
Mereka sedang dalam bincang bincang.. tiba tiba bi Tuti datang memberi kabar bahwa ada tamu Vano... tentu membuat se isi rumah bingung karena waktu telah menujukan pukul 9 malam...
"siapa Van namu malem malem, kesini pula, kenapa ga kerumah kamu??" kata Thania heran
"gatau lah kak, yaudah aku kedepan dulu" kata Vano meminta izin ke depan pintu...
langkah Vano agak berat, pasalnya dia hanya Sandi yang biasnya mencarinya sampai ke rumah orang tuanya, namun kenapa Sandi tak menghubungi Vano, itulah kata kata di benak Vano yang terlintas...
terlihat bi Tuti sedang membereskan gelas kosong di ruang keluarga itu
"bii tamunya siapa?" tanya Thania
"gatau non, perempuan cantik, tapi pakaianya kaya kurang bahan non" kata Bi Tuti
"hah?" kata Thania dan Khania... mereka saling pandang, begitu juga Pak Banu dan Ibu Widya yang memikirkan siapa wanita itu...
salsa hanya memandang orng sekelilingnya.. kemudian Khania dan Thania bangkit dari kursinya bermaksud untuk mendatangi juga tamu tersebut...
karena mengundang rasa penasaran, ibu Widya dan salsa juga mengikuti langkah Thania dan Khania, tinggalah pak Banu dan Byan yang masih duduk di ruang keluarga itu...
Sementara Vano terkejut, matanya terbelatak, melihat sosok wanita berambut panjang berwana coklat ke emasan dengan balutan baju yang sexy...
Vano mematung cukup lama, sementara wanita itu hanya memasang senyum sumringah penuh gairah saat melihat Vano...
Wanita itu menghampiri Vano... mengecup pipi kiri dan kanan Vano, dengan gaya mematung Vano dan kedua tangan yang dimasukkan ke saku celana nya...
"hay Mas, apa kabar?" kata Wanita itu yang bicaranya di teling Vano setelah mencium pipi Vano
Gleggg!!!
Vano menelan ludahnya kasar....
saat bersamaan pula Salsa, ibu widya, Thania dan khania datang, melihat semua itu...
Salsa terkejut bukan kepayang, tubuhnya serasa lemas, dengan reflek Salsa memegang lengan adik iparnya...
dengan reflek Khania melihat wajah salsa yang sedikit memucat, tangannya juga dingin...
dengan senggolan kecil Khania ke Thania, mampu menyadarkan Thania atas keadaan Salsa saat itu.. lirikan Thania ke Ibu widya juga membuat ibu Widya sadar keadaan menantunya yang tak baik melihat kejadian itu...
Thania melangkah menuju Vano dan Wanita itu...
dengan gaya pura pura Polos
"Siapa Van....?" tanya Thania. .
mendengar itu Ibu Widya mengajak salsa ke ruang tamu itu untuk menghanpiri Vano...
sementara Vano masih terdiam...
"hay kak Than, apa kabar?" saa wanita itu sambil menghampiri Thania lalu mencium pipi kanan kirinya
"Tanteeeeeeee" sapa wanita itu melihat Ibu Widya keluar...
"Leaa" ucap bu Widya pelan...
Mereka akhirnya duduk..
Khania masih bersama Salsa dengan tangan Salsa yang memegang lengan adik iparnya...
Khania juga bingung siapa wanita itu.
mereka semua duduk di sofa ruang tamu..
posisinya Vano berada di samping Lea, namun mereka tidak satu kursi, Lea duduk di kursi single, sementara Vano dan Khania duduk di kursi double... Khania dan salsa juga duduk di kursi double yang mjat untuk di duduki bertiga bersama Ibu Widya...
"kalian apa kabar? maaf aku malam malam datang" kata Lea
"baik..." jawab semua rata rata
"Mas aku ada kado buat kamu, happy brthday yaaa.. aku merindukanmu sangat mas" kata Wanita itu tanpa rasa malu...
__ADS_1
Vano hanya diam, tapi Lea seolah memaksa meletakkan kado itu di pangkuan Vano... langas Vano meletakan kado itu di meja...
Hati salsa bagai tergores silet, perih sekali ..
Vano masih dalam diamnya, pikirannya entah lari kemana sampai dia diam membisu.
"oh iya kamu Thania ya? sudah besar yaa, dulu kita suka ke mall bareng loh meskipun kamu masih sekolah dasar" kata Lea yang terus nyerocos
"kako di sampingnya khania itu siapa mas Vano? sepupu kalian ya??? kaya gak asing muka nya" kata Lea berbicara sambil mengibaskan rambutnya...
semua orang hanya tecengang melihat tingkah gadis itu, mereka juga diam karena malas meladeni wanita itu ....
"oh ini Salsa... dia is---------" kata Ibu Widya yang belum semat menyelesaikan ucapanyya langsung lea samberr
"oh Sasa!! kaya nama apa yaa Sasa... oh iya tante, om mana?" kata Lea dengan angkuhnya
"ada lagi istirahat" jawab bu Widya singkat dan malas
"oh gitu ya tantee"
"oh kak Thania udah nikah belum? udah punya anak?"
kata Lea
"udah Allhamdulillah" kata Thania
"waahh seru ya ka pasti, kalo mas Vano pasti nunggu aku ya mass" kata Lea dengan penuh rasa percaya diri....
