Dokter Cantik

Dokter Cantik
63


__ADS_3

Hari ini dinda dan dion akan berangkat ke rumah sakit bersama, dion menyetir mobil sendiri, dia tidak menyuruh irfan untuk menyupiri, dia ingin berdua bersama sang istri tercinta, mobil dion membelah jalanan kota S pagi itu, salah satu tangan dion menggenggam tangan dinda dan yang satunya untuk memegang setir mobil.


Sesekali mengecup tangan istrinya, dinda sudah dibuat salting oleh tingkah dion, dion akhir2 ini lebih manja dari biasanya, tapi dinda tak mempermasalahkan itu,


"mas, nanti aku mau kebutik langganan kakek, buat pesan kebaya buat acara wisuda nanti, mas ikut kan??" tanya dinda


"jam berapa sayang??" jawab dion


"uum setelah makan siang mas?? mas ada jadwal operasi hari ini??" tanya nya lagi


"iya pagi ini sayang, mas usahain yaa, nanti kalau free mas akan antar, kalau masih banyak yang mas harus urus, dinda diantar irfan ya??" ucap dion sambil mengelus pipi putih dinda


Dinda mengangguk, dia tak keberatan walau dion tak ikut denganya, karena pekerjaan dion penting, intinya saat wisuda nanti dion menemaninya.


Mereka telah sampai dirumah sakit dikota S, dion turun membukakan pintu mobil untuk istrinya, kemudian berjalan dengan bergandengan. semua yang melihat kemesraan mereka dibuat iri, dion seperti biasa akan menampilkan ekspreai datarnya lain dengan sang istri yang tersenyum ramah pada perawat yang menyapanya.


Dion mengantar dinda sampai depan ruanganya, sebelum dion beranjak ke ruangannya, dion mengecup kening sang istri terlebih dahulu


" nanti siang mas jemput makan siang, kalau mas belum datang jangan kekantin duluan mengerti!" ucap dion


"iya mas, udah sana!" usir dinda


"ya sudah, yang semangatbya sayang" ucap dion sambil meninggalkan dinda. Dinda hanya bisa tersenyum melihat kelakuan suaminya. dinda membuka pintu ruangannya, lalu duduk dikursinya, dinda melihat2 data rekam medis pasien sebelum memeriksanya, ketukan pintu dari luar membuat dindaendongakkan kepalanya, ternyata suster heni.


tok...tok...tok...


"maaf dok, apa bisa kita mulai pemeriksaan pagi ini??" tanya suster heni


"bentar lagi sus, saya masih memeriksa beberapa rekam medis pasien, suster tolong rapikan rekam medis yang sudah saya periksa ini" ucap dinda.


"baik dok" jawab suster heni.


Dinda sudah selesai memeriksa rekam medis pasien kemudian mengajak suster heni untuk memeriksa para pasien diruang rawat inap. karena dinda belum wisuda jadi belum dinas sebagai dokter spesialis bedah.


Dinda dengan telaten memeriksa tiap pasien disetiap ruangan yang berbeda, setelah selesai dinda kembali ke ruanganya dan memberi bebrapa resep obat untuk disuntikan kepara pasien pada suster heni. suster heni keluar dari ruangan dinda dan menuju ke bangsal para pasien.


Dinda kembali menyibukan diri dengan berkas di depanya, pintu ruangan dinda kembali terbuka, dinda mendongakan kepalanya dita sudah berdiri didepan dinda,


"waduhhh pengantin baruuu, yang baru pulang dari honeyy moon, mana nihh oleh2 nyaa??" goda dita


"hadeuuuhh kamu ini kak dita, oleh2 mulu, sorry gue lupa hahaha besok aja deh gue bawain!" ucap dinda

__ADS_1


"dasar loe dind, belum juga tua loe udah pikun!" dengus dita


"hahaha maaf kak dit, eh btw gimana nihh kabarnya sama kak reyhan??" goda dinda, dita terkejut mendengar dinda tau tentang reyhan.


