
Perjalanan kembali ke kediaman masing-masing...
"mas ini orang mau bangun apa si? progres nya cepet loh" kata Salsa melihat sebuah bangunan yang sebelumnya adalah rukoruko dua lantai
"entahlah, yaa apapun kalo secara matang di persiapkan pasti berjalan mulus sayang" kata Vano dengan tenang
"iya juga sih" kata Salsa yang cukup puas dengan jawaban suaminya..
Tiba di Kediaman Vano...
Vano menggendong Keenan yang tengah tertidur, begitu juga Salsa yang tengah mengendong Kinan yang sudah terlelap itu...
Usai meletakan kedua anaknya di kamarnya Salsa menuju kamarnya yang sudah ada Vano sedang memandang layar Laptopnya..
"mau teh mas?" tanya Salsa
"engga sayang, aku cuma cek email aja" kata Vano tanpa menatap Isterinya
"mas besok aku ke rumah Mommy yaa, kemarin di acara Khania cuma ketemu sebentar, aku masih kangen" kata Salsa meminta izin suaminya
"oke, Tapi kayaknya besok aku pulang laarut, aku ada tamu dari Jerman" kata Vano dengan Jujur
"tak apa,,, tapi jangan capek-capek mas weeknd ini kita harus ke acara Khania di cirebon" kata Salsa dengan gaya celotehannya
"siap komandan"
"selesai"
kata Vano sambil menutup Laptopnya
Vano bergegas bergabung bersama isterinya di atas ranjang..
"sayang" panggil Vano sambil mengusap rambut lembut Salsa
"hemmm" kata Salsa dengan mata yang sudah terpejam namun belum terlelap tidur..
"apa kamu masih ingin menjadi Dokter?" pertanyaan vano bersahil membuat Slasa membuka matanya dan sedikit terkejut..
"bahkan aku sudah menjadi dokter sayang, tak perlu bertanya begitu" kata Salsa pada Vano
"Lalu kalo aku mengizinkan bagaimana?" kata Vano yang masih mengusap lembut rambut isterinya
"sudah sayang, aku tidak mau bahas hal itu... aku ngantuk sayang, tidur siang yu" kata Salsa berusaha menutupi rasa inginnya, namun ia tak ingin kecewa dengan harapan yang belum tentu nyata itu....
DUA HARI BERLALU..
PARIS...
"akhhhh, bahkan sekarang linu rasanya" keluah Khania yang sejak semalaman telah menjalani tugas nya sebagai isteri tanpa henti..
"morning sayang" sapa Raffi yang sudah membuka matanya
"morning... kamu mau sarapan apa sayang?" tanya Khania yang telah memiliki kewajiban pada Raffi
"apapun akan aku makan sayang" kata Raffi dengan santainya
khania pun berusaha beranjak dari kasur besarnya itu namun ia benar-benar merasa sakit dan linu di bagian pangkal paha nya..
"akhhhhhh"
"kenapa sayang?" Tanya Raffi yang langsung terbangun dari posisi tertidurnya
"Sakit, Linu banget" kata khania dengan Jujur dan Polos
__ADS_1
"maaf, aku terlalu bersemangat semalam" kata Raffi lalu segera menggendong Isterinya masuk kedalam kamar mandi...
Raffi meletakan Khania di atas Bathup sambil mengisi nya dengan air hangat, lalu Raffi keluar kamar mandi dan menyiapkan sarapan untuk mereka berdua..
berutung Vano memberikan mereka tinggal di semi Apartemen sehingga tersedia dapur mini yang cukup untuk mereka berdua jika hanya ssekedar untuk memasak pasta instan...
Jakarta Sore Hari...
Bi Inah tengah berlarian menuju kamar Salsa.. sementara kedua anaknya tengah tertidur juga di dalam kamar utama tersebut..
tok
took.
tookk
"nyonyaa... nyonyaaa"
dengan Rasa kaget Salsa terbangun dan bergegas menghampiri Bi Inah yang tengah panik itu...
"ada apa bii??" kata Salsa sambil mengikat Rambutnya
"itu nyah.. itu..." kata Bi Inah sulit mengucapkan kalimatnya
"bibi Bicara yang betul, aku jd takut aku jadi ikutan panic" kata Salsa dengan wajah cemas
"Itu tadi Ijah, ijah pembantunya Nyonya Nadya telfon... katanya Nyonya Nadya mules" kata Bi Inah dengan Susah payah menjelaskan
"Apah???" kata Salsa langsubg masuk ke kamarnya mengambil tas dan ponselnya..
