Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 142


__ADS_3

Dua minggu berlalu...


"pak Maaf , kenapa saya di panggil" kata Khania dengan polosnya


"gapap kamu kerjakan tugas mu di dalam sini aja" kata Anton


"maaf pak tidak bisa" kata Khania


"kamu jangan mentang-mentang adiknya si Vano sialan itu yaa!!! "


"maaf sepertinya biacara anda keterlaluan" kata Khania yang langsung menyambar pembicaraan anton...


Anton pun bangkit dari duduknya, menghampiri khania , denganrasa takut khania memundurkan badannya perlahan hingga mentok ke tembok..


"mau apa lo?" kita Khania kasar


"mau main main, kenapa? jagan takut, niknatin aja"


kat Anton sambil meregangkan Kancing di lehernya


gilak mulutnya bau banget... bau apa sii ini, apa iya bau jigong... kata khania dengan polosnya...


"eh lo jangan macem macem ya!!! dengan mudah gue bisa pecat lo dari sini!!!"


"gapapaaa dengan begini mungkin gue bisa jadi bagian dari keluarga lo. yakan cantik" kata Anton membelai Pipi Khania


Khania yang semula berani kini semakin ketakutan, badannya gemetar , air matanya ingin mengalir tumpah dari bola matanya..


"stop, saya bilang stop" kata khania kencang


Dewi yang sedari tadi fokus denga pekerjaanya, mulai menatap ruangan Atasanya itu.. Dewi berfikir apa yang terjadi pada Khania, Dewi takut khania berbuat kesalahan karena laporan yang khania bawa itu yang mengerjakan adalah Dewi..


"duh khania, kalo lo di pepes bos karena kerjaan gue yang salah pasti gue gak bisa tidur tujuh hari tujuh malemm... apa gue masuk aja yaa" kata Dewi pelan...


sementara di dalam ruangan itu khania berusah mendorong tubuh Anton, namun anton berhasil mendekat lagi...


Diluar ruangan..


buggghhhhh


"maaf pak maaf maaf" kata Dewi yang baru saja menabrak seorang pria bertubuh altetis..


"ngapain kamu disini mondar mandir kaya setrikaan, apa saya mengaji kamu untuk ini"


kata Pria itu...


"maaf pak maaf, saya hanya khawatir dengan karyawan magang, dia di dalam sejak 20 menit lalu blm keluar.. soalnya laporan itu saya hang buat, saya takut dia di marahi bos" kata Dewi dengan polosnya...


Pria itu langsung masuk kedalam di ikuti seorang pria di belakangnya yang tak kalah tampannya...


yaa dia adalah Vano dan Raffi...


semakin mendekat Vano dan Raffi mendengar kebisingan di dalam .. Vano menatap Raffi begitu pula Raffi..


dengan satu tendangan Vano berhasil membuka pintu kokoh kayu itu...


BRAKKK


"KHANIAAAAA......" Teriak Vano dengan histerisny


vano melihat adiknya sedang tertunduk di sudut ruangan sementara Anton sudah menggunakan kaos dalamnya sedang membelai rambut Khania yang menutupi muka Khania...


mendengar Teriakan Bos besarnya Dewi berlari menuju ruangan itu...

__ADS_1


Khania mendongakkaan wajahnya, Anton membalikkan tubuhnya.


dengan cepat anton meraih kemeja di atas mejanya...


"paa v vano???"


"khaniaa" ucap Raffi pelan.. tangannya mengepal erat sampai beberapa otot tangannya nampak...


sementara Vano berlari kecil mengahmpiri adiknya, memeluk khania yang tengah menangis itu, tubuhnya gemetar luar biasa


Bugh


bugh bugh


Bugh


Rafi memukul Anton dengan membabi buta..


Dewi yang datang terkejut...


ia tak mampu berkata kata lagi


"panggil satpam cepat!" teriak Vano yang masih memeluk adiknya...


dengan cepat Vano membawa Khania duduk di sofa.. dan mengambil alih pukulan untuk Anton..


"BRENGSEK!"


BUGH BUGH BUG....


Antonpun tersungkur di lantai dengan luka di area wajah..


ingina Raffi menghampiri Khania namun merasa cangung.. Dewi yang datang pun langsung memeluk Khania..


