Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 115


__ADS_3

Dua hari telah di lalui Salsa tanpa hadirnya Vano di sisi Salsa, rasa rindu itu muncul setiap saat, belum lagi keenan yang selalu menanyakan Vano.. Keenan sampai berasumsi jika Vano lebih memntingkan oekerjaan dari pada bermain bersama Keenan... Betapa egois nya Salsa selalu mengatakan jika Vano sibuk..


Sudah dua hari juga keenan tidak masuk ke sekolah... Nadya sebagai sahabat juga Rey yang anaknya satu sekolah bahkan satu kelas selalu menanyakan kabar ke Salsa bahkan sempat bingung mengapa Ken tidak hadir ke sekolah selama dua hari...


Salsa selalu bilang karena Keen sedang tidak Moody untuk kesekolah... Nadya pun belum mengetahui kalo Kini Salsa berada di rumah pak Latif bukan dirumahnya sendiri...


Karena kesibukan Nadya membuat sketsa beberapa klien dan juga mengurus Rey jadi ada keterbatasan waktu untuk bertemu dengan Salsa meskipun mereka bertetangga...


begitu juga dengan Vannya, meski seolah tenbok belakang rumah mereka menempel, namun karena alasan kesibukan mereka selalu jarang bertemu....


Salsa juga tidak datang ke kantor ataupun Rs selama dua hari dari kejadian hari itu... Khania sempat menanyakan alasan Salsa tidak datang praktek, namun Salsa mengatakan bahwa iya kelelahan, darah rendahnya kumat.. dengan alasan itu tentu Thania tidak menaruh curiga apapun, terlebih pekerjaan sang ipar kini semakin sibuk...


*


*


*


Hari ini Salsa akan mulai datang ke perusahaan, karena keadaan hatinya sudah cukup tenang...


"uuwwwekkkkk, uwwweeekkkk, uweekkk"


Salsa merasa mual luar biasa setiap menyium aroma dapur, yang kemudian berujung muntah-muntah...


"Non apa baik baik saja?" kata Bi Inah


"iya gapap bii, cuma masuk angin aja kurang tidur" kata Salsa berbohong...


"mau di pijet non? Nanti bibi pangil tukang urut" kata Bi inah


"gak usah bii, saya harus ke kantor sekarang,,, saya titip keenan ya bii, kalo ada apa apa tolong hubungi saya..." kata salsa sambil bergegas menuju garasi mobil...


"baik non, hati hati" kata Bi inah...


Matahari bersinar sangat cerah pagi ini, Salsa berusaha sekali menyembunyikan masalah terberatnya kini, bahkan ia juga harus menyembunyikan kehamilan ke duanya ini...


"non mau saya antar" kata pak Amar


"gak usah pak saya nyetir sendiri, nanti takut dirumah butuh Pak Amar...bantu jaga keen yaa pak, kalo ada apa apa segera hubungi saya" kata Salsa segera masuk ke mobil sedan hitam mewah milik orang tuanya...


"baik non, hati - hati"


"iya makasih pak"


Salsa memundurkan mobilnya dengan perlahan dan arahan parkir dari pak amar...


Tanpa Salsa sadari Vano sedang menperhatikannya dari kejauhan...

__ADS_1


"aku merindukan kalian" kata Vano berbicara sendiri...


Vano memang belum sanggup menemui Salsa bahkan untuk bertemu dengan Keenan...


Vano masih harus menguatkan dirinya untuk bertemu keenan, mengingat keenan adalah anak yang begitu keritis terhadap sebuah situasi...


Salsa melajukan mobilnya ke Kantor, begitu juga Vano...


"pagi bu Salsa" sapa Susan


"pagi san, apa ada meeting hari ini?" tanya Salsa


"enggak ada buu, hanya banyak berkas yang belum terselesaikan di meja ibu" kata Susan sopan...


"baik akan aku periksa, aku gamau di ganggu ya san, kalo ada tamu bilang aja aku dinas luar" kata Salsa sambil melangkahkan kakinya ke ruangannya...


"uuuekkkk ueekkkkk ueeekk"


Salsa kembali merasa mual, bahkan berkali kali ia muntah muntah...


