
Acara Lamaran...
Semua keluarga dari Dua belah Pihak sudsh berkumpul di sebuah Ballroom hotel Wijaya's II...
Khania terlihat mengenakan kebaya simple berwarna Mint senada dengan dekorasi dan Tema yang ia ambil... Mint..
Raffi juga terlihat mengenakan Batik lengan panjang bernhansa Mint sama dengab Kain yang khania gunakan...
Keluarga dua belah pihak juga mengenakan pakaian berwarna senada..
Nampak Gugup Wajah Khania juga Raffi, meski mereka sudah saling mengenal keluarga pasangannya hanya saja ini salah satu moment langka yang sakral yang bisa membuat jantung mereka berdebar kencang tak menentu..
"tenang sayang, muka mu jelek sekali seperti menahan BAB di pagi hari" kata Ibu Widya berbisik
"Mahhh!!!" tegur Khania dengan kesal sambil meremas tangannya sendiri..
Salsa dan Thania hanya terkekh melihat Khania yang sangat tegang itu...
"Tenang dek, kamu ratu nya.. smile tunjuka. Behel muuu" ledek Thania
"awas yaa ka berani meledekku!!!" kata Kahania kesal dan pelan...
Kini Mc telah memulai acara, di Awalin dengan perkenalan singkat keluarga inti serta sambutan dari masing-masing Pihak...
usai selesai kini saatnya Raffi mengutarakn maksud dan tujuannya...
Raffi diminta berdiri begitu juga Khania..
Raffi pun membuka pembicaraannya dengan salam serta ucapan terimakasih pada orang tua juga pada keluarga Salsa...
"baik.. sepertinha saya tidak bisa belama-lama karena saya tidak ingin membuat Kaki punjaan hati saya Terasa pegal" kata Raffi mencairkan suasana...
pipi Khania pun memerah mendengar ucapan Raffi...
Para hadirin pun tersenyum bersorak mendengar hal itu...
"Bismillahirohmannirohhim... Khania Aury Wijaya, kamu adalah wanita satu-satunya yang aku pilih untuk menetap di hatiku untuk menjadi pendamping hidupkuu... Khania,,, mau kah kamu menikah denganku, menjalin bahtera rumah tangga dengan ku" Kata Raffi dengan Tegas keheningan ruangan itu terasa sangat Haru bahagia.
Khania mengangkat Microfonnya.
"Bismillahirohmanirohim...Atas dasar Rasa ini juga Restu dari orang tuaku maka Aku Khania Aury Wijaya mau mendampingi mu Raffi.. dan menerima mu sebagai calon suamiku" kata Khania dengan sedikit suara gemetarnya...
"Allhamdulillah" Sahut kebanyakan orang yang berada di ruangan tersebut...
Mc Pun mengarahkan kembali, sekarang pihak laki-laki memberikan sesuatu pada Khania...
Ibunda Raffi pun maju, bersama adiknya..
__ADS_1
Adiknya membukakan sebuah kotak perhiasan berisi cincin dan kalung..
Khania sempat terkejut kalau ada kalung emas putih dengan liontin berbentuk Love dengan berlian menacap di tengahnya...
Dengan Bahagia Khania di pasangkan Kalung juga Cincin oleh Calon Ibu mertuanya, di akhiri dengan saling mencium Pipi...
"makasih Bu, Khania bahagia" bisik Khania
"sama-sama sayang, terimakasih sudah mencintai Raffi" balas Ibunda Raffi..
Ibunda Raffi dan juga Adiknya kembali ke posisi semua...
"bagaimana Mbak Khania, bahagia? dekedekan yaa?" kata Mc meledek
"Allhamdulillah sangat bahagia, sedikit dekdekan sih" Jawab Khania dengan Polosnya yang mengundang gelak Tawa kebanyakan hadirin...
Khania dan Raffi dipersilakan duduk, lalu mendengarkan kedua orang tua untuk memberi wejangan pasca Lamaran, bahwasahnya lamaran ini bukan berarti memberi ruang kebebasan sebelum adanya IjabQobul...
Tak banyak yang Pak Ahmad juga Pak Banu sampaikan, namun pesan kedua nya untuk Raffi Dan Khania sungguh sangatlah penting...
Usai acara inti kini tiba acara Sesi Foto... dimana Sesi fotopun MC yang mengarahkan untuk Foto bersama keluarga secara bergantian...
