
Usai menyuapi dan memberikan obat pada khania, Salsa duduk di samoing suaminya, mereka bertiga menonton acara Tv bersama namun Khania tetap berada di atas temoat tidurnya...
toookk
tookkkkk
tokkkkkkkkkk
"yaaa masukk"
kata Vano sedikit berteriak.....
"siang pak" sapa laki laki itu
"siang, kemarilah...." kata Vano kemudian melepas rangkulan nya pada sang isteri...
RAFFIIIII......
kenapa dia dibawa kesini sama abang! bikin salting aja kan
kata batin Khania
"eh Raffi, apa kabar?" tanya Salsa sedikit penekanan...
"baik buu, ibu bagaimana?" kata Raffi ramah
"baik juga, silakan duduk" kata salsa sambil emnatap Raffi dan Khania bergantian...
Raffi pun mengangguk
"pak ini dokumen nya, ini makanannya.."
"oke, sisihkan dulu berkasnya, aku mau makan dulu..."
mendengar itu salsa langsung membawa makanan ke meja makan...
"Raffi kemari, kita makan bersama" kata Vano ,
ucapan Vano membuat Raffi yang sedang mencuri pandang ke arah Khania jadi tersentak kaget...
"bbb... baik pak" kata Raffi sambil berjalan sambil melempar senyum ke khania
Yaa Allah itu tadi gencatan senjata yaa? kok bikin ni hati dekdekan... duhh senyumanmu bikin hati adek meloroootttr babanggg...
Batin Khania, pipi khania pun ikut memerah kala itu...
"Dek mau makan lagi gaa" kata Salsa sedikit mengeraskan suaranya
"kenyang kakk" jawab Khania
"ini enak loh, ada bebek bakar, capcay, sama bakwan jagung"
"eh mau bebeknya aja deh kak" kata Khania
"gak pake di suapin" kata Vano dengan cepat nyeletuk
"iya tau, tapi tolong bawain sini aja, aku makan sambil nonton" kata khania
"baiklahh..." salsa pun mengambilkan apa yang khania mau...
"Raffi tolong kasih khania yaa, saya mau siapin untuk suami" kata Salsa menberi sepiring bebek bakar, Salsa menberi senyuman pada Raffi...
Vano hanya menatap Salsa heran...
"baik buu" kata Raffi kemudian melangkah ke arah Bed Vannya...
"dimakan yaa...." Kata Raffi dengan senyum sumringah...
melihat Raffi datang emmebawa satu piring isi bebek membuat Khania terkejut...
"Mkasih raf.... selamat makan" kata Khania
"iya selamat makan" kata Raffi kemudian kemabali ke meja makan ..
Usai Makan, Vano dan Raffi mengerjakan beberapa berkas di atas sofa di depan sisi kanan tempat tidur Khania... dengan puas khania bisa menatap ke Raffi seolah khania menatap Tv..
"mass aku kebawah ya, sudah jam 1.40.." kata Salsa kepada Vano
"oh iya sayang, aku antar yaa" kata Vano yang kemudian meletakan laptop yang sebelumnya ia pangku
__ADS_1
"gausah mas, kamu kaya aku mau kemana aja deh" kata Salsa
"pokoknya aku mau anter kamu" kata Vano kekeh
"dih maksa" celetuk Khania
"bodo, ikut campur aja" sahut Vano sinis
"eee bodo" sahut Khania yang tak mau kalah
"udah udahhh.. kakak praktek dulu yaa nanti kak Thania kesini abis dia selesai praktek... kalo ada apa apa kabarin kaka"
"tenang kak aku gak kenapa napa kalo dia ga jahat" kata khania menujuk Vano
"ehh sembarangan kalo ngomong aku jahat apa emangnya?" kata Vano kesal
"tuh ngomel gitu juga perbiatan jahat abang! kata Khania
"ini mama mana si kok belum datang ya?" Sambung Khania
"manja!" celetuk Vano
"sirik! "
"nggak lah" Sahut Vano
"eh bido amat!" kata Khania menaikan satu bibirnya
"aduh pusing dengerin kalian debat mulu... dek udah jangan di ladenin, mama kata bibi tadi ketiduran mungkin mama kecapean.. udah kamu baik baik yaa, kalo abang macem macem call kaka aja" kata Salsa mengusap lengan adiknya...
