Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 118


__ADS_3

hay teman teman,, terimakasih atas antusiasme kalian yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca Novelku ini...


mohon maaf banyak banget kekurangannya, banyak typo bertebaran dimana-mana...


Terimakasih buat kalian yang sudah sudi memberikan aku Vote yaahh hihi.. sehat selalu kalian semua disana 😘😘😘😘


---------------------


Pukul 06.40 salsa terbangun dan membersihkan diri.. Ia sudah berdandan cantik sekali tidak seperti biasanya..


Saat Vano terbangun ia sudah mendapati istrinya tampil dengan dress pink selutut...dengan riasan wajah yang memercantik wajahnya namun tak terlaku tebal..


"keadaan perusahaan sudah stabil, jangan ke kantor, istirahat saja dirumah" kata Vano yang sedikit ketus karena melihat isterinya begitu cantik namun tak bisa ia sentuh bahkan di godapun tak bisa...


Salsa tidak menggubris ucapan Vano.. Salsa memang tidak berniat ke perusahaan mengingat tubuhnya sangat lemah ketika dibawa bepergian...


hanya saja hasratnya untuk berdandan di pagi hari sangat kuat...


Vano bergegas membersihkan diri di kamar mandi, di lemari salsa memang terdapat beebrapa pakaian Vano, jadi ia memutuskan untuk mandi lalu bergegas ke kamar mandi...


Salsa keluar kamar, menuruni tangga menuju meja pianonya, kini salsa sanggat enggan pergi kedapur karena ia akan merasa mual bau bahan masakan yang belum di olah atau sejenis lauk amis yang akan di olah...


Salsa duduk di meja pianonya itu, teringat dulu Salsa dan Ibu Diana sering berduet bersama memainkan piano itu...


Salsa mulai memecet satu dua nada...


Kemudian ia mulai memainkan sebuah irama ...


Entah mengapa hatinya sangat tenang ketika bermain musik dan mendengarkan musik..


Moodnya seketika berubah...


🎼🎼🎼


Aku takkan bertahan bila tak teryakinkan


Sesungguhnya cintaku memang hanya untukmu


Sungguhku tak menahan bila jalan suratan


Menuliskan dirimu memang bukan untukku.


Salsa menyanyikan penggalan lagu itu,, entah mengapa salsa akhir akhir ini senng sekali bernyanyi dan bermain piano, mungkin bawaan baby nya ..


🎼🎼🎼🎼🎼🎼


Dari atas, Vano mendengar suara piano itu.. Namun tak dapat mendengar suara Salsa bernyanyii


"daddy apa itu mami yang memaikannya" kata keenan yang sudah bangun dan terduduk di atas kasur


"iya sayang, hebat seperti mu" kata Vano


"iyaa, mami suka sekali main piano dad, suara mami juga bagus.. Kita sering berduet lohh dadd"


"waah kok daddy gatau yaa" kata Vano


"daddy kan sibuk, makanya ayo kebawah daddy, gendong aku" kata Keenan dengan manjanya


Vano pun menggendong anaknya, menuruni tangga yang melingkar itu...


🎼🎼🎼🎼🎼


Tuhan, kucinta diaaaa


Kuingin bersamanyaaaa


Kuingin habiskan nafas ini Berdua dengannya


Jangan rubah takdirku

__ADS_1


Satukanlah hatiku dengan hatinya


Bersama sampai akhir


🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼


Salsa menyanyikan penggalan lagu itu...


Membuat Vano yang mendengarnya begitu sumringah berharap itu memang benar dari lubuk hati salsa


"maaamiiiiii" salsa di kejutkan dengan suara anaknya itu


"keen, sudah bangun sayang" kata Salsa yang menoleh ke arah belakangnya


"sudah mih" Kata keenan yang masih dalam gendongan Vano menghampiri Salsa


"suara mu bagus sayang, lagunya juga sama seperti isi hatiku" kata Vano senyam senyum


Manum pahitnya Salsa tidak menggubris ucapan Vano, ia hanya diam bahkan menoleh ke arah suaminua pun tidak...


"Keenan mandi yuk, mami mandiin" kata Salsa


"ayo mih" kata keenan kemudian pindah ke gendongan salsa


Merekapun menuju ke atas dimana kamar Keenan berada...


belum sampai di setengah tangga melingkar itu....


"awwwww... Aaaaaaa" kata salsa merintih kesakitan, keenan dan salsa hampir terjatuh namun Salsa mampu menahannya


terjadi keram perut salsa.. mubgkin karena memang ia tidak boleh menggendong keena. terlebih dahulu...


"saaaaa, keeenn" dengan cepat Vano menghampiri keduanya


"mami are you okey?" kata Keenan panik


"kamu kenapa saa??" tanya Vano yang tak kalah paniknya..


"biiiii biiiiiii" Sura Vano yang cukup kencang...


"keen, naik lah pelan pelan, daddy akan bantu mami ke atas" kata Vano sambil membangunkan salsa..


Bi inah pun datang....


