Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 93


__ADS_3

Pukul 18.30 mereka telah tiba di sebuah Hotel dan memutuskan untuk beristirahat dan menbersihkan diri sebelum makan malam...


"mas apa Nadya meningap disini juga?"


"iyaalah sayang, nanti kita makan malam bareng kok" kata Vano


"makanya ayo bersiap.. masa mau pake jubah mandi gitu terus.. apa kamu sedang menggoda aku ya?" kata Vano memasang muka mesum


"masss ada keenan, kamu inih gak bisa ya kontrol diri" kata Salsa kesal


"hhaha sulit sayang, kamu nagihin si" ledek Vano..


"tau ah!" kata salsa berggs masuk ke kamar mandi untuk berganti pakaian...


Mereka akhirnya menuju restoran hotel untuk makan malam, Salsa menatap Nadya begitu juga sebaliknya namun seolah mereka tak memiliki waktu berdua untuk berbicara karena celah untuk beranjak dari kursi makan itu...


sampai akhirnya mereka kembali ke kamar masing masing lalu tertidur...


Pagi hari tiba...


"sayang bangun"


kata salsa membangunkan Vano


"hemm" kemudian Vano menarik tangan Salsa hingga salsa terjatuh di atas pelukan Vano


"masss"


"morning sayang, muach" vano mengecup bibir isterinya...


"morning mas, ayo bangun" kata salsa


"aku gabsa bangun kalo yang itu ikut bangun sayang"


salsa sudah mengerti apa yang akan terjadi, salsa hanya pasrah saat Vano menciumi leher isterinya...


tiba tibaa


"hiks hiks hikss mamiii cucu mamiii" keenan terbangun...salsa langsung membangunkan dirinya, dengan reflek Vano juga menoleh ke arah keenan


"ahhhh keenn, kenapa tega sama papi" rengek Vano Frustasi


"uuu anak mamihhh, mau susu yaa, ini sudah mamih hangatkan.." kata Salsa memberi botol susu berisi Asip..


Salsa menatap suaminya...


"sudahlah mass, kan bisa kita lanjutkan nanti... aku juga mau pumping asi dulu" kata salsa sedikit tertawa


"awas kamu sayang, aku akan balas..." kata Vano sambil berjalan ke kamar mandi


"yaa aku bales lagi mas" kata salsa


"kau nantangin aku sayang?" kata Vano berteriak dari kamar mandi...


Salsa hanya tertawa...


******


Hari ini Vano dan Sandi akan meninjau lokasi tempat mereka akan membuka sebuah cluster villa atau resort...


Namun mereka tak mengajak serta sang buah hati.. karena lokasinya di lapangan mereka takut anak anaknya tak nyaman..


mereka hanya pergi berempat, menaiki mobil milik Sandi...


mereka tiba kemudian saling berbincang... mereka juga memberikan argumen masing masing...


"aku si lebih ke resort maas" kata salsa


"aku juga" kata Nadya


"tapi kalo resort lahan segini tangung loh" kata sandi


"hemm iya sih, terus kalo Villa jadi berapa?" kata salsa


"20-25 jadi saa tergantung besarnya dan fasilitas di dalam area itu juga" kata Nadya


"kita buat Villa aja, dengan nuasa alam, dan kita juga buat beberapa type , kita sediakan juga area bermain anak , area ATV, lapangan bola, dan gedung untuk beberapa orang mengadakan acara-acara. " kata Vano.


"setuju"kata sandi


"itu juga bagus" kata nadya


"hemm kalian menang" kata salsa polos sehingga menggundang gelak tawa ketiganya...

__ADS_1


********


"mas ini mau makan siang dimana si. macet banget" kata Salsa


"di restorannya bang Byan..." kata Vano singkat


"hah? bang Byan pnya resto di Bandung, ko kak Thania ga pernah bilang ya"


"haha mereka gakan bilang, mereka mungkin udah lupa sayang karena sibuk di sana... dulu resto itu terkenal banget... sekarang gatau deh masih apa ngga"


"apa namanya Van? " tanya Nadya


"oh iya kan Nadya lama di bandung, kenapa kamu ga rekomen makanan enak Nad? "


"standar makanan enak kamu itu Rendang Sayang.." ledek Vano


"Nama restonya The Bytha, kau tau Nad?" Tanya Vano


mata Nadya terbuka lebar, mulutnya terbuka guna melegakan nafasnya...


"kenapa sayang? kamu baik baik aja?" tanya Sandi sambil menatap sepion belakang..


"hah .. i..iya baik baik aja, aku juga tau resto itu" kata Nadya...


Nadya hening, salsa memperhatikan wajah Nadya yang berubah kala itu. ingin sekali bertanya tapi mana mungkin, type mobil sedan kan kali gerak dikit aja kedengeran gesekan badan dengab sofanya. .


Tiba di Restoran....


Salsa melihat mobil berplat nomer


B 5415 KEN...


