
Dalam Perjalanan...
"besok aku gak bisa menemui Ayah, Ibu dan Bila Raff... aku meeting sama klien pagi-pagi... " Kata Khania
"tak masalah, bukannya kamu sudah bilang tadi? hmm?"
"iyaa sih tapi gak enak aja sama mereka" kata Khania yang takut membuat calon mertuanya kecewa dengan sikap nya..
"yaa Enggak lah sayang, udah tenang aja yaa.." kata Raffi menenangkan
"hemm Weekend ini kita cari baju pengantin jadi?" kata Khania
"Boleh.. minggu depan kalo bisa kita sudah foto prewed ya sayang" kata Raffi
"Cih mentang-mentang WO nya pihak kamu, jadi mau buru-buru aja..."
"hei aku ga buru-buru loh, waktu kita cuma satu setengah bulan... sementara kita??? jadwal kita juga gak menentu kan?" kata Raffi membela diri
"hemm iyaaaa.. iyaaa... sudsh fokuskan saja menyetirnya" kata Khania memalingkan wajah Raffi dengan Tangannya...
Raffi melajukan mobilnya menuju Kediamana Utama Keluarga Wijaya... usai mengantarkan Khania Raffi segera kemabali ke kost nya mengingat besok orang tua nya akan kembali ke Cirebon....
Hari Berganti...
Pagi hari kediaman Devano Wijaya...
"oke deal! lakukan secepatnya, waktu hanya 6 bulan dari sekarang, saya minta keseriusan kalian bekerja dalan proyek ini harus di tingkatkan!"
Salsa mendengar suaminya berbicara dalam sambungan telfon, anehnya kali ini Vano menerima telfon di baklon kamarnya, membuat Salsa penasaran atas pembicaraan tersebut...
Saat Vano membalikkan badannya ke arah Pintu balkon terlihat Salsa berdiri memandang ke arahnya, itu menbuat Vano terkejut, juga merasa jantungnya berdebar lebih cepat...
"suamiku pagi-pagi sekali sudah terima telfon serius rupanya" kata Salsa yang berdiri di bibir pintu balkon, dengan pakaian mandi juga handuk yang membungkus Kepalanya.
"eh sayang... iya sayang urgent" kata Vano yang bingung harus berkata apa ..
"apa kamu ada proyek baru mas? aku dengar soal pembangunan tadi" kata Salsa sanggat penasaran..
Mebdengar Itu Vano semakin gelagapan menjawab pertanyaan isterinya.
"Ah iyaa sayang, aku sama sandi cuma mau buat ruko kok" kata Vano tak masuk akal
Ruko? untuk apa bisnis membuat ruko? sekelas Vano masa bisnis ruko si?! Kata Salsa dalam Hati...
"ohh gitu... yaudah mandi sana mas, sudah kesiangan ini, bahkan aku sampe gak masak... semua gara-gara kamu yang gak cukup sekali" kata Salsa sambil berjalan ke arah dalam kamar menuju ruang pakaian
"maaf sayang abis nagihin sih" ledek Vano sambil terkekeh
"Mas mandilah atau kamu akan Kena Ocehan Keenan yang akan terlambat kesekolah" Kata Salsa sedikit berteriak mengingat dirinya sudah berada di ruang ganti pakaian..
__ADS_1
Vano pun terkekeh sambil melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi...
Sarapan Bersama
"mas nanti sebelum jemput Keenan aku mau kerumah Papi dulu yaa.. seharusnya bulan ini papa kontrol ke jepang" kata Salsa
"hemm oke, kita makan siang bareng saja nanti.. aku akan kosongkan jadwalku" kata Vano.
"serius mas?" kata Salsa tak percaya
"serius sudah bubar sayang..." kata Vano terkekeh
"sudah kamu dan mommy masak yang enak, kita lunch di rumah Papi aja, aku akan mampir ke sekolah Keen nanti" kata Vano dengan rona Bahagia..
"serius??? oke sayang aku akan mask spesial hari ini" kata Salsa yang tak kalah bahagianya..
"kita ke rumah Nenek dan Kakak dad?" kata Keenan
"iya dong, apa kamu kangen mereka?" kata Vano menatap Anaknya
"iyaa Keen kangen, yesss kerumah Kakek dan Nenek" kata Keenan kegirangan..
