Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 97


__ADS_3

Vano segera memberi tau isterinya saat mendapat kabar dari Sandi...


Salsa yang tengah memerah Asi langsung kaget, air matanya berlinang... Vano langsung memeluknya, menenangkan isterinya...


Salsa kemudian menelfon pihak Rs termaksud Thania untuk izin , dan agar mereka mencarikan dokter pengganti untuk operasi hari ini...


sementara Vano yang telah memakai baju kantornya langsung menganti pakaiannya dengan kemeja hitam polos dan celana hitam panjang....


Salsa juga mengabari bi inah dan ayu agar bersiap, bahkan salsa juga menghubungi Vanya juga kedua orang Tuanya...


Setelah 20 menit bersiap merea berangkat ke Bandung...


Vano memanggil pengawalan dari pihak kepolisian agar dapat cepat sampai...


Merekapun berangkat beriringan..


Vanya dan suami nya mengikuti mobil Vano....


Pukul 9 mereka tiba....


"naadd" kata Salsa dan Vanya pelan, menghampiri Nadya yang tengah berada di samping jasad ibunya yang tertutup kain, nadya memegang buku yasin, membacanya pelan dengan air mata...


wajah Nadya begitu sendu, matanya sudah bengkak, hidungnya memerah karena tergesek terus oleh tisu yang di gunakan untuk menyeka cairan, tulang pipinya masih sangat biru, banyak orang yang bertanya tanya soal kebiruan itu.....


"saaa.. anya... hiks hiks hiks mama udah pergi" kata Nadya


"sabar Nad, tante pasti sedih lu begini" kata Anya


"iya Nad, tabah yaaa aku turut berduka" kata salsa


Tiba-tiba Sandi dari belakang berbicara pelan ke isterinya namun dapat di dengar Salsa dan Vannya...


"sayang mama mau di sholatin di Masjid, lalu kita makamkan... " kata Sandi


"iyaaaa" kata Nadya kemudian bangkit di bantu Salsa dan Nadya


"Saa, Rey mana?" tanya Nadya


"hmm maafkan aku Nad, Rey bersama Ayu, bi Inah Aku taro di hotel dekat sini, di pertigaan sana, soalnya aku ga mungkin bawa mereka kesini mereka bahakn belum mandi saat aku bawa jadi aku dropin dulu,, tapii kalo kamu mau rey kesini gapapa aku suruh pak sanusi jemput"


"gausah saa, Disini juga Rey akan ga nyaman, banyak orang, di pemakaman juga panas... biar aja" kata Nadya


Salsa hanya mengangguk....


Isak tangis mulai bergema lagi saat ibu Mira di angkat dan di bawa menuju Masjid yang hanya berjarak 500meter dari kediamannya...


Terlihat, Sandi, Vano, Bayu , suami Anya, dan Om Nadya, mengangkat sebuah keranda menuju Masjid...


********


Di pemakaman...


Terlihat Bayu, Sandi dan Om Nadya telah berada di lubang kubur itu, merekalah yang menerima jasad Ibu mira dari suami anya dan Vano serta di bantu beberapa orang..


Nadya makin tak kuasa, Salsa dan Vannya juga larut dalam haru, namun mereka harus menennagkan Nadya harus lebih kuat Dari Nadya....


Bayu terdengar Melafadzkan Adzan untuk sang Ibu... Sandi telah naik dari bawah, nulai mengambil cangkul bersiap menurunkan tanah tanah itu....


"maaaa, mamaaa,,, aku sayang mama hiks hiks hikss" hanya kata kata itu yang terdengar dari mulut Nadya


setelah selesai memakam kan, tinggalah sanak saudara yang berada disitu..


memberi taburan doa untuk ibu Meri yang sangat terkenal dengan kebaikannya...


Merekapun meninggalkan pemakaman itu,


menuju rumah duka..


Nadya masih sangat Terpukul, Sandi membawanya ke kamar untuk istirahat, karena sudah siang Vano yang memesan Catering mempersilakan pada keluarga dan pelayat untuk makan... Salsa dan Anya membawa makanan ke kamar Nadya

__ADS_1


"naad makan yu, ntar lo kasit kasian Rey!" kata Anya


Nadya hanya menggeleng


"Nad ayo lah, kamu ga kasian sama Rey, dia kangen kamu loh.. kamu juga gabsa begini terus... kasian tante disaana nad" kata Salsa


"makan yaa" sambung Anya yang telah meletakan sendok berisi nasi dan lauk di depan mulut Nadya...


