
Di tempat lain, dion telah selesai proses operasi, kini dia sedang istirahat di ruanganya. ketukan pintu dari luar membuat dion mendongakkan kepalanya, pintu ruangan dion terbuka menampakan teman dion dari kalangan TNI,
"assalamualaikum brooo" sapa laki2 berseragam loreng
fyn
"waalaikum salam, ilham?? apa kabar bro!" sambut dion pada teman lamanya, mereka berpelukan sangat erat.
"baik, wahhh gue pangling sama dokter satu ini makin tampan aja loe, gue denger2 loe udah meried! gila! gue ditinggal" seru ilham
dion tersenyum melihat ilham, " iya baru aja kok nikahnya, ntar gue kenalin sama istri gue! makanya nikah sono loe! keburu karatan tuh rudal hahahahaha" tawa dion menggema diruanganya. dokter yang teriikenal cool, dingin dan gak banyak bicara ini, kalau bertemu dengan sahabat atau teman dia begitu hangat.
"wahhh iya gue penasaran siapa yang bisa naklukin orang modelan lu begini, hebat tuh cewek!" ucap ilham masih tak percaya
"sialan lo ham! dia istimewa ham, dari awal emang gue udah suka sama dia, eh emang jodoh dari sononya, gue dijodohin sama opa gue, dia cucu sahabat opa gue, ya dengan senang hati donk, gue trima tuh perjodohan!" teriak dion senang mengingat pernikahanya sama dinda
"wahhhh daebakk hahahahaha, bisa gitu yaa kalau udah jodoh, enak donk loe, btw istri loe nerima loe gitu aja!" tanya ilham penasaran
"yahh awalnya dia ragu sih, gue yakinin dia, kalau gue emang dari awal suka sama dia, dulu dia kebetulan tinggal sama omnya, omnya itu bawahanya papi gue, yahh awalnya gue gak betah tinggal dirumah dinas bokap gue, karna ada dia malah gue gak betah tinggal diapartemen gue hahahahhaa!" jawab dion sambil tertawa
"wahhh gercep donk loe yahh, salut gue! lain kali loe harus kenalin gue sama istri loe!" ucap ilham
"beress, btw loe ngapain dirumah sakit?? siapa yang sakit??" tanya dion
"ohh, gue nganterin temen gue, biasa lah insiden! hahahha, gue ingat kalau loe jadi dokter kepala disini jadi langsung gue samperin aja loe,!" jawab ilham
"loe udah berapa tahun gak balik kesini, gue ingat terakhir loe pulang, saat loe pamit ke gue kalau loe masuk anggota kopasus! hebat loe ham! bangga gue sama loe!" ucap dion pada sahabatnya
"hahaha biasa aja donk broo! iya kali ini gue akan netap disini broo, yahh mudah2an gue cepet dapet jodoh kayak loe, gue juga bangga sama loe, masih muda udah jadi dokter kepala!" jawab ilham
__ADS_1
"eh sorry gue lupa mau minum apa loe!" ucap dion
"gak perlu bro, gue harus pamit, gue mau cek anak buah gue! udah dulu yah gue cabut, lain kali gue kabarin loe assalamualaikum!" ucap ilham
"waalikum salam, pasti gue tunggu!" jawab dion.
Sepeninggal ilham, cacing diperut dion berdemo ingin segera minta jatahnya untuk diberi makan, dion melangkah ke kafetaria yang ada di rumah sakit itu, sebenarnya dia ingin makan siang dengan istrinya mengingat pekerjaan dinda menumpuk selama dia tinggal honeymoon dion tak ingin mengganggu istrinya,
skip****
Di perusahaan Ad grup. reyhan baru saja selesai meeting dengan clien, reyhan memasuki lift menuju lantai atas, dia ingin mengajak rendi dan dinda makan siang bareng, karena jarang sekali mereka dapat berkumpul bertiga.
pintu lift terbuka reyhan langsung menuju ruangan bu bosnya.
tok..tok..tok...
"masuk" suara dinda terdengar dari dalam, reyhan masuk keruangan dinda, dan duduk disofa yang tersedia di ruangan tersebut.
"belum, banyak banget kak reyy,," rengek dinda
" ya udah ntar kak rey bantu, makan siang yuk! dicafe deket rumah sakit tempat laki loe kerja!" ucap reyhan, dia ingin bertemu dita kembali
"jauh amat, gak sekalian aja kita makan siang di hongkong! " dengus dinda
"halahhh itu moduss honey, abang pengen ketemu teman kamu si dokter dita!" sela rendi yang tiba2 masuk keruangan bu bosnya
"diem lu bangke! jangan dengerin dia dek!" ucap rey menahan malu, modusnya diketahui rendi
"udah gak papa kak rey, dia anak yang baik, semoga kak rey bisa daleti kak dita, eh btw ngomongin kak dita, kita wisuda 2 minggu lagi lhoo kalau kak rey mau datang aja ke kampus kita!" ucap dinda
__ADS_1
Reyhan yang mendengar pekataan dinda langsung berbinar, dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.
"oke kak rey akan datang! makasih ya dek!" jawab reyhan
"udah ayoo makan laper nih!" dengus rendi
"dinda gak ikut kak rey kak rendi, kerjaan belum kelar, duluan aja deh!" ucap dinda
"eh mana ada gitu! kesehatan lebih penting honey, kamu itu dokter tapi mengabaikan kesehatanmu, kalau ketahuan suamimu, kita yang dapat masalh, ayoo!" tarik rendi
" iya dek bener yang rendii katakan! ayoo" reyhan menarik tangan dinda juga, akhirnya dinda mengikuti kedua laki2 itu untuk makan siang, laki2 yang dianggap sebagai abangnya sendiri
"iya tapi habis ini bantuin kerjaanya dinda yahh??" ucap dinda
"iyaa bawelll!! kapan sih kakakmu yang ganteng ini gak bantu kamuuu" ujar reyhan sambil mencubit gemas hidung dinda.
yang punya hidung, mendengus kesal, karena hidungnya sakit, dan memerah tapi mereka tertawa bersama, karyawan yang melihat keakraban mereka menjadi iri, kedua laki2 yang terkenal dingin pada perempuan bisa jinak dan hangat didepan seorang dadinda aurelia putri hermansyah...
.
.
.
.
.
Kalau kita menanam kebaikan dan saling tolong, ingsya allah, kita akan menuai kebaikan pula, dan begitu sebaliknya kalau kita menanam kejelekan kita akan menuai kejelekan pula..
__ADS_1
Hai kakak kakak jangan lupa like, coment and vote nyaaa😊😉
maaf kalau masih ada typo