"mass itu kan mobil kita"


"haha iya aku suruh sanusi dan yang lainnya kesini.." oh syukurlah..


"aku disini dulu ya mas, aku harus pumping" kata salsa...


"yaudah aku pesenin nanti" jawab Vano


"yank aku disini ya temenin salsa" kata Nadya


"oke aku di dalam yaa, mau makan apa kamu?"


Sandi hanya mengangguk lalu meninggalkan mobil nya...


Salsa mulai mengeluarkan alat tempurnha untuk menghasilkan ASI...


"jangan hanya memandangku, cepat ceritakan ada apa dengan kamu?" tanya Salsa


"hemm bagaimana kamu tau sa?"


"aku terawang tadi hahah, udah cepet cerita"


"Saaa .. ini salah satu restoran yang Naufal kelolaa... sepertinya iparmu sudah melepas restoran ini atau hanya jadi milik naufal dan iparmu.. nah di sebelah sana itu proyek aku saaa.... duhh aku takut ketemu dia saa" kata Nadya


"apa kamu udah cerita ke Sandi??"


"belum saa"


"ihh kamu iniiiiii" kata salsa gemas


"gimana dong saa.. tempo hari aku meeting sama team juga disini" kata Nadya


"kita berdoa aja yaa ga ketemu dia sekrang" kata salsa


Nadya hanya mengangguk...


merekapun keluar mobil setelah 15 menit di dalam mobil..


mereka menghampiri meja yang telah ramai dengan gelak tawa bocah laki laki bersama ayahnya...


"asyik banget anak mami"


Salsa mencium pioi keenan dan suaminya


"ini juga niii, mau aja di kelitikin ayah" kata nadya menghampiri kursi Sandi dan duduk si sebeleahnya...


"sini sama bunda" kata Nadya..


Sandi bermanja ria dengan isterinya, memeluk isterinya


"Rey, ayah peluk bunda" kata Sandi meledek Anaknya

__ADS_1


"aaa no no no aaa hiks hiks hiks" kata Reyhan yang tak rela Bundanya di peluk Rey..


"San gue kira, cuma gue aja yang nyentuh bini sendiri di rengekin anak" kata Vano


"hahaha kesel ya Van kadang"


"iyalah, apalagi kalo udah tangung" kata Vano


"maass" salsa mencubit pingang Vano


"aww sakittttt"


kata Vano


"makanya Van, anak di titip dulu kasih jajan biar bisa ena ena"


"sayang!!!" Nadya melotot ke Sandi..


"haha ampun ampunnn" kata Sandi melingkarkan tangan kananya di balik tubuh Nadya dan merebahkan kepalanya di bahu nadya... sambil nadya memegangi botol susu Rey , karena Rey tengah minum susu...


Para pengasuh dan pak sam sedang duduk juga menanti makanan...


saat mereka sedang bercengkrama setelah makan tiba tiba seseorang menegur Nadya..


"mbak Nadya???"


kata seorang pria


"ehh pak Nazar..."


"mba Nadya disini, sama keluarga ya mbak"


"eh iya, ini suami saya, ini anak saya dan mereka sahabat sahabat saya"


"sandi"


"Vano"


"salsa"


mereka saling berjabat tangan...


Kemudian, Pak Nazar memanggik seseorang yang posisinya hanya berjarak 2 meter dari posisi Nadya dan yang lainnya duduk...


"Pak Nau, kemari, ini ada Mba Nadya" panggil pak Nazar


Nadya kaget bukan kepayang, mendengar nama danorang yang ia maksud...


"pak ini ada Mbak Nadya dan Suaminya"


Kala itu Vano telah berdiri mengendong Keenan yang rewel, sementara Salsa mengampiri meja bi Inah untuk menggambil susu


"sandi"


"Naufal, klien istri anda tuan"


mereka saling berjabat tangan..


tak ada kata yang Nadya kelaurkan dari mulutnya...


"senang bertemu dengan Mbak Nadya disini bersama suaminya,,, apa itu anak kaliaan?"


"ah iya ini anak kami" kata Sandi dengan bangganya


"lucu yaa, mbak Nadya apa ada waktu, sepertinya team kami sudah ada keputusan"


Nadya hanya memandang sandi, lalu sandi memberi anggukan...


kemudian Nadya memberi anggukan ke Naufal


"Rey sama ayah yaa, bunda sebntar aja" kata Nadya


"aku tinggal sebentar ya sayang" kata Nadya, kemudian Sandi mencium kening istrinya lalu di balas oleh Nadya baru kemudian mencium anaknya...


*sakit aku melihat ini Nad, mengapa kau tega mempertontonkan ini kepadakuu.... bahkan aku yang menunggumu sampai saat ini masih mencintaimu...


"mari mbak," kata Nazar


"permisi pak, di tinggal sebentar ya" Sambung Nazar...


mereka meninggalkan Sandi dan Rey


mereka duduk 3 bangku dari bangku yang sebelumnya Nadya tempati...

__ADS_1


__ADS_2