Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 166


__ADS_3

Hari Berganti...


Thania datang memasuki kamar Khania.. Di hampirinya Khania..


Betapa terkejutnya Thania, Badan Khania sangat panas, mukanya begitu pucat, dia terlihat lemas...


Thania meminta petugas Rs nya untuk datang, Khania harus mendapatkan infusan sebagai pengganti asupan....


Thania baru tahu kalo Khania sejak kemarin pagi tidak memakan apapun, bahkan minun pun sepertinya tidak....


Sekitar tiga puluh menit petugas Rs datang, Khania segera di Infus juga di beri obat penurun demam...


Sekitar Tiga puluh menit kemudian Khania mulai sadar, Thania segera memberi makanan kepada adiknya, meskipun menolak tapi ketegasan Thania mampu meruntuhkan ego Khania...


"minum obatmu" kata Thania


Khania hanya mengangguk...


"Kak... apa Raffi menghubungiku ke telfon rumah?" tanya Khania


"enggak, udah jangan di pikirin... yang penting kamu harus sehat! Kata Thania..


khania hanya mengangguk...


Usai makan Thania memilih untuk membuatkan teh untuk Khania...


Raff apa kamj benar-benar melupakan aku??? apa wanita itu telah merubah rasamu terhadap aku.. hikshikshiks


aku kangen kamu Rafff....


hiks hiks..


Khania yang terisak pun memilih untuk tidur guna melupakan bayang Raffi di kepala nya...


Tak lama Thania berada di dapur..


Terdengar suara Salam yang mana suara itu tak asing bagi Thania... Thania melangkah ke arah Pintu utama...


"Raffiii..... " sapa Thania


"pagi kak,, Khania nya ada?" tanya Raffi


"janganntanya Khania dulu, masuk dan duduk ada hal yang mau aku bicarakan!" kata Khania


Raffi sedikit bingung namun mungkin ini berkaitan dengan Ponselnya yang rusak karena terjatuh..


Mereka duduk di sofa ruang keluarga, ada Byan juga disana...


"Kak maaf ada apa ya?" tanya Raffi karena Thania begitu Masam mukanya

__ADS_1


"apa kamu menghianati Khania?" tanya Thania kesal


"apa kakak bercanda? Itu mana mungkin kak" kaTa Raffi


"Jangan Bohong Kamu!!!" bentak Thania


"sayang biacaralah dengan kepala dingin" kata Byan..


Khania hanya berdecak kesal..


"Begini Raffi...Dari Kemarin kamu sangat sulit di hubungi, sampai akhirnya Khania datang ke kost kamu pagi-pagi... Dia mendapati seorang wanita dirumah mu.. Itu membuatnya sedih, terluka sampai saat ini ia sakit..."


Kata Byan menjelaskan To The Poin..


"apa???? khania sakit Bang????"


Kata Raffi di jawab anggukan oleh Byan


"kaaak, Bang... Khania salah faham... Dia itu adik aku, dan disana ada ibuku juga kak" kata Raffi menjelaskan..


"apah??!!!"


Thania kaget mendengar pengakuan Raffi


"terus ponsel mu kemana?"kataThanja kesal ,


"jadi kemarin pas aku pulang kerja, lbu dan Adikku udah di depan kost nunggu aku pulang, pas aku turun mobil agak terburu-buru sampai ponselku jatuh ka, dan langsung mati layarnya pecah.. Niatnya mau kemarin sekalin beli atau servic lah ke Mall tapi seharian aku nyari Khania ga ketemu, karena pak satpam rumah ini bilang nya Khania udah keluar rumah" kata Raffi menjelaskan...


"khania nya gimana ka sekarang??" kata Raffi


"Di kamarnya tuh, liat aja sana" kata Thania


"ah ga enak kak, ga pantes kayaknya" kata Raffi enggan


"udah gapapa, kamu harus jelasin, sebeluk semuanya semakinn berlarut,.." kata Byan


"dia sampe ga makan kemarin seharian, bahkan kayaknya minuk juga enggak deh," kata Thania


"astaga khania..." Raffi terjehut"


"baik bang, kalo gitu saya permisi bang, kak" kata Raffi sambil melangkah ke kamar khania yang berada di lantai dua...


