Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 76


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu..


Semakin dekat dengan waktu melahirkan Salsa..kini Salsa sering merasa kegerahan meskipun rumah mereka full Ac..


Salsa juga sudah mulai diet sejat sejak sebulan belakangan, menganti cemilannya dengan buah.. bahkan mengurangi nasi dan mengantinya dengan jenis karbo lainnya..


Salsa sangat ingin sekali melahirkan Normal, makanya Salsa sanggat giat untuk bergerak..


setiap pagi Salsa berjalan mengelilingi kolam renang rumahnya..berenang juga menjadi hobbynya selama hamil tua dan sudah dua bulan ia memanggil pelatih senam hamil kerumah..


setiap akhir pekan Nadya dan Sandi juga datang untuk mengikuti kelas senam hamil di rumah Vano, karena Salsa yang memintanya..


setiap weeknd jadwal senam mereka memang harus bersama couplenya..


di hari biasa Salsa melakukannya hanya dengan guru senamnya itu....


hari hari terus berlalu, salsa sering kali protes karena Vano sedikit sibuk, bahkan beberapa kali melewatkan makan malam bersama.. namun sifat salsa yang pemaaf dan pengertian selalu membuat posisi Vano aman..


Vano sibuk karena ada beberapa masalah di perushaannya,, tak terlalu serius namun begitu menyita waktunya untuk menyelesaikannha..


Perikiraan salsa dan Dokter hanya tinggal 1 minggu lagi salsa menuju proses melahirkan...


dari batas itu salsa bisa saja di induksi atau di lakukan operasi...


Salsa sebagai dokter kandungan sudah faham akan hal itu..dia tetap tenang dan selalu mengajak anak di perutnya berbicara, agar bisa bekerja sama untuk melahirkan normal...


Salsa hanya manusia biasa, meskipun ia dokter kandungan, namun pengalaman melahirkan adalah pengalalan pertamanya yang membuatnya merasa dekdekan, terkadang sampai sulit untuk tidur karena mimikirkan hal hal tentang melahirkan..


selama kehamilan salsa tak henti membaca Al- Quran.. tak terasa memang sudah menuju khatam.... itulah niat salsa dari awal, kalo khatam tandanya sudah siap lahir....


Pagi hari...


"sayang...." sapan Vano yang melihat isterinya sedang berjalan mengelilingi kolam...


"iyaa.. kok gak pake pakaian kantor?" tanya salsa menghampiri suaminya


"iyaa nanti siangan aja, jam makan siang meeting di hotel papa, terus baru ke kantor" kata vano sambil mengecup kening istrinya yang sedikit berkeringat


"oh gitu... yaudah ayo sarapan dulu kalo gitu" tangkas salsa


merekapun sarapan...


tiba tiba ponsel salsa berdering.. ponsel yang salsa letakkan di meja ruang keluarga itu terdengar..


saat hendak bangkit Vano lebih dulu beranjak dan memberikan kode bahwa ia yang akan mengambilnya...


-KHANIA-


*ngapain anak ini telfon pagi pagi.. apa ada sesuatu yaa.. tapi kenapa telfon ke ponsel salsa.. hmm


📞📞📞📞


khania


hallo kakak iparrrrr...


Vano


hemmm


khania


ehh abang yaa, kok abang yang angkat


Vano


ada apa? gausah bertele tele kamu ganggu


Khania


bang jutek banget si, kak salsa mana


Vano


ada apa???


Khania


hemm aku abis UN bang, bete dirumah.. boelh nginep disana ga?

__ADS_1


Vano


gak


Khania


jahat!! abang abis nikah udah ga sayang aku lagi...


Vano


bercanda, datang aja kesini.


Kahania.


bener bang??? makas---------


tut tut tut


sambungan telfon Vano putus sepihak, di sebrang sana pasti Khania sedang ngoceh ngoceh.....


"siapa mas?"


"khania katanya mau main dan nginep disini.."


"Asyik dong mas, aku jadi ada temennya"


"iyaaa.. sekalian ajarin dia supaya fokus ambil jurusan sesuai passionnya jangan sekedar ikut-ikutan"


"iyaa tenang aja mass" kata salsa...


*


*


*


setelah sarapan sekiranya pukul 9 telah tiba Instruktur senam hamil Salsa.. namun Vano enggan menemani, karena dia merasa jengah kalo tak ada Sandi...


Vano memilih menonton Tv di ruang keluarga sambil memgeser geser layar ponselnya ..


"dooooorrrrr"


"dasarr anak nakal, datang bukannya salam"


ucap Vano menatap adiknya Khania sinis..


" yee suudzon kan, justru aku udah salam, tapi gak ada jawaban... kak Salsa mana bang?"


