Dokter Cantik

Dokter Cantik
40


__ADS_3

Dinda duduk di depan ruangan untuk sidang skripsinya, dia tegang beberapa kali dinda membuang nafasnya, mencoba merelax kan tubuhnya agar tidak tegang, sekarang sudah giliran dinda masuk keruangan tersebut, dinda menjelasakan dengan lancar dihadapan dosen penguji.


Setelah selesai dinda keluar dengan persaan lega, dia tinggal menunggu hari wisudanya. dibda berjalan dilorong kampusnya tiba2 sesorang menepuk pundaknya, dinda berbalik menghadap seaeorang tersebut dinda kaget melihat dion berdiri didepanya saat ini.


"kak dion" ucap dinda sambil mengerutkan keningnya


"iya ini aku sayang, apa kamu sudah selesai dan gimana hasilnya?" tanya dion


dinda bukannya menjawab malah balik bertanya kepada dion.


" kakak ngapain kesini?" tanya dinda


"kenapa kamu balik tanya, ya aku kesini mau jemput kamu!" jawab dion


"oke, aku sudah selesai dan alhamdulillah lancar dan untuk jemput aku, maaf dinda udah ada yang jemput" ucap dinda yang masih kesal pada dion


"hah, siapa yang jemput kamu, apa kamu masih marah sama aku dind?" tanya dion


"kamu gak perlu tau siapa yang jemput aku, udah aku mau pergi" ucap dinda


dion marah kalau ternyata dinda dijemput orang lain, dion mencekal tangan dinda, dion marah ketika dinda mengacuhkanya


"lepas kak dion! sakit!" ucap dinda


"gak!kamu harus pulang sama aku, ingat dinda kita akan bertunangan besok, dan kamu mau dijemput orang lain, gak akan ku biarkan!" ucap dion dan langsung menarik tangan dinda menuju parkiran kampusnya.


Di parkiran sebuah mobil yang dikenali oleh dinda dan ada seseorang yang berseragam lengkap tengah berdiri didepan mobil tersebut. ya dia eki yang mau jemput dinda. dari kejauhan eki melihat tangan dinda ditarik dengan paksa oleh seorang laki2. dengan segera eki berlari menuju dinda dan langsung menarik dinda.


"siapa kamu, berani menarik tangan dia!" ucap eki kepada dion


"heh! kamu yang siapa, tiba2 datang ikut campur urusan orang, lebih baik urus urusanmu sendiri! jangan ganggu urusan orang lain!" kata dion


"dia adik dari atasan ku, dia tanggung jawabku sekarang! jadi lebih baik kamu pergi sebelum aku menghajarmu" ucap eki

__ADS_1


" udah bang eki! bang eki sebenarnya dia adalah calon tunanganku, maafin dinda gak bilang dari tadi sama bang eki," ucap dinda


" tapi tetap aja dek, dia memperlakukanmu kasar, dia udah narik2 kamu kayak gitu" ucap eki


"gak papa kok bang," ucap dinda


"sekarang apa mau kamu kak dion?" tanya dinda


"kamu ikut aku pulang!" jawab dion


Dinda menatap eki, " bang eki maaf, dinda pulang sama kak dion, bilangin sama abang bayu kalau dinda dijemput sama kak dion" ucap dinda


"ya sudah kalau gitu, tapi kalau ada apa2 kamu segera hubungin aku dek" jawab eki


"iya bang, maaf sekali lagi bang eki" ucap dinda


Eki mengangguk dan meninggalkan parkiran kampus dinda, sementara dinda sudah ditarik dion masuk kedalam mobilnya, dinda tidak bicara sepatahkatapun, dion menyesal telah berbuat kasar terhadap dinda,


"maafin aku dind?" ucap dion sambil menggenggam tangan dinda, tidak ada jawaban dari dinda, dinda menatap keluar jendela mobil. dia tidak pernah berfikir kalau dion bisa sekasar itu, tapi dinda juga merasa bersalah karena sudah bersifat kekanakan.


" maaf karena aku merasa cemburu ketika dengar kamu dijemput oleh orang lain, dinda untuk masalah kemarin maafin aku, karena sudah melarangmu dekat dengan bayu" ucap dion


"kak dion gak seharusnya cemburu sama abang, dia selamanya akan menjadi kakak aku, dia kakak yang paling ngerti aku, dia juga segalanya bagi aku selain ayah dan bunda" ucap dinda


"ya sayang, maafin aku, sekarang kita mau kemana?" tanya dion


"aku mau kerumah om farhan aku mau nganterin ini" ucap dinda sambil menunjukan paper bag ditanganya, dion tau kalau itu pakaian yang akan dikenakan keluarga dinda nanti saat acara lamaran nya.


"oke, nanti sekalian kamu kerumah ya sayang?" ucap dion


"hem, ngpain kak ?" tanya dinda


"aku kangen kamu sayang, kita habisin waktu kita dirumah papa oke" ucap dion

__ADS_1


"ya tapi aku gak bisa lama, aku harus pulang, kalau tidak kakek bisa khawatir" ucap dinda


Setelah sampai dikediaman om farhan dinda langasung masuk kerumah om nya, dinda memberikan paperbag yang dipegangnya kepada tantenya rita.


"kakak dari mana?" tanya rita


"dari kampus tan, terus langsung kesini.." jawab dinda


"kalian ini mau tunangan masih keluyuran aja, ntar habis acara tunangan kalian, kalian tidak bisa bertemu sampai acara pernikahan kalian, kalian itu harus dipingit" ucap rita


"hah, kok lama amat tan?? gak bisa gitu donk tan, lagian dinda itu calon istriku, kan sah2 aja kalau mau ketemu mah??" ucap dion


"kamu itu kalau dibilangin, suka ngeyel," ucap rita


"gak masalah tan, oh ya ayah sama bunda kapan sampai sini? dinda udah kangen banget" ucap dinda


"besok kak, kalian sudah makan?" tanya rita


"belum tan, ntar aja om belum pulang ya tan?" tanya dinda


"belum kak, gimana keadaan kakek kamu kak?" ucap rita


"alhamdlillah baik tan, oh ya maaf dinda gak bisa lama2 dinda harus pulang tan, dinda pamit dulu ya tante, mungkin besok juga gak bisa jemput ayah sama bunda" dinda


"kok buru2 sih kak, ya gak papa biar besok om sama tante yang jemput, kamu besok sibuk kak, ya sudah hati2, dion jaga keponakan tante!" ucap rita


" siap tante, ya sudah kami pamit tan, asalamualaikum" ucap dion


" waalaikum salam" jawab rita


setelah dari rumdis om farhan, dion mengajak dinda kerumah orang tuanya, dion menggandeng tangan dinda masuk kerumah tersebut, disana ada nadia dan diana adik dion. dinda awalnya masih canggung tapi lama kelamaan mereka bisa akrab terutama sama diana karena umur dinda dan diana tidak terlalu jauh,, dion yang melihat kedekatan dinda dan keluarganya merasa senang, apalagi sebentar lagi dinda akan menjadi istrinya.


hai kakak kakak jangan lupa like, coment and vote😉

__ADS_1


maaf kalau masih ada typo


__ADS_2