
SATU BULAN BERLALU.....
Pukul 7.30 salsa bergegas berangkat ke perusahaan miliknya... Vano kini memaksa Salsa memakai jasa Supir, Salsa akhirnya setuju dan ia memakai supir Papinya, Pak Amar namanya....
Pagi itu juga Vano juga telah bergags ks perusahaanya..
Keenan sudah faham dan terbiasa akan aktifitas orang tuanya akhir-akhir ini...
Pagi hari Keenan akan mengantarkan kedua orng tuanya pergi bekeja, kemudian keenan akan menunggu guru les renangnya datang seminggu tiga kali di hari lain akan ada guru les piano datang.. lalu keenan akan bermain edukasi seerti mewarnai, berhitung bersama bi Inah.... di sore hari keenan akan medapat pelajaran mengaji dari seorang guru yang datang kerumah... semua nenek kaakek juga akan datang bergantian guna menemani sang cucunya itu. .
Vano dan Salsa sengaja menyibukkan anaknua dengan beberapa kegiatan yang tentunya pas takarannya untuk anak seusia Keenan yang belom genap 3 tahun itu...
meski masih terlalu kecil, keenan selalu menangkap semua dengan baik, bahkan ia telah mampu berhitung penambahan meski baru sebatas hitungan belasan...
yaa mungkin kecerdasan Keenan menurun dari kedua orang tuanya yang memang pintar itu....
karena perusahaan Salsa kini berada di dalam naungan perusahaan Vano, maka Vano akan mengontrol kinerja di perusahaan tersebut, termaksd Salsa...
"bii maaf hari ini aku dan Vano akan pulang agak malam.. karena ada rapat bersama... " kata salsa usai melepas suaminya lebih dulu berangkat ke kantor...
"Tidak masalah nyonya" kata bi inah
"nanti pak Amar akan pulang, Bibi dan Keen bisa berkunjung ke rumah kakek atau opah" kata Salsa pada Keenan yang tengah sarapan
"are you sure mih?" kataa Keenan yabg mendengar pembicaraan Salsa dna Bi inah
"im sure son! oke mami berangkat yaa??" kata salsa mengecup kedua pipi anaknya...
Salsa bergegas memasuki mobil..
Pak Amar memacu mbilnya dengan kecepatan sedang...
sesampai nya di perusahaan salsa bergegas memasuki ruangannya di lantai dua puluh lima...
"apa jadwalku hari ini pak Dim" kata Salsa terhadap sekertaris sekaligus orang kepercayaan pak Latif,, Dimas...
"jam 10 meeting bersama DTA Grup buu"
"baiklah, lalu?" tanya salsa lagi,
"meeting di jam 1 bu bersama beberapa divisi terkait tender baru.., jam 3 ibu meeting dengan Mr. Leon, sama Pak Vano juga" kata Dimas...
"oke, yang dampingi aku nanti siapa sama DTA grup??"
"sama Susan bu, karena saya harus rapat pengadaan dengan bebrapa Divisi sebelum meeting sama ibu" kata dimas
"baiklah, suruh Susan masuk" kata Salsa
"baik bu, saya permisi..."
Susan adalah adik sepupu dari Dimas, menurut pak Latif Susan cocok menjadi sekertaris sasla makanya Susan di pindah kerjakan yang sebelumnya di bagian Humas kini menjadi sekertaris pribadi salsa...
TAK lama kemudian...
Tok
took
tokkk
"yaaa"
__ADS_1
"maaf, buu... ada yang bisa saya bantu bu?"
"hemm aku minta berkas untuk jam 10 sin" kata salsa
"oh ini buu"
"oke, kamu temenin aku yaa.. siapkan ruang meeting... aku gamau ngobrol diruanganku," kata Salsa....
"baik bu.... permisis"
*huuuhhh, seepertinya baru sebulan aku duduk disini lagi tapi rasanya sangat berbeda... kini aku juga punya tanggung jawab di rumah sakit... apa aku terlalu rakus akan hal ini? hmmmm...
kata bantin Salsa yang selalu merasa bersalah jika merenung tentang banyak hal....
lamunan salsa terhenti karena ponselnya berdering...
panggilan video call dari suaminya
🎥🎥🎥🎥🎥
"kok cemberut istrikuuu, ada sesuatu kah?"
"gak ada mas, ada apa masih sepagi ini sudah mengintaiku??"
"hahaha bahasa mu sayang, memangnya aku intel... aku cuma rindu isteriku saja.." kata Vano dengan Wajah yang begitu menggoda isterinya itu...
"masss mulai deh hemm" tampak wajah salsa mulai memerah
"duh ada yang memerah mukanya hahaha"
"mass jangan menggodaku, atau akan aku balas nanti" kata salsa
"aku tunggu balasanmu, justru itu yang aku mau hahhaah"
"hemm setelah jam makan siang yaa sayang, aku makan siang di Cafe X bersama klien, baru ke kantor kamu" kata Vano
"oke sayang bye...."
