
Dinda sampai di rumdis bayu, disana tampak ramai dengan para sahabat bayu yang bercanda, dinda turun dari motor eki, eki membawakan paper bag dinda, dinda masuk le rumdis bayu
" Assalamualaikum, " dinda
"waalaikim salam" semua sahabat bayu termasuk bayu
"eh, adek ganggu abang yah,,," dinda
"Gak kok dek, abang seneng tau kamu main ke rumdis abang, apa itu yang dibawa sama eki dek" ucap bayu
"oh, lihat aja sendiri! " ucap dinda sambil mengambil paperbag dari eki dan menyerahkan pada bayu.
"sini duduk dek" ucap salah satu sahabat bayu alex
"ya bang makasih," ucap dinda sambil mendudukan diri disofa deket bayu
"ki, bikinin minum buat adek cantik" ucap alex pada ajudan bayu
"siap, ndan!" eki
"eh bang eki gak usah, aku gak mau minum!" ucap dinda
eki menghentikan langkahnya karena dinda tidak mau minum,
"bang, ntar masak apa buat makan malam,?" tanya dinda sama bayu
"gak usah masak dek beli aja, gak perlu repot" ucap bayu
"yeee, gak bagus bang kalau beli terus!" omel dinda pada bayu, ini yang selalu dirindukan bayu kalau bersama dinda, selalu mengomel masalah makanan
"ya bener tuh dek, omelin terus emang abangmu ini bandel" ucap adit
"diem loe kunyuk! jangan ngomporin, bisa panjang kalau adek gue yang ngomel!" ucap bayu
"apa bang! ooo jadi abang gak suka adek ngomel gitu!" dinda
"bukan gitu adeknya abang yang paling unyu seduniaa,, oke sekarang maunya adek gimana?" ucap bayu mengalah dari pada tambah runyam
Dinda membuat daftar belanjaan, dia mencatat semua keperluan yang dibutuhkan untuk masak nanti.
"Bang eki, beliin semua yang ada di daftar ini, dan ini uangnya, kalau sisa buat jajan bang eki" ucap dinda sambil menyerahkan daftar belanjaan beserta 10 lembar uang ratusan ribu kepada eki
"siap laksanakan!" ucap eki
__ADS_1
"Udah gak perlu formal bang! aku juga bukan tentara kayak abang2 ini." ucap dinda sambil menunjuk bayu dan sahabatnya
eki tersenyum mendengar ucapan dinda, dia pamit untuk membeli keperluan yang dibutuhkan adek dari komandanya.
"dek, tadi kayaknya kamu kesini diantar sama dion, kok tiba2 naik taxi" tanya bayu
"dah lah bang gak usah bahas dion, lagi gak pingin bahas dia!" ucap dinda
"lha kenapa dek, apa dia berbuat macem2 sama kamu" ucap alex
"gak bulan gitu bang alex, dah ah aku mau tidur, ntar kalu sudah waktu ashar abang bangunin adek ya" ucap dinda sambil menuju kamar tamu untuk dinda
Bayu merasa ada yang aneh dengan sifat adeknya, bayu memikirkan apa yang terjadi dengan dinda dan dion.
"adek loe kenapa bay..?" tanya dio
" gak tau gue, kayaknya ada masalah sama calon suaminya?" ucap bayu
"what!!! bidadari gue udah punya calon suami" ucap alex histeris
" mulut loe bege! sakit telinga gue" ucap dio
"heem, dinda dijodohin sama kakeknya dengan cucu sahabat kakeknya, dia mungkin merasa tak enak kalau menolak acara perjodohan ini jadi dia menerima nya, sebenarnya gue agak keberatan dengan perjodohan ini, adek gue masih labil, gue takut aja!" ucap bayu
"dia itu putra dari danyon alfian adijaya, dia seorang dokter militer di rumah sakit militer, dulu adek gue juga pernah dinas disana, tapi setelah kesibukanya dengan kuliah dan masalah perusahaanya jadi dia cuti untuk sementara waktu, awalnya mereka tidak tau kalau kakek mereka saling kenal, dan ternyata mereka dijodohin," ucap bayu
Ketiga sahabat bayu manggut2, tak lama eki datang dengan membawa banyak barang ditanganya, eki masuk dan menatanya dikulkas,
"ki, emang apa aja yang ditulis sama adek gue" tanya bayu
"siao ndan ijin menjawab! ucap eki
"kayaknya dek dinda mau bikin ikan gurami asam manis dan banyak ikan lain nya juga ndan!" ucap eki
"aduhhh mantap nih calon istri idaman, pinter, cantik pinter masak, kenapa bukan gue aja sih yang jadi calon suaminya dinda'" ucap alex
pletak
satu jitakan berlhasil mendarat di kepala alex,
"Aww, sakit woii, untung loe atasan gue, kalau bukan gue pecat jadi kakak ipar loe!" ucap alex
"idih, gue ogah punya adek ipar model kayak loe, jijik gue lex" ucap bayu
__ADS_1
"udah ah, gue mau mandi, kalian mau pada balik apa masih betah disiini" timpal bayu
"disini aja bay, gue mau makan masakan bidadari syurga" ucap dio.
" Setuju" ucap alex dan adit. bayu hanya menggelengakan kepalanya melihat tingkah sahabatnya.
Bayu berjalan menuju kamarnya, dia ingun membersihkan diri, setelah mandi dan berganti pakaian yang lebih santai, bayu membangunkan adeknya.
tok..tok....
" dek bangun, udah ashar ayo cepet sholat" ucap bayu
" ya bang,!" ucap dinda dari dalam kamar
Bayu meminggalkan kamar dinda, bayu melangkah keluar rumahnya disana ada ketiga sahabatnya yang ngebanyol ngalor ngidul gak jelas, sedangkan para ajudan hanya diam menatap para komandan gesrek mereka
" loe pada gak mau mandi apa! bau udah kayak kaos kaki gak dicuci satu abad!"ucap bayu
"hehhh, ya gue numpang dan pinjam baju juga ya bay" ucap alex
"ya bay gue juga!" ucap adit dan dio
"halah, kalian tu emang gitu pinjam tapi tak pernah kembali" ucap bayu, para sahabatnya hanya menyengir kuda.
Dinda sudah membersihkan badan dan sholat ashar, dia melangkah menuju dapur dan memasak makanan untuk abangnya, para sahabat gesrek abangnya dan para ajudan,
Bau harum masakan tercium sampai kedepan, mereka semua pada nelen ludah masing2
"ya allah bikin laper," ucap dio sambil mengusap perutnya yang mulai keroncongan
"behh sumpah, baunya aja enak kayak gini apalagi makanannya!" tambah alex
"ahh, gue mau ngecek bidadari gue masak apa" ucap adit yang hendak melangkah masuk tapi ditahan oleh bayu
"mau kemana loe kunyuk! udah duduk aja ntar dipanggil sama adek gue kalau sudah maateng" ucap bayu
"yaelah, pelit loe bay, gue cuma mau nengokin bidadari gue bay" ucap adit memelas
"udah gak perlu, ntar kekuatan sihirnya musnah kalau loe tengokin" ucap bayu
" dasar abang posesif loe bay!" ucap adit tak terima.
Bayu hanya diam tak menggubris sahabatnya mengrrutu gak jelas. Tak lama suara teriakan dari dalam terdengar ditelinga bayu.
__ADS_1
"Abang....!!" dinda