
"ada kista di bibir rahim mama, setelah pemeriksaan dia menempel di usus sambungan mama, 25 tahun lalu sebelum hamil khania mama sempat operasi usus buntu dan di sambung ususnya karena terlalu besar yang harus di ambil..." kata Pak Banu
(pengalaman Author)
DENGG!!!!!! Semua mata terbelatak, ini bagai kabar buruk bagi kertiga anak dan dua menantu Wijaya....
"mamaaa kenapa mama gak periksa ke Salsa, apa mama gak percaya aku ma?" kata salsa dengan sedihnya
"bukan gitu sayang, mama gamau kalian pikiran, mama gamau ganggu kalian" kata ibu Widya
"tapi mahh hiks hikhikss" belum selesai berbicara salsa tak kuasa menahan tangisnya langsung di peluk oleh Vano yang dudduk di sebelahnya
"mahh sejak kapan mama sakit??" Tanya Thania yang juga sudah menitihkan air matanya...
"kita baru tahu dua minggu lalu, papa datangi dokter Hanum, dia sendiri menyerah... karena terlihat sangat lengket ke usus mama... mungkin dokter hanum gak mau ambil resiko karena mama kalian Nyonya besar Wijaya....minggu lalu papa mau bertolak ke singapur tapi kita dapat musibah lain yang menimpah Khania" kata Pak Banu...
"ini hasilnya... " sambung pak Banu memberikan beberapa bukti dari pihak medis berupa resume, lab dan hasil USG...
Salsa membuka dan membacanya, Thania pun duduk di samping salsa langsung ikut membacanya bersamaan...
Salsa menitihkan air matanya...
"pahh, bahkan ini juga sudah menempel di indung telur mama" kata salsa Lirih...
pak Banu hanya mengangguk...
"apa rencana papa untuk kessmbuhan mama? tanya Byan
"papa mau baw mama ke singapur, disana ada Prof. Zaen... papa dapat rekomen dari banyak rekan papa"
"Prof , Zaen?? dia dokter hebat pahh" kata Salsa
"kapan papa bawa mama kesana?" tanya Khania
"secepatnya, mungkin akhir pekan ini..." kata pak Banu
"kenapa ga besok, apa ga bahaya?" tanya Vano
"selagi mama ga kesakitan masih aman.. dan mama jangan kecapean....." kata Salsa..
"Mama ber syukur mama ga merasa sakit sampai sekarag.. tapi mama merasa nyeri kalo sesudah makan, dan setelah beraktivitas.. kadang perur mama juga sakit saat bab..." kata Ibu Widya...
"pah, mah, Thania juga akan ke singapur sebenarnya, perusahan mas Byan belum di tengok disana,, jadi Thania bisa sekalian dampingin mama disana" kata Thania...
"papa ga masalah jika kalian g keberatan"
"nggak sama sekali pah" kata Byan...
"apa itu berarti aku sendirian dirumah? boleh kah aku ikut?? tanya Khania
"nah hal ini juga yang akan papa bicarakan..."
"kamu stay disini...kamu akan bekerja di hotel pusat menggantikan papa disana, papa berharap kamu bisa pimpin hotel dengan baik..."
__ADS_1
kata Pak banu...
"dan salsa, kamu bisa sesekali cek pekerjan kaka mu Thania di Rs.. Thania akan bimbing kamu dari jauh..."
Sambung pak Banu
Mereka hanya memberi anggukan sesuai yabg pak Banu inginkan...
"pah khania ga mau dirumah sendirian, kani ikut mama aja yaa pahh" ucap Khania lirih
"kata siapa kamu sendirian,, tadi nya papa mau titipin kamu ke Thania, tapi karena dia mau ke singapur juga, jadi kamu sama abang kamu" kata Pak Banu kepada Khania
"Vano jaga adik kamu, papa percaya sama kamu.. jangan debat terus ya!" kata Pak Banu kepada Vano
"paaahhh, abang tuh jutek, sukanya ngomel terus" kata khania
"kan ad kakak, tenang aja dek, kakak ada di pihak kamu" kata Salsa sambil menaik turun kan alisnya...
"hemm awas aja ngadu domba abang!" kata Vano pada khania...
"ni berdua kaya tom n jerry aja... mah pah hmm aku mau mama medical chekup dulu di sini... supaya kita disana juga bawa hasil, yaa buat perbadingan disana juga mah, pah" kata Thania
"nanti aku juga buat resume seperti rujukan gitu" Sambung Khania
"iya papa setuju, mama gimana?" kata Pak Banu pada Ibu Widya
"mama ikut kemauan kalian" Kata Bu Widya sambil tersenyum...