*
*
*
DIKANTOR VANO...
"gausah galau mikirin kerjaan istri, dia bakal tau kok tangungg jawab nya kalo udah di rumah" Ledek Sandi yang sedari tadi ternyata telah mendengar percakapan Salsa dan Vano...
"sial!!! nguping aja lo!!"
"siapa yang nguping haha, Van lo tau siapa Mr. Leon alexsander??"
"gataulah, dia sebelumnya kan kerjasama ama papi, nah sekarang akan di perpanjang, bahkan dia akan menambah besaran investasi itu..." kata Vano
lo tau apa tentang dia?" sambung Vano
"dia Ayahnya Lea Alexsander !" jawab Sandi singkat padat dan Jelas...
jenggg jenggggggg
mata Vano terbelatak mendengar nama yang tak asing di telinganya itu... seketika pikirannya menjadi kembali ke masa lalunya....
__ADS_1
"van...vannnnn!!!"
teriak Sandi
"haaaaahhh, sory sory!!! coba lo cek mungkin lo salah!!" kata Vano mulai gugup
"gue gak salah, mungkin udah puluhan kali dia mau kerjasama ama kita disini, tp selalu gue cari cara biar itu gak terjadi karena gue tau siapa dia! nah sekarang dia tau Perusahaan mertua lo ama lo dalam satu naungan, makanya dia gencar banget mau perpanjang bahkan menambah sahamnya... lo bayangin dia ga segan segan loh nyamperin jauh jauh kesini.. padahal perusahan sini yang mau kerjasama sama dia rela terbang buat meeting sama dia" kata Sandi tegas padat dan jelas ...
"mati dah gua" kata Vano sedikit frustasi...
"info terbaru, Lea Alexsander udah jadi model terkenal papan atas di Amerika, konon katanya dia mau coba merambah di ranah ASIA...." kata Sandi yang telah mencari informasi itu...
Vano mulai terdiam, berfikir apa jadinya jika ia bertemu dengan LEA, bahkan bagaimana juga respon Salsa jika tau siapa LEA..
"gue harus jelasin ke Salsa lebih dulu nih, biar dia ga salah Faham" kata Vano
"yakin? entar malah nyesel liat Lea yang sekarang, pasti makin cantik Van" ledek Sandi sambil terkekeh..
"jangan memperkeruh suasana loo!! mau gue laporIn Nadya, lakinya memastikan seorang model yang cantik kelas ASIA" kata Vano balik meledek Sandi.
"sial bagai buah simalakama" kata Sandi ngedumel...
*
*
*
PESONA SALSA WIJAYA
Dengan gaya simple elegan salsa berjalan menuju ke ruang meeting...
telah menunggu dua orang di dalam ruangan tersebut...
Semua mata tertuju ke Salsa, sosok Cantik itu mampu menghipnotis tamunya itu..
"Maaf menunggu lama" kata salsa sambil menjabatkan tangannya ke kedua orang klien nya....
"tak masalah Nona, hanya lima menit...."
"saya Tama, CEO DTA Grup"
ucap seorang pria tampan, wajahnya menujukan usianya yang masih saat muda kala itu...
"ini Asisten saya, Dewa" lajut Tama
"Salsa" ucap salsa singkat,
"ini sekertaris saya, Susan"
"baik kita mulai saja, bagaimana dengan kelanjutannya emial kemarin" kata salsa kemudian mulai memfokuskan diri pada pekerjaanya...
Sedari tadi Tama justru hanya Vokus pada Salsa saja, ia begitu terpesona oleh Salsa, rupanya Tama yang baru saja enam bulan menjadi seorang CEO setelah lama menetap di Luar Negri tidak tau siapa Salsa... yaa karena hampir seluruh pembisnis besar di Indonesia mengenal Salsa seorang anak dan istri dari pengusaha sukses!!
Dan orang yang tidak mengetahui siapa salsa tentu akan mengira salsa adalah seorang gadis, bukan seorang isteri ber anak satu... sungguh, Tama terlihat terus menatap Salsa, melihat manis senyumnya di hiasi lesung pipi juga gigi gingsulnya itu... aaa rasanya Tama menyukai Salsa!!!!
Ini Salsa saat ngantor hari ini yaa gaeshh... masih terlihat sopan karena menang itu kan karakteristik Salsa...
-----
__ADS_1
FYI, AKU MAU COBA KASIH VISUAL TP AKAN AKU BLUR MUKANYA, BIAR KAKIAN BISA MEMBAYANGKAN SOSOK CANTIK SESUAI EKSPETASI KALIAN YAH...
HEHEHE