecewakan kamu, mengkhianati kamu, tak hanya kamu tapi juga anak-anak kita... Aku juga akan terus dan terus berusaha menjadi pemimpin yang baik untuk kamu dan Anak-anak..." kata Vano dengan Tulus sambil kedua tangannya berada di pipi isterinya..


dengan Senyuman manis salsa dan sedikit anggukan menbuat Vano semakin merasa bahagian dan beruntung memiliki salsa, Vano pun menarik tubuh isterinya dalan pelukan erat...


"sayang..... aku jadi ingat, tujuh tahun lalu, saat pertama kali kita bertemu, sampai sekarang aku ga habis pikir kalo kamu anak seorang pengusaha sukses tapi sangat sederhana, pake menutupi identitasmu" kata Vano terkekeh sambil mengingat masa-masa itu, Salsa pun terkekeh mengingat kejadian Tujuh tahun lalu saat ia Baru pertama kali bertemu Vano


"Tujuh tahun ya mas? lama jug yaa, aku ga nyangka bisa jadi isteri kamu" kata Salsa tersenyum


"iyaa, satu tahun dari pertemuan pertama, kita bisa menikah, lima bulan kemudian kita dapat cobaan besar, kita harus kehilangan buah cinta kita, tapi Allah menggantikannya setahun kemudian kamu melahirkan Keenan yang saat ini sudah hampir Lima Tahun, tak terasa juga sekarang ada Kiinan dalam hidup kita... Aku bersyukur se iring berjalannya Waktu Allah terus menambah kebahagiaan meski akan ada cobaan mengiringi" kata Vano sambil mengusap lembut rambut isterinya


"Mas.. dari sekian banyak masalah hidup setiap pasangan dalam berumah tangga, tentu beragam,.. Materi, hadirnya orang ketiga, Keturunan, ketidak serasihan dengan meertua, perbedaan Visi dan Misi dalam menjalin rumah tangga.. tentu hanya itu bukan? namun setiap pasangan pasti akan berbeda porsi dan jenisnya bukan?!" kata salsa menatap suaminya laku di beri anggukan oleh Vano


"Mass... beberapa cobaan dalam rumah tangga itu telah kita lewati, tak mudah memang, ada hati yang tersakiti, ada air mata yang menetes, ada kekecewaan menyertai, tapi... Tapi kita bisa sampai di titik ini, kita masih bisa mempertahankan cinta kita meski Allah memberi cobaan kita... dan aku semakin yakin,, bahkan sangat yakin akan Janji Allah, yang akan memberi kita cobaan di luar batas kemampuan kita, dan aku percaya mas, cobaan dari nya yang akan menjadi benteng kokoh rumah tangga kita" Kata Salsa sambil mengengam tangan suaminya, dengan derai air mata haru, Vano ikut hanyut dalam ucapan Isterinya ikut menitihkan airmata Harunya, Pikirannya pun kembali ke masa dimana masalah dalam keluarganya muncul...


"aku tak mampu berkata apa-apa lagi sayang, aku bersyukur akan semua ini" kata Vano memeluk Salsa erat, salsa pun membalas pelukan itu dengan penuh kenyamanan...


Cukup lama mereka berpelukkan, hingga Vano mengingat hari sudah sangat larut, dan mereka berada di balkon kamar lantai 15. tentu hembusan angin malam tak baik untuk tubuh mereka...


"ayo masuk, kita tidur.. besok aku akan mebgajak mu ke suatu tempat" kata Vano sambil tersenyum


"kemana mas??"


"kamu akan tahu besok, sekarang tidurlah sayang... " kata Vano mengangkat tubuh isterinya ke atas ranjang...

__ADS_1


Merekapun tertidur dalam lelap, dengan Rasa hati tenang karena mereka dapat bercerita banyak hal malam ini...


**********


__ADS_2