"oke besok mama ke Rs jam 10 ya mah, aku akan hubungi dokter terbaik di Rs, Saa kamu bisa cek mama besok" kata Thania dengan sedikit tegas....
kesempatan Vano berbicara tentang rencana nya untuk salsa..
sementara Salsa sedang di Kamar menberi Asi pada Kinan....
"mama akan hadir, mama gapapa kok" kata Ibu Widya ketika mendengar rencana Vano dan Vano meminta Ibu Widya agar langsung ke Singapur...
"mah tapi mama sakit, aku gamau mama kecapean..." kata Vano lirih
"mama gak kecapean, mama bisa datang satu hari sebelum acara kan? mama gak akan capek, kecuali kamu nyuruh mama masak" ledek Ibu Widya kepada Vano hingga membuat ketiga anak dan suami nya tertawa
"kita lihat hasil pemeriksaan besok ya mah, kalo memungkinkan mama boleh ikut, kalo gak memungkinkan mama gak boleh ikut" kata Vano Tegas
"curang, mama kan mau liburan juga, mama terakhir kebali tiga tahun lalu loh, sedih dehh kalo smpe gak bisa gabung sama kalian" kata Ibu Widya lirih
"udah iya iya mama ikut, mama sama Thania terus nanti..." kata Thania menenngkan ibu Widya...
"yaudah kalo begitu... mah Vano mau pamit, besok pagi ada meeting proyek baru, Vano usahakan besok ke Rs nemenin mama... " kata Vano kepada Ibu Widya
"Thania juga pamit mah, pah, besok aku mau adain meeting kecil sama para dokter ahli buat periksa mama" Sambung Thania
"oke sayang, jaga kesehatan kalian, mama gamau kalian kelahan, apalagi mikirin mama, mama akan baik baik aja dalam lindungan doa kalian"
Ketiga anak itu pun merasa haru, memeluk ibu Widya secara bersamaan, Vano dengan posisi bersimpuh jongkok dengan kepala di tundukkan ke paha ibu Widya..
__ADS_1
"aku sayang mama" kata Khania
"i love you mom" kata Thania
"Vano mencintai mama"
Air mata merekapun pecah, Pak Banu dan Byan yang menyaksikan pun tak kuasa menahan Haru nya...
*********
Vano dan Salsa sudah kembali kerumahnya, Vano bergegas mandi sementara Salsa masih harus menemani Keenan sampai tertidur pulas, semenjak memiliki adik Keenan sedikit manja dan terkadang mengaku cemburu pada adiknya..... karena Kinan karena masih bayi dan belum banyak menegerti jadi Salsa memang sedikit lebih memperhatikan Keenan, menjaga perasaan Keenan.. Kinan terbiasa minum ASi lewat botol tidak terlalu sulit untuk pengasuhnya saat akan menidurkan Kinan...
"keenn sudah tidur sayang?"
kata Vano yang baru saja berganti pakaian sehabis mandi
"udah mass" kata salsa sambil memijat lehernya lalu duduk di sofa
"capek ya?" kata Vano menghampiri isterinya
Salsa mengangguk dan merebahkan kepalanya ke paha Vano..
Vano pun mengusap rambut isterinya...
"aku kepikiran mama mas, hati aku ga tenang... tapi aku yakin mama bsa sembuh"
kata salsa lirih
"jangan siksa diri kamu begitu, kalo kamu yakin kamu harus tenng" kata Vano
"iya mas, aku hanya khawatir sama mama" kata Salsa
"makasih sayang"
"makasih ubtuk apa mas? tanya Salsa
"makasih udah sayang banget sama mama aku, udah jadiin mama aku kaya mama kamu di hati kamu" kata Vano yang masih mengusap Rambut isterinya
"saat aku menerima kamu di hati aku, maka aku juga harus menerima keluarga kamu di hati aku mas" kata salsa
"Aku ga salah sayang memilih kamu jadi bagian dari hidup aku... aku beruntung"
kata Vano
Salsa pun bangun.. menatap suaminya...
"kita sama sama beruntung mas, kita banyak kekurangan, tapi kita bisa saling mengisi... mas tau? Aku juga beruntung punya kamu mas!"
Kata Salsa memeluk suaminya lalu di balas oleh Vano.... mereka saling berucao terimakasih sambil berpelukan erat...
Cupppppssss! Vano mencium kening isterinya...
"mandi lah, terus kita istirahat..." kata Vano kepada isterinya
__ADS_1
Salsa hanya mengangguk....