
Tiga Hari Berlalu...
Kini Khania berada di rumah dimana Raffi membelinya untuk ia huni bersama Khania...
berhunung orang Tua Raffi belum mengetahuinya untuk itu Raffi juga khania mengajaknya...
Memang Cukup Sore mereka berkunjung karena Raffi baru mendapat Izin dari Vano pukul 3 sore..
"Semoga betah yaa Khania kamu tinggal disini sama Raffi" kata Ibu Fika ibunda Raffi
"betah dong buu... nanti ibu, Nabila sama Ayah sering-sering kesini yaa " kata Khania
"Iyaa Ibu pasti bakal sering-sering kesini... apalagi kalo nanti udah ada cucu" kata Ibu Fika meledek
Blusshhh Pipi Khania memerah
"ibu ini sudah ke cucu saja pembicaraanya" kata Pak Ahmad
"hehe maaf maaf... oh iyaa kalian kapan mau beli prabotan?" kata Ibu Fika
"secepatnya buu, mengingat cuma satu setengah bulan menjelang pernikahan jadi pasti kita juga harus panadai bagi waktu" kata Raffi
"Ibu tenang aja yaa, nanti Ibu kesini pasti semua udah kita sulap, triinggg lengkap deh prabotannya" kata Khania berlaga seeperti pesulap
yaa tuhan Khania kamu gemesin banget! kalo gak ada Ayah sama Ibu udah aku cium kamu...
Sementara kedua Orang Tua Raffi terkekeh melihat Tingkah laku Calon Menantunya itu...
"Kak affii...." panggil Nabila dari Lantai dua
"yaaaa kenapa?" sahut Raffi
Nabila pun menuruni Tangga...
"ini perumahannya tertata rapih banget yaa kak, sampai kita lihat ke lantai tiga pun asri banget" kata Nabila merasa Takjub
"ngapain kamu ke lantai tiga? itu ruang jemur cuci pakaian" kata Raffi heran
"yaa kepo aja, ternyata nyaman juga kak" kata Nabila
"ini yang punya perumahan ini
Sahabatnya bang Vano, Disainnya yang buat istrinya yang arsitek..." kata Raffi menjelaskan
"oh gitu... wahh enak tuh suami isteri jadi partner kerja," kata Nabila
"yaudah kamu cari bidan juga buat jadi calon suami" ledek Raffi
"hah?? mana ada bidan cowok! dokter kandungan banyak" kata Nabila kesal
"nah yaudah dokter kandungan aja bil, jadi kamu bisa jadi asistennya kan"kata Khania
"nabila mau ibu jodohin sama anak pak lurah" ledek Ibu Fika
__ADS_1
"Idih ogah buu, botak dia gak mau bila mah" kata Nabila begitu ekspresif membuat semua terkekeh menertawakan ekspresinyaa ..
*
Di Tempat Lain
Vano melangkahkan kakinya setelah turun dari mobilnya,, Vano memilih pulang lebih cepat karena tidak ada pekerjaan penting juga Raffi yang sudah Izin lebih dulu membuat Vano malas melanjutkan pekerjaanya..
Saat masuk kerumahnya ia me dapati Salsa tengah menghias meja ruang keluarganya dengan bungga yang telah ia beli setelah menjemput Keena pulang dari sekolah..
Salsa tidak menyadari kehadiran suaminya, ia sangat Fokus dengan aktivitasnya, sementara kedua anaknya masih terlelap dalam tidur siangnya..
Vano memeluk isterinya dari belakang...
sontak membuat salsa kaget..
"maaasss!! ihh bkin kaget aja" kata Salsa sedikit kesal
"uhhh lagian fokus banget si "kata Vano sambil mencium pundak belakang isterinya
"mumpung anak-anak tidur, gak salah dong aku me time... "
"kamu ko sudah pulang?? apa kamu sakit?" kata Slsa membalikan badannya..
Masih dalam posisi berhadapan sangat dekat itu.. tangan Vano pun masih melingkar di pinggul isterinya
"iyaaa niihh, aduuh meriang aku" kata Vano Lirih
"Meriang... merindukan kasih sayang" kata Vano terkekeh
"idihhh... ga lucu mass!!!" kata Salsa kesal sambil memukul dada suaminya
" emang aku pelawak ha?!! hemm kenapa pakaian kamu begitu sexy hemm" kata Vano semakin mendekatkan wajahnya ke isterinya...
karena ia hanya seorang IRT salsa hanya mengenakan celana katun pendek sepaha nya di padukan dengan kaos berwarna hitam berkerah V...
"kan dirumah ini perempuan semua, lagian ini wajar mas dipakai sama IRT macem aku" kata Salsa menaikan Alis nya
"itu dua Satpam di depan apa perempuan ha?"
"eitss kamu lupa akan peraturan yang kamu buat???, mereka ga bisa masuk kerumah ini sembarangan apalagi kalo aku dirumah" kata salsa menaik turunkan alisnya
"hemm iya iya aku kalah lagii" kata Vano frustasi
"hahahah... sudah bebersih sana, nanti anak anak pasti senang bangun tidur mendapati daddy nya sudah ada di rumah" kata Salsa menepuk pipi suaminya pelan
"hemm baiklah... malam ini kita dinner di luar aja yaa... sama anak-anak" kata Vano
"benarkah??" kata Salsa seolah tak percaya
"he'eh... aku mandi dulu" kata Vano beranjak menuju kamarnya
Salsa pun tersenyum senang...
__ADS_1
Diselah kesibukannya dia masih menyempatkan diri untuk aku dan anak-anak...
Terima kasih yaa Allah... aku bahagia..
Dalam Hati Salsa...
Sore Hari Vano masih menyempatkan diri bernain dengan Anak-anaknya di halaman belakang rumah mereka.. tentunya Vano meladeni permintaan Putra semata wayangnya untuk bermain sepak bola..
Sementara Kiinan duduk di atas Kereta Bayinya di temani salsa di sampingnya seolah merekalah supporter Vano dan Keenan...
Bii inah, Bii Romlah, Mba Fatmah yang setiap hari melayani mereka memang kerap merasa Iri dengan kebersamaan Vano dan Salsa yang terlihat semakin Harmonis dalam balutan Kebahagiaan...
"aduh aku jadi rindu bojo kuu" Kata Bi Romlah
"Aku juga jadi rindu anaku" kata Mba Fatmah
"lah aku rindu sopo yoo" kata Bi Inah
Bi Romalah dan Mbak Fatmah pun terkekeh...
"bii mau ndak di jodohin sama supirnya Pak Tri tetangga sebelah," ledek Mbak Fatmah
"Gundul muuu, aku ni sudah tua, aku gak suaka cinta-cintaan" kata Bi Inah
"eeeh umur boleh tua bii, tapi pesona harus awet muda" ledek Bi Romalah
"Sudah kalian ini biacara apa si?! ayo lanjutkan bekerja"
kata Bi Inah
"apa yang mau di kerjakan, pakerjaan kita kan sudah selesai" kata Bi Romlah
" aku mau beresin kamar anak anak dulu deh" kata mba Fatmah
"yowes aku mandi dulu lah" kata bi Romlah berjalan meninggalkan bi Inah sendirian...
Bi Inah menghela Nafasnya Panajng dan kasar...
Non.. semoag Non Salsa selalu bahagia.. Bibi yakin Orang Baik seperti Non salsa akan bahagia dalam hidupnya meski banyak orang yang syirik pada Non Salsa...
Dalam Hati Bi Inah....
*
*
*
*
WASPADA!!! TYPO ADA DIMANA-MANA!!
HARAP MAKLUM!! HEHEHE
__ADS_1