
"San, Nadya mana??" tanya salsa
"tuh disana, td itu klien nya" kata Vano
"terus itu yang duduk depan Nadya siapa?" kata salsa tak mengenal pria itu...
"siapa yaa namanya, naufal kalo gasalah, dia pemiliknya kayaknya" kata sandi santai sambil menggendong Putranya
"hah?" salsa terdiam tercengang yang kemudian malah membuat Vano dan Sandi heran...
"kenapa si sayang??"
tanya Vano
"gapapa mas, kita pulang sama sama kan?!"
"yaa terserah saa, mau duluan gapapa kok takut Ken mau tdr"
"gak gak! nanti aja bareng-bareng..."
"biii, mending bibi sama ken, sama mba Ayu, sama pak Sam duluan ke hotel, tidurin anak anak, nah tidurnya di kamar bi Inah aja dlu biar bsa saling jaga kalo mau pipis atau mau apa gitu"
pikiran salsa sudah panjang, dia yakin Sandi akan kecewa kalo tau Naufal adalah mantan Nadya
"baik non, kalo gt saya permisi"
"saya bagaimana tuan" kata ayu pengasuh Rey
"yaudah duluan aja, ini rey juga kayaknya ngantuk..."
"bii inah jgn lupa Asi yg ini masukin kulkas yaa" kata salsa...
"kami permisis tuan, Nyonya" kata mereka bertiga saling bergantian....
******
Di sisi restoran lainnya...
"Zar, bisa tinggalin kifa berdua?"
kata Naufal
"ohh bisa pak, permisi" kata Nazar
*eh kok cowok itu pergi...
Batin Salsa dari kejauhan, jantung Salsa mulai berdebar kencang... dan gelisah
*kembali ke kursi Nadya dan Naufal
"maksud kamu apa nyuruh dia pergi?!" tanya Nadya
"dia suami mu? apa kamu mencintainya?"
tanya Naufal
"cih pertanyaan macam apa ini!!! pertama kamu harus tau pernikahan itu atas dasar cinta, aku dan suamiku saling cinta jadi kita menikah kemudian punya anak"
kata Nadya
"dulu kamu juga berkata begitu, menikah atas dasar cinta" kata Naufal
Jeng Jenggggggggg
bagai buah siamalakama...
"kalo sudah selesai saya pamit, kasian suami dan anak saya menunggu" kata Nadya
"tunggu! bisa kau katakan sekali lagi, bahwa kamu benar benar tidak mencintaiku" kata Naufal
dengan tangan yang mengepal, rasa bersalah itu muncul membuat hati Nadya ingin sekali menangis...
"AKU TIDAK MENCINTAIMU..." kata Nadya tegas!
BRAKKKKKKK
gumpryanggggggggggg
Naufal memukul meja sekeras kerasnya, gelas di meja itu sampai terjatuh ke meja kemudian menggelinding ke lantai
__ADS_1
*Darin kejauhan salsa bangkit dan berlari
Vano sandi yang terkejut juga bergegas menghampiri Nadya
"naaddd" kata salsa kemudian memeluk Nadya yang sudah menangis...
"ada apa Ini???" tanya Sandi dengan sedikit kesal
Mereka hanya membisu, Naufal tertunduk tengah mengatur nafasnya yang ter engah engah karena tersulut emosi....
"Apa yang kau lakukan pada Isteriku???"
kata Vano yang mulai mendekati Naufal
"Silakan Tuan tanyakan pada istri manismu itu.." kata Naufal
"sialan! apa maksudmu??" kata Sandi
"Aku disini menunggunya!!! tapi dia kembali telah menjadi istri mu dan ibu dari anak mu! Jadi maksudku adalah, kembalikan milik ku??!!!" Kata Naufal
sontak membuat Nadya semakin tak kuasa menahan tangis, tubuhnya melemas, merasa tak percaya akan apa yang di katakan Naufal...
Nadya memang salah tapi sepenuhnya bukan kesalahannya...
Sandi Nampak geram, tangannya sudah mengepal, namun Vano menahannya..
"jaga bicara anda tuan, dan anda jangan buat keributan di cafe ini" kata Vano...
"anda jangan ikut campur!!! saya akan tetap merebut wanita saya"
buuggggh
bugh
bug
Sandi sudah tak tahan segera memukul Naufal...
"stoopp... sandi stoppp... stooppp!!" kata Nadya yang sudah menahan suaminya dengan satu lengannya karena, lengan satunya tertahan oleh salsa...
saat Nadya berhasil melepaskan eratan Salsa, Nadya langsung berada di tengah perkelahian itu...
dannn
pukulan kuat dari Naufal ke arah tulang pipi Nadya..
"Naddddyaaaaaa" teriak salsa..
Nadya langsung pingsan tak sadarkan diri..
Sandi terkejut, melihat istrinya harus mendapatkan pukulan keras itu...
Naufal hanya membeku tersadar pukulannya meleset kenarah wanita yang ia cintai...
Sandi langsung yang langsung menangkap Ndya refleks..