"dih uler keket pede mampuz" kata Khania kesal
mendengar itu Vano langsung berdiri, menarik nafasnya kasar...
"silakan pergi, kami mau istirahat" kata Vano dengan nada dingin
Lea tak tinggal diam, dia juga berdiri mengambil satu tangan Vano
"mass kamu ko gitu, aku jauh jauh loh kesini karena kangen kamu" Kata Lea
"CUKUP!!!" Vano sangat marah, ia meninggalkan lokaso itu, menarik tangan salsa yang juga sudah tersulut emosi mendengar perkataan perempuan itu...
"mass sakit" kata Salsa
melihat perlakuan Vano membuat semua khawatir akan keadaan salsa... begitu juga ketika Vano dan Salsa melewati ruang keluarga, terlihat raut wajah takut salsa...
Pak Banu dan Byan pun terkaget heran, siapa yang bertamu dan apa yang terjadi sampai Vano begitu terlihat marah.....
Di kamar Vano...
"lepas mas sakit" kata Salsa yang berusaha menahan air matanya jatuh
"maaf..." kata Vano melepas tangan Salsa lalu duduk tertunduk....
"aku mau jelasin sesuatu" kata Vano menatap isterinya dari kejauhan....
"silakan mas" kata Salsa dengan sangat sabar...
"Lea mantanku"
JRENGG JRENGGGGGGGGG
DEK DEK DEK DEK DEK
detak jantung Salsa seakan berhenti, dadanya semakin sesak mengingat kejadian wanita itu di mall , dan perlakuan wanita itu ke suaminya... sudah tak dapat di tahan lagi, air mata itu turunnn.....
"sayangg, heyyy... dia hanya mantanku, dia masalaluku... dia lama di amerika mungkin dia ga tau kita sudah menikah" kata Vano yang sudah berada di hadapan Isterinya...
"kita pulang mas, aku mau pulang" kata Salsa
"apa kamu marah?" kata Vano pelan
"enggak mas, aku juga manusia biasa.. aku juga punya masa lalu, hemm aku cuma kecewa mas liat sikapnya.... hmm tapi gapapa mas aku maklum" kata salsa dengan sabar dan berusaha sekali menahan air matanya namun air mata itu terus menangis
__ADS_1
Vano memeluk salsa erat, erat sekali...
"aku mencintaimu sayang"
kata Vano
"aku juga maass"
kata Salsa
"sekarang aku mau pulang mas" sambung Salsa
Vano hanya mengangguk, merekapun turun dengan wajah memerah Salsa yang menandakan Salsa habis menangis...
salsa bergegas memasuki kamar tamu dimana Keenan dan bi Inah berada.. keenan yang tengah tertidur di gendong Bi Inah, sementara Vano pamit ke orang rumah orang tuanya...
nampak Thania, Byan dan Khania di ruang kelurga
"Van, salsa gapapa?" tanya Thania
"gapap kaa, bantu jelasin ya ka nanti, tapi skrng dia udah tenang si" kata Vano
"iyaaa...nanti kaka coba singung kalo lg ngobrol"
"mama papa mana?" kata Vano
"masih di ruang tamu ama uler keket" Cetus Khania cepat..
Vano hanya terkekeh melihat mimik muka Khania.
Vano menunggu salsa keluar dari kamar...
terlihat Bi inah menggendong Keenan, kemudian Vano mengambil alih gendongan itu, dan Bi inah mengambil alih tas perlengkapan Vano dari salsa...
"kak, bang, dek aku pulang dulu yaa" kata sals berpamitan sambil cipikaw cipikiw dan berslman...
"iya hati hati, besok jangan lupa.." kata Thania
" iyaa abang dah booking bis dan tiket loh" kata Byan
"jangan cantik cantik besok kak, nanti banyak yang lirik" kaTa Khania polos
"hehehe iya iyaa, yaudah aku pulang yaa, see u ... assalammualaikum" kata salsa.
Vano menggedong keenan dan menuntun Salsa, di ikuti Bi inah di belakang...
Vano melangkah keluar melewati ruang tamu tentunya...
Terlihat Ibu Widya dan pak Banu sedang berbincang dengan Lea...
padahal terlihat juga wajah lelah kedua orang tua Vano itu...
"mah, pah aku pulang...istirahat lah, kalian begitu lelah"
kata Vano..
"mam, pap, aku pulang yaa" kata salsa mencium tangan kedua mertua nya,
dan di sambut hangat mertuanya, tak lupa kecupan kening untuk Slasa dari ibu Widya...
"hati hati Van, saa" kata pak Banu
"hati hati sayang" kaya ibu Widya
Lea melihat Vano menggendong seorang anak, melihat juga gandengan mesra Vano ke Salsa itu langsung membuatnya penasaran siapa sosok Salsa itu, tentunya sangat membuat ia tersulut Emosi...
Namun Lea hanya Diam.. ia tak sama sekali menegur Vano atau Salsa... begitu juga Vano dan Salsa,, mereka langsung menuju mobilnya yang sudah ada pak Sanusi setia menunggu...
Selepas kepergian Vano, Lea mulai bertanya dalam tentang Vano.... Namun dengan sangat lembut dan sopan pak Banu mengakhiri obrolan itu, dan terpaksa Lea harus pergi pulang.....
*
__ADS_1
*
*