"kamu tau dari mana tentang reyhan??" tanya dita


"hahahaha kak dita ini gimana sih, kak rey itu salah satu asisten kepercayaanku, untuk mengurus perusahaan ku" tawa dinda


"hah! seriusan loe, gue kira waktu itu bosnya itu kakrk loe?" jawab dita


"udah ah, gimana nihh??" godanya lagi


"au ah dind, gue gak tau, gue belum yakin aja, udah gini aja dulu, urusan lanjut atau tidak itu tergantung waktu aja!" jawab dita


Tiba2 pintu ruangan dinda terbuka, dion berdiri didepan pintu dengan senyumnya yang manis untuk dinda, dita menyadari dirinya menjadi nyamuk, dita lebih memilih pergi duluan, dari pada harus melihat pemandangan dinda dan dion yang pamer kemesraan pengantin baru.


" laki loe tuh! dah ya gue balik duluu, jangan lupa besok oleh2 nya" ucap dita


"ih mau kemana sih, udah sini aja!" jawab dinda


"takut ganggu gue, gak kuat liat pengantin baru bermesraan didepan jpmblo, kan hue yang ngenes!" kata dita


"udah ah byee dind??" ucap dita sambil pergi ninggalin ruangan dinda


"sayang...." panggil dion


"iya mas, mas udah selesai operasiny?"tanya dinda sambil duduk disofa sebelah dion, dion langsung memeluk istrinya, entah kenapa dion ingin bermanja-manja sama dinda.


"udah sayang, mas capek" ucapnya lesu


"mau makan siang??" tanya dinda. dion memganggukkan kepalanya, dengan posisi tetap memeluk istri cantiknya


"mas, katanya mau makan kok gak dilepas sih?" ucap dinda


"kita deleveri aja sayang, mas malas mau jalan ke kantin, disini aja yaa??" ucap dion manja


"mas, ihh sejak kapan mas manja gini?? ya sudah biar aku yang pesan!" jawab dinda, sambil memesan makanan lewat delevery.


Dion masih betah dengan bermanja-manja dengan sang istri tercinta. hingga suara pintu membuat dinda berdiri, takut ada salah satu perawat yang mengetahui sikap manja dion, bisa malu.


tok....tok...tok....

__ADS_1


"masuk" ucap dinda


" dinda sayang, menantu mami yang paling cantik" jawab seorang wanita paruh baya, siapa lagi kalau bukan mertua dinda mami nadia


"mami??" ucap dion dan dinda bersamaan


"lhoo dion disini?? kamu gak kerja!" tanya nadia yang mendapati dion diruangan menantunya.


"kerja lah mii, dion baru selesai operasi, jadi dion kesini mau isi energi dulu" dengus dion. tawa nadia langsung pecah, bagaimana tidak nadia berfikir bahwa anak dan menantunya akan membuat dion junior diruang kerja dinda.


" kamu nakal dion! kalau kamu mau isi energi itu dirumah, bukan dirumah sakit, mami tau kamu ingin segera punya dion junior kan??" goda nadia


"mamii, isi energi yang dion maksud itu makan, bukan bikin dedek bayi!" dengus dion, nadia semakin terbahak mendengar jawaban dion, sedangkan dinda tengah menyiapkan minuman buat mertuanya.


"mami kesini ngapain??" tanya dion


"ohhh, nemenin papi jenguk bawahanya lagi dirawat, terus mami tinggal kesini, mau nengok menatu mami" jawab nadia


Mereka berbincang sangat lama, hingga makan siang bersama setelah itu karena dion sibuk dengan kerjaanya dion tidak jadi menemani dinda ke butik langgananya, mami nadia menawarkan diri untuk menemani menantunya ke butik dengan senang hati dinda menerima tawaran mertuanya. akhirnya dinda berangkat ke butik ditemani kedua orang tua dion.....


.


.


.


.


.


haiii kakak kakak maaf up nya lama, lagi asyik di novel yang satunya hehehe


jangan lupa like, coment and vote yaaaa😉


.


.


.


maaf kalau masih ada typo

__ADS_1


__ADS_2