"bangun naddd, Nadd" kata Sandi menepuk pelan pipi istrinya
"Van bawa mobil gue, kita ke rs" Kata Sandi dengan kepanikan
Salsa ikut menangis kala itu melihat Nadya tak sadarkan diri...
"lo harus tau akibat dari ini semua" kata Sandi kenpada Naufal yang masih membeku itu....
IGD RUMAH SAKIT
"sepertinya beliau hanya syok karena pukulan, nanti juga akan sadar dan tidak perlu di rawat.. saya beri resep demam takutnya dia demam nanti, ada obat oles juga obat nyeri... saya tinggal ya"
kata Se orang dokter.
"baik terimaksih dok" kata Sandi
"salsa...." panggil sandi dengan tatapan tajam
"San, mau apa lo ama bini gue, sadar san" kata Vano
"gue butuh penjelasan, gue yakin bini lo tau"
kata Sandi
__ADS_1
"iyaa aku emmang tau, tapi aku gamau kasih tau kamu San... kamu harus tau dari Nadya" kata Salsa ....
"apa nadya berkhianat dari ku? kata Sandi mulai frustasi..
"sudah gila kamu!! mana mungkin Nadya mengkhianati kamu, kamu penolong hidupnya saat dia gk bisa nerima laki laki San!! kalo nadia sadar. jangan bicara apa apa, nanti saja di hotel!! AWAS KAMU BERANI MACEM MACEM SAMA NADIA, HIU DI LAUT BANYAK YANG KELAPERAN!! kata salsa yang di akhiri dengan Penekanan...
"serem kan kalo bini gue marah" kata Vano berbisik
"aku denger mas!!! jangan sampen kamu juga jadi santapan Hiu!!!" kata salsa menatap tajam suaminya..
Sandinyang awalnya takut jadinterkekeh melihat muka sahabatnya yang merasa ikut terancam itu haha
"awwww" suara nadya merintih
"udah bangun yaa" sapa Sandi
"sayang ini kok kaku yaa, sakit" kata Nadya merintih
"iya nantindibhotel aku kompres.. mau ke hotel apa disini?" tanya Sandi..
"yaudah tunggu aku ke admistrasi dulu" kata Sandi
"gausah udah gue ururs" kata Vano
"oh yaudah makasih ya Van" kata Sandi
"hemm entar potong Gaji" kata Vano
"Sial.."
mereka meju hotel ... di dalam perjalanan semua hanga diam, tak ada suara yang mereka keluarkan..
bahkan sampai mereka tiba di lorong hotel...
"Nadh, Rey di kamar Bi inah katanya baru tidur karena dari tadi rewel.. kamu masuk kamar aja, nanti klo dia bangun pasti Ayu ke kamar mu" kata Salsa
"iya saa, makasih yaa"
salsa hanya mengangguk....
mereka pun masuk kamar masing-masing...
-dikamar Sandi dan Nadya-
"aku pakein salepnya dulu atau mau di kompres" kata Sandi
"aku mau bicara dl mas" kata Nadya
"apa?"
"maafkan aku, aku salah" kata Nadya tertunduk
"maaf, salah?jelaskanlah aku akan mendengarkannya dengan Baik" kata Sandi membelai lembut rambut isterinya...
"baik... Naufal itu mantan aku, kita hampir menikah tapii sebulan sebelumnya ada wanita datang ke papa mengaku isterinya dan sedang hamil.. papa syok sampe terkena serangan jantung, lalu papa meninggal... hiks hiks hiksss setelah itu aku Pergi ke Rusia di ajak sama teman kuliah ku... tapi.. kemarin, saat aku menerima job pekerjaan di bandung ini aku tidak menyangka kalo dia ikut andil di proyek itu... dia meminta waktu untuk berbicara kala itu, lalu dia bilang, di masih menungguku , wanita itu berbohong dia hanya ter obsesi dengan Naufal... daannn kamu tau wanita itu siapa?(sandi menggeleng)
wnita itu Soraya....."
hikshikshiks
"apaaaa??? shit dia jahat sekali, bahkan kemarin dia mau hancurin rumah tangga Vano..."
"iyaa tapi biarlah sayang, aku memang merasa bersalah karena tak mendengar penjelasan Naufal, tapi aku yakin memang dia bukan jodohkuu..... buat aku jauh darinya, aku takut san... hiks hiks hiksss"
"buat apa menjauh? kau cukup katakan tal lagi mencintainya" kata Sandi
"tadi sudsh aku katakan, kau lihat sendiri bagaimana reaksinha... aku takut" kata Nadya lirih...
"tenang, aku akan menjagamu..." kata Sandi memeluk isterinya...
"jangan pernah tinggalkan aku dan Rey yaa" sambung Sandi
"NEVERRRR!" Kata Nadya
Sandi kemudian mencium bibir isterinya penuh hasrat...Ciuman itu membuat keduanya melakukan hal yang di dasari oleh cinta ituuuu....
*
*
__ADS_1
*
*