"untuk apa kalian semua menonton hah?! kalian mau bernasib sama seperti dia?" kata Vano menunjuk Anton yang sudah di pegangi satpam...


Para karyawanpun berhamburan menempati biliknya masing-masing...


"tuhkan beneer dia emg cewek ga bener, asti kepergok bos besar tuh" kata seorang wnita, Vano yang mendengar itu langsung kembali emosi..


"bawa brengsek ini ke kantor polisi" kata Vano ke satoam...


"seret dia kesini" kata Vano ke Raffi..


Raffi yang mendengar ucapan wanita itu juga langsung geram, dengan cepat wanita itu dibawa ke hadapan Vano ...


"apa yang kamu katakan barusan" tanya Vano dingin


"tentang si dia???? hmm oh gini pak, dia memang wanita ga bener, kerja belum sebulan udah nenteng tas mewah, hape mahal...mobik mewah.... makanya dia goda pak Anton biar bisa dapet jajan lebih" kata Wanita itu dengan pedenya...


Mendengr itu Khania makin histeris menangis, Dewi begitu kesal mendengar ucapan rekan kerjanya, begitu juga dengan Raffi...


plaakkkk


tamparan keras Vano tancapkan di pipi Wanita itu...


"maaf pak kena---k"


plaakk


Dua kali Vano menapar wanita itu...


"Lihat baik baik wanita itu, LIHAT!!!!" Bentak Vano

__ADS_1


karyawan itu menahan rasa takutnya bercampur rasa sakitnya, lalu meneteskan air mata sambil menoleh ke arah Khania...


"Wanita yang kau hina itu adalah ADIK SAYA! Dia adalah Anak dari keluarga WIJAYA!!!"


dengggg


ucapan Vano mengagetkan Dewi, Raffi juga Wanita itu...


"maafkan saya pak maaf, saya tidak tau"


"tau atau tidak kamu, tapi bagi saya memperkerjakan orang yang tidak ber etika seperti kamu adalah haram bagi perusahaan saya... kamu saya PECATdan saya pastikan kamu akan sulit mencari pekerjaan!!!


Bentak Vano


"bawa wanita ini keluar" pinta Vano pada Raffi


Raffi hanya mengangguk...


"khania, pak maaf kan saya, jangan pecat saya.. saya mohon pakk" kata wanita itu


"kemasi barangmu dan pergi dari sini" kata Raffi kemudian menutup pintu ruangan itu...


kemudian menghampiri Khania..


"maafin abang dek, maafin abang"


kata Vano lirih


Khania hanya menangis, tubuhnya juga basah akan keringat yang muncul begitu banyak...


Khania mengangkat wajahnya, betapa kagetnya Vano, bekas tamparan di pipi khania hingga tepi bibirnya berdarah... pelipisnya juga bengkak seolah habis di beri tonjokan...


"astaga khanii" Vano langsung memeluk Khania tanpa sadar ia ikut menagis...


Vano merasa salah menitipkan khania ke Anton..


"kamu tolong kemasi barang Adik saya"kata Vano ke dewi, sementara dewi berlari kecil keluar ruangan...


Vano mengambil ponselnya...menghidar sedikit dari posisi khania..


ia menghubungi Thania juga Salsa agar standby di rs... tentu itu membuat kaget kedua wanita itu....


sementara Raffi menatap sendu wajah Khania..


ia merasa ingin memeluk khania namun lagi lagi rasa cangungnya terhadap Vano, apalagi raffi baru mengetahui siapa Khania...


Usai menelfon telah ada dewi juga di ruangan itu...


"fii, kamu bawa mobil adik saya.. kembali ke perusahaan saya akan bawa adik saya ke Rs..." kata Vano


"handle semua pekerjaan saya, meeting penting alihkan ke Sandi, saya akan hubungi Sandi nanti..." sambung Vano...


Kemudian Vano membuka tas adiknya, menberikan kunci mobil pada Raffi... Vano kemudian menggendong adik semata wayangnya menuju mobilnya...


sampai di lobby pak sanusi kaget mendapati Vano menggendong wanita... namun setelah masuk ke mobil barulah pak Sanusi tau itu adik majikannya...


hampir aja berfikiran jelek sama tuan Vano...


*


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2