Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 205


__ADS_3

Jakarta Pukul 02.00 Dini Hari...


Astaga... ini kenapa pusing banget kepala aku, mana Raffi pules banget...


yaa Allah... mama Khania sakit maa, Khania sakit apa ya mah sampe begini sakit nya kepala Khania... hiks hiks hiks


Khania hanya mampu menangis sambil memegangi kepala nya... bahkan untuk membuka matanya pun sangat sulit sangking pusing kepala yang ia Rasakan..


Mendengar tangisan isterinya Mata Raffi yang semula sangat rapat terpejam perlahan terbuka...


"sayang kamu nangis?? kenapa??" Kata Raffi yang dengan jantung nya yang berdebar kencang karena panik melihat khania sudsh menangis


"pusing, sakit banget kapalaku" rengek Khania namun matanya tak terbuka sedikitpun...


"Astagfirullah, tunggu sebentar aku bersiap! Kita ke Rs dan gak ada bantahan!" kata Raffi yang segera menuruni kasurnya bersiap untuk menuju RS...


Setelah 30 menit bersiap dan melakukan perjalanan merekapun tiba di Es, dengan sembarang Raffi memarkirkan mobil mewahnya di depan pintu IGD, beberapa perawat menyanbut Khania dan melakukan penanganan Khusus pada Khania...


Khania hanya mengeluh sakit pada kepalanya juga lemas pada badanya saat itu..


"maaf Pak Raffi, apa sebelumnya Ibu Khania jatuh atau terbentur kepalanya?" kata Dokter laku-laki itu sambil memasang Stetoskop di telinganya


"tidak dok, dia gapernah cerita jatuh apalagi kebentur bagian kepala.." kata Raffi sambil mengingat-ingat...


"dok 90/60" Kata salah satu suster yang baru saja melepas alat deteksi tekanan darah manusia.


Dokter hanya mengangguk sambil tersenyum penuh arti...


"maaf Pak Raffi, kapan Terakhir isteri bapak Datang Bulan?" tanya dokter Pria yang masih sangat muda itu


"maaf dok, ada apa ya?" Kata Raffi sedikit kesal karena menurutnya pertanyaan itu terlalu inti

__ADS_1


Khania mendengar ucapan dokter juga Raffi meski matanya terpenjam bukan berartinia tertidur atau pingsan, ia hanya menahan rasa sakitnya dengan cara memejamkan mata nya...


"Dok...saya ingat, terakhir saya datang bulan itu bulan lalu hemmm mungkin 5 minggu yang lalu dok, karena saya ingat itu sebelum kakak saya terbangbliburan" kata Khania yangvmasih berfikir dan mengingat-ingat kapan terakhir ia datang bulan..


"Saya rasa pusing ibu Khnia ini jelas karena Tekanan darah rendah, bahkan sampai berkunang juga lemas.... itu karena Ibu Khania ini Sedang Hamil"


ucap dokter itu Sedikit hati-hati


"apah????" dok tolong jangan bercanda!!" kata Raffi dengan ekspresi bahagia namun sedikit tak percaya


khania pun tak kalah kagetnya, ia membuka mata nya, menatap ke arah Raffi dan Dokter tampan itu...


"Maaf pak Raffi saya hanya dokter umum, tapi saya yakin Ibu Khania sedang mengandung, untuk lebih jelasnya nanti bisa ke dokter kandungan, atau saat ini bisa lab dan tes urin dulu sebelum nanti ketemu dokter kandungan yang di tuju" kata Dokter itu dengan penuh arahan


"terus apa isteri saya harus opname dok?" kata Raffi yang sudah memegang jemari isterinya


"saya rasa belum perlu, perbanyak minum dan makan saya rasa cukup, tapi Kalo mau di opname sekedar menambah cairan itu dengan senang hati saya membatu" kata Dokter tersebut dengan penuh rasa hormat


"kita pulang aja dok, tapi saya mau cek lab isteri saya terlebih dahulu sebelum saya ke dokter kandungan" kata Raffi dengan penuh keyakinan


"baik pak, saya akan buatkan pengantarnya... nanti sama suster yang akan membantu" kata Dokter tersebut,


"baik dok"


"kalo begitunsaya permisi sebentar" kata Dokter tersebut


Raffi masih merasa sangat bahagia mendengar kabar dugaan kehamilan pada isterinyabitunterus menciuninpipi Khania, sesekaki mencium pungung tangannKhania, Khabia hanya menikmati kebahagiaannyang tengah ia rasaakan...


Rasa pusing yang melekat seolah hilang dengan kabar kehamilannya itu...


Tak lama suster datang membawa beberaoa perlengkapan pengambilan darah, usai mengambil darah, khania di minta mengambil sample urine nya..

__ADS_1


dengan Bantuan suster Khania masuk kendalam Toilet dan memeriksakan langsung alat tes kehamilan tersebut bersama suster..


di depan pintu toilet Raffi menunggu dengan cemas... sesuai permintaan Khania. Raffi menunggu di luar toilet...


"sus gimnaa?" tanya Khania yang tengah duduk di atas closet duduk yang telah tertutup


"Allhamdulillah buu, Garis dua, positif" kata Suster itu sambil memegangi alat tes kehanilan kemudian di tunjukan ke Khania


Wajah Khania menampakan senyum sumringah bercampur kebahagiaan... dengan papahan suster khania kembali ke tempat tidurnya dan Raffi mengekor...


suster yang paham pun meninggalkan pasangan tersebut


"tadaaa aku hamil sayang" kata Khania memperlihatkan alat tes kehamilan yang bergaris dua itu...


"Allhamdulillah termikasih yaa Allah. terimaksih sayang" kata Raffi yang terus memeluk Khania penuh kebahagiaan itu...


"aku mau pulang aja, ngantuk... nanti hasil tes labnya di ambil pas kita ke Spog" kata Khania menjelaskan ke pada Raffi


"yaudah ayo pulang...." kata Raffi sambil menggendong khania ala bridal korea hihi


*******


Kabar bahagia itu kini telah khnia umumkan lewat Chat Grup pribadi keluarga Wijaya.. Respon bahagia dari keluarga nya membuatnya semakin merasa beruntung berada di lingkup keluarga yang selalu mendukung kehidupannya dalam keadaan apapun....


Kabar itupun tentu telah sampai di telinga Orang tua Raffi yang berada jauh di Cirebon, hanya karena jarak dan kesibukan keadaan disana, mereka belum dapat mendatangi anak menantunya di Jakarta..


*******


Hari ini Vano dan Salsa di perkirakan akan sampai di Jakarta pada malam hari karena mereka menggunakan penerbangan komersial di pagi hari, Vano juga telah mengabari Supir pribadinya yang harus menjemputnya sesuai dengan jadwal tiba pesawat di Jakarta...


Mendengar kabar kehamilan Adik iparnya Tentu membuat Salsa merasa senang dan turut berbahagia,,, mungkin akan terasa bahagianya jika Salsa juga hamil anak ketiganya, hanya saja mungkin Salss belum mendapatkan kesempatan untuk hamil anak ketiganya....

__ADS_1


__ADS_2