Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 114


__ADS_3

Vano pun terdiam... Vano duduk di sofa kamarnya dengan kepala di sanggah tanggan yang berada di kedua kakinya...


"aku mau kita cerai, kamu bisa nikahi dia mas" kata salsa Dengan suara gemetarnya....


DENG!!!!!!!!!!


hati Vano bagai tertancap pedang tajam yang panas, rasanya ia ingin marah namun ia sadar semua kesalahan ada padanya...


Vano pun berdiri menghampiri isterinya..


"Stop, jangan mendekat!!!" kata Salsa


"dengarkan aku baik baik sayang, PAHAMI.. sampai aku MATI aku TIDAK AKAN menceraikan kamu, bahkan terbesit di pikiranku pun tidak ada" Kata Vano pelan namun dengan penekanan penekanan


"kalo begitu aku yang akan menceraikanmu" kata Salsa tegas!


"Tidak!!! Segores pun aku tidak akan menandatangani apapun yang berhubungan dengan perceraian" kata Vano


"kamu egois!! kamu tau wanita itu hamil, anak di dalam kandungannya butuh seorang ayah mas, hiks hiks hiks" mengatakan itu hati salsa sangat sakit, sesekali ia mencoba menelan pahit kenyataan ini, dan malah menambah perih di hatinya...


"aku berani jamin itu bukan anakku" kata Vano...


"pikirkan jugaa Keenan saa, aku gamau berpisah darinya" kata Vano sambil memengang dua lengan isterinya


"jangan bawa bawa Keenan!!! saat kau melakukan itu kenapa kamu ga ingat Keenan mas?? kenapa?? hiks hiks hiks"


pikiran salsa tersadar dengan bayang wajah anaknya, hatinya semakin sakit bagaimana jika anaknya tau tentang masalah ini....


Vano hanya terdiam, ia kembali duduk dan tertunduk..


ia tak menyangka boom waktu ini telah meledak, membuat banyak hati tersakiti...


Salsa terlihat menarik kopernya, dengan cepat Vano menarik tangan isterinya...


"mau kemana, aku mohon jangan tinggalkan aku" pinta Vano lirih, ia mengenggam tangan Salsa sanggat errat..


"aku mau kita intrispeksi diri, barangkali hatimu akan terbuka untuk menceraikan aku,, aku akan tinggal di rumah papi" kata Salsa dengan sedikit isak tangisnya..


"SAMPAI AKU MATI AKU GAK AKAN MENCERAIKAN KAMU!!!!!!"


Kata Vano dengan penuh emosi, dengan keras dan lantang ia Berkata persis di depan Salsa...


"hiks hiks hiksss...baik, terserah padamu.. aku akan tetap pergi... aku butuh tenang" kata Salsa berbicara penuh dengan keberanian...


*kita memang tidak mungkin becerai dalam waktu 10 bulan kedepan mas, aku juga hamil masss, aku hamil....


batin salsa ...


"aku akan buktikan aku tak pernah melakukan hal itu... maafkan aku" kata Vano lirih memeluk isterinya sangat erat

__ADS_1


*aku yakin kamu mencintaku mas, aku merasakan itu.. tapi aku masih buta akan kejadian yang menimpahmu mas, aku sakit merasakan ini mass.. sungguh.... batin salsa kembali menjerit....


"aku mohon, jangan sampai papi tau, aku ga siap ia ikut sakit dalam hal ini,,, begitu juga Keenan, dia sangat mengaguminu sebagai seorang ayah, aku gamau dia ikut kecewa... kamu bisa temui Keenan, juga bisa bermain dengannya tapi tidak tinggal bersama kami lebih dulu" kata Salsa...


"sayang, aku ga sanggup dengan ini" kata Vano dengan air mata yang kini menetes..


"tidak hanya kamu mas, aku lebih tidak sanggup lagi, aku begitu sakit, aku lebih tidak sanggup dari mu..." kata Salsa kemudian membuka kamar dan meninggalkan Vano...


Sudah ada Bi inah yang juga sudah bersiap dengan keperluaanya dan juga keperluan Keenan... karena sebelumnya bi inah sudah Salsa perintahkan untuk segera berkemas...


Salsa dan Bi inah menuju gerbang, menghampiri Taxi yang sudah bi Inah pesan dan sedang menunggu mereka...


"sudah semua bi?" tanya salsa


"sudah non" kata Bi inah singkat


"ayo masuk, kita ke sekolah Keenan baru ke rumah papi" kata Salsa


bi inah hanya mengangguk..


Bi Inah juga tidak mengerti apa yang sedang terjadi pada majikannya itu, hatinya juga ikut merasa sedih melihat Salsa pasti habis menangis... wajahnya yang sendu menandakan sebuah kekecwaan pada diri Salsa...