Raffi membuka perlahan handle pintu kamar Khania... Terlihat tiang infus di tepi ranjang Khania.. Hati Raffi bagai di hantam benda tajam melihat Khania sakit karena kesalah Fahaman di antaranya, Raffi juga merasa bersalah tidak menghubungi Khania ke rumah atau meminjam ponsel adiknya untuk sekedar memberi kabar....


Raffi masuk ke kamar Khania, ia melangkahkan kakinya pengan jantung berdebar, ini pertama kalinya ia masuk kedalam kamar seorang wanita selain Ibu dan Adik nya.. perlahan ia duduk di tepi kasur mengusap anak rambut di kening khania...


Khania merasa ada sentuhan pun membuka matanya perlahan...


"Raffii.... Ngapain kamu masuk ke kamar aku????" kata Khania kesal dan memalingkan wajahnya

__ADS_1


"aku mau liat calon isteri aku lah, maafin aku sayang" kata Raffi sambil mengehla nafas


Khania hanya diam, ia mengingat kembali sosok wanita memakai pakaian tidur itu ..


"aku mau kita selesai sampai disini aja Raff!!" kata Khania dengan gemetarnya


"sstttt gausah bicara hal yang gak akan pernah terjadi!!! Khaniaaa!!! dengarka aku!!! dengar baik-baik dan Fahami...wanita itu adik aku, dia datang kesini sama Ibu..." kata Raffi menjelaskan....


"masa siii kok ga yakin yaa" kata Khania sedikit kesal namun ada rasa malu jika Raffi berkata jujur


"kenapa ga Yakin, malah aku mau ajak kamu ketemu Ibu dari kemarin, tapi kamu nya ngilang"


"kamu kali yang ngilang, beribu kali aku telfon, aku chat yang ada kamu matiin ponsel"


"mana ada si aku matiin ponsel sayang, ponsel aku jatuh rusak pas pulang kerja, niatnya aku mau beli kemarin sekalian ngemall tapi kamunya ilang, akhirnya aku baru beli semalam sama ibu dan adik aku sekalian makan malam.. " kata Raffi menjelaskan


"Terus ngapain kesini sekarang?!" kata Khania yang masih jengkel..


"yaa kan kita janji mau ke butik, kita juga mau cari cincin, tapi kamunya sakit ya tunda dulu, masih ada hari esok lusa.." kata Raffi mengusap tangan Khania yang terpasang selang infus


"sakit juga gara-gara kamu" kata Khania kesal


"iya maaf , tapi perlu kamu ingat loh sayang setiap masalah harus di bicarakan, kalo kita ngikutin emosi, amarah kita pasti kita bakal susah sendiri.. Kaya kamu gini" kata Raffi senyum ke Khania


"hemm iya aku salah, maaf deh" kata Khania masih dengan ketus nya


Raffi hanya tersenyum mengusap pipi Khania..


"kamu udah makan?" tanya Raffi


"udah sama kakak di suapin, tapi aku kepingin makan yang manis manis" kata Khania dengan nada sedikit melembut


"aku kan udah manis sayang, makan aja aku, aku rella" kata Raffi terkekeh


"ih malesin banget sih" kata Khania kembali kesal


"yaudah mau apa, biar aku beliin" kata Raffi


"mau cake hemmm redvelvet deh, sama doanat di xxxx yang triple coklat, sama pizza yang pinggirannya keju sama popcron caramel nya bioskop"


"yakin abis? Ko banyak banget" kata Raffi


"aku laperrrrr, nyesel dari kemarin ga makan"kata Khania membuat Raffi pun terkekeh...


"salah sendiri.. eh terus aku harus ke bioskop cuma beli popcron sayang??" kata Raffi baru tersadar permintaan terakhir khania


"iyalah!!! masa iya kamu mau nonton tanpa aku!!kata khania kesal


"yaudah tunggu yaa, aku balik seceptnya" kata Raffi, kahania hanya mengannguk sementara Raffi mencium kening khania

__ADS_1


"hati-hati Raff" kata Khania


Raffi hanya mengangguk... lalu pergi neninggalkan kedimaman khania...


__ADS_2