Salsa pun meminum obat mual juga Vitaminnya..


Sedikit Salsa juga mengganjal perutnya dengan biskuit karena tak ingin memakan makanan berat...


Pukul 11.20...


Took


Tookkk


"yaa masuk" kata salsa yang sudah tau itu pasti Dimas atau Susan


"maaf menganggu bu Salsa, ada hal sangat penting" kata Dimas sambil membawa sebuah Ipad di tangannya...


"ada apa pak dim, kenapa wajah anda begitu tegang" kata Salsa Heran...


"hemm ini buuu.. Hmmmm" kata Dimas yang bingung harus berkata to the poin atau basa basi, karena melihat Salsa begitu pucat pasih bahkan kantung matanya sangat nampak jelas....


"katakan saja pak dim, aku tak apa" kata Salsa yang sudah memiliki perasaan tak enak


"ini buu.. Pihak Mr. Leon dari Triple Le Grup memutus kontrak sepihak, menarik semua saham nya, harga saham kita sangat anjlok sekarang" Kata Dimas dengan rasa dekdekan luar biasa..Dimas juga memperlihatkan Grafik yang ada di Tabnya itu.... Dimas tau akan membuat Salsa syok, namun Salsa harus tau tentang ini...


"apaa?? Bagaimana bisa, apa kita bikin kesalahan?" kata Salsa penasaran


"tidak, bahkan kita juga sudah suplay pengadaan barang seminggu lalu, tak ada komplain.." kata Dimans


"pak dim aku ga faham hal ini, aku ga tau harus apa pak dimm, kita harus apaaa???"

__ADS_1


Kata Salsa frustasi, karena ini memang bukan bidangnya dan ini kali pertama dia mengalami hal ini selama menjabat di perusahaan...


"kita harus segera cari investor baru bu dan kita harus meyakinkan investor yang ada untuk tetap bertahan... Kita juga harua hub------"


"jagan hubungin papi, kamu atur dulu semampu mu pak dimas, aku sangat Pusing" Kata salsa menyela pembicaraan dimas, padahal dimas ingin mengatakan harus menghubungi Vano si master off bisnis yang tak lain adalah suami Salsa...


Salsa merasa sangat pusing, iya oun memijat dahinya dengan tangan lentiknya.. terasa tubuhnya kini sudah mulai mengeluarkan keringat dingin...


"baik bu, apa ibu baik baik saja?" kata Dimas yang melihat salsa begitu pucat


"aku sangat pusing pak, bisa panggil susan?" kata salsa dengan lirih menahan pusing di kepalanya


Dengan cepat Dimas memnggil susan..


Susan segera masuk...


"apa ibu mau saya bawa ke dokter?" kata dimas


"tidak,,"


Kata salsa singkat


"ada apa pak, buk" kata susan yang baru masuk ruangan itu, sedikit syok meilhat wajah Salsa begitu pias bagai tak ada darah mengalir ....


"san, bantu aku ke sofa.. Aku sangat pusing" kata Salsa dengan lirih dan mata yang ia pejamkan


"baik buu" Susan pun memapah Salsa, namun salsa semakin melemas sampai akhirnya pingsan...


"Astagaaaa... buuuuu" kata Susan mengagetkan Pak dimas


"pak bagaimana ini??" kata Susan panik


"yaa Tuhan.....ayo baringkan, saya akan telfon pak Vano"


Kata dimas yang langsung menghubungi Vano.. Namun tak ada jawaban dari Vano..


Dimas langsung menghubungi Sandi, dan menceritakan keadaan perusahaan juga keadaan Salsa..


Sandi memang belum mengecek stabilitas saham perusahan maupun anakan perusahaan hari ini,,, sementara Vano sedang rapat dan ponselnya berada di ruangan tersebut...


Pak Dimas memang tidak terlaku khawatir dengan masalah perusahaan kali ini, mengingat kini perusahaan pak Latif berada di Naungan salah satu perusahaan terbesar di Asia..


bahkan Bisnis Vano ini sudah merambah ke dalam sehala jenis Bisnis yang ada...


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2