Selama perjalanan salsa hanya terdiam menatap ke arah jalan lewat kaca...


Tiba di sekolah keenan, bi inahlah yang turun, Salsa hanya diam di Taxi....


Bi inah sudah berkata pada Keenan agar tidak banyak menganggu maminya, karena maminya sedang memikirkan pekerjaanya..


melihat lemari baju, tas, sepatu isterinya hanya tersisa beberapa yang jelas itu adalah pemberian suaminya... bahkan Salsa tidak menggunakan Mobil Pemberian Vano..


Hatinya semakin hancur, sakit dan tak mampu berfikir jernih...


Ingin sekali ia mabuk. agar semua benak hilang sejenak. namun ia tau isterinya tidak menyukai itu, ia menahan sendiri dengan melampiaskannya di kamar, menghancurkan segalanya yang nampak di matanya...


Sandi yang berada di kantor sungguh semakin tidak tenang, Ia sudah menyuruh semua anak buahnya untuk bekerja lebih ekstra lagi mencari tau dan mengikuti gerak gerik Lea..


Sandi pun bergerak menuju rumah Vano.... se sanpainya ia di kediaman Vano sudah ada bi Romlah yang tengah ketakutan mendengar kegaduhan dari kamar Vano...


Sandi pun langsung menuju kamar Vano, melihat semua sudah berantakan, pecahan kaca, gelas, guci, meja rias yang berantakan..


"apa lo udah gila Van?? Dewasa lah Van!!!" kata Sandi Tegas!


"Gue emang udah gilaa, gue bakal gila!!" kata Vano sambil tertawa tak jelas


Vano pun menangis mengerung gerung, seperti anak kecil hilang di mall...


melihat Vano yang begitu kacaw, sandi menarik Vano sampai ke kamar mandi, meletakkannya dibawah kucuran air shower...


"Gue akan bantu lo! tapi tolong kerja sama lo Van, lo gabisa begini, gue gak bisa juga bergerak sendiri!!!" kata Sandi tegas

__ADS_1


Vano hanya diam melipat kakinya lalu menundukkan kepalanya...


Sandi bergegas keluar meminta semua orang membersihkan kamar Vano...


setelah satujam Sandi meminta Vano yang terlihat sudah sedikit tenang untuk mandi dan berganti pakaian...


Vano pun menuruti perintah Sandi..


itulah kehebatan Sandi, se sulit apapun dia dalam masalah, dia masih bisa berfikir sangat jernih, berikir dalam tenang...


Sementara Salsa Masih dalam perjalanan menuju rumah Orang tuanya bersama Keenan dan Bi Inah...


mereka sempat Mampir ke sebuah restoran cepat saji untuk membeli makan siang...


"mami, kenapa naik Taxi... kemana mobil mami atau mobil daddy?" tanya keenan dengan hal yang tak biasa itu


"mobil mami di bengkel sayang, mobil papi di pakai ke kantor, nanti kita pake mobil kakek yaa"


kata Salsa Lembut


"kita mau ke rumah kakek mih?" tanya Keenan


"iya kita akan menginap di rumah kakek nenek"


"kenapa mih kita nginap disana? apa kakek dan enenk sudah pulang?" kata Keenan yang serba ingin tau, yang selalu ingin sebuah kejelasan


"hemmm belum sayang, kita nginep karena rumah kita mau di cat sayang, jadi kita nginep dirumah kakek nenek" kata Salsa dengan seribu alasan yang semoga dapat di terima oleh Keenan...


"Daddy nyusul ya mih nanti??" kata Keenan yang masih terus bertanya


"iya kalo daddy udah ga sibuk nanti daddy nyusul kita" kata Salsa..


"huh daddy selalu sok sibuk ya mih" kata Keenan dengan nada preotesnya


"hehe engga sayang, daddy memang sibuk, kan daddy sibuk juga buat Keenan nantinya... " kata Salsa dengan Lembut padahal hatinya sangat sakit mendengar kepolosan anaknya yang jelas ingin selalu bersama Vano ayah nya ...


Merekapun tiba di rumah orang tua salsa...


"bii keenan kamarnya di sebelah kamar aku yaa... " kata Salsa kepads Bi Inah...


"baik Non... bibi permisi non" kata bi inah menuntun keenan masuk ke kamarnya..


Sementara Salsa masuk ke kamarnya, mengunci pintu kamarnya.. ia merenung, rasanya ingin menangis tapi terlalu sakit rasa nya sampai rasanya ia hanya ingin marah...


Salsa mengusap perutnya, ia tau kini bayi dalam kandungannya telah berusia 4 minggu..


*semoga kamu tetap mendapat kasih sayang daddy ya sayang.. mami minta maaf.. semoga yang terbaik selaalu Allah kasih untuk kitaa...


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2