Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 186


__ADS_3

Pukul 16.00 Dalan perjalanan meuju Jakarta..


Raffi mengendarai mobil mewah milik Sandi, kala itu Sandi tidak menggunakan supir, lebih baik supir pribadinya standby dirumah untuk mengantar jemput Anaknya Rey, mengingat Nadya tengah hamil dan perutnya sudah mulai membuncit...


Raffi mengendarai mobil itu dengan tenang dan Santai, namun dengan kecepatan yang cukup cepat, yaa karena jalan cukup lengang sore itu...


"Persiapan pertunangan kamu dan Khania sudah sampai mana Raff???" tanya Sandi membuka pembicaraan


"sudah semua si pak, tinggal nunggu kedatangan orang tua saya dari Cirebon, sama ngambil cincin...selebihnya sudah semua pak" kata Raffi


"ohh jadi nanti kamu cuti dong?" tanya Sandi


"mungkin di hari jumat pak, itu juga kalo memungkinkan... kalo engga ya gak cuti pak" Kata Raffi terkekeh


"loh emang kamu gak jemput mereka?"


"enggak pak, mereka di antar supir resto bapak Saya pak" kata Raffi


"oo begitu, yaudah kamu siapin mental aja kalo gitu" ledek Sandi


"ah bapak bisa aja, bikin saya dek-dekan" kata Raffi terkekeh


"Tenang aja, selagi Macan Wijaya udah kamu taklukin semua lencarrr" kata Sandi terkekeh


"Macan Wijaya siapa pak?" tanya Raffi penasaran


"Calon kakak ipar kamu! dia itu Macan Wijaya, sangar nya melebihi Pak Wijaya itu sendiri" kata Sandi terkekeh


"ah bapak bisa aja, pak Vano baik kok pak"


"Baik semenjak kenal sama Dokter Cantik, kalo ga ksnal dn nikah sama dia, mungki. Vano masih kaku, jutek! serem deh" kata Sandi menjelaskan ke Raffi


"ah masa si pak?" kata Raffi seolah tak percaya


"iyaa duku Vano itu kaku, arogan, jutek, sombong mskipun di balik itu dia orang baik... tapi pas kenal Salsa semua berubah, yaa jadi sosok Vano yang hangat kaya sekarang deh"


kata Sandi menjelaskan


"ooo pantesan pak, Khania suda warning saya kalo abangnya galak" kata Raffi terkekeh


"nah kan adiknya aja ngomong gitu" kata Sandi terkekeh...


Dalam perbincangan itu Pikiran Raffi terus menuju ke Khania.. hatinya tak tenang, Khawatir khania akan marah dengannya...


sedari tadi pesan singkat Raffi tak mendaat balasan dari Khania..


Pukul 18 Raffi tiba di Kost nya.. ia mengambil ponsel nya dan segera menghubungi Khania...


Raffi: sayang aku baru sampai di kost, mau ke mall sekarang?


kata Raffi To the Poin


khania: hemm aku udah di rumah, besok aja. aku capek. kamu istirahat aja.


kata khnia dnegan nada dingin


Raffi: kamu marah ya sayang? aku minta maaf sayang...


Khania: Aku ga marah, aku cuma capek Raff.. aku mau mandi dulu.. kamu sholat jangan lupa


Raffi: hemm yaudah beskok aku kerumah yaa. i love you sayang


Khania: Iya...

__ADS_1


tutt


tutt


sambungan terputus


"yaaa Allah anak iniii lama - lama bikin pengen cepet Ngawinin aja!!" Pekik Raffi


*******


Kediaman Wijaya..


Khania baru saja Turun dari Mobilnya, menerima Telfon dari Raffi...


usai menelfon khania merebahkan badannya di Sofa ruang Keluarga...


"capek banget yaa anak mama ini" Kata Ibu Widya


"iya mah, kerjaan banyak" kata Khania


"mama kira kamu dinner di mall sama Raffi" kata Ibu Widya


"gak jadi ngemall mahhhhh" kata Khania sedikit kesal


"loh kenapa???" kata Ibu Widya penasaran


"Raffi mendadak ke Bandung, Ngeselin emang!!" kata Khania kesal..


mendengar itu Ibu Widya malah tertawa, khania malah jutek menatap Ibu Widya yang sangat lepas menertawakan ny..


"sayang, maaf maaf.... mama lucu sama kamu, ini kamu baru jadi calon tunanganya sudah cemburu sama pekerjaanya.." kata Ibu Wodya


"gak cemburu mah, masa cemburu sama kerjaan" Kata Ibu Widya


"ini sama aja cemburu sayang, kayak nya kamu harus banyak berguru sama kedua kakak mu deh"


"soal memahami pekerjaan suami...." kata Ibu Widya singakt


"hemm aku memahami Raffi mah" elak Khania


"kalo memahami kau ga perlu kesal sayang, Lihat kak Thania, dia berapa lama tuh LDRn bahkan sampe sekarang suka di tinggal Byan ngurus bisnisnya di Singapura, nah Kak Salsa, kamu tau sendiri Abnag mu itu bisnis nya dimana-mana yang semua nuntut waktunya, kalo kedua kakak perempuan kamu ga memahamk suaminya kaya kamu gini, bisa bisa api akan menyelimuti rumah tangga mereka" Kata Ibu Widya sambil mengusap rambut Khania


deng!!!


kayaknya bener deh kata mama, aku harus bisa belajar memahami pekerjaan Raffi sebagai sekertaris abang, di tambah perannya di WO... hmm