Usai Sarapan Vano memboyong Anak laki-lakinya menuju sekolahnya.. Jam pulang sekolah Keenan adalah pukul 11.10 siang, Untuk sekelas Taman Kanank-kanak memang terkesan begitu lama sekali bersekolah.. namun Itulah kebijakan sekolah.. selain Bermain belajar, Keenan juga mendapat Dukungan Moril dari sekolah nya atas hobi nya bermusik... Tak hanya Keenan itu berlaku pada senua murid..
Jam makan Siang di kediaman Pak Latif..
"selesai"
"pantes Anak Papi di cintai suaminya, wong Pinter masak gini" kata Pak Latif meledek Salsa
"begitu juga Papi dan Mommy kan?" ledek Salsa
Pak Latif terkekeh
"Mana suami dan anak mu itu" kata Pak Latif yang sudah sangat rindu dengan Keenan..
"mungkin sebentar lagi pihh, sabar dong" kata Ibu Diana sambil meletakkan orange juice di meja makan..
"Ah entahlah Papi rindu sekali dengan Keenan"
"Papi ini, tadi Kiinan habis di dusel dusel pasti habis ini Keenan" kata Ibu Diana sambil menggelengkan kepalanya...
"mereka sungguh menggemaskan, kapan-kapan Papi akan ajak Keenan bermain golf bersama Papi"
"benar kah kakek???" Terdengar suara bocah cilik yang tak asing lagii..
"keenan" kaata Salsa pelan
"aghhh cucukuuu, yaa Tuhan nakk, kakek rindu sekalii" kata Pak Latif memeluk cucunya yang sudah berlari menghampiri kakeknya
__ADS_1
"Keen kok ga ucap salam, daddy mana?" kata Salsa melirik ke arah koliong..
"sorry... hemm daddy parking mam" kata Keenan singkat masih memeluk Pak Latif
"Nenek ga di hug nii" kata Ibu Diana dengan nada cemburunya
Keenan berjalan menuju Ibu Diana
"sabar dong nek, kan badan keen cuma satu" kata Keenan sambil memeluk Ibu Diana
"gemas nyaa anak inii" kata Ibu Diana
Lalu Vano masuk ke dalam rumah bapak Latif dan menghampiri perkumpulan keluarga itu..
"Assalammualaikum" kata Vano sontak seluruhnya menjawab salam tersebut..
"maaf telat" kata Vano menghampiri kedua mertuanya mengecup pungung tangan kedua mertua nya, lalu menghampiri isterinya mengecup kening Salsa seusai salsa mengecup pungung tangan Vano...
"kenapa dipaksakan kalo banyak pekerjaan Van, Papi maklum ko" kata Pak Latif
"Nggak kok pih, semua sudah di handle...Papi gimana kabarnya?"
"Papi makin sehat ni, yaa Allhamdulillah pengobatan papi cocok, doakan saja papi sehat selalu" kata Pak Latif
"papi ini masa sama anak menantu doa aja di minta, pasti kita doakan piiihhh" kata Salsa sedikit kesal
"iyaiya... oh iya Van bagaimana kurs perkembangan perusahaan Papi?! apa ada masalah?" tanya Pak Latif
"Gak ada Pih, lancar bahkan meningkat sampai 10 persen"bkata Vano dengan Bangganya
"kamu hebat!! Papi bangga sama menantu satu-satunya Papi" kata pak Latif sambil menepuk bahu menantu nya yang duduk di samping nya itu..
"makasih Pih, ini juga berkat bantuan Papi dan Pak Dimas"Kata Vano dengan senyum sumringah nya
"hemm baikk kalian memang hebat" kata Pak Latif terkekeh
"Ayo makan dulu, Papi sama Vano gak bisa di satukan, bisa-bisa pembahasannya menjurus ke pekerjaan semua..." Kata Salsa berdiri dari sofa..
"masih kurang mertua kamu sayang, kalo ada Banu disini pasti pembahasan kita lebih menarik" kata Pak Latif terkekeh
Vano dan Ibu Diana juga ikut terkekeh,,, Salsa melihat tawa canda keluarga intinya itu merasa sangat bahagia hiduo bersama keluarga yang penuh kehangatan...
*****
****
***
**
__ADS_1
*