
Salsa memberi senyuman pada teman-teman nya lalu Salsa menghela nafas panjangnya, sampai terdengar sedikit kasar saat menghembuskan.
*ingin sekali aku berbicara kasar, tapi aku masih bisa tahan, demi menjaga image suamiku...
"hemm.. yaa bgitulah hidup dengan berkutat di dunia bisnis.. kejam... mungkin kalo kamu terjun langsung, kamu akan tau gimana rasanya illy.. kadang kita harus menelan gosip murahan yang tercipta entah dari mana asalnya, apalagi suamiku.. dia tampan, bahkan siapa dia bukanlah rahasia umum lagi kan? nah untuk itu suamiku sangat mudah menjadi sasaran empuk berita berita hoax.. coba deh nanti kalo kamu terjun di dunia bisnis, kolega kamu tentu bukan hanya sebagai partner bisa jadi sebagai musuh dalam selimut.." kata Salsa dengan nada pelan dan lembutt, tetep menjaga atitude nya...
demen ni gue gaya salsa begini, jangan kaya ayam sayur diem aje saaa!! dalam hati Vannya
"iyaa sihh emang dunia bisnis itu emang kejam lohh, kalo jaman dulu suka kirim kiriman sant*t malahan" kata Boy nyeletuk
"Boy ini jaman modern!" kata Vannya kesal
Boy dan yang lainnya hanya terkekeh...
"emang suami kamu kerja dimana Illy?" kata Boy
Prilly hanya terdiam, kesal mendengar pertanyaan Boy, pasalnya suami Priilly hanya manager di salah satu hotel milik keluarga Vano ... sementara Prily bekerja sebagai teller bank..
"masih di the Wijayas hotels bukan si Ly?" kata si xean
"haaaa???wijaya's hottel? cabang mana ly?" tanya Vannya dengan siap mencibir
"di senopati" kata Prilly singkat
"oh itu mah hanya hotel cabang yaa Saa?" kata Vannya sengaja bertanya pada salsa
Salsa hanya menoleh menatap Vannya tajam, pasalnya Salsa tau maksud dari Vannya menanyakan hal tersebut...
"aku gatau" kata Salsa singkat
"Ah Salsa emang gitu genk, saking banyaknya usaha suaminya sampe lupa, gue aja wktu wedding di wijayas loh, di hotel utama tapiii.. di diskon dulu sama Salsa" kata Vannya sengaja, padahal dulu Annya menikah dan Sallsa baru berpacaran dengan Vano...
"apaann sii Annya" kata Salsa kesal.
tak lam ponsel salsa berdering.. ternyata Vano telah tiba di restoran... Salsa pun melambaikan tangannya ke arah pintu utama...lalu mematikan ponselnya..
"maaf semua, suamiku sudah jemput.. maf yaaa gak bisa ikut sampe selesai" kata Salsa merapihkan rambut nya
"iya saa gappa, next kalo ada acara ikut lagi ya" kata Yenny
"iya aku usahain kok"
Semua mata menatap Vano yang menoleh ke arah kerumunan para temn teman salsa.. Vano menberi senyuman terpaksanya...sesuai dengan permintaan isterinya.....
*aaa gilak ganteng banget ini lakinya salsa
*ini mah pangeran kali
gagah, ada ya laki kaya gini
*cih! sok di jemput jemput suami, menjijikan*
kata Prilly dalam hati sanbil memasang muka jutek nya....
__ADS_1
*flashback on*
"mas aku berangkat yaa, nanti kalo mas jemput mas harus senyum ke temen aku, aku gak mau di bilang suaminya ganteng ganteng sombong" kata salsa
"iyaaaa,, tapi kalo pada terpesona gimana" kata Vano meledek isterinya
"gak lah kan ada aku" kata salsa dengan melipat tangannya ke dada..
"hehe iya iya, yaudah kamu hati hati yaa" kata lalu Vano mengecup kening isterinya setelah Salsa mencium pungung tangan suaminya...
*FlashbackOff*
"semua aku duluan yaa, sampai ketemu lagii.." kata Salsa menghampiri Vano yang berada di belakangnya.. dengan cepat juga Vano mengalungkan tangannya ke pinggang isterinya...
Sebelum keluar restoran Salsa membayar semua tagihan kala itu... Vano hanya memberi senyum manis pada isterinya...
sementara di meja reonian ituu..
"eduunnn lakinya salsa naik lambo limited bookk" kata Boy yang habis melirik ke arah luar kaca resto yang tembus ke parkiran
"serius?? Salsa pasti ngambek tuh" kata Vannya
"kenapa ngambek" kata Yenny
"dia gak suka naik lambo semenjak hamil, kurang nyaman katanya" kata Vannya
"ahh norak aja kali, ga kebiasa gak cocok jadi orang kaya" ledek Prilly
"hahah yaa gatau si yaa norak atau gimana, dia emang terlalu se-sederna itu tau lly, lakinya ngasih hadiah mobil perhiasan aja ga dia pake... belom lagi, dia di fasilitasi supir juga jarang make, dia lahiran aja di kasih mobil alphard seri terbaru, kalo gue mah beli alphard hasil duit saweran weding hahahahaha" kata Vannya yang sedikit banyaknya meledek Prilly
"eh emang salsa tinggal dimana si nya?" kata yeny
"seperumahan sama gue, belakang belakangan, gue juga bareng sama si Nadya satu komplek..." kata Vannya sambil makan kentang goreng itu
"dimana?" kata xean
"xxxxxxxxxxxxx....."