Lalu berlari keluar
"Titip anak-anak.. aku akan suruh Rey kesini sama Ijah" kata Salsa berlari keluar..
Tak sampai 3 menit ia sampai di depan rumah Nadya, di lihatnya Nadya tengah merintih kesakitan..
"Astaga Nad, bertahan ayo kita ke Rs..." kAta Salsa berusaha memapah Nadya
"Sakit saaa, sakit sekali" Rengek Nadya
"kemana Sandi? apa sudah menghubunginya" Tanya Salsa penasaran
"Tuan sudah saya hubungi tadi Nyonya tapi gak di angkat-angkat" kata Bi Ijah
Salsa meraih ponselnya mencoba menghubungi suaminya namun tak mendapat jawaban juga.. tak sampaai disitu ia segera menelfon bagian Resepsionis Karena ia sadar Raffi tidak berada di kantor..
"Saya Salsa wijaya, sampaikan paka Vano Wijaya agar segera menghubungi saya" kata Salsa singkat jelas padat dan langsung memutus sambungan telfon nya..
"Saaa aku ga kuat saa" rengek Nadya
"astaga aku meleupakan mu" kata Salsa kemuadian berusaha memapah Nadya...
"bi bantu Saya, kenapa kamu berat sekali Nad" guman Salsa
"mamaa... mamaaa kenapa, mommy mama kenapa?" rengek Rey
"Rey, sekarang Rey berdoa yaa Mama mau melahirka deedek, Rey sama Bi Ijah ke rumah Keen yaa, mai disana" mendengar kata Keen tentu Rey sangat bersemangat..
"oke Rey mau" kata Rey
Bi Ijah dan Salsa memapah Nadya masuk ke mobil Salsa, Satpam yang melihat segera membukakan pintu gerbang, namun tak berani menyentuh majikan perempuannya karena tak di perintahkan...
"ini tas isi baju baby dan baju nyonya nadya" kata Bi Ijah menberikan sebuah tas cukup besar...
__ADS_1
"taro di belakang" perintah salsa
Salsa bergegas masuk ke dalam mobilnya, ia mengendarai mobil nya dengan kecepatan di atas Rata-rata
"bisa-bisanya mereka meeting sampai sore begini" kata Salsa menggerutu dengan dirinya sendiri, sementara Nadya sudah sangat kesakitan dan berkeringat sangat deras
"bertahan Nad kita hanpir Sampai" kata Salsa
Saptam melihat mobil keluarga petinggi rumah sakit ini pun segera menghubungi ugd agar bersiap..
dan benar saja, dua suster dan satu dokter bersiap di depan Pinfu Ugd...
"dokter salsa? ad apa dok" sapa dokter Wanita
"dokter nita? Dok bantu saya, ini sahabat saya mau melahirkan, isterinya Sandi" kata Salsa
tentu mereka semua Tau siap Sandi, bagaimana tidak Sandi selalu ada di ketek Vano setiap saat...
"baik"
dengan Sigap dua suster membantu mebgeluarkan Nadya dari dalan mobil...
Di ruang bersalin..
"Pembukaan 5 dok, tapi dokter Hanum baru aja memulai operasi Kista" kata Salah satu bidan penjaga
"panggil bidan Yessi aku akan dampingi" kata Salsa kepada salah satu perawat, yaa Salsa memang sangat Nyaman bekerja sama bersama bidan Yessy yang dulu selalu menjadi orang kepercayaanya...
Wijaya Grup...
Vano dan Sandi baru saja menyelesaikan meetingnya bersama klien penting, mereka memang sengaja mesenyapkan Nada ada Ponselnya... setelah tamu itu pergi dan Vano mengantarkannya sampai ke Loby tentu Resepsionis itu menyampaikan pesan Dari Istri CEO itu...
Vano dan Sandi saling tatap lalu mereka membuka ponselnya masing-masing..
tak ada pesan hanya banyak panggilan tak terjawab
"banyak oanggilan dari Nadya sama dari rumah gue Van" kata Sandi mulai gusar
"telfon balik, gue nelfon Salsa" kata Vano
Sandi tak mendapat Jawaban dari panggilannya, berbeda dengan Vano yang mendapat Jawaban dari Salsa
"segera ke Rs, Nadya mau melahirkan"
tut
tut
tut
"San, ayo ke Rs, bini lo mau melahirkan" kata Vano yang langsung menyadarkan Sandi dan ia segera berlari menuju parkiran mobil...
"shit"
"kunci mobil gue di atas" kata Sandi kesal
"ayo naik mobil gue" kata Vano bergegas menuju mobilnya yang sudah Ada supir standby
***
*****
********
__ADS_1