Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 127


__ADS_3

"Hadi Permana siapa?" kata Vano ketus!


DENG!!!


aku bukannya gak mau jelasinnya, tapi aku tau sifat kamu kalo udah cemburu yang terlalu tempramen, terlalu cepat marah!! kapan kamu berubah sih??! kata salsa dalam hatinya..


"dia teman SMP ku mas, dia juga satu SMA tapi beda kelas .. dia juga kenal kamu" kata Salsa lembut sambil memakai lotion untuk perutnya...


"Kenapa dia smpe beliin keenan mainan, dan kamu membiarkan, apa kamu pikir aku udah ga mampu beliin anak mainan??" kata Vano dengan sedikit kesal


"mass!! apa harus seperti ini kalo kamu sedang cemburu?! mas anak kita sudah mau dua, kita juga sudah cukup dewasa, ayolah mas jangan sperti ini... Keenan di belikan mainan karena Keenan nangis mainanya rusak, Hadi merasa bersala.. aku juga ga ikut merka kok belinya" kata Salsa dengan irama yang masih pelan dan menenagkan


"jadi kamu membiarkan Anak kita pergi dengan orang asing?? kalo terjadi apa apa bagaimna?! Hah??!!" kata Vano membentak salsa


Salsa menarik nafasnya panjang dan membuangnya kasar


"mass, tadi aku kan bilang pesawat delay, nah keenan meras bosan, dia akhirnya minta ice cream aku lelah mas habis antre, pas aku balik ke meja keenan sudah nangis sama si Hadi, akhirnya Hadi berniat menggati di toko mainan dekat aku duduk tapi aku lelah, masa aku harus berjalan juga nemenin keenan memilih juga? mas kehamilan kali ini beda sama Keenan dulu, aku lebih merasa sangat mudah lelah" kata salsa mebcoba menjelaskan seditail mungkin


"tadi alasannya Keenan menangis, sekarang alasannya karena capek hamil" kata Vano ketus


"itu bukan alasan itu penjelasan aku!!!! mas aku ga ngerti lagi ya jalan fikiran kamu kalo lagi cemburu, kalo begitu, kamu bisa kurung aku setiap hari bagai tahanan penjara, supaya gak ada lagi interaksi sosial dalam hidup aku" kata Salsa masih dengan sangat lembut, lalu membaringkan tubuh nya membelakangi Vano


*kamu terlalu egois, kamu bahkan ga mikirin gimana aku sangat amat menjaga kehormatan aku sebagai isteri dan ibu mas!!


"kenapa malah tidur?? berusaha ngelak ya? ha?" kata Vano kesal dengan sikap isterinya.


Salsa tidak mengubris pembicaraan suaminya itu.. Salsa memilih diam karena itu adalah cara terbaiknya..


*apa aku berlebihan ya menanyakan hal sepele ini ke salsa? ah tapi wanita kan emmang begitu, suka merasa cantik jadi bisa se enaknya kalo di ajak ngobrol lawan jenis...

__ADS_1


Vano pun membaringkan tubuhnya yang juga membelakangi salsa..


merka pun akhirnya tertidur...


pagi hari usai sholat mereka melanjutkan kagi tidurnya.. tidak dengan salsa, semenjak hamil ia lebih memilih mandi pagi dan bersolek sederhana..


lalu ia menyiram tanaman di halaman rumahnya, ia juga mulai memelihara tanaman anggrek seperti saat ia masih menjadi seorang gadis...


Ia sambil bersenandung sambil menyirami tanaman.. para pekerja begitu takjub dengan pesona Salsa yang semakin hamil tua semakin cantik..


Setelah sadar telah pukul 7 ia bergegas membangunkan suaminya..


"pagi pagi sudah rapih, mau janjian ya?!" kata Vano ketus sambil membangunkan tubuhnya


"masih aja kamu mas, bukannya aku sudah biasa ya seperti ini?" kata Salsa sambil mengambilkan pakaian kerja suaminya


"aku ga kerja!" kata Vano ketus


"gak! mau awasin kamu aja, gimana si tingkah kamu sehari hari" kata Vano dengan kata kata yang begitu tidak masuk akal..


"astagfirullah mass!! kalo aku ga praktek aku dirumah mas, kamu kan kasih aku supir, kamu bisa tanya dia, kamu punya pekerja dirumah kamu bisa tanya mereka!!! "


Vano hanya terdiam, salsa berusaha sekali menahan emosinya, menahan juga hasrat bercintanya jadi sifat emosionalnya semakin menjadi, semakin posesif pada isterinya...


"kamu yang pernah beri aku luka mas, apa pernah aku mencurigai kamu saat kamu meeting bersama klien kamu yang sexy?! kalo aku bukan istri dan ibu yang baik, kamu sudah aku tinggal sejak dulu mas!!!! hiks hiks"


DENG!!!!


Mata Vano terbelakatak, jantungnya ikut berdebar saat mendengar ucapan salsa kala itu...

__ADS_1


Air mata salsa tumpah di pipi glowingnya itu...


Vano menoleh ke arah isterinya yang berada duduk di sofa itu...


"malu mas kalo aku sampai melakukan hal menjijikan yang ada di pikiran kamu, maluu... aku bawa anak, aku juga lagi hamil.. apa serendah itu aku dimata kamu?! hiks hiks.. kalo banyak pria yang suka sama aku itu hak mereka, apa aku harus menjadi jelek atau cacat supaya orang gak suka sama aku termaksud kamu??? hiks hiks... yang perlu kamu tau harusnya mas! kalo banyak pria yang memang menyukai aku, tapi secuil pun aku gak gubris harusnya kamu bangga karena cuma kamu yang aku pilih...kalo kamu masih ragu dan takut sama aku, kamu salah!! tapi kamu bisa kurung aku bagai tahanan! aku ikhlas demi rumah tangga kita yang utuh, demi anak anak! hiks hiks hiks


Salsa menangis entah harus apalagi yang ia katakan, inilah hal yang Salsa benci ketika Vano cemburu.. karena banyak hal yang tak masuk akal yang akan Vano sangkut pautkan...


Vano pun mengahampiri isterinya.. ia tersadar bahawa ia hanya tersulut emosi kecemburuan..


"maafin aku sayang, aku berlebihan... maaf sikap ke kanakan aku ini... aku hanya takut kehilangan kamu" kata Vano menciun tangan isterinya


"kamu gak akan kehilangan aku, kecuali kamu yang membuang aku, atau Tuhan yang berkehendak" kata Salsa lirih


"maafkan aku yaa, aku salah aku terlalu bodoh kalo berkaitan dengan rasa cemburu ini sayang" kata Vano


"mandi lah lalu sarapan!" kata salsa sambil mengusap air mata di pipi nya


"aku maunya sarapan kamu" kata Vano memeluk tubuh isterinya yang hampir 4 bulan tidak ia gauli...


"temani aku kontrol kalo bgitu, supaya kita tau bagaimana keadaan anak kita di dalam, dengan begitu kamu akan tau apa sudah boleh atau belum" kata Salsa


"baik.. aku akan menemanimu" kata Vano dengan senyum sumringahnya...


"mandilah, lalu turun untuk sarapan...aku akan melihat keenan.." kata Salsa menuju luar kamarnya itu...


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2