
Dua hari berlalu....
Setelah usai Sholat Jumat Vano dan keluarga kecilnya akan bertolaak ke Bali...
saat ini keadaan Salsa memang sudah membaik .. ia sudah bisa berjalan secara normal.. bekas merah di pipinya pun sudah memudar...
"sudah siap sayang?" tanya Vano
"sudah mas, aduh ini pergi bawa dua anak kaya mau minggat dari rumah loh mas.. ampun deh" kata Salsa menggaruk kepalanya melihat dua koper di hadapannya.
"yaudah gak apa sayang, nanti mas bawain..." kata Vano sambil memeluk isterinya
"kok malah meluk sih, ayolah nanti macet" kata Salsa
"kangen tau" kata Vano yang masih memeluk isterinya
"masss, tadi kamu yang semangat buru- buru sekarang malah kamu yang begini" kata Salsa kesal
"hehehe iya iyaa.. yaudah ayok..." kata Vano kemudian membawa dua koper itu...
Mereka pergi pun memboyong Bi inah dan mbak Fatmah untuk menjaga kedua anaknya nanti...
"daddy apa kita akan menginap dekat pantai?" tanya Keenan
"tentu.. ken mau main di pantai sama daddy?" tanya Vano
"yess daddy keen mau,... " kata keenan dengan semangatnya
"oke sipp... nanti sore kita langsung main di pantai..." kaya Vano ke keenan
"mami, Rey bilang dia juga mau kepantai" kata Keenan dengan polosnya
aduh keenan kenapa ngomong gitu ke mami, nanti mami curigaaaa! dalam hati Vano
"oh ya? coba kita pergi sama sama ya oasti seru" kata Salsa
"iya mih pasti seru... mami sih gak aja Rey" kata Keenan
"kok mami, daddy tuh" kata Salsa
"kan ini acara temen daddy sayang, nanti kita ajak Rey yaa..." kata Vano pada keenan
Keenan hanya mengangguk kala itu...
"mas berarti hari minggu kita harus ikut penerbangan pertma yaa, soalnya mama penerbangann nya jam 2 siang. aku mau ketemu mama dulu sebelum mam ke singapur" kata Salsa pada Vano
"iyaa iyaa, kamu udh bilang tujuh kali sayang, aku faham kok... " kata Vano pada Salsa sambil tertawa kecil....
salsa hanya tersipu malu kala itu...
Sekitar 1jam 10 menit mereka tiba di bandara...
__ADS_1
Salsa menggendong Kiinan dengan gendongan kangguru... sementara Keenan berada dalam gendongan Vano karena tekah tertidur... Sementara bi inah dan mbak Fatmah mengekor sambil menggendong trolly isi koper dan tas mereka...
dengan cepat Vano mebggandeng satu tangan isterinya seolah Salsa akan hilang jika tidak di gandeng...
Banyak pasang mata yang memperhatikan mereka, seolah mereka adalah sosok yang paling bahagia kala itu...
padahal salsa dan Vano sudah menggunakan kacamata namun ada saja beberapa orang yang memuji ketampanan dan kecantikan Salsa..
sekitar 1 jam 30 menit mereka menuju Bali.. sesuai permintaan Salsa mereka hanya menggunakan kelas Bisnis bukan menggunakan frist class...
Sebenarnya Vano mau menggunakan pesawat pribadi orang tuanya, namun Salsa enggan, lagi pula pesawat itu besok akan mengantarkan orang tua juga mertua Vano besok menuju Bali...
setelah menempuh perjalanan udara sekitar 1 jam 30 menit merekapun tiba di Bali....
Sudah ada mobil yang menjemput mereka dsn membawa rombongan itu menuju salah satu hotel mewah yang miliki akses pantai khusus yang sangat indah...
"ini kamar bibi berdua yaa, saya di sebelah..." kata Vano kepada bi inah dan mbak Fatmah
"baik tuan terimakasih"
"anak anak kapan tidur sama kami tuan" kata mbak Fatmah polos
"sstttt besok, sekarang anak anak tidur sama saya" kata Vano yang sudah merencanakan sesuatu dan sudah di bicarakan kepada dua pengasuhnya itu
"maaf tuan.. baik tuan" kata Mbak Fatmah..
Vano pun masuk ke kamarnya ..