"Khaniaa... mama itu berat banget lepas kamu, beda kala mama lepas Thania dulu... Rasanya mama baru banget melahirkan kamu, tapi sebentar lagi kamu mau di Bawa anak lelaki orang" Kata Ibu widya yang tengah menahan tangis nya


"mamaaaaa ihh khania jadi sedih nii" kata Khania


"sayang... pesan mama cuma satu, Patuh ada suamk sayang, jangan jadi api jika suamimu dalam keadaan berapi, jangan pula kamu menjadi dingin ketika suamimu menebar rasa dingin padamu...belajar mandiri, belajar masak dan bangun pagi... akan ada rasa bahagia kalo suami kamu nanti makan masakan kamu dan bilang Enak..." kata Ibu Widya sambil tersenyum pada Khania


Khania pun mengangguk...


"mahh menurut mama, nanti Raffi akan seperti Bang Byan atau Bang Vano? khania sebenarnya masih mau bekerja mah" kata Khania polos


"Raffi akan menjadi dirinya sendiri sayang, setiap pria punya pemikiran masing-masing, jangan terlalu di pikirkan yaa,, apapun itu selagi baik pasti mama papa dukung kok, sekalipun Raffi memintamu untuk gak bekerja" kata Ibu Widya mencoba tidak memihak..


Mereka pun larut dalam obrolan singkat, hingga tak terasa wktu Magrib akan berakhir 15 menit lagi, merekapun bergegas untuk beribadah lalu melajutkan makan malam bersama....


*******


Thailand, Bangkok

__ADS_1


Keluarga Bahagia itu tengah menyantap makan Malamnya di kamar Hotel... Hari ini telah mereka habiskan untuk berjalan-jalan mengelilingi kota Bangkok, hingga mereka kelelahan dan memutuskan untuk makan malam di Kamar Hotel..


*FYi, Waktu Indonesia dan Thaniland itu sama ya bebs..*


Usai Makan Malam, Vano menemani Keenan yang tengah mencoba mainan barunya.. sementara Salsa berusaha menidurkan Kiinan dalam Ranjang yang terpisah oleh ranjang utama mereka.. terdapat satu ranjang Khusus untik Kiinan yang terdapat penghalang di tepi kasur... beberapa hotel mewah memang menyediakan Fasilitas box Bayi atau kasur dengan pengaman di sisi ranjang...


Usak 20 menit Kiinn pun tertidur pulas ..


Salsa pun menghampiri Vano dan Keenan...


"masss, khania ngambek tuh" kata Salsa Terkekeh


"sama siapa? ko lapor aku" kata Vano bingung


"sama kamu, katanya kamu pergi meninggalkan sejuta pekerjaan ke Raffi sampe dia sibuk" kata Salsa menjelaskan


"Dasar bocah" Kata Vano singkay


"massss!!! biar giman juga memang mereka harus ada waktu utnuk menyiapkan acara mereka ini, kasihlah Raffi Cuti" kata Salsa


"Khania emg cerdik! dia cerita sama kamu bair aku kikuk gini" kata Vano menggaruk kepalanya yang tak gatal itu


"hhahaha khania ga minta aku loh mas, ini cuma saran aku aja" kata Salsa terkekeh


"kamu kan bos baik, suami baik, kaka baik" ledek Salsa


"memang! baru tau ya?! tapi aku gabsa kasih Raffi cuti, deadline pekerjaan banyak banget sayang" kata Vano sambil berfikir


"oh giru yaaa, hemm baiklah" kata Salsa


"Keen bobo yuk, sama mami" kata Salsa dengan sengaja


"ehhh kok sama mami, no no no" Sambar Vano


keenan hanya menoleh lalu tetp Fokus pada mainannya..


"lah kenapa mas? yaudah aku tidur di bed nya Kiinan" kata Salsa cuek


awas kamu Khaniaaaa!!! kamu terlalu cerdik untuk menjadi lawan abang!! hemmm!!


"Mami sayang, enaknya Raffi kita kasih Cuti berapa lama yaa" kata Vano mendekati Isterinya


"jangan mas, kan pekerjaan kamu banyak" kata Salsa meledek


"tenang aja sayang, kan ada Sandi, ada Hafiz juga" kata Vano mengalah secara terpaksa..


"Bagus! kalo begitu dua hari cukup" kata Salsa


"oke deh, nanti daddy atur semuaa..." kata Vano yang sudah kalah telak...


"yaudah ayo Tidur aja, keen ayo bobo" Kata salsa


"mami jadi tidur sama Keen? tanya Keenan sambil berdiri


"No mami nemenin daddy,, takut daddy nangis malam-malam... tapi Mami temenin keen dulu sampe Keen bobo" kata Salsa menuju ranjang Keenan di sisi kiri Bed utama, sementara Kinan ada di sisi kanan bed utama...


Huh selamet malem ini masih bisa ena ena ama bini... awas kamu Khaniaa... tunggu pemabalasan Abang!!


Kata Vano dalam hati nya..


****


Aku sudah cukup membaik gaes, kemarin aku akhirnya ke Rs buat berobat! hahahah dua kali minum obat paten langsung membaik..

__ADS_1


Btw Rs yang biasanya Ramai jd sepi banget, jarak dokter dn pasien pun terjaga.. pas Dokter periksa aku juga pake sarung tangan yang sebelumnya si siram alkohol...


agak serem sih sama keadaan saat ini huhu...


__ADS_2