Khania memeberikan dua acungan jempol pada Salsa
"raffi saya anter isteri saya dulu, gak akan lama kok...kamu jagain ni kecebong, kalo nyusahin pencet bel aja, serahin ke suster" kata Vano samabil berjalan keluar mengekori salsa
"baik pak..." kata Raffi
Raffi pun langsung bangkit, menghampiri Khania dengan cepat
"kamu gapapa kan? udah baik baik aja?" kata Raffi dengan nada khawatir
Deg deg deg deg
huwaaa ini jantung gue kena serangan cinta jadi berdetak kenceng dan cepet gini... udah masuk Gigi L ni kayaknya... harus tetep tenang, jaga imageee kanii jaga image.......
"udah seharusnya aku begitu, melindungi kamu" kata Raffi
aihhhhhh Raffi udah jadi Bicin... gue gamau keliatan jadi Bucinnn jugaa, gengsiiihhh...
"makasih... aku ga nyangka kamu bisa kerja sama abang aku" kata Khania polos
"aku juga ga nyangka kamu adik bos aku" kata Raffi sedikit menaikan alisnya
"maaf..." kata Khania tertunduk
"gak masalah... aku yakin kamu punya alasan tersendiri buat nutupi. identitas kamu" kata Raffi dengan senyum
"mobilmu dari kemaren aku yang pake loh" sambung Raffi
"oh ya? malu deh kan berantakan banget" Khania sambil menyembunyikan mukanya dengan kedua telapak tangannya
"Aku udah rapihin kok" kata Raffi santai
"ah kan makin malu deh" kata khania
Raffi hanya terkekeh melihat ekspresi khania...
"gemesin" kata Raffi sambil kembali duduk ke sofanya
"siapa?" tanya Khania
"itu si Patric" kata Raffi menujuk ke TV yang sedang memutar serial kartun spongesbob...
"ohhh" kata khania singkat...
cih kirain gue yang gemesinnn... gak Abang gak Raffi kaku bangeet kaya ikan asin!
Merekapun mengobrol ala kadarnya karena Raffi sedikit memfokuskan pada pekerjaannya...
Hingga membuat Khania yang baru saja minum obat itu tertidur...
__ADS_1
****
Sementara Salsa yang Tahu apa yang akan terjadi di dalam duangan rawat mengajak suaminya untuk ke lobby untuk membeli kopi...
bukan karena ingin sekali ngopi tapi ingin Raffi dan Khania memiliki Waktu lebih banyak...
****
pukul 15.00
"pak saya naik taxi aja, ini kunci mobil adik bapak" kata Raffi
"oh masih di kamu yaa, saya sampe lupa" kata Vano menggaruk kepalanya..
"pakailah dulu, besok saya suruh supir saya ambil di kantor" kata Vano ke Raffi
"Baik pak... saya permisi" kata Rafi yang telah selesai nengerjakan pekerjaannya...
Sementara Rafi pergi Khania masih dalam ke adaan tertidur...
Sampai ia bingung saat Bangun tak nampak satu orang pun di ruangan itu...
"udah kaya kuburan nii ruangan, sepi banget"
kata Khania pelan...
"kamu penghuni kuburannya!!" celetuk Vano
"eh ada abang, dikira aku sendirian disini" kata Khani
"abang sholat disitu" kata Vano menujuk sisi ruang tamu
"bang, kHani mau pipis" kata khania
"terus?" kata Vano melirik adiknya
"ya bantuin, ini kakinya skit kemarin kena di tendang tau" kata Khania menunjuk kaki kirinya
Vano pun segera membantu adiknya turun sambil memegangi infus...
"makasih abang ganteng" kata khania di depan ambang pintu kamar mandi
"hemm, jangan lama lama" pekik Vano
"masuk juga belom bang" kata khania kesal...
Tak lama khania pun keluar , dan di barengi dengan kedatangan Thania...
"eh udah segeran ni kayaknya" celetuk Thania
"buah kali ah seger" celetuk Khaniaa
"bercanda aja! mama belum ksini ya?" tanya Thania
"belum, tadi kata nya mama ketiduran barusan nelfon Vano" kata Vano menjelaskan
"mama kecapean tuh, makanya kak aku pulang aja sekarang" pinta Khania pada Thania
"besok pagi yaa, masih ada satu obat buat nyerinya dan vitamin kaka kasih, itu kaya cairan ifus... biar besok lebih seger lagi" kata Thania
"baik bu dokter... kak makan pizza enak kali kak,, bosannnnn" Kata khania dengan gaya nyelenehny
"Van pesenin" kata Thania
"hemmm" Jawab Vano
********
*******
******
*****
***
**Makasih udah tetep setia nungguin up dari aku... jangan lupa baca Novel ke dua aku yaa
JANDA HANYALAH STATUSKU...
__ADS_1
Tetap dukung aku yaa, dengan like, komen dan Vote kalian.... aku padamuu readerss
😘😘😘😘😘😘😘**