"daddy ayo kepantai" rengek keenan
"10 menit ya dad!" kata keenan dengan memasang wajah cemberutnya
"sabar dong sayang, kalo daddy kecapen nanti di pantai malah ketiduran daddynya" kata Salsa dengan sikap ibu perinya...
"oke 10 menit keen" kata Vano berusaha menuruti permintaan anaknya....
Setelah 15 menit Salsa dan Vano berganti pakaian, begitu juga Keenan dan Kinan.. mereka meuju pantai... karena Kinan masih bayi jadi Kiinan terpaksa di pegang oleh mbak Fatmah...
Sementara Salsa dan Vano menemani Keenan bermain Pasir ..
Keenan sangat senang kala itu meksi hari sudah sore...
"sayang kamu Sexy" kata Vano berbisik ke salsa yang mebgenakan baju jumpsuit pendek dengan bagian pundak bermodel sabrina...
"masss jangan mulai ya! ada Keenan! " kata Salsa melirik sinis ke suaminya
"tapi beneran deh, nanti malem ya?" kata Vano berbisik...
"ngga ah mas, ada anak anak.. ih kamu mah" kata Salsa yang sedikit kaget akan permintaan suaminya, sementara Vano dan Salsa akan tidur bersama anak anaknya malam ini...
Vano hanya tertawa kecil melihat ekspresi salsa kala itu... mereka pun bersama sama melihat terbenamnya matahari sambil berfoto baru mereka kembali ke kamar hotel.....
__ADS_1
*********
di Kediaman Banu Wijaya...
Terlihat Khania sedang mondar mandir ke kanan ke kiri
"harus jawab apa besok?" kata khania kebingungan
"iyaaa... enggak... iyaaa.... enggak... iyaaa.....
aaaa mana mungkin aku jawab iya, apa ga bikin kak Vano marah? kalo aku jawab nggak aku bohongin perasaan sendiri.... lagi oula besok aku kan ke bali, gimana cara jelasin ke Raffi.... ohhh Tuhan aku pusiiingggg, pusing keracunan cinta macem niii...."
Tak lama ibu widya masuk tanpa mengetuk pintu...
"mamaaaaa... mah kok mama ga ketok dulu si" kata Khania terkejut dan sedikit takut ibu Widya mendengar sedari tadi Khani ngoceh...
"maaf sayang, mama kirain kamu lagi ngomong sama siapa gitu... anak mama lagi jatuh cinta ya?" kata Ibu Widya
"mahh mafd mah maaf, khania ga minta buat jatuh cinta, dia dateng sendiri mah, jangan marah ya mah, jangan bilang ke papa kakak dan abang juga... khania takut" kata Khania..
Ibu widya pun tertawa terbahak-bahak....
"sayang..apa pernah mama melarang kalian berkawan dengan lawan jenis, kakakmu, abangmu apa pernah mama melarang?" kata Ibu widya
"jadi mama bolehin aku pacaran mah?, tapi mungkin dia ga se level sama kita mah, mungkin karena kita terlalu kaya mah jadi dia terlihat biasa aja, aku takut kalian gabsa terima dia" kata khania polosnya memancarkan mimik wajah yang tak dapat di artikan....
"apa orangnya mama kenal?"
khania hanya mengangguk
"siapa?" kata Ibu widya tersenyum heran.
"hhmmmm Raffi mah, sekertaris abang" kata Khania lalu menutup mukanya dengan bantal karena tak sanggup melihat wajah ibu widya.
"ohh dia.. baik ya orang nya, ganteng" kata ibu widya..
"iya mahh, tapi diaa ga seperti kak salsa dan kak Byan" kata Khania yang wajahnya masih di tutupi bantal
"mama, papa gak pernah loh menilai orang dari segi ekonomi... mama juga gapernah berfikir kebahagiaan di takar dari materi..." kata Ibu widya
khania mulai membuka bantalnya...
memeluk Ibu Widya...
"mahh dia udah nembak aku, ini emang bukan pertama kali nya khania di tembak cowok, tapi kayaknya ini khania suka sama cowok mah" kata khania yang masih memeluk ibi Widya
"kalo kamu mau jalanin dulu aja sayang... mama sayang kamu, mama pasti dukung yang terbaik untuk kamu...."
kata Ibu widya yang masih memeluk anaknya itu......
********
__ADS_1
LAMPU IJO NIH GAESS...
TAPI GIMANA VANO SAMA PAK BANU?????