Usai mengambil foto, mereka baru di persilakan ke acara makan malam bersama juga sesi bebas beraktifitas, dalam artian acara inti selesai...
Khania dan Raffi tengah mengambil beberapa Foto yang di arahkan fotografer... sementara keluarga Inti pak Banu juga pak Ahmad berada dalam satu meja makan panajang untuk saling berbincang dan mengenal satu sama lain...
Sementara Salsa masih menggedong Kiinan yang sudah mulai rewel krena merasa kantuk..
Vano yang sebelumnya sedang duduk bersama akhirnya bangkit dan menghanpiri Isterinya...
"mau pulang aja sayang?" kata Vano pada Salsa
" engga biar Kiinan tidur begini aja" kata Salsa
"panggil Fatmah aja, kita antar Kiinan ke kamar" kata Vano
"ih mass gamau nginep di hotel ah" kata Slasa
"yang mau nginep siapa, buka aja satu kamar buat kiinan istirahat.... kamu lupa ini hotel punya siapa" kata Vano sombong
"punya Khania, jangan ngaku-ngaku kamu" kata Salsa meledek
"yaa kan Khania adik aku sayang" kata Vano
"udah ayo ke lobby temui Fatmah" sambung Vano pada Salsa
Salsa pun tidak bisa menolak, ia berjalan menuju Lobby samb menggendong Kiinan yang belum pulas semepnuhnya..
__ADS_1
Sementara Raffi dan Khania telah usai menganbil beberapa jepretan foto pun akhirnya duduk di meja khusus mereka berdua sambil menyantap makanannya...
"Raff, kenapa pakai ini" kata Khania memegang Kalungnya
"Oh itu.. itu katanya dari Ibu, aku juga baru tau tadi pagi" kata Raffi Jujur
"ha dari ibu??" kata Khania sedikit kaget dan merasa haru..
"iya sayang, kenapa ga suka ya? jelek yaa?" Kata Raffi Khanwatir
Khanai menggelengkan kepalanya
"aku suka, aku bahagia Raffi, Ibu perhatian banget sana aku" kata Salsa dengan air mata sudah menumouk di mata nya
Raffi tersenyum..
"terimakasih sayang, Ibu pasti sangat senang dapat menantu cantik kaya kamu" kata Raffi
"cih gombal!" kata Khania terkekeh..
"aku ga gombal calon istriku" kata Raffi menatap Khania
khania merasa malu dengan panggilan Raffi itu.. muka nya memerah, jantungnya berdebar kencang..
"Stop menggodaku Raff" kata Khania
"loh masa begitu menggoda, aku serius loh sayang kamu cantik malam ini" kata Raffi
"ooo malam ini doang yaa" kata Khania
"hemm gak kok, tapi malam ini beda, cantik nya kamu itu semakin bertambah karena aura kebahagian kamu juga bertambah, dan aku akan berusaha menambah kebahagiaan itu agar calon isteri aku ini semakin cantik, dan semakin membuat aku terus jatuh cinta" kata Raffi dengan menatao Khania
Khania merasa ingin pingsan mendengar ucaoan Raffi... jantungnya semakin berdebar kencang, pipinya sudah matang bagai udang rebus kala itu...
Dari kejauhan Ibu Diana melihat rona bahagia pada kedua pasangan itu...
soo sweeett... jadi pengen muda lagi...
bahagialah kalian anak anakuu.. kebahagian mama ada pada kalian yang selalu berbahagia...
Dalam hati Ibu Widya menatap Khania rafii, dan menoleh ke arah pintu ada Vano dan Salsa berjalan bergandengan, juga melihat Tgania tengah menyuapi makanan ke arah Suaminya...
Kalian semua sudah dewasa, rasanya baru kemarin mama merasakan sakit bahagia melahirkan kalian... Terimakasih yaa Allah yaa Tuhanku, kebahagiaan ku semakin nyata setiap harinya... aku bersyukur menjadi orang tua mereka, aku tak mampu lagi membendung rasa bagagiaku, Terimakasih yaa Allah yaa Tuhanku. Teruslah hadirkan Kebahagiaan kepada keluargaku, kepada anak-anakku sampai kita semua tutup usia...
Dalam hati Ibu Widya yang tak terasa menitihkan air matanya...
***********
__ADS_1