Dokter Cantik

Dokter Cantik
eps 4


__ADS_3

adnan pov


Janungku berdetak sangat cepat saat salma berusaha mengoleskan pasta gigi di bawah mataku.


"cepat kita harus membawanya ke stand medis " ucap salma berusaha keras membantuku untuk memapah mahasiswa tersebut.


salma pov


saat telah sampai ke dalam stand adnan membaringkannya ke ranjang pasien yang ada di situ, kulihat banyak darah dan kuperiksa badan siswa tersebut ternyata terdapat luka tusukkan di perut bagian kiri.


"kemana semua tenaga medis, yang bertugas. " ucapku keheranan karma di sini tidak ada 1 pun tenaga medis yang berjaga, kemudian tanpa tunggu lama, karma jas dokterku sudah terlanjur terkena darah paduan akhirnya aku membuka jas tersebut dan berusaha menyumbat agar tidak tambah mengeluarkan banyak darah. adnan hanya melihatku yang sibuk menyumbat darah, akhirnya ku panggil timku dengan menggunakan alat yang ku berikan tadi.


"Tim medis, dokter dari mohon ke stand sebentar ada pasien dengan keadaan darurat" ucapku sambil ngos ngosan.


"jawab, iya dokter salma saya akan segera ke sana " jawabnya.


saat dokter dari tiba dia memeriksa pasien tersebut kemudian berkata


"dokter salma, sepertinya pasien ini harus di operasi "ucapnya padaku. aku pun berpikir keras, aku takut nyawa pasien ini tidak bisa terselamatkan tapi aku juga takut kalau aku harus meninggalkan lapangan dan timku. aku melirik ke arah pak adnan yang masih melihatku dengan terbengong karna aku masih berusaha menyumbat darah yang akan keluar.


"dokter dari bantu aku menyumbat ini"ucapku kemudian di ambil ahli oleh dokter fahri. aku mendekati adnan yang masih termenung.


"pak adnan, bisa bantu saya " ucpaku


"apa yang bisa saya bantu? "tanyanya


"bisakah bapak panggil beberapa polwan untuk membantu di sini karena saya mungkin akan pergi ke rumah sakit untuk melakukan operasi " ucapku


"baiklah saya akan memanggil beberapa rekan wanita ke sini " ucapnya sambil menghubungi rekan rekannya.


aku langsung mendorong kasur tersebut untuk di masukkan ke dalam mobil ambulans yang telah di sediakan, aku mendorong sambil menekan perut pasien tersebut sedangkan fahri mendorong dengan sekuat tenaganya. aku langsung naik ke dalam ambulans tersebut saat aku melihat dari akan ikut masuk aku langsung menghadangnya.


"kau tidak boleh ikut " ucapku

__ADS_1


"tapi bagaimana kau akan menanganinya sendiri" ucapnya.


"aku bisa, kau harus berjaga di sini, jika sesuatu yang buruk terjadi di sini kau bisa menolong "ucapku


"baiklah kalau begitu hati hati di jalan " ucapnya kemudian aku langsung jalan menuju ke rumah sakit dan melakukan operasi di sana.


saat sedang melakukan operasi salah satu perawat memberitahukan ada yang menelfon, lalu ku bilang " angkat saja " kemudian perawat itu mengangkat panggilan tersebut dan


"dokter salma, di sini ada pasien yang terkena gas air mata sangat banyak. apa yang harus kita lakukan " ucap putri


"bukankah di sana ada aparat wanita yang membantu ?"tanyaku


" ada tapi semuanya lagi sibuk dengan berbagai mahasiswa yang terluka " ucapnya lagi


"baiklah kau minta dokter fahri untuk mecari pak adnan dan minta pak adnan untuk membawa orang orang yang terkena gas air mata untuk di bawa ke sumur atau semacamnya dan berikan mereka pasta gigi tepat di bawah mata mereka. aku tutup dulu aku sedang menjalankan operasi di RS. " ucapku panjang lebar dan tanpa basa basi langsung menutup panggilan tersebut.


3 jam aku melakukan operasi itu aku melihat jam tanganku ternyata sudah pukul 4 sore aku bergegas mengganti pakaian operasi ke pakaian yang kurang sebelumnya dan juga tadi aku sudah minta tolong perawat untuk membersihkan jas dokterku dan kembali putih bersih.


aku melanjutkan perjalananku ke lapangan tempat orang melakukan demo tadi. saat sampai di sana aku masih melihat banyak sekali mahasiswa/i masih berkumpul. kulihat perawat yang ada di sana sedang mengisi perut yang sempat tertunda tadi. ku lihat mereka sangat melelahkan dan ku semangati mereka.


tanpa sadar kulihat pak adnan masuk ke stand dengan memegang pengekangan tanganya yang berdarah. akhirnya aku langsung mendekatinya dan bertanya.