"hah?? itu perum ellite kan?" kata Naura
"iya kali gatau gue.. gue tinggal duluan disitu soalnya suami gue ngasih rumah itu sebagai kado pernikahan, Salsa juga gitu kado nikahan di kasih minicop sama rumah itu.. kalo Anya pindah kesitu di saranin lakinya Salsa biar kita bertiga deketan "
****** luu Prilly ola aliii, telen tuh ke SHOMBONGAN GUE MEWAKILI TEMEN GUE!! sampe rumah jangan nangis luu yak!!!!
kata Vannya dalam hatinya dengan senangnya
"oooo.. lah kalo si Nadya nikah sama siapa? kok kita ga di undang??"
"kerja dimana nanad, udah balik dari Rusia ya?"
"wah soal di undang atau enggak itu gak tau gue.. dia nikah sama sahabat sekaligus asprinya lakinya Salsa,..nikahnya di bandung, resepsinya sama ama gue and salsa di hotel punya lakinya Salsa..... kerja dirumah kalo Nadya, hanya sewaktu aja ke lapangan... mereka lagi bikin proyek baru sih, join gitu lakinya Salsa sama Nadya bikin bisnis property, nah si Nadya ikut juga sebagi arsiteknya.... "kata Vannya menjelaskan dengan bangga, sebenarnya ada unsur kesengajaan karen Vannya begitu kegirangan melihat wajah Prilly yang asam sedang sibuk memainkan ponselnya...
"wah hebat yaaa... nah kalo lo gimana Nya? ceritain donh, kan lo jutek kok ada yang mau sama lo?"
__ADS_1
"iya vannya ceritain dong"
"ehem.... gue biasa aja.. masih jadi tukang cangkul gigiii... hihiii....kalo suami gue pengusaha minyak, ini mulai merambah ke tambang si, mau kerjasama ama lakinya Salsa yang punya bisnis di bidang itu juga... nah kalo ketemunya itu di klinik parktek, dia nganter ibunya kontrol behel... emaknya gaul jadi asyik, eh dia deketin,, karena tajir yaa mau lah gue yakanaa..tajir ganteng siapa si yang gak mauu... biar bisaa beli tas original... kan malu make tas kawe, sepatu kawe, jam kawe" kata Vannya tiba tiba semakin shombong.. namun itu bukan sifat asli Annya ya agaes, dia hanya kesal sama Prilly...
ehh maapin aku ya temen temen.. maap aku yaa Allah yang shombong... ini si prilly make sepatu kawe pede banger lagi hahaha tadi pake ngatain salsa lohh.. dih dasarr ulerrr .
"ehemm... gue ke toilet dulu" kata Prilly sambil berdiri
Setelah Prilly pergi ke toilet...
"genkk maaf gue ga niat shombong, gue cuma mau kasih Pelajaran aja ke si Prilly, dia ga berubah dari dulu soalnya, kan emosi jadinya" kata Vannya dengan kesal
"haha aku faham kok makanya sengaja aku pancing" kata yenni
"haha bagus gapapa kok Nya , males sama dia selalu anggep orang kecil" kata Xean...
Tak lama Prilly kembali dari toiletnya...
"eh boy, tolong minta bil lah, biar kita bisa saweran.. " kata yeny
dengan mengannguk boy pun bergeas ke kasir..
"nanti tagihan salsa biar aku bayar" kata Vannya
"sombong" kata Prilly
"gak sombong kok, masa aku sombong si, ku cuma baik hati illy sama sahabat aku, kamu mau aku traktir jugaa" kata Vannya meledek
"cih! gue masih sangat mampu" kata Prilly
mereka melihat reaksi iLly pun terkekeh...
Boy pun datang,
"Gaess tolanya meja cowok and perempuan lima juta enam ratus... T A P I .... semua udah di bayar Salsa.." kata boy tersenyum...
Semua tercengang, kaget tapi tidak untuk Vannya, karena Vannya tau bagaimana sifat salsa mungkin itu traktiran untuk temannya...
"Annya salami ke Salsa terimakasih traktirannya"
begitulah kira kira kata ara teman teman salsa Kecuali si Prilly.. ia langsung mengambil tasnya lalu pergi keluar resro..
yang lain pun begitu..
ternyata Prilly parkir si samping mobil Vannya
Vannya yang telah dintunggu supir langsung masuk ke dalam pintu penumpang ,saat pintu gesernya terbuka ...
Anya mengetuk dulu kaca mobil Prilly..
lalu prilly membukanya...
"duluan ya illy..." kata Vannya sambil masuk ke mobil yang cukup mewah itu....tangan anya melambai lambai bak Miss Univers...
__ADS_1
*bahahaha Nad kalo lo tau kejadian ini pasti kita bisa ngakak bareng nadddd* kata Vannya dalam hatinya....