"Nanti Rey bawa ksini ya saa, aku kangen"


kata Nadya


"iyaa nanti aku bawa kesini, pas tahlil malam yaa" kata salsa


"iyaaa pas tahlil aja biar lo istirahat dulu" sahut Anya


"eh iyaa gue dari tadi mau nanya, dari gatel ni mulut ampe ilang gatelnya terus sekarang gatel lagi" Kata Anya


"astagfirullah Anyaaa, mau nanya aja ribet amat sih.... nanya apaan?"


kata salsa


"itu pipi lo kenapa Nad?"


kata Anya polos


Salsa dan Nadya saling tatap...


"gapap kebentur td di Rs"


kata Nadya


"ohh gitu, yaudah obatin lah,"


"udah nanti gue salepin lg" kata Nadya


"Iya gapapa Ko nyaa, makasih malah udah repot kesini"


"gak repot lahhhh, aneh!" kata Anya


"kalo aku abs tahlilan pulang yaa Nad, gabsa nginep, besok mas Vano harus kerja kan" kata Salsa


"iyaa aku faham kok saaa"


Mereka bertigapun berpelukan.....


Nadya pun tertidur, setelah meminum obat antibiotik untuk memarnya, dan salsa memberikan obat tidur agar ia bisa tidur sampai sore...


******


Vannya dan Salsa kemudian keluar mencari suami merka...


"Anyaaa.. ini gue sakit, udah kepenuhan" kata Salsa menunjuk buah dadanya


"ihhh, lo ga bawa pompa?"


"nggak lupaa, laki gue mana si.. duuh gue mau ke hotel"


"hah? lo mau ena ena ama laki lu ssa di hotel? gilee bener, to**t kenceng mau nya di legain ama suamik hahahaha"


"stupid!!!! di hotel ada anak gue, dia penolong gue lah... gue nyari laki gue suruh anter ke sana lah" kata Salsa kesal


"ohh kirain mau ena ena hahahaha" ledek Anya


"Bodo ah" kata Salsa meninggalkan Vannya...


Terlihat dari kejauhan suaminya tengah duduk bersama Sandi dan Bayu juga suami Thania...


"masssss sini" kata Salsa dari jarak kira-kira 3 meter itu

__ADS_1


Vano pun menghampiri dan berpapasan dengan Vannya


"Van bini lo lg pengen ena ena, buru ke hotel" kata Vannya setengah berbisik..


Vanya berbalik badan dan menjulurkan wajah meledek ke Salsa


"wlleeeeeee 😝😝😝"


"Bicara apa si Anya mas?" kata Salsa


"katanya kamu mau ke hotel?"


"iya mas, gatahan nii" kata salsa dengan wajah yang tak bisa di artikan itu


"ternyata kamu bisa seperti ini juga yaa" hahaha


"ya bisalah, normal ini terjadi" kata Salsa kesal,


"Ayo lah mass, nanti kita bisa balik lagi"


"yaudah ayo" dengan girang vano mengandeng tangan isterinya itu...


Merekapun pamit kepada Sandi dan Bayu, ada Anya dan suaminya juga..


Anya tengah cengar cengir di balaik lengan suamianya...


"semangat yaa Saa, Vann" ledek Anya


tanpa menjawab Salsa dan Vano bergegas ke mobil mereka... namun Salsa masih bingung akan sikap Vanya...


tiba di Hotel...


"mas ngapain buka kamar lagi?" kata Salsa saat tau suaminya mau open room lagi...


"lah katanya udah gatahan sayang, mas juga jadi ga tahan jadinya, ga enak kalo di kamar ada bibi dan keenan...." kata Vano merangkul isterinya...


"haaahh?? Maaasss!!! maksud aku ini aku udah kenceng, sakit, belum di keluarin ASInya dari pagi, udah ga tahan, makanya mau balik ke hotel nyari pompa sama Keenan..."


"haaahh???? kata Anya kamuu------"


"sudah sudahhh, Anya kamu dengerin!!! ayo cepet ah aku gatahan ini sakit bgt udsh mulai rembes" Kata Salsa menarik tangan suaminyaa


"sayang kasian loh di ujang, malah udah bangun lagi" kata Vano mellas


"mas kita lagi berduka, kamu jangan macem macem deh ah!"


"aku ga macem-macem tapi kamu PHP"


"ihh aku?? kamu aja yang salah faham! kepedean!!" kata Salsa sambil tertawaa


Samapai di kamar...


Salsa telah membersihkan dirinya, berganti baju dan mencuci tangannya...


kemudian Salsa mulai memompa keduanya, karena Keenan tengah tidur...


"legaa massssss" kata Salsa


"kamu lega! aku tersiksa sayang! kata Vano melas...


Salsa tertawa kegirangan, bi inah yang baru selsai sholat itu bingung apa yang sedang terjadi pada pasangan sejoli itu....


*


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2