
Vano berusaha menjelaskan semua ke Sandi, dengan berfikir secara positif Sandi mempercayai Vano, memang dari lubuk hati Sandi pun ia tak mempercayai jika itu semua atas dasar kemauan Vano...
Vano juga yakin jika dia di jebak dalam keadannya yang sedang mabuk..
Sandi pun memutuskan untuk menghubungi Jimmy untuk menyelidiki semua ini...
Sandi dan Vano sepakat untuk menyembunyikan hal ini kepada orang orang terdekat mereka di Indonesia sampai .ereka mendapat semua bukti yang akurat..
Sungguh Vano di hantui rasa bersalah terhadap isteri dan anaknya..
segera Vano menghubungi salsa, memberi kabar terhadap salsa bahwa sore ini ia akan tiba di Jakarta..
Entah sanggup atau tidak Vano menyembunyikan rasa bersalahnya terhadap isteri juga anaknya itu..
membayangkan rasa sakit hati isterinya membuat nya juga sakit sekali membayangkannya...
Entah apa yang akan terjadi dalam rumah tangga Vano dan Salsa.. mengingat salsa pernah berkata tidak akan meninggalkan Vano jikalau Vano tak mengkhianatinya...
Sesekali wajah Keenan terbesit dalam lamunan Vano, membuatnya semakin frustasi, semakin tak bisa mengendalikan emosinya kala itu...
"berfikir jernih Van, gue ada bantu lo disini.. gue juga ga rela sampe Salsa dan keenan ninggalin lo" kata Sandi yang sedang berkemas
"gue bodoh, bodoh banget..."
kata Vano yang sangat Frustasi itu...
sebagai seorang sahabat yang telah lama mengenal Vano, sandi sangat Prihatin melihat keadaan temannya itu.. namun ia juga tak bisa melakukan banyak hal kecuali memberi bukti bukti ketidak bersalahan Vano...
saat sedang berkemas..
ponsel Sandi bergetar tanda pesan masuk..
📩JIMMY
__ADS_1
gue udah dapet info yang cukup akurat, si LEA emang dateng ke kamar Vano, dia kayaknya gak ngelakuin apa apa di pintu soalnya Vano langsung pingsan, tapi LEA sempet manggil orang di ujung lorong, ngasih satu botol spray gitu... terus cowok itu juga yang bantu Vano sampe ke ranjang, keliatan dia bopong Vano.. nah galama tuh cowok keluar... selebihnya di dalam kamar gue gatau ya apa yang terjadi...
keterkaitan cowok itu gue juga masih selidiki, yang jelas mereka satu kamar hotel di situ...
kedatangan kalian sama Lea itu di Hari yang sama, tapi Lea dateng malem... dan kayaknya Lea sadar akan keberadaan kalian, Lea sendiri disini cuma 3 hari buat pemotretan terus dia move ke malaysia.... bukti cctv gue udh send ke Email lo, lo jgn Call gue, gue tkt bini gue tau...
Menerima pesan itu sandi langsung memberi tau ke Vano , Sandi pun mengecek email masuknya... melihat kebenaran CCTv dan benar saja apa yang telah di kerjakan oleh orang orang keercayaan Jimmy...
Saat ini memang belum bisa di pastikan semua kesalahan pada Lea...
Sandi sendiri di buat Frustasi memikirkan masalah sahabatnya itu....
"gue harus gimana Saan" kata Vano dengan lirih penuh kepedihan...
"diam! lakuin dulu semua seperti biasa, gue akan suruh orang buat nyelidikin Lea.. jangan sampe Salsa curiga, gue akan cari bukti kalo lo gak salah!!!!" kata Sandi yang tak kalah ikut frustasi...
merekapun akhirnya menyelesaikan tugasnya, kemudian kembali ke Jakarta...
Tak lupa Sandi dan Vano mebelikan oleh oleh untuk keluarganya, meskipun terbilang sering ke luar negeri tapi rasanya oleh oleh hanya sekedar coklat wajib Mereka bawa ke tanah air...
Vano menarik nafasnya panjang, mencoba memulihkan pikirannya seerti tak ada masalah, mencoba berdamai pada dirinya..
"Assalammualikum daddy pulang" kata Vano memecah kesunyian rumah itu
"waalaikumsalam,, mass kenapa ga mint jemput pak sanusi atau aku aja?" kata Salsa yang sedang memasak, menghampiri Vano mengecup pungung tangan suaminya, dan Vano membalas kecupan kening salsa
"ngapain sayang, kan sekomplek sama sandi, rugi kalo ga di manfaatin" kata Vano terkekeh
"yaudah kamu mandi gih, abis itu makan malam, terus istirahat" kata Salsa
"iya oke, keenan mana?"
tanya Vano
__ADS_1
"keenan di kamarnya abs latihan piano tadi" kata Salsa sambil menuju dapurnya lagi.
Vano pun menaiki tangga langusng menuju kamarnya, kemudian dia Mandi di balut tangisan penyesalan melihat isterinya..
entah sampai kapan semua akab tersimpan, padahal sedalam bangkai terkubur akan tercium juga baunya....
merekapun makan malam bersama.. Vano dan keenan menuruni tangga bersama, senyum penyambutan di berikan oleh salsa...
"mamii, daddy belliin aku lego lagi mih... nanti kita rakit lagi ya mih" kata Keenan
"sipp deh, sekarang makann dulu lalu istrahat.. besok kan weeknd, jadi rakit legonya besok aja yaa..." kata salsa lembut berusaha bernegosiasi dengan anaknya
"oke deh mih, aku mau buat lego city di kamar aku mih"
"wah kita harus buat table setnya dulu, nanti daddy beliin deh" kata Vano yang mulai memanjakan anakknya itu
"bener daddy? makasih daddy, ken janji akan belajar lebih giat lagi" kata Keenan
"sippp itu baru anak daddy... yaudah ayo baca doa lalu makan" kata Vano
selama makan Vano selalu mencuri pandang ke istrinya, menatap istrinya penuh rasa bersalah, rasanya ingin sekaki Vano memeluk salsa bersujud kepadanya.. andai Salsa tau, jika memang Vano melakukan itu , maka itu bukan atas dasar suka sama suka, bahkan Vano pun tak sadar, jangankan sadar menikmatinya pun tidak...
*
*
*
*
**hay teman teman, maaf jika jalan cerita tak sesuai keinginan kalian, aku hanya mencurahkan isi kepalaku, isi otakkku...
yang bisa menerima ceritaku bahkan yang udah ngasih like , komen dan Votenya aku berterimakasih banyak atas suport kalian.. sungguh tanpa kalian aku hanya remahan debu hahahaha
__ADS_1
Today aku udah Up 4 episode lohh, Votenya yahhh.. kemungkinan bisa aku Up lagi di hari ini hehhee**...