"tuhh" tunjuk bibir Vano mengarahkan ke sebuah ruang olahraga di samping dapur...


"senam ya bang? aku liat tuh postingan abang ama kakak, keren bisa begitu.." ucap khania polos


"hemmmm... sama siapa kesini?"


"sama supir kak thania..."


"loh kok sama supir kakak?"


"aku abis nginep di rumah dia dua hari, terus nginep kesini deh gantian" jawab Khania menjelaskan...


"kalo disini gak boleh manja, kasian kakak iparmu, jalan aja berat rasanya.. selama kaka kerja jaga dia jangan malah menyusahkan"


tutur Vano


"iya bang iyaa kau cukup tahu diri kok" kata Khania...


"banggg"


Khania memanggil Vano setelah beberapa menit hening...


"hemmm"


"aku kan mau kuliah, aku mau minta mobil kaya kak salsa bang sama papa.. abang setuju kan?"


ucap khania tulus..


"gak!"


"bangg ayolah.. mobilku butut kak"

__ADS_1


bujuk Khania, pasalnya hanya Vano dan Thania yang mampu meyakinkan seorang Banu Wijaya...


"khania dengar abang! tujuan kamu kuliah untuk belajar bukan pamer! mobil mu itu mobil keluaran tahun lalu, bukan sepuluh tahun lalu.. jadi kamu ga usah meng ada ada ya" kata Vano berdiri dan akan melangkah meninggalkan Khaniaa


"abang mau kemana? ku belum selesai ngomong" rengek Khania


"mau bersiap ke kantor!" ucap Vano yang sudah menaiki anak tangga


*semua tega sama aku, kenapa pula yang aku pinta ga semua di turutin.. abang, kakak semua enak.. dikasih perusahaan, di kasih rumah sakit, punya rumah mewah sendiri, aku????? aaaaaa semua gak adill...


guman Khania dalam hati...


"aku harus berhasil bujuk papa, aku harus bersikap manis... aku harus dapetin yang aku mauuuuu.... "


ucap khania pelan sambil meremas bantal sofa...


"hay anak manis,,, apa yang mau kamu dapetin???"


terlihat salsa penuh keringat menghampiri Khania..


"eh kakak, aah enggak kak.. apa kaka sudah selesai?"


tanya khania


"sudah, kemana abangmu?"


"ke atas ka katanya mau bersiap"


"mbak salsa saya pamit, sampai ketemu 2 weeknd yaa mbak" ucap seorang instruktur senam yang menghampiri mereka


"eh iyaaa mba, makasih yaaa... hti hati di jalan" ucap salsa sambil meliriknya...


"sayang kakak ke atas dulu yaa, ganti baju udah keringetan nih" kata Salsa


"iya kak... kak dimana kamarku" kata khania


"di atas sayang, pojok berdampingan sama kamar baby,, ayo kakak tunjukan" ajak salsa


"ayok kak aku mau rebahan nih" kata Khania yang mulai bangkit dari duduknya...


merekpun menaiki anak tangga perlahan, khania tengah membantu kakak iparnya yang tak mampu bergerak cepat menaiki anak tangga...


Khania memang anak baik, dan pintar sebenarnya.. hanya saja pergaulan membawanya sedikit belok dari arah yang benar... khania bergaul dengan anak anak orng kaya juga, sehingga pertemanan mereka hanya di isi dengan kesombongan, pamer sesuatu hal yang baru...


****


"mas udah mau berangkat ya?" tanya Salsa melihat suaminya sudah rapih berpakaian..


"iya sayang, kamu udah selesai?" tanya balik Vano


"udah mas, tadi sesinya kebnyakan jongkok gitu... jadi agak pegel"


"kalo terlalu berat dan beresiko huruk jangan di lakukan lagi sayang" kata Vano cemas


"gak kok emang begitu mas...oh ya kamu pulang jam berapa?"


"aku usahakan aku makan malam dirumah, aku gak bisa pastikan pulang jam berapa, tergantung rapat di hotel papa. karena setelah itu ku baru ke kantorku" ucap Vano menjelaskan


"oh gitu...udah siap? ayo aku antar"


"no no moo.. kamu disini aja.. aku worry liat kamu naik turun tangga sayang.. jadi jangan sering-sering naik turun yaa" kata vano


"iyaa sayang tenng, baiklah kamu hati-hati yaaa"


cuuupppps


ucap salsa mencium bibir vano kilat..


"kamu menggodaku sayang, nanti malam balasannya" ledek vano kemudian menciun kening salsa...


*


*


*


Vano telah meninggalkan kediamannya..


salsa bergegas mandi untuk menyegarkan diri...

__ADS_1


sementara khania masih memikirkan cara untuk mendaoatkan mobil baru...


__ADS_2