"non Salsa kenapa tuan?" kata Bi inah yang sudah mengekor di belakang Salsa dan Vano


"gapap bi maaghnya kambuh, tolong mandiin keenan ya bii" kata Vano


"baik tuan, itu sarapannya sudah siap tuan" kata Bi Inah...


"iya bii, makasih"


Salsapun di baringkan di atas kasurnya dengan sangat hati hati... Vano melihat isterinya begitu pucat..


"aku mau istirahat, pergilah sarapan, lalu ke kantor. Aku gamau kamu disini terlalu lama" kata salsa ketus


"baik.. Aku akan menunggu Keenan untuk sarapan bersama, apa kamu mau aku bawakn makann?" tanya Vano berharap salsa meminta sesuatu ke Vano


"tidak! Pergilah tunggu kenan di kamarnya"


Kata Salsa semakin ketus..


"baik.. Jaga dirimu, aku sanggat mencintaimu" kata Vano kemudian beranjak pergi meninggalkan salsa...


Setelah Vano keluar dari kamar, Salsa bergegas meminum penguat janin, vitamin , dan obat mualnya...


Salsa pun berniat memeriksakan dirinya ke dokter kandungan, pasalnya salsa belum sama sekali mengecek kandungannya ke dokter...


meskipun salsa seorang dokter spesialis kandungan tapi dia tak mungkin bisa ia memeriksa dirinya sendiri...

__ADS_1


Salsapun akhirnya membuat Janji dengan dokter Hanum, sals oun menghubunginya secara Pribadi lewat sambungan Telfon...


Setelah selesai menelfon ketukan ointu kamar salsa terdengar...


Tokkk


toookk


toookkk


"yaa masuk" kata salsa


"sayang...." kata Seorang wanita yang membuka pintu kamar salsa perlahan...


"mamaaa" salsa kaget, kaget akan kedatangan ibu Widya mertuanya juga kaget syok takut bu Widya mendengar Salsa membuat janji dengan dr. Hanum.. meski salsa tak mengutarakan ia hamil pada dokter Hanum tapi ia takut Ibu Widya menaruh Curiga ..


"sayang kalo sakit mengapa tak mengabari mama???" kata Ibu widya menghampiri Salsa


merekapun berpelukan sangat erat..


"mama sudah tau nak,, maafkan Vano"


"maaahhh... hiks hiks hikss" Salsa tak mampu berkata-kata lagi, air matanya mengalir begitu saja...


bu widya melepas eratnya pelukkan itu.. menatao wajah menantunya


"mama juga sakit saa, mama kecewa.. tapi mam berusaha percaya sama anak mama hiks hiks hiks hikss" ibu Widya mulai terisak


"maahh apa salahku mah sampai terjadi hal ini terjadi, mungkin aku kurang cantik ya mah, aku kurang bisa melayani suami hiks hiks hiks" luka itu kembali terbuka..


"saaayang jangan bicara begitu.. mama minta maaf nakk mama mohon maafkan Vano" kata Ibu Widya


"mahh, aku masih belum bisa memaafkan mas Vano, tapi hatiku masih sanggat mencintainya mah..." kata salsa masih dalam isak tangisnya


"iya sayang mama percaya kamu sangat mencintai Vano... sekarang kita sarapan yuu, Vano dan Keenan sedang sarapan dibawah" kata bu widya sambil membelai lembut rambut menantunya itu...


Salsa menggelengkan kepalanya


"salsa ga laper mah, mama sepagi ini datang kesini apa sudah sarapan?" tanya salsa


"mama sudah sarapan sayang...sekarang kamu yang harusnya sarapan biar cepat pulih"


*rupanya mama gak tau aku hamil, sepertinya momy belum bercerita sama mama.. aah syukurlah ..


dalam hati salsa..


"hemm salsa belum pingin mah, nanti salsa pasti makan mah.... hmmm uueeeekkk euueekkk" salsa bergegas ke kamar mandi...


"saaa kamu masuk angin yaa, mama buatin jahe yaa" kata bu Widya yang sedang mengurut leher belakang menantunya...


"baik mah terimakasih" kata salsa sambil mencuci mulutnya itu...


Bu widya bergegas ke bawah..


"kenapa terburu-buru mah" kata Vano yang hendak berpamitan ke atas, namun belum sempat menaiki tangga bu widya sudah turun...


"salsa muntah muntah, kayaknya masuk angin deh dia atau asam lambungnya naik terlalu banyak pikiran..." kata bu widya


"bujuk ke dokter deh mah, Vano khawatir mah" kata Vano memelas mengikuti Bu widya ke dapur


"kamu telfon Thania yaa, suruh kesini aja.. suruh ajak putri juga biar keenan ada temannya" kata Bu widya


"henn yaudah nanti aku telfon kaka, Vano pamit mah, Vano harus ke perusahaan" kata Vano mencium pungung tangan orang tuanya..


"hati-hati sayang, mama akan menjaga anak isterimu" kata bu widya melepas kepergian anak laki laki satu satunya...


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2