"kok pak adnan terluka? "tanyaku khawatir


"ini tadi habis kejar orang yang paket baju hitam itu dan tidak sengaja mengenai pergelangan tanganku "ucapnya menjelaskan.


"cieee, cieeee. ada yang lagi jatuh cinta nih" ledek mereka


"jangan mengadi ngadi kalian yah" ucapku tersinggung tapi cuman bercanda. "nggak usah di dengar pak, sini aku obatin lukanya " sambungku. dan pak adnan hanya tersenyum saja.


dan aku pun mengobati luka pak adnan secara berhati hati lalu aku pergi mengganti pakaian ku, di toilet dekat sini. lalu aku keluar dari toilet tersebut dengan rapih karna sudah mengganti baju.


__ADS_1


pakaian yang di pakai salma saat ini.


mungki karna tidak makan dari dengan bener dari pagi tadi dan hanya tidur sekitar 4 jam saja dan aku punya riwayat penyakit maag aku mulai merasa mual di sebabkan tidak mengisi perutku dengan benar.


hueeekkk... huekkkk... huekk kumuntahkan semua isi perutku dan hanya kebanyakan air yang keluar, ku sandarkan kedua telapak tanganku ke tembok lorong dekat standku. aku bersembunyi dari timku karna takut mereka khawatir dan aku menyadari bukan hanya aku saja yang kelelahan mereka semua kelelahan sama sepertiku.


ku sadari ada yang memegang rambutku mungkin bermaksud mengikatnya, ku berbalik dan ku lihat siapa yang membantuku. ternyata adnan membantu aku memegang rambut agar tidak terkena muntahan.


"aku akan membantumu keluarkan saja "ucapnya .


"hmmm" jawabku karma masih ingin muntah lagi.


Adnan membantuku memijit tengkuk leherku, aku memuntahkan semua makanan yang ada di perutku saat adnan memijatnya dan aku merasa baikkan tapi masih ada rasa sakit pada lambung ku.


huhhh... huhhh nafasku tidak teratur karena rasa rasanya tidak ada tenaga lagi dalam diriku dan aku bersandar di tembok sebelahnya ku lihat adnan masih betah melihatku.


"aku sudah tidak apa apa" ucapku menatapnya tersenyum, aku ini bukan orang yang jutek saat bertemu orang baru aku selalu memikirkan hal baik saat bertemu orang yang tidak di kenal sekalipun.


"apanya yang tidak apa apa coba lihat kau ini sudah gemetar karna tidak ada apapun dalam perutmu itu " ucapnya khawatir. " ayo aku akan pergi membelikanmu makanan " sambungnya.


"tidak bisa tim ku di sini kesusahan dan aku pergi hanya untuk mengisi perutku aku akan memesan saja makananya. apa kau mau? " ucapku sambil membuka HP ku.


"terserah kau saja, aku ikut apa katamu saja " ucapnya


"baiklah ayo kita kembali ke standku kita akan makan di sana " ucapku sambil menarik tangannya walaupun aku sudah hampir tidak ada tenaga, sebenarnya saat ini aku sudah sangat menahan sakit di ulu hatiku.


sampai di stand aku memberi tahu mereka bahwa sebentar lagi akan ada makanan yang salma beli, sebenarnya uang yang salma hamburka hari ini adalah uang dari direktur rumah sakit katanya sebagai bonus karma mau turun ke lapangan demo, dan tentu saja untuk membeli beberapa makanan untuk di bagikan nanti.


" sebentar lagi kita akan makan karma saya tau kalian semua pasti kelelahan dan lapar oleh karena itu saya sudah memesankan beberapa dos nasi kotak untuk semua orang" ucapku tersenyum lebar menahan sakit.


"yes.... yes... yes, tau aja nih dokter salma kalau aku lagi lapar, memang dokter salma yang terbaik " ucap teman bersemangat kembali tadinya semua orangkelelahan tapi saat salma menyebutkan bahwa mereka akan mengisi perut mereka. semuanya menjadi gembira dan salma hanya bisa tersenyum menanggapi semua itu walaupun dia sebenarnya sangat menahan sakitnya.


sampai di sini dulu ya guys sampai berjumpa lagi di episode selanjutnya

__ADS_1


assalamualaikum wr. wb


__ADS_2